WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
MANGGARAI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) disalurkan kepada para penyintas di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, biskuit, dan mi instan. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih bertahan di pengungsian selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang serta Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. yang meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa. Idy mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy. BAZNAS RI menargetkan penyaluran bantuan logistik hingga 1.000 paket bagi para penyintas gempa di NTT. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi masyarakat di lapangan. Menurut Idy, bantuan BAZNAS tidak hanya berupa paket pangan. Sejumlah layanan kemanusiaan juga terus dikerahkan untuk membantu masyarakat melewati masa darurat. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelasnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, layanan kesehatan hingga dukungan fasilitas ibadah bagi masyarakat terdampak. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memantau perkembangan kondisi para penyintas di sejumlah wilayah NTT. Hal itu dilakukan agar bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam penanganan bencana, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS menjadi salah satu sumber kekuatan untuk menghadirkan bantuan bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Idy menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. "BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujarnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memiliki kekuatan sosial yang nyata. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat, dana ZIS dapat hadir menjadi bantuan darurat bagi masyarakat yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar akibat bencana. Salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa, Kamaruddin Abdullah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Kamaruddin yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok mengatakan bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dan masyarakat yang berada di pengungsian. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," kata Kamaruddin. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terdampak. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya. BAZNAS RI memastikan bantuan kemanusiaan bagi penyintas gempa NTT akan terus dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kepedulian masyarakat dapat menjelma menjadi kekuatan nyata untuk membantu sesama. Di tengah bencana, solidaritas bukan sekadar kata, melainkan hadir dalam bentuk makanan, air, layanan kesehatan, dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
25/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
MANGGARAI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB), tim medis menyisir sejumlah posko pengungsian hingga wilayah pelosok di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Layanan kesehatan bergerak tersebut dilakukan untuk memastikan para penyintas, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pengobatan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan layanan kesehatan mobile menjadi salah satu bentuk respons cepat BAZNAS dalam menghadapi kondisi darurat pascabencana. Tim medis RSB tidak hanya memberikan pelayanan di posko utama, tetapi juga mendatangi posko-posko pengungsian mandiri dan permukiman warga yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, termasuk wilayah Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. “Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” ujar Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026). Menurut Idy, kondisi bencana sering kali menimbulkan persoalan kesehatan baru bagi masyarakat terdampak. Keterbatasan fasilitas kesehatan, kondisi pengungsian, perubahan lingkungan, serta sulitnya akses transportasi dapat menjadi hambatan bagi penyintas untuk memperoleh pelayanan medis. Karena itu, BAZNAS menerapkan pendekatan layanan kesehatan dengan sistem jemput bola, yakni tenaga medis secara aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan. Langkah tersebut sekaligus memastikan penyintas yang tinggal di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” kata Idy. Kehadiran layanan mobile juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama berada dalam situasi darurat. Tim medis Rumah Sehat BAZNAS terus melakukan pelayanan secara bergilir di sejumlah titik terdampak gempa. Dokter tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan sejak tiba di lokasi bencana, tim langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Reok. Pelayanan difokuskan pada posko-posko pengungsian, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses kendaraan. “Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya. Melalui pelayanan tersebut, tim kesehatan RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan setiap harinya. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi medis, pemberian resep, hingga penyediaan obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan pasien. Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo yang juga menjadi fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan kehadiran tim medis BAZNAS memberikan manfaat besar bagi masyarakat terdampak. Menurut dia, setelah memberikan pelayanan di posko utama, tim kesehatan secara rutin melanjutkan pelayanan dengan mendatangi sejumlah posko pengungsian mandiri. Jangkauan pelayanan bahkan mencapai wilayah terluar di Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. “Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat,” tuturnya. Ia menambahkan, masyarakat menyambut baik kehadiran layanan kesehatan tersebut karena pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. “Masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” katanya. Selain layanan kesehatan, BAZNAS RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga terus mendistribusikan bantuan kebutuhan pangan dan logistik bagi masyarakat terdampak. Sejumlah layanan kemanusiaan turut dihadirkan, antara lain bantuan sembako, dukungan dapur umum, penyediaan masjid darurat, serta sarana sanitasi untuk membantu memenuhi kebutuhan kebersihan dan ibadah para pengungsi. Respons terpadu tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada bantuan makanan dan logistik, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan, sanitasi, dan dukungan spiritual masyarakat. Dalam situasi bencana, akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar yang tidak boleh terputus. Karena itu, layanan kesehatan mobile menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang berada jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat, BAZNAS terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menghadirkan harapan. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana.
25/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Zakat Community Development (ZCD). Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan dalam agenda peresmian Program ZCD yang digelar di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan (Waka IV) Muhammad Sahlan Kokalo, melalui Zoom Meeting. Program ZCD merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan, dan penguatan ketahanan keluarga berbasis komunitas. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas keluarga, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kami memperkuat kerja sama yang sudah terjalin selama ini dengan program-program unggulan kami yang semuanya intinya adalah untuk peningkatan kualitas keluarga, untuk mengentaskan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Sodik Mudjahid. Sodik menjelaskan, pelaksanaan pilot project ZCD di lima provinsi selama periode 2024–2026 menunjukkan bahwa pendampingan usaha mikro berbasis kelompok mampu menggerakkan potensi ekonomi keluarga penerima manfaat. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa Program ZCD merupakan pengembangan komunitas yang mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Program tersebut telah menyalurkan bantuan sekitar Rp1,391 miliar kepada 23 kelompok di berbagai wilayah dan ditargetkan berkembang hingga 11 kabupaten/kota di 8 provinsi. Mengikuti agenda tersebut secara daring, Waka IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Muhammad Sahlan Kokalo menilai penguatan Program ZCD menjadi momentum penting untuk terus mengedukasi masyarakat bahwa zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan. Menurutnya, zakat memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, tepat sasaran, dan disertai pendampingan yang berkelanjutan. “Zakat bukan sekadar membantu mustahik melewati kesulitan hari ini, tetapi bagaimana zakat dapat menjadi jalan bagi mereka untuk bangkit, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pendayagunaan zakat harus diarahkan dari sekadar memberi menjadi memberdayakan,” ujar Muhammad Sahlan Kokalo. Ia menambahkan, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa menunaikan zakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. “Ketika seorang muzaki menunaikan zakatnya melalui lembaga yang amanah, sesungguhnya ia sedang mengambil bagian dalam menguatkan kehidupan saudara-saudaranya yang membutuhkan. Di situlah zakat menghadirkan keberkahan, bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya. Muhammad Sahlan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun program pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan hanya dengan bantuan konsumtif. Mustahik perlu diberikan akses terhadap modal usaha, keterampilan, pendampingan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga. “Kita ingin zakat menjadi energi perubahan. Mustahik hari ini kita bantu agar mampu berdiri, kemudian berkembang menjadi mandiri, dan pada waktunya diharapkan dapat menjadi muzaki. Inilah salah satu makna besar dari zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat,” ungkapnya. Sinergi BAZNAS dan BKKBN Perkuat Ekonomi Keluarga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengatakan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui optimalisasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Saat ini, UPPKA telah menjangkau sekitar 37.000 kelompok peserta KB di seluruh Indonesia. Dukungan permodalan dan pendampingan melalui Program ZCD BAZNAS telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah kelompok penerima manfaat. Kelompok UPPKA di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, misalnya, mampu mengembangkan usaha dengan omzet lebih dari Rp100 juta. Ketua UPPKA Jaya Bersama Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Mislaini, menyampaikan bantuan permodalan sebesar Rp87 juta dan pendampingan ZCD BAZNAS telah membantu kelompoknya mengembangkan usaha budi daya lele dan produk olahannya. Sementara itu, Ketua UPPKA Bina Warga Semarang, Jawa Tengah, Utami, mengatakan bantuan peralatan dan rumah produksi dari BAZNAS membantu kelompoknya meningkatkan kapasitas usaha hingga mencapai omzet sekitar Rp150 juta dengan keuntungan sekitar Rp8 juta. Bagi BAZNAS Minahasa, penguatan Program ZCD menjadi pembelajaran penting bahwa pengelolaan zakat harus terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Muhammad Sahlan Kokalo berharap semangat pemberdayaan tersebut dapat terus diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Minahasa, sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat. “Zakat adalah amanah umat. Karena itu, setiap rupiah yang ditunaikan harus diupayakan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Mari kita bangun kesadaran bahwa zakat bukan hanya kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga kekuatan untuk mengangkat martabat, mengurangi kemiskinan, dan membangun kemandirian umat,” pungkasnya. Agenda tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN. Sejumlah Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi, penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sehingga semakin banyak mustahik yang mendapatkan manfaat dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
20/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Artikel Terbaru

Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas. Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian. Allah ? berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2) Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus. Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda. Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat. Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan: kepercayaan yang tumbuh perlahan kepedulian yang menguat tanpa dipaksa dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat. Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar: setiap amanah terjaga dengan baik setiap penyaluran tepat sasaran dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga. Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun. BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun. Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama. Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama. Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat. Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam. Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat. Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa. Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran. Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat. “Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid. Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan. Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan. Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah. “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim) Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup. Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas. “Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?” Dua hari lagi… Ramadhan akan pergi. Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”. Tiba-tiba saja… selesai. Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih. Yang tersisa hanyalah satu hal: Amal kita. Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita Allah ? berfirman: “Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65) Hari itu akan datang… Hari di mana: Mulut tidak bisa beralasan Lidah tidak bisa berdalih Tapi… tangan kita berbicara Termasuk jempol kita. Jempol yang setiap hari: Scroll tanpa arah Like tanpa pikir Comment tanpa batas Share tanpa sadar Pertanyaannya… Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti? Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir Rasulullah ? bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari) Artinya… Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya. Hari ini… Sebagian orang justru sibuk dengan: Baju lebaran Kue lebaran TikTok lebaran Konten hiburan tanpa batas Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu. Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan Dulu… Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat. Sekarang? Maksiat bisa datang ke genggaman. Dan lebih dahsyat lagi… Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri. Kita bisa “menggandakan dosa”. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim) Bayangkan ini… Satu video yang tidak pantas… Kita share… Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi… Dan dosa itu terus hidup… Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur. Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral Allah Maha Adil. Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim) Bayangkan sebaliknya… Kita share satu ayat Seseorang tersentuh Ia mulai shalat Ia ajak keluarganya Anaknya menjadi shalih Dan semua itu… mengalir ke kita… tanpa kita sadari. Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal… Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an. Tidak banyak like. Tidak viral. Suatu hari… seseorang menghubunginya: "Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya." Allahu Akbar… Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah. Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah? Hari ini kita terbiasa mendengar: ???? “Like, comment, dan subscribe…” Tapi jarang kita sadar… Setiap klik itu dicatat. Like → dukungan Comment → pernyataan Share → penyebaran Pertanyaannya sederhana: Apa yang kita dukung selama ini? Kebaikan… atau keburukan? 2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi Rasulullah ? bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) Ini bukan ancaman biasa. Ini peringatan keras. Karena Ramadhan adalah: Bulan ampunan Bulan pahala dilipatgandakan Bulan pintu surga dibuka Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah… Lalu kapan lagi? Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua Hari ini… Berapa lama kita pegang HP? Dan dari waktu itu: Berapa menit untuk Al-Qur’an? Berapa menit untuk dzikir? Berapa menit untuk kebaikan? Dan… Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat? Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar. Mulai dari sini: - Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol Karena hari ini… Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki. Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari Bayangkan… Di hari kiamat nanti… Kita melihat pahala besar… Kita bertanya: "Ya Allah… dari mana ini?" Dan Allah menjawab: "Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa." Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita Dua hari lagi… Ramadhan pergi. Dan mungkin… Ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada yang tahu. Maka sebelum ia benar-benar hilang… Perbaiki: Shalat kita Hati kita Dan… jejak digital kita Karena jejak itu tidak hilang. Ia akan menjadi: - Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan. Karena yang kita bawa nanti… Bukan HP kita… Bukan followers kita… Tapi: Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu. Allahu Akbar… Semoga kita termasuk orang yang: Diampuni dosanya Diterima amalnya Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa