Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D,
Integrasi Zakat dalam RPJMN 2025–2029, Bappenas Tegaskan Peran Strategis BAZNAS dalam Pengentasan Kemiskinan
27/08/2025 | HUMAS BAZNAS MINAHASAJakarta – Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menegaskan pentingnya integrasi zakat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial.
Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, Ph.D, dalam Rakornas BAZNAS 2025 menyampaikan bahwa angka kemiskinan per Maret 2024 masih berada di level 9,03 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan menjadi 4,5–5 persen pada 2029, dan 0,5–0,8 persen pada 2045.
“Zakat memiliki peran penting sebagai instrumen filantropi umat yang mampu mendukung perlindungan sosial, sekaligus mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan,” ujar Pungkas.
Indonesia sendiri memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun. Realisasi penghimpunan zakat pada 2023 telah mencapai Rp33 triliun, atau sekitar 7 persen dari total anggaran perlindungan sosial. Pencapaian ini terbukti memberikan dampak luas, di mana jumlah mustahik penerima manfaat program zakat meningkat dari 27,7 juta orang pada 2023 menjadi 37,4 juta orang pada 2024.
Bappenas bersama BAZNAS menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat peran zakat dalam pembangunan, antara lain integrasi data zakat dengan basis data kemiskinan nasional, digitalisasi layanan, serta peningkatan profesionalisme amil. Melalui Sekretariat Bersama Ziswaf Indonesia Emas 2045, sinergi antara pemerintah, BAZNAS, BWI, lembaga amil zakat, dan mitra pembangunan diharapkan semakin optimal.
Peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat nasional ditegaskan sangat sentral dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Dengan jaringan BAZNAS di seluruh provinsi dan kabupaten/kota, potensi zakat dapat didayagunakan lebih produktif dan berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
“Zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi strategis bagi pembangunan bangsa. Kolaborasi pemerintah dan BAZNAS akan menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, adil, dan sejahtera,” tegas Pungkas.
