WhatsApp Icon
banner
banner
banner

Berita Terkini

Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97
Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97
MINAHASA, — Bukan mahasiswa pariwisata, tetapi mampu menorehkan nilai evaluasi hingga 97 di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kisah ini datang dari Jihan Nabillah Kokalo, mahasiswi asal Kabupaten Minahasa yang membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukan batas untuk berkompetisi di lingkungan kerja profesional tingkat nasional. Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas KH. Abdul Chalim tersebut baru saja menuntaskan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga bulan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Jihan. Di tengah lingkungan magang yang banyak diisi mahasiswa dari perguruan tinggi dengan latar belakang pariwisata, Jihan datang dengan bekal ilmu komunikasi dan pendidikan keagamaan. Namun, perbedaan latar belakang akademik tidak menjadi penghalang. Berdasarkan lembar evaluasi resmi dari instansi penempatan, Jihan memperoleh nilai Kompetensi Profesional 97, Kompetensi Personal 95, dan Kompetensi Sosial 93. Penilaian tersebut disahkan oleh Pendamping/Instruktur Kementerian Pariwisata RI, Asep Saepullah, S.AB., M.Si. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan Jihan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja, menjalankan tugas profesional, membangun komunikasi, serta bekerja sama dalam lingkungan institusi pemerintahan pusat. Perjalanan Jihan menarik perhatian karena bidang pendidikan yang ditempuhnya tidak secara langsung berada di sektor pariwisata. Sebagai mahasiswa KPI, Jihan selama ini lebih banyak mengembangkan kompetensi pada bidang komunikasi, penyiaran, media, dan dakwah. Namun, kemampuan tersebut justru menjadi modal ketika ia memasuki dunia kerja yang membutuhkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi lintas bidang. Pengalaman tiga bulan di Kementerian Pariwisata menjadi ruang pembelajaran bagi Jihan untuk menguji kemampuan akademiknya dalam situasi kerja nyata. Dari ruang kelas ke lingkungan kementerian, dari teori komunikasi ke praktik profesional. Di sinilah pengalaman magang tersebut menjadi lebih dari sekadar kewajiban akademik. PPL menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah dengan latar belakang pendidikan keagamaan juga dapat mengambil bagian dalam ruang profesional tingkat nasional. Jihan juga tercatat sebagai penerima beasiswa dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Bagi Jihan, kesempatan mendapatkan pendidikan dan pengalaman profesional merupakan amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prestasi akademik dan pengalaman di dunia kerja menjadi bagian dari proses panjang untuk mengembangkan kapasitas diri. Selain menjalani pendidikan formal, Jihan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan kemampuan digital. Ia juga dikenal sebagai Google Student Ambassador dan aktif sebagai kreator konten. Kombinasi pendidikan, pengalaman organisasi, komunikasi, serta kemampuan digital tersebut menjadi bekal ketika dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan profesional yang memiliki tuntutan dan karakter berbeda dari dunia kampus. Kisah Jihan memberikan satu pesan penting: kesempatan tidak selalu datang kepada mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang paling dekat dengan sebuah bidang, tetapi kepada mereka yang siap belajar, beradaptasi, dan menunjukkan kemampuan. Bagi generasi muda Minahasa, pengalaman Jihan dapat menjadi gambaran bahwa mahasiswa dari daerah pun memiliki peluang untuk memperoleh pengalaman di tingkat nasional. Terlebih, perkembangan dunia kerja saat ini semakin membutuhkan kemampuan lintas disiplin. Kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal yang tidak kalah penting dari latar belakang program studi. Melalui pengalaman tersebut, Jihan tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa pesan bahwa anak muda daerah memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkompetisi di tingkat nasional. Perjalanan Jihan juga memperlihatkan bagaimana pendidikan, dukungan beasiswa, dan kesempatan memperoleh pengalaman profesional dapat saling melengkapi. Beasiswa membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan. Kampus memberikan fondasi keilmuan. Sementara pengalaman magang membuka ruang untuk menguji ilmu tersebut dalam dunia kerja nyata. Bagi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, kisah seperti ini juga memperlihatkan bahwa investasi pada pendidikan generasi muda memiliki dampak yang jauh lebih panjang daripada sekadar bantuan pendidikan. Satu kesempatan pendidikan dapat melahirkan pengalaman. Satu pengalaman dapat membuka pintu berikutnya. Dan dari sana, lahir generasi muda daerah yang berani membawa kemampuan mereka ke tingkat nasional. Jihan Nabillah Kokalo adalah salah satu contoh bahwa perjalanan tersebut dapat dimulai dari Minahasa.
25/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pimpinan BAZNAS Minahasa Doakan Keberkahan Usia dan Pengabdian Al Gazali Mus
Pimpinan BAZNAS Minahasa Doakan Keberkahan Usia dan Pengabdian Al Gazali Mus
MINAHASA — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan Barakallah fii Umrik kepada Al Gazali Mus, S.H.I., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB, Sulawesi Selatan. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk doa, penghormatan, sekaligus apresiasi atas perjalanan pengabdian Al Gazali Mus dalam menjalankan amanah di bidang peradilan agama. Bagi BAZNAS Minahasa, Al Gazali Mus memiliki kedekatan khusus dengan perjalanan kelembagaan BAZNAS selama menjalankan tugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Tondano. Hubungan tersebut antara lain terjalin melalui berbagai kegiatan sosial dan kolaborasi kemasyarakatan antara Pengadilan Agama Tondano dan BAZNAS Minahasa. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mendoakan agar pertambahan usia Al Gazali Mus senantiasa menjadi momentum untuk memperkuat ketakwaan, meningkatkan pengabdian, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. “Barakallah fii umrik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, kekuatan, kemudahan dalam menjalankan amanah, serta kesuksesan dalam setiap pengabdian,” ungkap Pimpinan BAZNAS Minahasa. BAZNAS Minahasa juga mendoakan agar Al Gazali Mus senantiasa diberikan kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. “Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, umat, bangsa, dan negara,” lanjutnya. Ucapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan persaudaraan yang telah terjalin selama Al Gazali Mus menjalankan tugas di Kabupaten Minahasa. Selamat bertambah usia, Al Gazali Mus, S.H.I., M.H. Semoga senantiasa sehat, berkah, amanah, dan sukses dalam pengabdian.
24/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Urais Kemenag Perkuat UPZ Masjid, Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZIS
BAZNAS RI–Urais Kemenag Perkuat UPZ Masjid, Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZIS
JAKARTA – Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut kini didorong untuk semakin optimal melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid dan tata kelola zakat, infak, serta sedekah (ZIS) yang transparan dan akuntabel. Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Direktorat Urusan Agama Islam (Urais) Kementerian Agama RI di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pengelola zakat dan pembina urusan keagamaan, khususnya dalam mengoptimalkan potensi ZIS yang berada di lingkungan masjid. Audiensi dihadiri Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM., serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI H. Arsyad Hidayat, Lc., M.A., bersama jajaran. Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan menekankan pentingnya transformasi tata kelola UPZ masjid melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar perubahan cara dalam melakukan penghimpunan ZIS, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, pencatatan, dan pelaporan pengelolaan dana umat. “UPZ masjid itu sudah digital saja. Setorannya juga digital. Jadi tidak ada yang manual. Kita libatkan generasi-generasi muda yang melek teknologi,” ujar Rizaludin. Ia menyebut BAZNAS telah memiliki aplikasi Menara Masjid BAZNAS sebagai salah satu instrumen yang dapat mendukung penguatan ekosistem digital masjid. “Menurut saya, itu satu-satunya solusi kaitan dengan transparansi. Di BAZNAS, kami sudah ada aplikasi Menara Masjid BAZNAS,” lanjutnya. Dorongan digitalisasi tersebut menjadi relevan karena masjid berada sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki basis jamaah yang kuat. Dengan sistem pengelolaan yang tertata, potensi ZIS di lingkungan masjid dapat dihimpun dan dimanfaatkan secara lebih terukur. Penguatan UPZ masjid tidak semata diarahkan pada peningkatan penghimpunan dana. Lebih jauh, tata kelola yang baik diharapkan mampu memastikan dana ZIS memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Masjid dengan tata kelola ZIS yang transparan dapat membangun kepercayaan jamaah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi program pemberdayaan masyarakat di sekitar masjid. Karena itu, BAZNAS RI memandang perlu adanya pertukaran pengalaman antarpengelola UPZ masjid untuk menemukan berbagai praktik baik yang telah berjalan di daerah. Rizaludin mengusulkan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama Urais Kemenag dengan menghadirkan pengurus UPZ berbasis masjid dari berbagai daerah. “Kita ingin mendapatkan cerita bagus, success story yang mungkin sudah dilakukan oleh beberapa masjid yang sudah masuk. Mereka punya tata kelola yang bagus,” kata Rizaludin. FGD tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menggali pengalaman lapangan, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus memperoleh masukan terkait regulasi yang selama ini menjadi landasan pengelolaan UPZ masjid. Masjid Didorong Hadirkan Manfaat Lebih Luas Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI H. Arsyad Hidayat mengatakan, penguatan UPZ masjid sejalan dengan semangat pemberdayaan rumah ibadah. Menurutnya, rumah ibadah memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, keberadaan masjid tidak semestinya hanya dilihat dari fungsi ritual, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kemanfaatan sosial bagi lingkungan sekitarnya. Ia mengutip pesan Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., bahwa rumah ibadah perlu memberikan warna yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. “Rumah ibadah sekarang tidak hanya berfokus sebagai tempat salat. Rumah ibadah harus memberikan warna bagi masyarakat,” ujar Arsyad. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mengembangkan masjid sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui pengelolaan ZIS yang profesional. Kolaborasi BAZNAS RI dan Urais Kemenag tersebut membuka ruang penguatan pengelolaan ZIS berbasis masjid dari hulu hingga hilir—mulai dari penghimpunan, pencatatan, pelaporan, transparansi, hingga pemanfaatan dana untuk kemaslahatan masyarakat. Penguatan UPZ masjid juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan zakat yang semakin modern. Teknologi digital, keterlibatan generasi muda, tata kelola yang akuntabel, serta sinergi kelembagaan menjadi sejumlah unsur yang dibahas dalam upaya tersebut. Pada akhirnya, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat datang untuk beribadah, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menggerakkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi BAZNAS di daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Minahasa, penguatan UPZ berbasis masjid juga memiliki arti strategis. UPZ bukan sekadar perpanjangan tangan penghimpunan ZIS, melainkan bagian dari ekosistem pengelolaan zakat yang membutuhkan amanah, profesionalitas, transparansi, dan sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, muzaki, jamaah, dan masyarakat penerima manfaat. Zakat bukan sekadar dana yang dihimpun. Di balik setiap rupiah ZIS terdapat amanah untuk menghadirkan kemanfaatan dan menguatkan kehidupan masyarakat.
23/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Artikel Terbaru

Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas. Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian. Allah ? berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2) Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus. Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda. Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat. Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan: kepercayaan yang tumbuh perlahan kepedulian yang menguat tanpa dipaksa dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat. Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar: setiap amanah terjaga dengan baik setiap penyaluran tepat sasaran dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga. Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun. BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun. Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama. Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama. Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat. Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam. Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat. Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa. Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran. Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad) Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka. Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat. “Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid. Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim) Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan. Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan. Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah. “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim) Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah ?: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan. Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup. Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas. “Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?” Dua hari lagi… Ramadhan akan pergi. Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”. Tiba-tiba saja… selesai. Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih. Yang tersisa hanyalah satu hal: Amal kita. Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita Allah ? berfirman: “Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65) Hari itu akan datang… Hari di mana: Mulut tidak bisa beralasan Lidah tidak bisa berdalih Tapi… tangan kita berbicara Termasuk jempol kita. Jempol yang setiap hari: Scroll tanpa arah Like tanpa pikir Comment tanpa batas Share tanpa sadar Pertanyaannya… Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti? Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir Rasulullah ? bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari) Artinya… Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya. Hari ini… Sebagian orang justru sibuk dengan: Baju lebaran Kue lebaran TikTok lebaran Konten hiburan tanpa batas Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu. Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan Dulu… Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat. Sekarang? Maksiat bisa datang ke genggaman. Dan lebih dahsyat lagi… Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri. Kita bisa “menggandakan dosa”. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim) Bayangkan ini… Satu video yang tidak pantas… Kita share… Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi… Dan dosa itu terus hidup… Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur. Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral Allah Maha Adil. Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti. Rasulullah ? bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim) Bayangkan sebaliknya… Kita share satu ayat Seseorang tersentuh Ia mulai shalat Ia ajak keluarganya Anaknya menjadi shalih Dan semua itu… mengalir ke kita… tanpa kita sadari. Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal… Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an. Tidak banyak like. Tidak viral. Suatu hari… seseorang menghubunginya: "Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya." Allahu Akbar… Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah. Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah? Hari ini kita terbiasa mendengar: ???? “Like, comment, dan subscribe…” Tapi jarang kita sadar… Setiap klik itu dicatat. Like → dukungan Comment → pernyataan Share → penyebaran Pertanyaannya sederhana: Apa yang kita dukung selama ini? Kebaikan… atau keburukan? 2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi Rasulullah ? bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi) Ini bukan ancaman biasa. Ini peringatan keras. Karena Ramadhan adalah: Bulan ampunan Bulan pahala dilipatgandakan Bulan pintu surga dibuka Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah… Lalu kapan lagi? Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua Hari ini… Berapa lama kita pegang HP? Dan dari waktu itu: Berapa menit untuk Al-Qur’an? Berapa menit untuk dzikir? Berapa menit untuk kebaikan? Dan… Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat? Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar. Mulai dari sini: - Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol Karena hari ini… Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki. Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari Bayangkan… Di hari kiamat nanti… Kita melihat pahala besar… Kita bertanya: "Ya Allah… dari mana ini?" Dan Allah menjawab: "Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa." Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita Dua hari lagi… Ramadhan pergi. Dan mungkin… Ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada yang tahu. Maka sebelum ia benar-benar hilang… Perbaiki: Shalat kita Hati kita Dan… jejak digital kita Karena jejak itu tidak hilang. Ia akan menjadi: - Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan. Karena yang kita bawa nanti… Bukan HP kita… Bukan followers kita… Tapi: Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu. Allahu Akbar… Semoga kita termasuk orang yang: Diampuni dosanya Diterima amalnya Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa