WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
BAZNAS Terima Keppres! Kepengurusan Baru 2026–2031 Siap Gaspol Perkuat Zakat Nasional
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menerima Surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pimpinan untuk periode 2026–2031. Momen ini menjadi titik awal penguatan peran strategis zakat dalam pembangunan nasional. Keppres tersebut diserahkan langsung oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri sekaligus Ex Officio BAZNAS RI A. Fatoni kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid bersama jajaran pimpinan baru di Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Dalam susunan kepengurusan terbaru, sejumlah nama mengisi posisi strategis, di antaranya Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Ending Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, serta Neyla Saida Anwar. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai komposisi kepengurusan kali ini merupakan kombinasi solid dari berbagai latar belakang keahlian. “Kami bersyukur memiliki tim yang kuat, dengan kompetensi dari sisi pemerintahan, keuangan hingga digitalisasi. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja BAZNAS ke depan,” ujar Sodik. Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat sekaligus mendorong keadilan sosial. “Zakat harus menjadi kekuatan nyata dalam mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Tak hanya itu, BAZNAS juga akan menggenjot kolaborasi lintas sektor, baik dengan kementerian, lembaga, hingga swasta untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. “Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar zakat benar-benar berdampak,” tambahnya. Sementara itu, A. Fatoni memberikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial di berbagai daerah. “BAZNAS telah menunjukkan peran nyata. Ke depan, kami berharap lahir terobosan strategis agar program pemberdayaan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Fatoni. Dengan kepengurusan baru ini, BAZNAS diharapkan semakin agresif, adaptif, dan berdampak dalam mengelola zakat sebagai solusi pembangunan dan kesejahteraan umat di Indonesia
16/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Minahasa 15//04/2026 – Pengadilan Agama Tondano menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 Lomba Pembuatan Video dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-42 PTA Manado (PTA Cup). Prestasi ini diraih melalui karya video bertajuk “Di Atas Amanah” yang mengangkat nilai integritas dan tanggung jawab aparatur peradilan. Video tersebut merupakan hasil kolaborasi antara tim kreatif Pengadilan Agama Tondano dengan para YouTubers muda. Karya ini dinilai mampu menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tugas, sekaligus dikemas secara visual menarik dan relevan dengan generasi masa kini. Sebagai satuan kerja di bawah pembinaan PTA Manado, capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pengadilan Agama Tondano dalam mendukung reformasi birokrasi serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Upaya ini terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepercayaan publik. Ketua Pengadilan Agama Tondano Al Gazali Mus, S.H.I, MH mengatakan, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab besar yang melekat dalam setiap tugas. “Setiap pekerjaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Melalui karya ini, kami ingin menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menegakkan keadilan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan para konten kreator muda yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam menyampaikan pesan kelembagaan secara lebih kreatif dan inspiratif. Sebagai bentuk apresiasi, Pengadilan Agama Tondano menyerahkan total hadiah sebesar Rp1.800.000 kepada tim konten kreator. Penyerahan dilakukan oleh salah satu hakim dan disaksikan langsung oleh Ketua serta Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano Husnul Ma'arif, S.H.I, M.H. Perwakilan YouTubers yang terlibat dalam produksi video tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Kami bersyukur bisa terlibat dalam proyek ini. Ini bukan hanya tentang berkarya, tetapi juga belajar memahami nilai amanah dan tanggung jawab. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pengadilan Agama Tondano yang telah mendukung proses produksi,” ungkap Jihan Nabillah Sebagai Video Editingnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga dan generasi muda mampu menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sarat nilai edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Nilai amanah yang diangkat dalam karya ini juga sejalan dengan semangat BAZNAS dalam menjaga kepercayaan umat melalui pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berintegritas, serta berkontribusi positif dalam pembangunan sosial.
15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
Flores Timur – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang mengguncang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 800 porsi makanan siap saji langsung didistribusikan kepada para penyintas di masa tanggap darurat. Melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dapur umum didirikan di titik pengungsian terdampak, tepatnya di Desa Terong dan Desa Hamahala, Kecamatan Adonara Timur. Dari dapur umum ini, bantuan makanan terus diproduksi dan disalurkan setiap hari kepada warga terdampak. Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid menegaskan, pemenuhan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti saat ini. “Tim BTB terjun langsung ke lokasi untuk memastikan para penyintas aman dan mendapatkan makanan yang layak,” ujar Subhan dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026). Tak hanya menyalurkan bantuan makanan, BAZNAS juga melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kebutuhan mendesak lainnya. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan oleh para penyintas. Selain itu, tim BTB turut membantu proses evakuasi serta pembersihan puing-puing bangunan yang roboh akibat gempa yang terjadi pada Kamis (9/4/2026). Data sementara mencatat, gempa tersebut menyebabkan 3 fasilitas umum dan 224 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Sejumlah desa terdampak antara lain Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk. Akibat bencana ini, sekitar 1.100 warga terpaksa mengungsi. Sebagian memilih tinggal bersama keluarga yang aman, sementara lainnya bertahan di posko pengungsian. “Semoga bantuan ini bisa meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan. Kami juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar mereka diberi kekuatan,” tambah Subhan. Dalam penanganan bencana ini, BAZNAS juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur serta para relawan di lapangan guna memastikan seluruh penyintas mendapatkan bantuan yang optimal. Respons cepat BAZNAS ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga hadir sebagai solusi tanggap darurat saat bencana melanda.
15/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Artikel Terbaru

Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas. Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian. Allah ? berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2) Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus. Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda. Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat. Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan: kepercayaan yang tumbuh perlahan kepedulian yang menguat tanpa dipaksa dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat. Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar: setiap amanah terjaga dengan baik setiap penyaluran tepat sasaran dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga. Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun. BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun. Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama. Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama. Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat. Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam. Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat. Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa. Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran. Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat. “Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid. Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan. Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan. Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah. “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim) Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup. Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas. “Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?” Dua hari lagi… Ramadhan akan pergi. Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”. Tiba-tiba saja… selesai. Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih. Yang tersisa hanyalah satu hal: Amal kita. Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita Allah ? berfirman: “Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65) Hari itu akan datang… Hari di mana: Mulut tidak bisa beralasan Lidah tidak bisa berdalih Tapi… tangan kita berbicara Termasuk jempol kita. Jempol yang setiap hari: Scroll tanpa arah Like tanpa pikir Comment tanpa batas Share tanpa sadar Pertanyaannya… Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti? Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir Rasulullah ? bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari) Artinya… Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya. Hari ini… Sebagian orang justru sibuk dengan: Baju lebaran Kue lebaran TikTok lebaran Konten hiburan tanpa batas Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu. Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan Dulu… Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat. Sekarang? Maksiat bisa datang ke genggaman. Dan lebih dahsyat lagi… Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri. Kita bisa “menggandakan dosa”. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim) Bayangkan ini… Satu video yang tidak pantas… Kita share… Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi… Dan dosa itu terus hidup… Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur. Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral Allah Maha Adil. Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim) Bayangkan sebaliknya… Kita share satu ayat Seseorang tersentuh Ia mulai shalat Ia ajak keluarganya Anaknya menjadi shalih Dan semua itu… mengalir ke kita… tanpa kita sadari. Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal… Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an. Tidak banyak like. Tidak viral. Suatu hari… seseorang menghubunginya: "Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya." Allahu Akbar… Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah. Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah? Hari ini kita terbiasa mendengar: ???? “Like, comment, dan subscribe…” Tapi jarang kita sadar… Setiap klik itu dicatat. Like → dukungan Comment → pernyataan Share → penyebaran Pertanyaannya sederhana: Apa yang kita dukung selama ini? Kebaikan… atau keburukan? 2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi Rasulullah ? bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) Ini bukan ancaman biasa. Ini peringatan keras. Karena Ramadhan adalah: Bulan ampunan Bulan pahala dilipatgandakan Bulan pintu surga dibuka Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah… Lalu kapan lagi? Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua Hari ini… Berapa lama kita pegang HP? Dan dari waktu itu: Berapa menit untuk Al-Qur’an? Berapa menit untuk dzikir? Berapa menit untuk kebaikan? Dan… Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat? Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar. Mulai dari sini: - Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol Karena hari ini… Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki. Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari Bayangkan… Di hari kiamat nanti… Kita melihat pahala besar… Kita bertanya: "Ya Allah… dari mana ini?" Dan Allah menjawab: "Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa." Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita Dua hari lagi… Ramadhan pergi. Dan mungkin… Ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada yang tahu. Maka sebelum ia benar-benar hilang… Perbaiki: Shalat kita Hati kita Dan… jejak digital kita Karena jejak itu tidak hilang. Ia akan menjadi: - Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan. Karena yang kita bawa nanti… Bukan HP kita… Bukan followers kita… Tapi: Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu. Allahu Akbar… Semoga kita termasuk orang yang: Diampuni dosanya Diterima amalnya Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa