BAZNAS RI Dorong Kepemimpinan Adaptif, Jawab Tantangan Zakat di Era Modern
22/08/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional
Jakarta - Mengelola zakat di era modern bukan hanya soal menghimpun dan menyalurkan dana, tapi juga tentang bagaimana sebuah lembaga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Inilah pesan utama yang ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam forum Management Upgrade bertema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Acara yang digelar Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui YouTube BAZNAS TV ini menghadirkan Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, sebagai narasumber.
Menurut Nadratuzzaman, kepemimpinan adaptif adalah kunci untuk memperkuat tata kelola zakat. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, pemimpin harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Kadang harus tegas, kadang inspiratif, kadang memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang akan membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat enam model kepemimpinan yang bisa diterapkan sesuai konteks:
-
Transformasional – mendorong inovasi, termasuk digitalisasi zakat, sekaligus memotivasi amil untuk bekerja dengan visi besar.
-
Delegatif – memberi ruang bagi setiap individu untuk bekerja sesuai kapasitasnya, sehingga potensi tim bisa lebih optimal.
-
Transaksional – menekankan penghargaan dan sanksi berdasarkan kinerja agar target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai.
-
Demokratis – membuka ruang diskusi dan kolaborasi dalam pengambilan keputusan strategis.
-
Otokratis – dibutuhkan saat kondisi darurat, misalnya saat menyalurkan bantuan bencana yang memerlukan keputusan cepat.
-
Karismatik – mengandalkan keteladanan, integritas, dan kepribadian pemimpin untuk membangun kepercayaan publik.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal gaya, tapi juga tentang komunikasi yang meyakinkan. “Seorang pemimpin harus bisa menggerakkan tim internal sekaligus menjalin kepercayaan dengan mitra eksternal,” kata Nadratuzzaman.
Berita Lainnya
Wakil Ketua PA Tondano Resmi Dilantik, PTA Manado Targetkan Jadi Role Model Zona Integritas
BAZNAS Dampingi Pemulihan Psikososial Siswa Penyintas Bencana di Pidie Jaya
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
BAZNAS Layani Kesehatan Ribuan Penyintas Banjir di Sumatra
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
