Sosialisasi Penggunaan Web Resmi

Ribuan Masjid Online, Minahasa Baru 7 Masjid

23/08/2025 | Humas BAZNAS Minahasa

Minahasa – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dari 34 masjid yang ada di Kabupaten Minahasa, baru tujuh yang sudah memiliki web resmi dan terhubung dengan Menara Masjid BAZNAS. Padahal, secara nasional, BAZNAS RI mencatat sudah ada 11.248 rumah ibadah—terdiri atas 9.591 masjid dan 1.657 musholla—yang masuk dalam sistem digital tersebut.

Program Menara Masjid adalah terobosan BAZNAS untuk mengembalikan masjid ke fungsi sejatinya: pusat dakwah, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Menara yang dulu hanya berfungsi sebagai corong adzan, kini ditransformasi menjadi “corong digital”—menggaungkan seruan zakat, infak, sedekah, dan informasi kegiatan umat yang bisa diakses siapa saja, kapan saja.

Namun kenyataan di Minahasa berbicara lain. Mayoritas masjid masih gagap digital. Informasi kegiatan tak tercatat, laporan zakat tidak terdokumentasi, dan peran masjid sebagai pusat peradaban hanya berjalan setengah hati.

Wakil Ketua BAZNAS Minahasa Muhamad Sahlan Kokalo mengatakan, “Masjid adalah pusat peradaban umat. Dengan program Menara Masjid, kita ingin menyalakan kembali fungsi masjid agar tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi hidup di ruang digital. Dari menara inilah seruan kebaikan harus bergema, mengajak masyarakat menunaikan zakat dan saling membantu.”

Salah satu yang sudah merasakan manfaat program ini adalah Masjid Al-Hijrah, Rinegetan Tondano. Ketua BTM Masjid, Ibrahim Hamid, menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang diberikan. “Kami bersyukur dan berterima kasih, saat ini masjid kami sudah mempunyai web yang difasilitasi oleh BAZNAS Minahasa. Dengan memasukkan data yang diminta, kami bisa menggunakan Menara Masjid ini untuk menyampaikan informasi, dakwah, sekaligus laporan kegiatan kami kepada jamaah dan masyarakat,” ungkapnya.

Pernyataan ini menunjukkan, digitalisasi masjid bukan mimpi. Dengan komitmen dan kesediaan pengurus, fasilitas ini bisa langsung dirasakan manfaatnya—membuka ruang komunikasi yang lebih luas, transparan, dan akuntabel.

BAZNAS Minahasa berharap ke depan, tidak ada lagi masjid yang hanya berdiri megah namun “bisu” di dunia digital. Web resmi bukan sekadar etalase, tapi instrumen dakwah, laporan zakat, hingga kanal pemberdayaan sosial.

 

Kini, bola ada di tangan para pengurus masjid. Apakah akan terus berjalan di tempat, atau mengambil langkah maju dengan memanfaatkan fasilitas Menara Masjid BAZNAS? Jangan biarkan masjid hanya menjadi bangunan fisik yang sepi makna. Saatnya para takmir dan UPZ segera menginput data masjidnya, mengaktifkan web resmi, dan menjadikan menara masjid bukan hanya menara adzan, tetapi menara peradaban digital umat.

KABUPATEN MINAHASA

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12