WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa Kolaborasi Salurkan 120 Bungkus Daging Kurban
Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa Kolaborasi Salurkan 120 Bungkus Daging Kurban
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada Jumat pagi, 29 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WITA di halaman Kantor Pengadilan Agama Tondano. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano bersama para hakim dan seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tondano. Tahun ini, Pengadilan Agama Tondano menyembelih dua ekor sapi kurban hasil partisipasi para pegawai dan sahibul kurban di lingkungan Pengadilan Agama Tondano. Dari dua ekor sapi tersebut, berhasil didistribusikan sebanyak 120 bungkus daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Panitia penyembelihan kurban sekaligus Ketua MUI Minahasa, Shaogil Ahmad menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban di Pengadilan Agama Tondano telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2010 dan terus berjalan setiap tahun. “Alhamdulillah, semangat berkurban teman-teman di Pengadilan Agama Tondano terus terjaga. Jumlah hewan kurban memang fluktuatif, namun setiap tahun kami selalu berupaya melaksanakan kurban sebagai bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan, sistem pembagian daging kurban dilakukan dengan menyerahkan langsung kepada masing-masing sahibul kurban untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat dan tetangga yang berhak menerima. Menurutnya, cara tersebut menjadi bagian dari edukasi sosial agar nilai silaturahmi dan kepedulian dapat dirasakan secara langsung. Selain itu, sebagian daging kurban juga disalurkan melalui Baznas Kabupaten Minahasa agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk para mualaf dan kelompok pengajian. Wakil Ketua IV Baznas Minahasa, Sahlan Kokalo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Pengadilan Agama Tondano dalam penyaluran hewan kurban tahun ini. “Alhamdulillah, kami bersyukur dapat kembali berkolaborasi bersama Pengadilan Agama Tondano dalam menyalurkan amanah kurban kepada masyarakat. Dari dua ekor sapi kurban yang disembelih, sebanyak 120 bungkus daging telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk kepada para mualaf dan beberapa kelompok pengajian,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi. Ketika lembaga dapat berkolaborasi seperti ini, maka manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat. Insyaallah sinergi antara Baznas Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano akan terus berkesinambungan demi menghadirkan manfaat yang lebih besar untuk umat,” tambahnya. Sementara itu, Bendahara Pengadilan Agama Tondano, Nuraini Thayeb mengatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan penuh kebersamaan dan gotong royong seluruh pegawai. “Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami bersyukur karena daging kurban dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf serta taman pengajian. Semoga kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya. Selain masyarakat umum, sebagian daging kurban juga disalurkan kepada Taman Pengajian Al-Qur’an Raudhatul Jannah yang sebelumnya belum sepenuhnya mendapatkan distribusi daging kurban. Melalui kegiatan ini, Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa berharap nilai-nilai Idul Adha dapat terus menghadirkan semangat solidaritas, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama di tengah kehidupan masyarakat.
29/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Bupati Minahasa Serahkan Hewan Kurban, Baznas Minahasa Hadiri Momentum Penuh Toleransi dan Kepedulian Sosial
Wakil Bupati Minahasa Serahkan Hewan Kurban, Baznas Minahasa Hadiri Momentum Penuh Toleransi dan Kepedulian Sosial
Tondano — Semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial kembali terlihat kuat di Kabupaten Minahasa. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan penyerahan hewan kurban kepada umat Muslim yang digelar di Lapangan Belakang Kantor Bupati Minahasa, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Minahasa mewakili Bupati Minahasa, unsur Forkopimda, tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, serta Baznas Minahasa yang diwakili Wakil Ketua I Joko Kurnia dan Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Sahlan Kokalo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Kepala Kantor Haji dan Umroh Kabupaten Minahasa, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Minahasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Asisten I Setdakab Minahasa, para camat, imam masjid penerima bantuan hewan kurban, pimpinan FKUB Kabupaten Minahasa, serta perwakilan dari berbagai instansi dan kantor yang menerima bantuan kemasyarakatan sapi kurban. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyampaikan salam dari Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP, yang pada waktu bersamaan menghadiri kegiatan penyerahan sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia di Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu. “Perayaan Idul Adha merupakan momentum yang sangat mulia dan penuh makna. Hari raya ini mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Wakil Bupati. Ia menegaskan bahwa penyerahan hewan kurban bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sekaligus bukti kuatnya toleransi antarumat beragama yang terus terjaga di tanah Minahasa. “Kabupaten Minahasa dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi. Mari terus menjaga kerukunan dan bergandengan tangan membangun Minahasa yang maju dan sejahtera,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa, Giovani Rorora, ST.h, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia tahun 2026 memiliki bobot hidup mencapai 1.050 kilogram jenis limusin dan diserahkan di Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng. Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Minahasa kembali menerima bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. “Pada tahun 2024 bantuan Presiden diserahkan di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, tahun 2025 di Masjid Baitul Ikhlas Waleure Langowan Timur, dan tahun 2026 ini di Masjid Imam Bonjol Pineleng,” jelasnya. Menariknya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa. Dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, hanya Kabupaten Minahasa yang menganggarkan bantuan sapi kurban pada tahun 2026. Kehadiran Baznas Minahasa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat solidaritas sosial, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Minahasa. Adapun daftar penerima bantuan kemasyarakatan sapi kurban Tahun 2026 meliputi: Bantuan Pemerintah Kabupaten Minahasa Mushola Syabilurrosyad Kejaksaan Negeri Minahasa – Kembuan, Tondano Utara Mushola Nuur Al-Adli Pengadilan Negeri Tondano – Wewelen, Tondano Barat Mushola Al-Hidayah Polres Minahasa – Kembuan, Tondano Utara Mushola Al-Muhajirin Kodim 1302 Minahasa – Sasaran, Tondano Barat Masjid Al-Ikhlas Atep Oki Lembean Timur – Atep Oki, Lembean Timur Masjid At’ Taqwa Waleure Langowan Timur – Amongena III, Langowan Timur Masjid Al-Mukarabim Poopoh Tombariri – Poopoh, Tombariri Masjid Baitul Makmur Kampung Jawa Tondano Utara – Kampung Jawa, Tondano Utara Masjid Nurul Huda Sendangan Kawangkoan – Sendangan Tengah, Kawangkoan Masjid Diponegoro Tonsea Lama – Tonsea Lama, Tondano Utara Bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Masjid Imam Bonjol Lotta – Lotta, Pineleng Masjid Marhama Kharisma – Koka, Tombulu Masjid Al Hikmah – Sumalangka, Tondano Utara Masjid At Taubah (Lapas) – Kendis, Tondano Timur Masjid Baithurrahman – Amongena III, Langowan Timur Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu – Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momentum Idul Adha tahun ini kembali menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial terus hidup di Kabupaten Minahasa, menghadirkan harapan dan sukacita bagi masyarakat yang menerima manfaat hewan kurban.
25/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka I dan Waka IV Baznas Minahasa Silaturahmi dengan Ketua PA Tondano, Tinggalkan Jejak Inspirasi untuk Petani Jagung Minahasa
Waka I dan Waka IV Baznas Minahasa Silaturahmi dengan Ketua PA Tondano, Tinggalkan Jejak Inspirasi untuk Petani Jagung Minahasa
Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kunjungan silaturahmi yang dilakukan Baznas Minahasa melalui Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV kepada Pengadilan Agama Tondano usai mengetahui kabar perpindahan tugas Ketua PA Tondano, Yang Mulia Al Gazali Mus, Jumat (22/5/2026). Silaturahmi tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi beliau selama membersamai berbagai program sosial kemasyarakatan bersama Baznas Minahasa, khususnya dalam kolaborasi pemberdayaan kelompok tani jagung di Kabupaten Minahasa. Selama bertugas di Tondano, YM Al Gazali Mus dikenal aktif membangun semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat kecil. Bersama Baznas Minahasa dan para petani, beliau ikut mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif melalui program tanam jagung yang kini terus berkembang dan mendapat perhatian luas. Menariknya, kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada proses penanaman biasa. Program ini bahkan berhasil menghadirkan keterlibatan akademisi dan tenaga ahli pertanian, termasuk dukungan dari Universitas Hasanuddin serta profesor pemulia bibit jagung yang turut mendampingi dan membangkitkan semangat para petani lokal. Dalam perjalanan program tersebut, kelompok tani binaan kini mulai dipercaya untuk menanam bibit tetua jagung, sebuah tahap penting dalam pengembangan benih jagung yang membutuhkan pendampingan dan ketelitian tinggi. Kepercayaan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para petani Minahasa karena menunjukkan peningkatan kualitas dan keseriusan kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan. Dalam bincang penuh keakraban bersama jajaran Baznas Minahasa, YM Al Gazali Mus menitipkan pesan agar program kolaborasi ini terus dilanjutkan dan dijaga dengan baik. “Kelompok tani ini harus terus berjalan. Apalagi sekarang sudah didampingi oleh UNHAS dan profesor pemulia jagung. Ini kesempatan besar untuk petani agar terus berkembang dan maju,” ungkap beliau. Meski akan menjalankan tugas di tempat baru, kepedulian beliau terhadap perkembangan petani jagung di Minahasa tetap besar. Bahkan beliau menegaskan akan terus memantau dan memberikan dukungan bagi keberlanjutan program tersebut. “Walaupun sudah pindah tugas, saya akan tetap mensupport semua yang bisa saya bantu,” tutur beliau dengan penuh kepedulian. Pernyataan tersebut sontak menghadirkan suasana haru bagi para petani dan pengurus Baznas Minahasa. Sosok beliau dinilai bukan hanya sebagai pimpinan lembaga peradilan, tetapi juga figur penggerak yang mampu menghadirkan harapan dan semangat baru bagi masyarakat. Silaturahmi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara lembaga, akademisi, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan pemberdayaan yang nyata. Dari lahan-lahan yang dahulu terbengkalai, kini tumbuh harapan baru bagi petani, bahkan menuju tahap pengembangan bibit unggul jagung yang bernilai strategis. Di akhir pertemuan, doa dan harapan pun dipanjatkan agar hubungan persaudaraan serta semangat pengabdian yang telah terbangun bersama YM Al Gazali Mus tetap terjaga, meskipun jarak dan tempat tugas telah berbeda.
22/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Artikel Terbaru

Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas. Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian. Allah ? berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2) Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus. Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda. Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat. Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan: kepercayaan yang tumbuh perlahan kepedulian yang menguat tanpa dipaksa dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat. Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar: setiap amanah terjaga dengan baik setiap penyaluran tepat sasaran dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga. Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun. BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun. Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama. Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama. Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat. Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam. Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat. Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa. Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran. Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat. “Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid. Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan. Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan. Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah. “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim) Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup. Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas. “Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?” Dua hari lagi… Ramadhan akan pergi. Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”. Tiba-tiba saja… selesai. Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih. Yang tersisa hanyalah satu hal: Amal kita. Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita Allah ? berfirman: “Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65) Hari itu akan datang… Hari di mana: Mulut tidak bisa beralasan Lidah tidak bisa berdalih Tapi… tangan kita berbicara Termasuk jempol kita. Jempol yang setiap hari: Scroll tanpa arah Like tanpa pikir Comment tanpa batas Share tanpa sadar Pertanyaannya… Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti? Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir Rasulullah ? bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari) Artinya… Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya. Hari ini… Sebagian orang justru sibuk dengan: Baju lebaran Kue lebaran TikTok lebaran Konten hiburan tanpa batas Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu. Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan Dulu… Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat. Sekarang? Maksiat bisa datang ke genggaman. Dan lebih dahsyat lagi… Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri. Kita bisa “menggandakan dosa”. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim) Bayangkan ini… Satu video yang tidak pantas… Kita share… Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi… Dan dosa itu terus hidup… Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur. Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral Allah Maha Adil. Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim) Bayangkan sebaliknya… Kita share satu ayat Seseorang tersentuh Ia mulai shalat Ia ajak keluarganya Anaknya menjadi shalih Dan semua itu… mengalir ke kita… tanpa kita sadari. Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal… Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an. Tidak banyak like. Tidak viral. Suatu hari… seseorang menghubunginya: "Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya." Allahu Akbar… Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah. Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah? Hari ini kita terbiasa mendengar: ???? “Like, comment, dan subscribe…” Tapi jarang kita sadar… Setiap klik itu dicatat. Like → dukungan Comment → pernyataan Share → penyebaran Pertanyaannya sederhana: Apa yang kita dukung selama ini? Kebaikan… atau keburukan? 2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi Rasulullah ? bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) Ini bukan ancaman biasa. Ini peringatan keras. Karena Ramadhan adalah: Bulan ampunan Bulan pahala dilipatgandakan Bulan pintu surga dibuka Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah… Lalu kapan lagi? Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua Hari ini… Berapa lama kita pegang HP? Dan dari waktu itu: Berapa menit untuk Al-Qur’an? Berapa menit untuk dzikir? Berapa menit untuk kebaikan? Dan… Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat? Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar. Mulai dari sini: - Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol Karena hari ini… Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki. Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari Bayangkan… Di hari kiamat nanti… Kita melihat pahala besar… Kita bertanya: "Ya Allah… dari mana ini?" Dan Allah menjawab: "Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa." Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita Dua hari lagi… Ramadhan pergi. Dan mungkin… Ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada yang tahu. Maka sebelum ia benar-benar hilang… Perbaiki: Shalat kita Hati kita Dan… jejak digital kita Karena jejak itu tidak hilang. Ia akan menjadi: - Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan. Karena yang kita bawa nanti… Bukan HP kita… Bukan followers kita… Tapi: Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu. Allahu Akbar… Semoga kita termasuk orang yang: Diampuni dosanya Diterima amalnya Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa