WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Minahasa Sampaikan Selamat atas Amanah Baru Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak
BAZNAS Minahasa Sampaikan Selamat atas Amanah Baru Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak
MINAHASA — Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak, S.Sos., atas amanah barunya sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak mengemban tugas sebagai Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kotamobagu. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa berharap pengalaman selama bertugas di Sulawesi Utara menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian di Kabupaten Kendal. “Selamat dan sukses atas amanah baru. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa. BAZNAS Minahasa juga berharap silaturahmi yang telah terjalin selama bertugas di Sulawesi Utara tetap terjaga meski kini pengabdian berlanjut di Jawa Tengah. Jabatan boleh berganti, tempat pengabdian boleh berpindah, tetapi semangat melayani dan memberikan manfaat harus terus menyala. Selamat bertugas dan sukses mengemban amanah baru, Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak, S.Sos.
23/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan KemenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional
BAZNAS RI dan KemenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional
JAKARTA – Penguatan tata kelola zakat nasional menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Langkah strategis tersebut dibahas melalui audiensi BAZNAS RI bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Kantor KemenPANRB, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan ini tidak sekadar membahas optimalisasi penghimpunan zakat, tetapi menyentuh sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan masa depan kelembagaan BAZNAS, pengelolaan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), status amil, hingga kemungkinan penguatan integrasi zakat dan pajak. Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengatakan kedatangan jajaran BAZNAS RI merupakan bagian dari upaya konsultasi untuk mendapatkan masukan dalam memperkuat tata kelola dan kelembagaan pengelolaan zakat secara nasional. “Kedatangan kami tentu ingin berkonsultasi dengan KemenPANRB terkait penguatan tata kelola pengelolaan zakat, khususnya mengenai optimalisasi zakat ASN serta posisi kelembagaan BAZNAS,” ujar Zainut. Dalam audiensi tersebut, pembahasan diarahkan pada sejumlah isu strategis yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan ekosistem zakat nasional. Beberapa di antaranya mencakup penataan kewajiban zakat, penguatan bentuk kelembagaan BAZNAS, optimalisasi zakat ASN, zakat sebagai pengurang pajak, status kepegawaian amil, serta hubungan kelembagaan antara BAZNAS RI dan BAZNAS di daerah. Masukan dari KemenPANRB menjadi salah satu bahan penting bagi BAZNAS RI dalam menyusun kajian dan merumuskan langkah penguatan kelembagaan ke depan. Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah III KemenPANRB, Ugi Cahyo Setiono, S.Kom., menyarankan agar BAZNAS RI melakukan analisis secara mendalam serta kaji banding atau benchmark dengan berbagai model kelembagaan. Menurutnya, data dan kajian yang kuat diperlukan untuk memperkuat argumentasi apabila ke depan terdapat pembahasan mengenai bentuk kelembagaan BAZNAS. Ugi menjelaskan, terdapat sejumlah alternatif bentuk kelembagaan yang secara konseptual dapat dikaji, mulai dari Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK), badan hukum publik, maupun tetap dalam bentuk Lembaga Nonstruktural (LNS). Namun, menurut Ugi, belum terdapat rekomendasi final mengenai bentuk kelembagaan BAZNAS ke depan. “Terkait penguatan kelembagaan BAZNAS, kami belum bisa menyarankan apakah BAZNAS ke depan berbentuk LPNK, badan hukum publik, atau tetap LNS. Teman-teman di BAZNAS perlu menyiapkan data pendukung yang kuat mengenai bentuk tata kelola yang paling ideal,” ujar Ugi. Ia menambahkan, untuk kondisi saat ini, BAZNAS sebagai LNS masih merupakan pilihan yang cukup baik. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kelembagaan BAZNAS masih berada pada tahap kajian, analisis, dan penguatan argumentasi, bukan keputusan perubahan bentuk kelembagaan. KemenPANRB sendiri memiliki fungsi penting dalam penataan kelembagaan dan tata laksana pemerintahan. Dalam profil resminya, Ugi Cahyo Setiono tercatat sebagai Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah III. Selain persoalan kelembagaan, audiensi juga membahas regulasi zakat ASN dan bagaimana sistem pengelolaan zakat dapat terus diperkuat agar lebih tertata, transparan, dan memiliki kepastian dalam pelaksanaannya. Isu lain yang turut mengemuka adalah integrasi zakat dan pajak, termasuk pembahasan mengenai zakat sebagai pengurang pajak. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya melihat pengelolaan zakat secara lebih komprehensif dalam sistem fiskal dan pelayanan publik. Tidak kalah penting, persoalan kepastian status kepegawaian amil juga menjadi bagian dari diskusi. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan membangun organisasi pengelola zakat yang semakin profesional, memiliki tata kelola yang jelas, serta didukung sumber daya manusia yang memiliki kepastian tugas dan tanggung jawab. Pembahasan hubungan antara BAZNAS RI dan BAZNAS di daerah juga menjadi salah satu agenda strategis. Penguatan hubungan kelembagaan pusat dan daerah dinilai penting karena pengelolaan zakat berlangsung hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tata kelola yang semakin jelas diharapkan dapat memperkuat koordinasi, sinergi program, akuntabilitas, serta efektivitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Bagi BAZNAS di daerah, penguatan tata kelola nasional tersebut menjadi penting karena pengelolaan zakat bukan hanya menyangkut penghimpunan dana, tetapi juga menyangkut amanah, profesionalitas, transparansi, pemberdayaan mustahik, dan dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan. Dengan tata kelola yang semakin kuat, zakat diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas penghimpunan dan pendistribusian dana, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan. Audiensi BAZNAS RI dan KemenPANRB menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat fondasi pengelolaan zakat nasional di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin modern. Penguatan kelembagaan, kepastian regulasi, profesionalisasi amil, optimalisasi zakat ASN, serta sinergi pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem zakat yang semakin terpercaya. Sebab, zakat bukan sekadar angka yang dihimpun, tetapi amanah yang harus dikelola secara profesional agar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto serta Staf Senior Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Regi Fadjri Andira.
22/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi. Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. "Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik. Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen. "Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya. Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni. "Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya. Apresiasi Kemendiktisaintek Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan. Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat. "Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian. Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa. Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang. BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun. Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly. "Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy. Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE). Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas. Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester. Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026 Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id. Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026: Pendaftaran: 9–27 September 2026 Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026 Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026 Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026 Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026 Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026 Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
10/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Artikel Terbaru

Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas. Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian. Allah ? berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2) Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus. Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda. Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat. Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan: kepercayaan yang tumbuh perlahan kepedulian yang menguat tanpa dipaksa dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat. Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar: setiap amanah terjaga dengan baik setiap penyaluran tepat sasaran dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga. Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun. BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun. Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama. Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama. Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat. Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam. Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat. Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa. Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran. Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat. “Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid. Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan. Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan. Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah. “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim) Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup. Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas. “Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?” Dua hari lagi… Ramadhan akan pergi. Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”. Tiba-tiba saja… selesai. Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih. Yang tersisa hanyalah satu hal: Amal kita. Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita Allah ? berfirman: “Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65) Hari itu akan datang… Hari di mana: Mulut tidak bisa beralasan Lidah tidak bisa berdalih Tapi… tangan kita berbicara Termasuk jempol kita. Jempol yang setiap hari: Scroll tanpa arah Like tanpa pikir Comment tanpa batas Share tanpa sadar Pertanyaannya… Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti? Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir Rasulullah ? bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari) Artinya… Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya. Hari ini… Sebagian orang justru sibuk dengan: Baju lebaran Kue lebaran TikTok lebaran Konten hiburan tanpa batas Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu. Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan Dulu… Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat. Sekarang? Maksiat bisa datang ke genggaman. Dan lebih dahsyat lagi… Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri. Kita bisa “menggandakan dosa”. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim) Bayangkan ini… Satu video yang tidak pantas… Kita share… Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi… Dan dosa itu terus hidup… Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur. Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral Allah Maha Adil. Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim) Bayangkan sebaliknya… Kita share satu ayat Seseorang tersentuh Ia mulai shalat Ia ajak keluarganya Anaknya menjadi shalih Dan semua itu… mengalir ke kita… tanpa kita sadari. Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal… Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an. Tidak banyak like. Tidak viral. Suatu hari… seseorang menghubunginya: "Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya." Allahu Akbar… Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah. Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah? Hari ini kita terbiasa mendengar: ???? “Like, comment, dan subscribe…” Tapi jarang kita sadar… Setiap klik itu dicatat. Like → dukungan Comment → pernyataan Share → penyebaran Pertanyaannya sederhana: Apa yang kita dukung selama ini? Kebaikan… atau keburukan? 2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi Rasulullah ? bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) Ini bukan ancaman biasa. Ini peringatan keras. Karena Ramadhan adalah: Bulan ampunan Bulan pahala dilipatgandakan Bulan pintu surga dibuka Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah… Lalu kapan lagi? Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua Hari ini… Berapa lama kita pegang HP? Dan dari waktu itu: Berapa menit untuk Al-Qur’an? Berapa menit untuk dzikir? Berapa menit untuk kebaikan? Dan… Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat? Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar. Mulai dari sini: - Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol Karena hari ini… Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki. Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari Bayangkan… Di hari kiamat nanti… Kita melihat pahala besar… Kita bertanya: "Ya Allah… dari mana ini?" Dan Allah menjawab: "Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa." Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita Dua hari lagi… Ramadhan pergi. Dan mungkin… Ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada yang tahu. Maka sebelum ia benar-benar hilang… Perbaiki: Shalat kita Hati kita Dan… jejak digital kita Karena jejak itu tidak hilang. Ia akan menjadi: - Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan. Karena yang kita bawa nanti… Bukan HP kita… Bukan followers kita… Tapi: Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu. Allahu Akbar… Semoga kita termasuk orang yang: Diampuni dosanya Diterima amalnya Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa