Berita Terkini
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
Jakarta – Program Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melahirkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Ulinnuha Aqwa, berhasil meraih Juara II dalam ajang The 15th International Invention, Innovation & Design Competition (INDES) 2026 di Malaysia melalui inovasi briket ramah lingkungan berbahan limbah buah ketapang.
Prestasi tersebut diraih pada kategori Business Plan berkat inovasi Keta-Briq, yaitu briket biochar yang memanfaatkan limbah buah ketapang sebagai bahan baku utama dan dipadukan dengan aroma daun kemangi yang berfungsi sebagai pengusir serangga alami.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ulinnuha menunjukkan bahwa generasi muda binaan BAZNAS memiliki daya saing di tingkat global.
"Kami sangat bangga atas pencapaian internasional yang diraih Ulinnuha sebagai bukti nyata bahwa para penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di level dunia," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Idy menilai inovasi yang dikembangkan Ulinnuha selaras dengan visi BAZNAS dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan dan energi berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia, menjadi ajang pembuktian bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif dengan nilai ekonomi dan manfaat yang tinggi.
"Keberhasilan ini membuktikan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu melahirkan inovator muda yang mandiri, solutif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di masa depan," katanya.
Limbah Menjadi Energi Alternatif
Inovasi Keta-Briq lahir dari pemanfaatan limbah buah ketapang yang diolah menjadi biochar atau arang hayati sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Produk ini juga diperkaya dengan aroma daun kemangi sehingga memiliki fungsi tambahan sebagai pengusir serangga alami.
Konsep tersebut tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Inovasi seperti ini dinilai sejalan dengan upaya mendorong ekonomi hijau (green economy) dan pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi perhatian dunia.
Perjalanan yang Tidak Mudah
Di balik keberhasilan tersebut, Ulinnuha mengaku sempat mengalami masa-masa sulit selama mengikuti kompetisi. Rasa lelah dan kehilangan semangat sempat muncul di tengah proses penyusunan inovasi dan persiapan presentasi.
Namun, dukungan keluarga serta tekad untuk terus belajar menjadi sumber motivasi yang membuatnya mampu bangkit hingga akhirnya meraih prestasi di tingkat internasional.
"Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak takut mencoba langkah pertama. Saya berharap ke depan bisa terus belajar dan menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani mewujudkan ide-ide mereka," tutur Ulinnuha.
Prestasi yang diraih Ulinnuha menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi investasi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Program Beasiswa Cendekia, BAZNAS berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi para penerima manfaat beasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama Indonesia ke tingkat internasional, sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu melahirkan generasi unggul yang menjadi solusi bagi masa depan bangsa.
07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memberikan Anugerah Kepatuhan Zakat 2026 kepada 56 perusahaan syariah serta 9 Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, DSN-MUI, dan pelaku industri keuangan syariah dalam mengoptimalkan potensi zakat perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan, kepatuhan syariah tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi umat melalui pengelolaan zakat yang produktif.
"Kepatuhan syariah yang sejati harus berdampak. Berdampak pada turunnya angka kemiskinan, terbukanya lapangan pekerjaan, pemberdayaan mustahik menjadi muzaki, hingga terwujudnya keadilan sosial ekonomi sebagaimana tujuan maqashid syariah," ujar Sodik.
Menurutnya, BAZNAS dan industri keuangan syariah merupakan dua pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah nasional. Zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikonversi menjadi berbagai program pemberdayaan yang langsung dirasakan masyarakat.
"Ketika sebuah perusahaan maupun bank syariah membayarkan zakat perusahaannya melalui BAZNAS, dana tersebut langsung dikonversi menjadi ribuan beasiswa pendidikan, modal usaha UMKM, pembangunan klinik sehat, hingga program penuntasan stunting. Inilah yang kami sebut sebagai kepatuhan syariah yang berdampak," katanya.
Sodik berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi semakin banyak perusahaan untuk menunaikan zakat melalui amil resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua DSN-MUI, K.H. M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D., menegaskan bahwa zakat memiliki kedudukan berbeda dengan program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Zakat itu berbeda dengan CSR. Kalau CSR merupakan tanggung jawab korporasi, sedangkan zakat adalah kewajiban kita semua kepada Allah SWT. Karena itu, saya berharap Dewan Pengawas Syariah tidak hanya memastikan kesesuaian akad, tetapi juga memastikan kepatuhan zakat sebagai bagian dari syariah compliance," ujar Cholil.
Ia menambahkan, zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki, sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Ke depan, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu memberdayakan mustahik hingga kelak menjadi muzaki," katanya.
Cholil juga mengajak seluruh perusahaan maupun individu yang telah memenuhi nisab untuk tidak menunda kewajiban berzakat dan tidak hanya menunggu datangnya bulan Ramadan.
"Semoga ekonomi syariah terus tumbuh dan maju bersama zakat yang kita tunaikan," tuturnya.
Selain penyerahan penghargaan, Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan kepatuhan zakat perusahaan, sosialisasi fatwa terbaru DSN-MUI, serta pembahasan strategi optimalisasi pengelolaan zakat nasional.
Melalui forum tersebut, BAZNAS berharap kolaborasi yang semakin erat dengan DSN-MUI, industri keuangan syariah, serta para muzaki badan dapat memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi umat.
56 Perusahaan dan 9 Dewan Pengawas Syariah Raih Penghargaan
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI dan DSN-MUI memberikan penghargaan kepada 56 perusahaan syariah dari berbagai sektor, mulai dari perbankan syariah, asuransi, pembiayaan, manajer investasi, fintech, dana pensiun, hingga lembaga penjaminan.
Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan kepada perusahaan dengan kontribusi terbaik dalam berbagai bidang, di antaranya:
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk sebagai Anugerah Komitmen Unggul.
PT Bank BCA Syariah sebagai Anugerah Penggerak Literasi Terbaik.
PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin sebagai Anugerah Mitra Berkelanjutan Terbaik.
PT Capital Life Syariah sebagai Anugerah Pelopor Label Taat Zakat Terbaik.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Anugerah Program Vokasi Terbaik.
PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura sebagai Anugerah Program Pemberdayaan UMKM Terbaik.
PT Fintek Karya Nusantara sebagai Anugerah Kolaborasi Digital Terbaik.
Selain perusahaan, penghargaan juga diberikan kepada 9 Dewan Pengawas Syariah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam memperkuat pengawasan kepatuhan penyaluran dana dan implementasi prinsip syariah di sektor keuangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Wakil Ketua DSN-MUI Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, pimpinan industri keuangan syariah, kementerian/lembaga, mitra strategis, serta para muzaki badan.
Dengan pemberian Anugerah Kepatuhan Zakat 2026, BAZNAS berharap semakin banyak perusahaan menjadikan zakat sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang berlandaskan nilai-nilai syariah, sehingga manfaatnya semakin luas dalam mengurangi kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan mewujudkan kesejahteraan umat.
07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa zakat perusahaan bukan sekadar kewajiban syariat, tetapi juga merupakan investasi spiritual dan sosial yang mampu menciptakan dampak nyata bagi pemberdayaan umat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Talkshow Silaturahmi Nasional BAZNAS dan DSN-MUI bertajuk "Anugerah Kepatuhan Zakat yang Berdampak" yang digelar di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, mengatakan, perusahaan yang menunaikan zakat melalui BAZNAS akan memperoleh berbagai manfaat, baik dari sisi spiritual maupun tata kelola perusahaan.
Menurutnya, perusahaan akan mendapatkan dukungan jaringan BAZNAS yang tersebar luas di Indonesia, keberkahan dalam menjalankan usaha, pengurangan penghasilan kena pajak sesuai ketentuan yang berlaku, peningkatan reputasi perusahaan melalui kepatuhan zakat, hingga dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
"Menunaikan zakat melalui BAZNAS bukan hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat," ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, saat ini jaringan BAZNAS bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah hadir di hampir 700 kabupaten dan kota di Indonesia. Secara kelembagaan, BAZNAS telah terbentuk di 540 kabupaten/kota dan 30 provinsi, sehingga memiliki kapasitas besar dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara profesional.
Rizaludin menambahkan, seluruh tata kelola BAZNAS dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sekaligus mendukung program prioritas nasional atau Asta Cita Presiden.
Untuk menjaga kepercayaan publik, pengelolaan dana zakat di BAZNAS mengedepankan prinsip "3 Aman", yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Selain diawasi oleh Kementerian Agama dan aparat penegak hukum, pengelolaan dana juga diaudit secara berkala oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen.
"Berbagai penghargaan yang diterima BAZNAS menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan profesional," katanya.
Selama lima tahun berturut-turut, lanjut Rizaludin, BAZNAS berhasil meraih predikat Top Brand nomor satu. Selain itu, BAZNAS juga memperoleh predikat Star 5 (Bintang 5) sebagai lembaga mitra Corporate Social Responsibility (CSR) terbaik serta konsisten masuk dalam kategori Customer Service Excellent selama lima tahun terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga memperkenalkan skema penghimpunan zakat perusahaan yang fleksibel. Salah satunya melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi di lingkungan perusahaan.
Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat mengelola kembali hingga 70 persen dana zakat yang berhasil dihimpun untuk disalurkan kepada para mustahik di lingkungan internal maupun wilayah operasional perusahaan sesuai ketentuan BAZNAS.
Sementara bagi perusahaan yang belum memiliki sumber daya manusia untuk membentuk UPZ, BAZNAS menyediakan skema Zakat Muqayyad (zakat terikat). Lewat skema tersebut, perusahaan tetap dapat menentukan program atau sektor yang ingin didukung melalui penyaluran zakat.
"Perusahaan tetap memiliki keleluasaan menentukan sasaran program sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih optimal," jelas Rizaludin.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ir. H. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., mengajak perusahaan, khususnya lembaga keuangan dan pelaku usaha syariah, untuk menyalurkan zakat perusahaan melalui BAZNAS.
Menurutnya, penghimpunan zakat secara kolektif akan menghasilkan efek pengganda (leveraging by pooling of charity funds) sehingga mampu memperbesar manfaat bagi pemberdayaan ekonomi umat.
"Bagi setiap individu yang berinfak, nilainya mungkin terasa kecil. Namun ketika dihimpun bersama, nilainya menjadi sangat besar dan manfaatnya jauh lebih luas," ujar Adiwarman.
Apresiasi terhadap kinerja BAZNAS juga disampaikan Direktur/Kepala UPIS Maybank Asset Management, Anita. Ia menyebut BAZNAS sebagai mitra strategis yang memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel.
Menurut Anita, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan program, monitoring hingga pelaporan dilakukan secara sistematis sehingga perusahaan dapat memantau perkembangan serta dampak nyata dari setiap program yang dijalankan.
"BAZNAS mampu merancang program yang selaras dengan tujuan sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Karena itu, kolaborasi yang terbangun tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi benar-benar menciptakan dampak sosial yang nyata. Kami merasakan manfaat positif dari kolaborasi tersebut," tuturnya.
Melalui forum ini, BAZNAS berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia menjadikan zakat sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak mustahik sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi umat secara berkelanjutan.
07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Artikel Terbaru
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas.
Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian.
Allah ? berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus.
Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda.
Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat.
Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan:
kepercayaan yang tumbuh perlahan
kepedulian yang menguat tanpa dipaksa
dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat
BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap
Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat.
Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar:
setiap amanah terjaga dengan baik
setiap penyaluran tepat sasaran
dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan
Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga.
Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun.
BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun.
Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama.
Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama.
Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat.
Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam.
Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat.
Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa.
Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran.
Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka.
Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat.
“Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid.
Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan.
Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan.
Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan.
Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah.
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim)
Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut.
Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan.
Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu.
Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup.
Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat:
bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas.
“Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
Dua hari lagi…
Ramadhan akan pergi.
Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”.
Tiba-tiba saja… selesai.
Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih.
Yang tersisa hanyalah satu hal:
Amal kita.
Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita
Allah ? berfirman:
“Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)
Hari itu akan datang…
Hari di mana:
Mulut tidak bisa beralasan
Lidah tidak bisa berdalih
Tapi… tangan kita berbicara
Termasuk jempol kita.
Jempol yang setiap hari:
Scroll tanpa arah
Like tanpa pikir
Comment tanpa batas
Share tanpa sadar
Pertanyaannya…
Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti?
Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir
Rasulullah ? bersabda:
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari)
Artinya…
Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya.
Hari ini…
Sebagian orang justru sibuk dengan:
Baju lebaran
Kue lebaran
TikTok lebaran
Konten hiburan tanpa batas
Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu.
Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan
Dulu…
Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat.
Sekarang?
Maksiat bisa datang ke genggaman.
Dan lebih dahsyat lagi…
Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri.
Kita bisa “menggandakan dosa”.
Rasulullah ? bersabda:
“Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim)
Bayangkan ini…
Satu video yang tidak pantas… Kita share…
Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi…
Dan dosa itu terus hidup…
Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur.
Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral
Allah Maha Adil.
Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti.
Rasulullah ? bersabda:
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
Bayangkan sebaliknya…
Kita share satu ayat
Seseorang tersentuh
Ia mulai shalat
Ia ajak keluarganya
Anaknya menjadi shalih
Dan semua itu…
mengalir ke kita… tanpa kita sadari.
Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa
Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal…
Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an.
Tidak banyak like. Tidak viral.
Suatu hari… seseorang menghubunginya:
"Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya."
Allahu Akbar…
Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah.
Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah?
Hari ini kita terbiasa mendengar:
???? “Like, comment, dan subscribe…”
Tapi jarang kita sadar…
Setiap klik itu dicatat.
Like → dukungan
Comment → pernyataan
Share → penyebaran
Pertanyaannya sederhana:
Apa yang kita dukung selama ini?
Kebaikan… atau keburukan?
2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi
Rasulullah ? bersabda:
“Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi)
Ini bukan ancaman biasa.
Ini peringatan keras.
Karena Ramadhan adalah:
Bulan ampunan
Bulan pahala dilipatgandakan
Bulan pintu surga dibuka
Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah…
Lalu kapan lagi?
Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua
Hari ini…
Berapa lama kita pegang HP?
Dan dari waktu itu:
Berapa menit untuk Al-Qur’an?
Berapa menit untuk dzikir?
Berapa menit untuk kebaikan?
Dan…
Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat?
Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat
Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar.
Mulai dari sini:
- Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol
Karena hari ini…
Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki.
Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari
Bayangkan…
Di hari kiamat nanti…
Kita melihat pahala besar…
Kita bertanya:
"Ya Allah… dari mana ini?"
Dan Allah menjawab:
"Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa."
Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita
Dua hari lagi…
Ramadhan pergi.
Dan mungkin…
Ini Ramadhan terakhir kita.
Tidak ada yang tahu.
Maka sebelum ia benar-benar hilang…
Perbaiki:
Shalat kita
Hati kita
Dan… jejak digital kita
Karena jejak itu tidak hilang.
Ia akan menjadi:
- Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan
Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan.
Karena yang kita bawa nanti…
Bukan HP kita… Bukan followers kita…
Tapi:
Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu.
Allahu Akbar…
Semoga kita termasuk orang yang:
Diampuni dosanya
Diterima amalnya
Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa



