Prof. Nandra dan Buku Saku Zakat
Prof. Nandra dan Buku Saku Zakat: Membangun Literasi, Meneguhkan Transformasi
29/08/2025 | Humas BAZNAS MinahasaJakarta – Zakat tidak hanya soal kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis untuk pembangunan umat. Pesan itu ditegaskan Prof. Ir. Muhammad Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., lewat karyanya Buku Saku Zakat, sebuah panduan ringkas namun sarat makna.
Buku ini menekankan bahwa zakat harus dipahami sebagai energi sosial yang mampu menggerakkan pembangunan manusia. Prof. Nandra menawarkan cara pandang baru: zakat tidak berhenti pada ritual, melainkan harus dikelola berbasis data, teknologi informasi, dan didukung oleh kantor digital BAZNAS sebagai ujung tombak pelayanan publik.
“Literasi zakat harus dikemas sederhana, namun berdampak besar. Buku saku ini hadir agar umat tidak sekadar tahu kewajiban, tapi juga memahami dampak sosial dan ekonomi zakat,” kata Prof. Nandra.
Dampak buku ini pun dirasakan langsung di daerah. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, mengaku buku tersebut membuka cara pandang baru. “Setelah membaca Buku Saku Zakat Prof. Nandra, saya melihat bahwa zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi kekuatan besar untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat. Buku ini sederhana, mudah dipahami, namun sangat visioner,” ungkapnya.
Menurut Sahlan, pandangan itu sangat relevan untuk konteks daerah. “Kami di BAZNAS Minahasa melihat peluang besar jika pengelolaan zakat didigitalisasi dan dikomunikasikan dengan baik. Buku Prof. Nandra ini memberi peta jalan yang jelas bagi amil di daerah,” tambahnya.
Dengan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, karya ini hadir tepat waktu. Buku Saku Zakat menjadi jembatan antara teori fikih, praktik pengelolaan modern, dan kebutuhan umat akan literasi zakat yang membumi.
