Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025
Ivan Gunawan Guncang Panggung BAZNAS Awards 2025: Donasi Rp2 Miliar untuk Palestina
28/08/2025 | Humas BAZNAS MinahasaJakarta — Malam penghargaan BAZNAS Awards 2025 mendadak menjadi panggung penuh kejutan. Sorotan bukan hanya pada deretan tokoh penerima penghargaan, melainkan juga pada satu aksi yang mengguncang ruangan: Ivan Gunawan menyerahkan donasi Rp2 miliar untuk Palestina.
Desainer sekaligus selebritas yang akrab disapa Igun itu bukan sekadar datang untuk menerima gelar Tokoh Publik Gerakan Cinta Zakat. Ia melengkapinya dengan langkah nyata: menyumbangkan seluruh keuntungan penjualan busana dari acara “Love Go For Humanity” untuk masyarakat Palestina, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
“Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan dari BAZNAS Awards 2025. Tapi penghargaan ini bukan soal saya. Yang lebih penting adalah bagaimana kebaikan bisa disalurkan lewat jalur yang tepat dan bermanfaat untuk sesama,” ujar Ivan, Kamis (28/8).
Donasi Rp2 miliar itu bukan angka kecil. Bagi Ivan, ini adalah simbol bahwa karya seni dan industri mode bisa menjadi jalan kepedulian. Roadshow “Love Go For Humanity” yang ia gelar di Margo City Depok dan sejumlah kota lain memang sejak awal diniatkan sebagai ruang solidaritas. “Insyaallah bersama BAZNAS, dana ini segera sampai untuk sahabat-sahabat kita di Palestina,” katanya.
BAZNAS menegaskan, langkah Ivan memberi teladan: bahwa publik figur bukan hanya sumber inspirasi gaya hidup, tapi juga motor gerakan kemanusiaan. Penghargaan yang diterima Igun disebut sebagai pengakuan atas konsistensinya mendorong zakat lifestyle di kalangan masyarakat luas.
Langkah Ivan tak berhenti di panggung penghargaan. Ia menyulut percakapan penting: di era gemerlap popularitas, seberapa jauh pengaruh bisa diubah menjadi manfaat nyata? “Ini bukan soal selebritas. Ini tentang keberanian menyalurkan kebaikan melalui lembaga yang amanah,” tambahnya.
BAZNAS berharap momentum ini menjadi titik balik, mengajak lebih banyak tokoh publik menyalurkan zakat, infak, dan sedekah lewat lembaga resmi. Sebab di balik apresiasi dan donasi, ada pesan strategis: membumikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban agama, tapi juga gerakan kebudayaan, solidaritas, dan peradaban.
Dengan Rp2 miliar yang kini diamanahkan untuk Palestina, Ivan Gunawan tak hanya pulang membawa piala. Ia pulang membawa gema: bahwa kemewahan sejati bukan terletak pada busana megah, melainkan pada keberanian berbagi di saat dunia membutuhkan cahaya kemanusiaan.
