WhatsApp Icon
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto

MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur.

Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026).

Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota.

Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh.

Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2.

Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama.

Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto.

Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah.

"Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut.

Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan.

Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target.

"Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya.

Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.

07/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”

JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata.

Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri.

Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza.

“Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher.

Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an.

Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

“Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya.

Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi.

Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata.

Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat.

Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana.

Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban.

Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza.

“Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya.

BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza.

Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan.

“Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut.

Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya.

Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar.

Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis.

Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP

JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina.

"Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid.

Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan.

"Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik.

Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP.

Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya.

Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri.

Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat

JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik.

"Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik.

Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah.

"Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid.

Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI.

Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat.

Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI.

Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga.

"Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya.

Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan.

Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM.

Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.

01/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026

TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid.

Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal.

Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha.

Rekam Jejak Penghargaan IHYA

Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025.

Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik.

Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah.

“Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya.

Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.

Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.

25/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Minahasa

Berita Terbaru

10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto
MOJOKERTO — Semangat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi terus tumbuh di Sulawesi Utara. Sebanyak 10 mahasiswa penerima Beasiswa Pergunu Sulawesi Utara Tahun 2026 kini bersiap melanjutkan pendidikan jenjang S1 dan S2 di Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, Jawa Timur. Kesepuluh mahasiswa tersebut diberangkatkan setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara), Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd., di Kantor PWNU Sulawesi Utara, Manado, Selasa (6/10/2026). Prosesi pelepasan turut dihadiri jajaran PWNU Sulut, pengurus PW Pergunu Sulut, serta para Ketua PC Pergunu Kabupaten/Kota. Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, mengatakan jumlah penerima beasiswa tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. "Jumlahnya tahun ini ada 10 orang. Kalau tahun lalu hanya 4 orang, sekarang naik menjadi 10 orang, artinya ada lonjakan lebih dari 100 persen," ujar Ahmad Sholeh. Dari 10 penerima beasiswa tersebut, 8 mahasiswa menempuh jenjang S1 dan 2 mahasiswa jenjang S2. Setelah menempuh perjalanan dari Manado, rombongan mahasiswa tersebut tiba di Surabaya, Jawa Timur, pada hari yang sama. Kedatangan mereka mendapat sambutan dari Forum Mahasiswa Sulawesi Utara (FMS) Mojokerto. Ketua FMS Mojokerto, Jihan Nabillah Kokalo, turut menjemput langsung para mahasiswa penerima beasiswa tersebut untuk selanjutnya mendampingi perjalanan mereka menuju Mojokerto. Jihan mengatakan kehadiran mahasiswa asal Sulawesi Utara di Jawa Timur bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun generasi muda yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah. "Kami tentu senang bisa menyambut teman-teman dari Sulawesi Utara. Mereka datang membawa harapan besar untuk melanjutkan pendidikan. Kami dari FMS Mojokerto siap membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, baik dalam kehidupan kampus maupun selama berada di Mojokerto," ujar Jihan. Menurutnya, keberadaan mahasiswa Sulawesi Utara di Jawa Timur juga menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa asal daerah tersebut. Program beasiswa tersebut juga disertai tanggung jawab akademik. Pergunu Sulut menargetkan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai masa studi yang telah ditetapkan. Untuk jenjang S1, mahasiswa ditargetkan menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun, sedangkan jenjang S2 ditargetkan selesai dalam dua tahun. Ahmad Sholeh menegaskan adanya konsekuensi bagi penerima beasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi sesuai target. "Semoga mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu, 4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2. Tidak boleh lewat. Kalau sampai lewat dari target tersebut, konsekuensinya harus membayar biaya sendiri," tegasnya. Keberangkatan 10 mahasiswa tersebut menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan tinggi terus menjadi salah satu jalan penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas. Bagi Sulawesi Utara, keberadaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di luar daerah juga diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, jaringan, serta kapasitas mereka sebelum kembali memberikan kontribusi di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Minahasa memandang ikhtiar peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga tentang mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, kepedulian sosial, dan kemauan untuk kembali memberi manfaat bagi lingkungan.
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
JAKARTA, — Suasana haru terasa saat Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, ulama sekaligus akademisi asal Gaza, Palestina, berbicara di hadapan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Maher datang bersama pengurus Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Kedatangannya menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung kondisi masyarakat Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat, meski telah ada gencatan senjata. Namun, yang disampaikan Maher bukan hanya cerita tentang kondisi masyarakat Gaza. Ia juga membawa kisah kehilangan dari keluarganya sendiri. Tiga putranya, cucu, dua saudara laki-laki, serta puluhan kerabatnya disebut telah gugur akibat serangan bom di Gaza. “Saya hadir di hadapan Anda sekalian sebagai gambaran kecil dari penderitaan rakyat Gaza, di mana tiga putra saya, cucu saya, dua saudara laki-laki, beserta puluhan kerabat telah gugur syahid akibat serangan bom,” kata Maher. Kehilangan tiga anak tentu menjadi duka yang tidak mudah bagi seorang ayah. Terlebih, Maher menyebut ketiga putranya merupakan pahlawan penghafal Al-Qur'an. Namun di tengah kesedihan tersebut, Maher berusaha tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia mengatakan bahwa dirinya tetap mengucapkan syukur kepada Allah SWT. “Tiga putra saya, saudara-saudara saya, dan kerabat saya telah syahid, namun demikian di hadapan kondisi ini saya tetap mengucapkan Alhamdulillahi rabbil 'alamin,” ujarnya. Bagi Maher, kehilangan anggota keluarga merupakan penderitaan yang sangat berat. Tetapi ketika berbicara mengenai kondisi masyarakat Gaza secara keseluruhan, ia mengaku masih sulit menahan air mata. Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina saat ini sudah berada pada kondisi yang sangat krisis. Tidak hanya persoalan keamanan di Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa, warga Gaza juga masih berhadapan dengan kebutuhan dasar yang mendesak. Salah satunya adalah kebutuhan untuk menangani dan memakamkan jenazah para korban yang terus ditemukan dan dievakuasi. Maher menyebut masyarakat Gaza bahkan membutuhkan bantuan biaya dan material untuk dapat memakamkan jasad puluhan hingga ratusan syuhada yang dievakuasi setiap harinya. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bahwa persoalan kemanusiaan di Gaza belum selesai meskipun telah ada gencatan senjata. Ancaman musim dingin juga menjadi perhatian. Masyarakat yang kehilangan rumah dan berbagai fasilitas kehidupan membutuhkan bantuan untuk menghadapi kondisi yang semakin berat. Karena itu, kedatangan Maher ke BAZNAS RI menjadi kesempatan untuk menyampaikan secara langsung apa yang terjadi di Gaza sekaligus kebutuhan masyarakat di sana. Ia tidak datang membawa cerita dari jauh. Ia datang sebagai seseorang yang keluarganya sendiri ikut menjadi korban. Dalam pertemuan itu, Maher juga menyampaikan pesan mengenai keluarga para syuhada di Gaza. “Sebagaimana disebutkan bahwa ini adalah pertemuan dengan keluarga para syuhada, maka saya juga akan menyampaikan perkataan ini kepada keluarga para syuhada di Gaza, insya Allah Rabbil 'Alamin, bahwa para syuhada selalu hadir di dalam hati Dr. Sodik Mudjahid, hadir di pikirannya, hadir di tengah rekan-rekannya, dan hadir di BAZNAS, insya Allah Rabbil 'Alamin,” tuturnya. BAZNAS Terima Kesaksian Langsung dari Gaza Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, pihaknya menyambut kedatangan Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli untuk mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat Gaza. Menurut Sodik, kesaksian Maher penting untuk memberikan gambaran mengenai keadaan rakyat Gaza saat ini, termasuk kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menghadapi musim dingin dan Ramadan. “Hari ini kami kedatangan akademisi langsung dari Gaza, Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli yang tiga putranya serta kerabatnya telah wafat syahid akibat bom, untuk menceritakan secara langsung keadaan rakyat Gaza saat ini beserta kebutuhan mereka menghadapi masa depan,” kata Sodik. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi BAZNAS untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat Palestina dari seseorang yang mengalami sendiri dampak konflik tersebut. Bagi masyarakat Gaza, persoalan yang dihadapi bukan hanya tentang kehilangan tempat tinggal atau kerusakan fasilitas. Ada keluarga yang kehilangan anak, orang tua yang kehilangan anaknya, dan saudara yang tidak lagi dapat berkumpul seperti sebelumnya. Kesaksian Prof. Maher menjadi pengingat bahwa di balik berbagai angka mengenai korban dan kerusakan akibat konflik, terdapat manusia dan keluarga yang harus menjalani kehidupan dengan kehilangan yang sangat besar. Dari Gaza, Maher membawa cerita tentang keluarganya dan masyarakat yang masih bertahan di tengah krisis. Di Jakarta, cerita itu disampaikan kepada BAZNAS sebagai bagian dari upaya menjaga perhatian dan kepedulian terhadap penderitaan masyarakat Palestina. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa Maher sederhana tetapi kuat: masyarakat Gaza masih membutuhkan perhatian, bantuan dan solidaritas kemanusiaan.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP
JAKARTA, — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, khususnya warga di Gaza. Pembahasan tersebut berlangsung dalam agenda audiensi di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, YPSP diharapkan dapat menjadi salah satu mitra tambahan BAZNAS dalam memperluas jangkauan penyaluran bantuan ke Palestina. "Insyaallah kita akan bekerja sama dengan yayasan sebagai tambahan mitra BAZNAS dalam penyaluran bantuan ke Palestina, wabilkhusus untuk Gaza," jelas Sodik Mudjahid. Kerja sama yang sedang disiapkan itu mencakup beberapa bentuk bantuan, mulai dari pangan, fasilitas air bersih hingga kebutuhan masyarakat untuk menghadapi musim dingin. Selain itu, turut dibahas rencana pengiriman imam-imam asal Palestina ke sejumlah daerah di Indonesia. Sodik mengatakan, perhatian dan dukungan terhadap masyarakat Palestina tetap diperlukan karena kondisi di Gaza belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyoroti adanya penurunan aliran bantuan kemanusiaan belakangan ini. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah anggapan sebagian masyarakat bahwa kondisi Gaza sudah aman setelah adanya perkembangan terkait gencatan senjata. Padahal, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih cukup besar. Dalam kesempatan itu, Sodik juga menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan yang kuat, baik dari sisi kebangsaan maupun keagamaan. "Jadi ada dua motivasi, satu motivasi kebangsaan Indonesia sesuai dengan konstitusi dan kebijakan Presiden, dan motivasi kedua adalah amanah Al-Qur'an dan Sunnah dari Allah dan Rasul," tegas Sodik. Sementara itu, Ketua YPSP Dr. Ahed Abul Atha menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung penyaluran bantuan yang nantinya dipercayakan kepada YPSP. Menurut Ahed, YPSP memiliki tim yang bekerja langsung di sejumlah permukiman di Gaza. Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membantu proses distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. "Alhamdulillah YPSP siap untuk menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan langsung di Gaza, karena kami memiliki tim yang memang bekerja langsung di permukiman Gaza," katanya. Kerja sama yang dibahas BAZNAS RI dan YPSP ini menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kemitraan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan Palestina. Dengan adanya mitra yang memiliki tim di lapangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat. Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Bidang Fatwa Asosiasi Ulama Palestina Prof. Dr. Maher Hamed Mohamed Al-Houli, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Deputi II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Dr. K.H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Kepala Divisi Kebencanaan BAZNAS RI Dian Aditya Mandana Putri. Pembahasan antara BAZNAS RI dan YPSP diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan, sehingga bantuan dari masyarakat Indonesia dapat terus disalurkan kepada warga Palestina yang masih membutuhkan dukungan.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat
JAKARTA, BAZNAS MINAHASA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menjajaki kerja sama strategis dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga riset pengelolaan zakat. Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam agenda audiensi antara BAZNAS RI dan jajaran pengurus ICMI yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas sedikitnya 13 program prioritas yang berpotensi dikolaborasikan. Program tersebut mencakup pemanfaatan teknologi penyediaan air bersih dan pengolahan sampah hasil pengembangan para ilmuwan ICMI, pemberdayaan ekonomi umat, riset bersama di bidang zakat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. mengatakan, BAZNAS RI terbuka terhadap berbagai bentuk sinergi yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para mustahik. "Ada 13 program prioritas, mulai dari BAZNAS Siaga Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendikia BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, hingga Rumah Terang BAZNAS untuk tempat yang belum berlistrik," jelas Sodik. Menurutnya, berbagai program tersebut memiliki ruang kolaborasi dengan kapasitas keilmuan dan jaringan yang dimiliki ICMI. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis inovasi dan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat. Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah penerapan teknologi dalam penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah. BAZNAS juga membuka peluang kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengumpulan sampah. "Kami juga membuka peluang sinergi dalam penggunaan teknologi pengolahan sampah maupun bantuan langsung kepada para pemulung sampah bersama ICMI," ujar Sodik Mudjahid. Selain bidang lingkungan, pembahasan juga mencakup penguatan ekonomi umat melalui dukungan modal usaha berbasis masjid dan pengembangan program bagi mualaf melalui Mualaf Center yang berada dalam pembinaan ICMI. Kolaborasi riset mengenai pengelolaan zakat turut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Kerja sama di bidang penelitian diharapkan dapat menghasilkan kajian dan rekomendasi yang mendukung pengembangan tata kelola serta program zakat yang semakin berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Wakil Ketua Umum ICMI Bidang IPTEK, Agromaritim, dan Lingkungan Hidup Mohammad Jafar Hafsah menyambut baik rencana kolaborasi antara ICMI dan BAZNAS RI. Ia mengatakan, berbagai bidang yang dibahas dalam audiensi tersebut pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan program dan kapasitas yang dimiliki ICMI sehingga dapat dikembangkan melalui sinergi antarlembaga. "Alhamdulillah dengan rencana MoU ini juga berarti hubungan kita dengan BAZNAS dalam bentuk program-program itu akan lebih baik. Dan program-program semuanya yang dikemukakan itu semua ada di ICMI, jadi tinggal kita sinergikan," tuturnya. Rencana kerja sama tersebut juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara BAZNAS RI dan ICMI sebagai landasan pengembangan berbagai program kolaboratif ke depan. Melalui sinergi tersebut, BAZNAS RI dan ICMI memiliki ruang untuk menghubungkan kekuatan pengelolaan zakat dengan kapasitas keilmuan, teknologi, riset, serta jaringan pemberdayaan masyarakat. Kerja sama ini sekaligus memperluas peluang agar dana zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Turut hadir dalam agenda tersebut dari BAZNAS RI, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Deputi I Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC., CFRM. Sementara dari jajaran pengurus ICMI hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Umat Teuku Abdullah Sanny, Bendahara Umum Andi Irman, Ketua Panitia Muktamar Ismail Rumadhan, Sekretaris Panitia Muktamar Ina Marlina, serta Bendahara Panitia Muktamar Andi Ida Nursanti. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga zakat nasional dan organisasi cendekiawan Muslim dalam menghadirkan program yang berbasis inovasi, ilmu pengetahuan, pemberdayaan, dan kebutuhan nyata masyarakat.
BERITA01/10/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026
TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik. Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI tersebut diterima dalam ajang IHYA 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026). Capaian ini sekaligus memperpanjang konsistensi BAZNAS RI dalam ajang IHYA. Sejak 2022, BAZNAS RI tercatat telah empat kali memperoleh penghargaan dalam ajang yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai pihak dalam pengembangan industri halal nasional. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen BAZNAS dalam mendukung perkembangan industri halal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Alhamdulillah hari ini BAZNAS kembali mendapatkan award untuk lembaga pemerintah yang peduli terhadap industri halal. Berturut-turut bahkan sudah empat kali,” ujar Sodik Mudjahid. Di balik penghargaan tersebut terdapat program pemberdayaan yang menyasar langsung pelaku UMKM di berbagai daerah. Sepanjang periode 2022 hingga 2026, BAZNAS RI menyebut telah memfasilitasi lebih dari 7.000 sertifikat halal bagi UMKM melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), 10 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta 24 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Dukungan BAZNAS juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia dalam ekosistem halal. Dalam periode tersebut, BAZNAS turut mencetak 750 pendamping halal, 166 juru sembelih halal, dan 89 penyelia halal. Langkah ini memperlihatkan bahwa penguatan industri halal tidak hanya dilakukan melalui sertifikasi produk, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mendampingi pelaku usaha. Rekam Jejak Penghargaan IHYA Penghargaan IHYA 2026 melanjutkan sejumlah capaian BAZNAS RI pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2022, BAZNAS RI meraih Best Financial Support. Kemudian pada 2024, BAZNAS kembali memperoleh penghargaan Best Halal Financial Support, disusul penghargaan Instansi Pemerintah Terbaik pada 2025. Tahun ini, BAZNAS RI kembali mendapatkan penghargaan dalam kategori Lembaga Pemerintahan yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik. Menurut Sodik, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja para amil dan relawan BAZNAS yang terlibat dalam pembinaan UMKM di berbagai daerah. “Terima kasih kepada para amil dan relawan yang selalu membina UMKM BAZNAS. Maju terus UMKM halal di bawah binaan BAZNAS,” katanya. Penguatan UMKM halal menjadi salah satu bagian dari upaya BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan dan fasilitasi usaha, mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga didorong untuk memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, capaian tersebut menjadi inspirasi bahwa pengelolaan zakat dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas usaha, dan penguatan kemandirian masyarakat. Penghargaan IHYA 2026 sekaligus memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem halal dapat membuka semakin banyak peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas. Empat kali meraih penghargaan IHYA bukan sekadar catatan prestasi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BAZNAS RI dalam memperluas manfaat zakat melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan ekosistem halal nasional.
BERITA25/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97
Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97
MINAHASA, — Bukan mahasiswa pariwisata, tetapi mampu menorehkan nilai evaluasi hingga 97 di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kisah ini datang dari Jihan Nabillah Kokalo, mahasiswi asal Kabupaten Minahasa yang membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukan batas untuk berkompetisi di lingkungan kerja profesional tingkat nasional. Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas KH. Abdul Chalim tersebut baru saja menuntaskan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga bulan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Jihan. Di tengah lingkungan magang yang banyak diisi mahasiswa dari perguruan tinggi dengan latar belakang pariwisata, Jihan datang dengan bekal ilmu komunikasi dan pendidikan keagamaan. Namun, perbedaan latar belakang akademik tidak menjadi penghalang. Berdasarkan lembar evaluasi resmi dari instansi penempatan, Jihan memperoleh nilai Kompetensi Profesional 97, Kompetensi Personal 95, dan Kompetensi Sosial 93. Penilaian tersebut disahkan oleh Pendamping/Instruktur Kementerian Pariwisata RI, Asep Saepullah, S.AB., M.Si. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan Jihan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja, menjalankan tugas profesional, membangun komunikasi, serta bekerja sama dalam lingkungan institusi pemerintahan pusat. Perjalanan Jihan menarik perhatian karena bidang pendidikan yang ditempuhnya tidak secara langsung berada di sektor pariwisata. Sebagai mahasiswa KPI, Jihan selama ini lebih banyak mengembangkan kompetensi pada bidang komunikasi, penyiaran, media, dan dakwah. Namun, kemampuan tersebut justru menjadi modal ketika ia memasuki dunia kerja yang membutuhkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi lintas bidang. Pengalaman tiga bulan di Kementerian Pariwisata menjadi ruang pembelajaran bagi Jihan untuk menguji kemampuan akademiknya dalam situasi kerja nyata. Dari ruang kelas ke lingkungan kementerian, dari teori komunikasi ke praktik profesional. Di sinilah pengalaman magang tersebut menjadi lebih dari sekadar kewajiban akademik. PPL menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah dengan latar belakang pendidikan keagamaan juga dapat mengambil bagian dalam ruang profesional tingkat nasional. Jihan juga tercatat sebagai penerima beasiswa dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU). Bagi Jihan, kesempatan mendapatkan pendidikan dan pengalaman profesional merupakan amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prestasi akademik dan pengalaman di dunia kerja menjadi bagian dari proses panjang untuk mengembangkan kapasitas diri. Selain menjalani pendidikan formal, Jihan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan kemampuan digital. Ia juga dikenal sebagai Google Student Ambassador dan aktif sebagai kreator konten. Kombinasi pendidikan, pengalaman organisasi, komunikasi, serta kemampuan digital tersebut menjadi bekal ketika dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan profesional yang memiliki tuntutan dan karakter berbeda dari dunia kampus. Kisah Jihan memberikan satu pesan penting: kesempatan tidak selalu datang kepada mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang paling dekat dengan sebuah bidang, tetapi kepada mereka yang siap belajar, beradaptasi, dan menunjukkan kemampuan. Bagi generasi muda Minahasa, pengalaman Jihan dapat menjadi gambaran bahwa mahasiswa dari daerah pun memiliki peluang untuk memperoleh pengalaman di tingkat nasional. Terlebih, perkembangan dunia kerja saat ini semakin membutuhkan kemampuan lintas disiplin. Kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal yang tidak kalah penting dari latar belakang program studi. Melalui pengalaman tersebut, Jihan tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa pesan bahwa anak muda daerah memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkompetisi di tingkat nasional. Perjalanan Jihan juga memperlihatkan bagaimana pendidikan, dukungan beasiswa, dan kesempatan memperoleh pengalaman profesional dapat saling melengkapi. Beasiswa membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan. Kampus memberikan fondasi keilmuan. Sementara pengalaman magang membuka ruang untuk menguji ilmu tersebut dalam dunia kerja nyata. Bagi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, kisah seperti ini juga memperlihatkan bahwa investasi pada pendidikan generasi muda memiliki dampak yang jauh lebih panjang daripada sekadar bantuan pendidikan. Satu kesempatan pendidikan dapat melahirkan pengalaman. Satu pengalaman dapat membuka pintu berikutnya. Dan dari sana, lahir generasi muda daerah yang berani membawa kemampuan mereka ke tingkat nasional. Jihan Nabillah Kokalo adalah salah satu contoh bahwa perjalanan tersebut dapat dimulai dari Minahasa.
BERITA25/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pimpinan BAZNAS Minahasa Doakan Keberkahan Usia dan Pengabdian Al Gazali Mus
Pimpinan BAZNAS Minahasa Doakan Keberkahan Usia dan Pengabdian Al Gazali Mus
MINAHASA — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan Barakallah fii Umrik kepada Al Gazali Mus, S.H.I., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB, Sulawesi Selatan. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk doa, penghormatan, sekaligus apresiasi atas perjalanan pengabdian Al Gazali Mus dalam menjalankan amanah di bidang peradilan agama. Bagi BAZNAS Minahasa, Al Gazali Mus memiliki kedekatan khusus dengan perjalanan kelembagaan BAZNAS selama menjalankan tugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Tondano. Hubungan tersebut antara lain terjalin melalui berbagai kegiatan sosial dan kolaborasi kemasyarakatan antara Pengadilan Agama Tondano dan BAZNAS Minahasa. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa mendoakan agar pertambahan usia Al Gazali Mus senantiasa menjadi momentum untuk memperkuat ketakwaan, meningkatkan pengabdian, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. “Barakallah fii umrik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, kekuatan, kemudahan dalam menjalankan amanah, serta kesuksesan dalam setiap pengabdian,” ungkap Pimpinan BAZNAS Minahasa. BAZNAS Minahasa juga mendoakan agar Al Gazali Mus senantiasa diberikan kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. “Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, umat, bangsa, dan negara,” lanjutnya. Ucapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga silaturahmi dan persaudaraan yang telah terjalin selama Al Gazali Mus menjalankan tugas di Kabupaten Minahasa. Selamat bertambah usia, Al Gazali Mus, S.H.I., M.H. Semoga senantiasa sehat, berkah, amanah, dan sukses dalam pengabdian.
BERITA24/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI–Urais Kemenag Perkuat UPZ Masjid, Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZIS
BAZNAS RI–Urais Kemenag Perkuat UPZ Masjid, Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZIS
JAKARTA – Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut kini didorong untuk semakin optimal melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis masjid dan tata kelola zakat, infak, serta sedekah (ZIS) yang transparan dan akuntabel. Komitmen itu mengemuka dalam audiensi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Direktorat Urusan Agama Islam (Urais) Kementerian Agama RI di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pengelola zakat dan pembina urusan keagamaan, khususnya dalam mengoptimalkan potensi ZIS yang berada di lingkungan masjid. Audiensi dihadiri Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Deputi Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM., serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI H. Arsyad Hidayat, Lc., M.A., bersama jajaran. Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan menekankan pentingnya transformasi tata kelola UPZ masjid melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar perubahan cara dalam melakukan penghimpunan ZIS, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, pencatatan, dan pelaporan pengelolaan dana umat. “UPZ masjid itu sudah digital saja. Setorannya juga digital. Jadi tidak ada yang manual. Kita libatkan generasi-generasi muda yang melek teknologi,” ujar Rizaludin. Ia menyebut BAZNAS telah memiliki aplikasi Menara Masjid BAZNAS sebagai salah satu instrumen yang dapat mendukung penguatan ekosistem digital masjid. “Menurut saya, itu satu-satunya solusi kaitan dengan transparansi. Di BAZNAS, kami sudah ada aplikasi Menara Masjid BAZNAS,” lanjutnya. Dorongan digitalisasi tersebut menjadi relevan karena masjid berada sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki basis jamaah yang kuat. Dengan sistem pengelolaan yang tertata, potensi ZIS di lingkungan masjid dapat dihimpun dan dimanfaatkan secara lebih terukur. Penguatan UPZ masjid tidak semata diarahkan pada peningkatan penghimpunan dana. Lebih jauh, tata kelola yang baik diharapkan mampu memastikan dana ZIS memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Masjid dengan tata kelola ZIS yang transparan dapat membangun kepercayaan jamaah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi program pemberdayaan masyarakat di sekitar masjid. Karena itu, BAZNAS RI memandang perlu adanya pertukaran pengalaman antarpengelola UPZ masjid untuk menemukan berbagai praktik baik yang telah berjalan di daerah. Rizaludin mengusulkan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama Urais Kemenag dengan menghadirkan pengurus UPZ berbasis masjid dari berbagai daerah. “Kita ingin mendapatkan cerita bagus, success story yang mungkin sudah dilakukan oleh beberapa masjid yang sudah masuk. Mereka punya tata kelola yang bagus,” kata Rizaludin. FGD tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menggali pengalaman lapangan, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus memperoleh masukan terkait regulasi yang selama ini menjadi landasan pengelolaan UPZ masjid. Masjid Didorong Hadirkan Manfaat Lebih Luas Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI H. Arsyad Hidayat mengatakan, penguatan UPZ masjid sejalan dengan semangat pemberdayaan rumah ibadah. Menurutnya, rumah ibadah memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, keberadaan masjid tidak semestinya hanya dilihat dari fungsi ritual, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kemanfaatan sosial bagi lingkungan sekitarnya. Ia mengutip pesan Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., bahwa rumah ibadah perlu memberikan warna yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. “Rumah ibadah sekarang tidak hanya berfokus sebagai tempat salat. Rumah ibadah harus memberikan warna bagi masyarakat,” ujar Arsyad. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya mengembangkan masjid sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui pengelolaan ZIS yang profesional. Kolaborasi BAZNAS RI dan Urais Kemenag tersebut membuka ruang penguatan pengelolaan ZIS berbasis masjid dari hulu hingga hilir—mulai dari penghimpunan, pencatatan, pelaporan, transparansi, hingga pemanfaatan dana untuk kemaslahatan masyarakat. Penguatan UPZ masjid juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan zakat yang semakin modern. Teknologi digital, keterlibatan generasi muda, tata kelola yang akuntabel, serta sinergi kelembagaan menjadi sejumlah unsur yang dibahas dalam upaya tersebut. Pada akhirnya, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat datang untuk beribadah, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menggerakkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi BAZNAS di daerah, termasuk BAZNAS Kabupaten Minahasa, penguatan UPZ berbasis masjid juga memiliki arti strategis. UPZ bukan sekadar perpanjangan tangan penghimpunan ZIS, melainkan bagian dari ekosistem pengelolaan zakat yang membutuhkan amanah, profesionalitas, transparansi, dan sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, muzaki, jamaah, dan masyarakat penerima manfaat. Zakat bukan sekadar dana yang dihimpun. Di balik setiap rupiah ZIS terdapat amanah untuk menghadirkan kemanfaatan dan menguatkan kehidupan masyarakat.
BERITA23/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Sampaikan Selamat atas Amanah Baru Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak
BAZNAS Minahasa Sampaikan Selamat atas Amanah Baru Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak
MINAHASA — Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak, S.Sos., atas amanah barunya sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak mengemban tugas sebagai Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kotamobagu. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa berharap pengalaman selama bertugas di Sulawesi Utara menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian di Kabupaten Kendal. “Selamat dan sukses atas amanah baru. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa. BAZNAS Minahasa juga berharap silaturahmi yang telah terjalin selama bertugas di Sulawesi Utara tetap terjaga meski kini pengabdian berlanjut di Jawa Tengah. Jabatan boleh berganti, tempat pengabdian boleh berpindah, tetapi semangat melayani dan memberikan manfaat harus terus menyala. Selamat bertugas dan sukses mengemban amanah baru, Muhammad Ahmad Zaini Kiaydemak, S.Sos.
BERITA23/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
ZaWIN 2026 di Bandung: BAZNAS Dorong Kolaborasi agar Zakat Berdampak Lebih Luas
ZaWIN 2026 di Bandung: BAZNAS Dorong Kolaborasi agar Zakat Berdampak Lebih Luas
BANDUNG — Pengelolaan zakat nasional tidak cukup hanya berbicara tentang besarnya potensi penghimpunan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana dana zakat yang terkumpul mampu diubah menjadi program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam forum Zakat & Waqf for Inclusive Impact and Networking (ZaWIN) 2026 yang digelar di Bandung, Selasa (22/9/2026). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dunia usaha, hingga kalangan akademisi untuk memperluas manfaat zakat. Forum tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI bersama Rumah Zakat sebagai ruang pembinaan sekaligus penguatan jejaring pengelola zakat dan wakaf. Sodik mengingatkan bahwa besarnya potensi zakat nasional harus diikuti dengan kemampuan lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan penghimpunan, tata kelola, serta pendayagunaan dana ZIS-DSKL. “Jangan hanya terus kita bermimpi potensi, potensi, potensi, tapi kita kurang realisasi,” ujar Sodik. Menurut dia, profesionalisme menjadi salah satu kunci agar potensi zakat dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dalam forum tersebut, Sodik juga menyampaikan tiga arah strategis BAZNAS RI dalam mengoptimalkan pengelolaan ZIS-DSKL, yakni Expand, Trust, dan Collaborate. Expand diarahkan pada perluasan basis muzaki. Trust menekankan pentingnya membangun kepercayaan melalui transparansi dan profesionalisme. Sementara Collaborate menjadi landasan untuk membangun sinergi berkelanjutan dengan berbagai pihak. Ketiga pendekatan tersebut saling berkaitan. Basis muzaki yang semakin luas membutuhkan kepercayaan publik, sementara dampak program yang semakin besar membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, S.Ag., M.Ag. dalam forum yang sama menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat. Menurut Waryono, ukuran keberhasilan lembaga zakat tidak semata-mata dilihat dari jumlah dana yang berhasil dihimpun. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan lembaga dalam mendorong mustahik menjadi lebih berdaya dan mandiri. “Hari ini ukuran keberhasilan lembaga zakat termasuk BAZNAS tidak lagi sekadar seberapa banyak pengumpulan yang diperoleh, tetapi bagaimana ada shifting paradigm dari pengumpulan menjadi bagaimana menjadikan mustahik berdaya dan mandiri,” tutur Waryono. Paradigma tersebut menempatkan zakat bukan hanya sebagai instrumen bantuan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Program zakat dapat diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan potensi lokal. Forum ZaWIN 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan ekosistem yang saling terhubung. Pemerintah memiliki peran dalam regulasi dan pembinaan. BAZNAS dan LAZ menjalankan fungsi pengelolaan serta pendayagunaan. Dunia usaha dapat memperkuat dukungan sumber daya dan program, sementara akademisi dapat berkontribusi melalui riset, inovasi, dan pengembangan model pemberdayaan. Kementerian Agama sendiri menempatkan pendekatan kolaboratif sebagai bagian penting dalam pemberdayaan zakat. Dalam program Kampung Zakat 2026, misalnya, Kemenag menekankan sinergi pemerintah, BAZNAS, LAZ, dan akademisi untuk mendorong transformasi mustahik menjadi lebih mandiri melalui pengembangan potensi lokal. Semangat ZaWIN 2026 juga relevan bagi pengelolaan zakat di tingkat daerah. BAZNAS Kabupaten/Kota memiliki ruang besar untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, masjid, UPZ, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan para muzaki. Kolaborasi tersebut bukan untuk mengambil alih peran masing-masing lembaga, melainkan mempertemukan sumber daya, keahlian, jaringan, dan program agar manfaat ZIS dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Bagi BAZNAS Minahasa, semangat tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem zakat di daerah: memperluas muzaki, membangun kepercayaan, memperkuat UPZ, dan memastikan setiap program memiliki manfaat yang terukur bagi mustahik. Pada akhirnya, zakat tidak berhenti pada angka penghimpunan. Zakat adalah amanah yang harus dikelola secara profesional, disalurkan secara tepat, dan diubah menjadi manfaat yang mampu menguatkan kehidupan masyarakat.
BERITA23/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan KemenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional
BAZNAS RI dan KemenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional
JAKARTA – Penguatan tata kelola zakat nasional menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Langkah strategis tersebut dibahas melalui audiensi BAZNAS RI bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Kantor KemenPANRB, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Pertemuan ini tidak sekadar membahas optimalisasi penghimpunan zakat, tetapi menyentuh sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan masa depan kelembagaan BAZNAS, pengelolaan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), status amil, hingga kemungkinan penguatan integrasi zakat dan pajak. Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengatakan kedatangan jajaran BAZNAS RI merupakan bagian dari upaya konsultasi untuk mendapatkan masukan dalam memperkuat tata kelola dan kelembagaan pengelolaan zakat secara nasional. “Kedatangan kami tentu ingin berkonsultasi dengan KemenPANRB terkait penguatan tata kelola pengelolaan zakat, khususnya mengenai optimalisasi zakat ASN serta posisi kelembagaan BAZNAS,” ujar Zainut. Dalam audiensi tersebut, pembahasan diarahkan pada sejumlah isu strategis yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan ekosistem zakat nasional. Beberapa di antaranya mencakup penataan kewajiban zakat, penguatan bentuk kelembagaan BAZNAS, optimalisasi zakat ASN, zakat sebagai pengurang pajak, status kepegawaian amil, serta hubungan kelembagaan antara BAZNAS RI dan BAZNAS di daerah. Masukan dari KemenPANRB menjadi salah satu bahan penting bagi BAZNAS RI dalam menyusun kajian dan merumuskan langkah penguatan kelembagaan ke depan. Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah III KemenPANRB, Ugi Cahyo Setiono, S.Kom., menyarankan agar BAZNAS RI melakukan analisis secara mendalam serta kaji banding atau benchmark dengan berbagai model kelembagaan. Menurutnya, data dan kajian yang kuat diperlukan untuk memperkuat argumentasi apabila ke depan terdapat pembahasan mengenai bentuk kelembagaan BAZNAS. Ugi menjelaskan, terdapat sejumlah alternatif bentuk kelembagaan yang secara konseptual dapat dikaji, mulai dari Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK), badan hukum publik, maupun tetap dalam bentuk Lembaga Nonstruktural (LNS). Namun, menurut Ugi, belum terdapat rekomendasi final mengenai bentuk kelembagaan BAZNAS ke depan. “Terkait penguatan kelembagaan BAZNAS, kami belum bisa menyarankan apakah BAZNAS ke depan berbentuk LPNK, badan hukum publik, atau tetap LNS. Teman-teman di BAZNAS perlu menyiapkan data pendukung yang kuat mengenai bentuk tata kelola yang paling ideal,” ujar Ugi. Ia menambahkan, untuk kondisi saat ini, BAZNAS sebagai LNS masih merupakan pilihan yang cukup baik. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kelembagaan BAZNAS masih berada pada tahap kajian, analisis, dan penguatan argumentasi, bukan keputusan perubahan bentuk kelembagaan. KemenPANRB sendiri memiliki fungsi penting dalam penataan kelembagaan dan tata laksana pemerintahan. Dalam profil resminya, Ugi Cahyo Setiono tercatat sebagai Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangunan Manusia, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintah Daerah Wilayah III. Selain persoalan kelembagaan, audiensi juga membahas regulasi zakat ASN dan bagaimana sistem pengelolaan zakat dapat terus diperkuat agar lebih tertata, transparan, dan memiliki kepastian dalam pelaksanaannya. Isu lain yang turut mengemuka adalah integrasi zakat dan pajak, termasuk pembahasan mengenai zakat sebagai pengurang pajak. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya melihat pengelolaan zakat secara lebih komprehensif dalam sistem fiskal dan pelayanan publik. Tidak kalah penting, persoalan kepastian status kepegawaian amil juga menjadi bagian dari diskusi. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan membangun organisasi pengelola zakat yang semakin profesional, memiliki tata kelola yang jelas, serta didukung sumber daya manusia yang memiliki kepastian tugas dan tanggung jawab. Pembahasan hubungan antara BAZNAS RI dan BAZNAS di daerah juga menjadi salah satu agenda strategis. Penguatan hubungan kelembagaan pusat dan daerah dinilai penting karena pengelolaan zakat berlangsung hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tata kelola yang semakin jelas diharapkan dapat memperkuat koordinasi, sinergi program, akuntabilitas, serta efektivitas pelayanan kepada muzaki dan mustahik. Bagi BAZNAS di daerah, penguatan tata kelola nasional tersebut menjadi penting karena pengelolaan zakat bukan hanya menyangkut penghimpunan dana, tetapi juga menyangkut amanah, profesionalitas, transparansi, pemberdayaan mustahik, dan dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan. Dengan tata kelola yang semakin kuat, zakat diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas penghimpunan dan pendistribusian dana, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang terukur dan berkelanjutan. Audiensi BAZNAS RI dan KemenPANRB menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat fondasi pengelolaan zakat nasional di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin modern. Penguatan kelembagaan, kepastian regulasi, profesionalisasi amil, optimalisasi zakat ASN, serta sinergi pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem zakat yang semakin terpercaya. Sebab, zakat bukan sekadar angka yang dihimpun, tetapi amanah yang harus dikelola secara profesional agar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mustahik. Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Mulya Dwi Harto serta Staf Senior Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI Regi Fadjri Andira.
BERITA22/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
RSB BAZNAS Hadir untuk Mualaf di Batam, Cek Kesehatan Gratis hingga Bantuan Pangan
RSB BAZNAS Hadir untuk Mualaf di Batam, Cek Kesehatan Gratis hingga Bantuan Pangan
BATAM — Kepedulian terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kota Batam. Di Kampung Tua Tanjung Gundap, Kota Batam, Kepulauan Riau, sebanyak 35 warga mualaf mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Kegiatan yang berlangsung Senin (21/9/2026) tersebut sekaligus dirangkai dengan penyaluran bantuan pangan berupa daging rendang kaleng kepada mustahik. Kegiatan bertajuk “RSB Peduli Mualaf” ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan manfaat zakat hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga pelayanan yang mendukung kualitas hidup penerima manfaat. Dokter Penanggung Jawab Klinik Rumah Sehat BAZNAS Kota Batam, dr. Andi Fuji Astuti, bersama tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan secara langsung kepada para mualaf. Tim tersebut terdiri atas dokter umum, tenaga kefarmasian, dan bidan. Selain layanan kesehatan, BAZNAS Kota Batam juga menyalurkan bantuan daging rendang kaleng kepada para mustahik. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kota Batam, Achmad Fahmi, S.T. Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Pendampingan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi mualaf merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “RSB Peduli Mualaf ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam memastikan kondisi kesehatan para mualaf tetap terjaga sekaligus mempererat tali silaturahmi.” Menurutnya, pendekatan pelayanan kepada mustahik tidak berhenti pada pemberian bantuan material. Edukasi, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan juga penting agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas kehidupannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat memiliki ruang manfaat yang luas. Zakat dapat disalurkan melalui berbagai program sesuai kebutuhan mustahik, termasuk kesehatan, pangan, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan. Rumah Sehat BAZNAS merupakan program layanan kesehatan terpadu tanpa biaya yang ditujukan bagi mustahik dengan pendekatan humanis dan profesional. BAZNAS menyebut hingga September 2026 terdapat 33 unit Rumah Sehat BAZNAS yang telah beroperasi, lima unit masih dalam pembangunan, serta dua layanan kesehatan bergerak. Secara keseluruhan, layanan tersebut telah menjangkau 342.799 penerima manfaat. Kehadiran RSB menjadi salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat yang diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh akses kesehatan. Bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan, kehadiran pelayanan kesehatan langsung di lingkungan tempat tinggal dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan RSB Peduli Mualaf di Tanjung Gundap memberikan gambaran bahwa zakat bukan sekadar angka yang dihimpun dan disalurkan. Di balik dana zakat, terdapat amanah untuk menghadirkan manfaat yang nyata. Ketika mustahik mendapatkan pemeriksaan kesehatan, memperoleh bantuan pangan, sekaligus mendapatkan perhatian dan pendampingan, di situlah nilai kemanfaatan zakat dapat dirasakan secara langsung. BAZNAS melalui berbagai programnya terus mendorong agar pengelolaan zakat dilakukan secara amanah, profesional, tepat sasaran, dan memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat. Zakat bukan sekadar memberi. Zakat adalah ikhtiar menghadirkan kehidupan yang lebih kuat, sehat, dan berdaya bagi mereka yang membutuhkan.
BERITA22/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI resmi membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 bagi mahasiswa aktif program D4/S1 di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi. Peluncuran Beasiswa Cendekia Dalam Negeri 2026 tersebut berlangsung di Gedung Kemendiktisaintek RI, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diresmikan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Dari 246 perguruan tinggi yang menjadi sasaran program, sebanyak 112 kampus berada di bawah Kemendiktisaintek. Sementara 134 perguruan tinggi lainnya berada di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly. Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, kolaborasi dengan Kemendiktisaintek menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. "Ini adalah momentum untuk mempertemukan kekuatan zakat dengan pendidikan tinggi dalam membangun masa depan bangsa. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden nomor 4 untuk memperkuat Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045," kata Sodik. Menurut Sodik, pendidikan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu, BAZNAS memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan dengan alokasi sekitar 27 persen. "Untuk pendidikan kami (BAZNAS) alokasi sebesar 27 persen," ujarnya. Sodik menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta mendorong keberlanjutan kontribusi para alumni. "Kami ingin memperkuat tiga hal, yakni memperluas akses, meningkatkan kualitas dan kapasitas mahasiswa, serta memastikan keberlanjutan kontribusi alumni. Karena itu, hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah program beasiswa. Mari kita meluncurkan sebuah gerakan bersama, gerakan menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia," katanya. Apresiasi Kemendiktisaintek Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan. Brian menyebut pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi dapat terus diperkuat. "Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan. Tidak ada yang lebih baik lagi. Karenanya, kami sangat senang dan sangat mengapresiasi BAZNAS yang berdiri di barisan paling depan," ujar Brian. Ia juga berharap langkah BAZNAS tersebut dapat mendorong semakin banyak lembaga filantropi untuk berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dapat membuka kesempatan bagi anak bangsa untuk memperbaiki kondisi sosial, masa depan, dan kesejahteraan keluarganya. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, perluasan akses pendidikan merupakan salah satu fokus BAZNAS melalui program beasiswa dan pembinaan mahasiswa. Idy menyebut, sepanjang 2025, penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,56 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.870.976 orang. BAZNAS juga memproyeksikan potensi zakat dari ekosistem perguruan tinggi mencapai sekitar Rp220 miliar per tahun. Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sendiri terus berkembang. Saat ini tercatat sebanyak 8.672 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan 2.529 peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly. "Alhamdulillah, dari program ini kita telah melihat dampak yang nyata. Para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS telah berkiprah di berbagai sektor, baik sektor publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian dari mereka telah bertransformasi menjadi muzaki," ujar Idy. Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 diperuntukkan bagi mahasiswa aktif mulai semester 5. Program ini memprioritaskan mahasiswa dari bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) serta Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Education (SHARE). Selain mahasiswa berprestasi, program ini juga menyasar mahasiswa yang aktif sebagai aktivis serta mahasiswa penyandang disabilitas. Mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan sejumlah dukungan pendidikan. Salah satunya berupa subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp7 juta per semester untuk perguruan tinggi prioritas dan hingga Rp4 juta per semester untuk perguruan tinggi reguler. Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester. Tak hanya UKT, penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS juga berkesempatan mendapatkan bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa, pembinaan dan pengembangan diri, serta bantuan prestasi bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pendaftaran Dibuka 9-27 September 2026 Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026 dilakukan secara daring melalui laman beasiswa.baznas.go.id. Berikut jadwal lengkap seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026: Pendaftaran: 9–27 September 2026 Seleksi administrasi kampus: 28 September–4 Oktober 2026 Pengumuman lulus administrasi: 4 Oktober 2026 Wawancara tim seleksi kampus: 5–18 Oktober 2026 Masa sanggah: 19–25 Oktober 2026 Pengumuman akhir: 28 Oktober 2026 Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, BAZNAS bersama pemerintah terus mendorong agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa berprestasi untuk mengakses pendidikan tinggi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan zakat sebagai kekuatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA10/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
MINAHASA — BAZNAS Kabupaten Minahasa turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang digelar secara daring pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI menekankan pentingnya memperkuat pengelolaan muzaki yang profesional sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam. Hubungan dengan muzaki harus dibangun secara berkelanjutan. “Muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang mereka salurkan. Mereka ingin dilibatkan dan merasakan dampak nyata program zakat,” ujar Rizaludin. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga mendorong penerapan strategi value-driven fundraising yang bertumpu pada empat pilar utama: Transparansi dan laporan dampak nyata. Pembinaan relasi yang personal dan inklusif. Penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit. Pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan. Langkah tersebut disempurnakan dengan konsep 5D BAZNAS, yaitu Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam Pra-Rakornas ini menjadi bentuk komitmen penuh untuk menyelaraskan target dan strategi pengumpulan di daerah dengan visi BAZNAS Pusat. Melalui keikutsertaan ini, BAZNAS Minahasa siap melakukan reorientasi pengelolaan muzaki di tingkat daerah. Fokus utama yang akan terus ditingkatkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penyampaian laporan dampak zakat secara terbuka, serta penyusunan program-program penyaluran yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Minahasa. BAZNAS Minahasa juga mengimbau seluruh masyarakat dan para muzaki di Kabupaten Minahasa untuk terus mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi BAZNAS. Pengelolaan yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI akan memastikan setiap zakat yang ditunaikan dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
Minahasa - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan klarifikasi tegas merespons isu penggunaan dana umat dalam proyek literasi. BAZNAS memastikan tidak ada sepeser pun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dialokasikan untuk pembuatan maupun penerbitan buku berjudul Islam Ala Prabowo. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam peluncuran buku tersebut pada tahun 2025 lalu murni dalam konteks hubungan kelembagaan serta penguatan literasi dakwah keagamaan. Ia menyebut bahwa menjaga transparansi dan kepercayaan muzaki adalah prioritas utama lembaga. "Saudara-saudaraku, Bapak dan Ibu para muzaki dan donatur BAZNAS yang kami hormati. Kepercayaan Bapak dan Ibu untuk mempercayakan ZIS melalui BAZNAS adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang senantiasa kami jaga," kata Sodik dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026). Untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi lembaga, Sodik merinci tiga poin penting terkait penerbitan buku tersebut: Bukan Dana Umat: Pembuatan dan penerbitan buku sama sekali tidak menyentuh maupun menggunakan dana ZIS yang dipercayakan masyarakat. Bukan Produk Internal: Buku tersebut tidak ditulis maupun diterbitkan oleh tim internal BAZNAS. Sinergi Kelembagaan: Kehadiran BAZNAS dalam peluncuran di Rakornas BAZNAS 2025 merupakan bentuk sinergi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan MPR RI dalam rangka literasi dakwah, bukan bentuk politik praktis. Sodik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap fungsi BAZNAS, baik sebagai Kepala Negara maupun secara pribadi. Selama ini, Presiden secara rutin mengamanahkan zakat, infak, dan sedekah pribadinya melalui BAZNAS. "Bersama tim BAZNAS, saat ini kami sedang memilih beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada rakyat Indonesia, yang bersumber dari dana infak dan sedekah pribadi Presiden Prabowo Subianto," jelas Sodik. Ia menambahkan, BAZNAS sangat menghormati kritik dan masukan dari publik. Hal tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian masyarakat agar BAZNAS tetap konsisten menjaga prinsip pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Menanggapi arahan dan klarifikasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Minahasa melalui Waka IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo turut mengimbau masyarakat dan seluruh muzaki di Kabupaten Minahasa untuk senantiasa kritis dan bijak dalam menerima setiap informasi. BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas dan transparansi penyaluran ZIS di tingkat daerah. Setiap rupiah dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS Minahasa disalurkan secara tepat sasaran khusus untuk program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik di Minahasa.
BERITA08/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
JOMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI turut mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Tak hanya memberikan dukungan konsumsi, BAZNAS juga menghadirkan layanan kesehatan serta pengelolaan sampah di tengah perhelatan yang dihadiri ribuan peserta tersebut. Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang, BAZNAS RI menghadirkan berbagai layanan yang menyasar kebutuhan peserta Muktamar sekaligus masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah penyediaan makanan melalui Program Bank Makanan. BAZNAS menyiapkan sebanyak 15.000 paket ZChicken yang didistribusikan selama lima hari pelaksanaan Muktamar. Menariknya, penyediaan makanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi. Proses produksi hingga distribusi turut melibatkan mustahik binaan BAZNAS. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Mustahik tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas produktif yang membuka peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemandirian. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan dukungan BAZNAS dalam Muktamar NU ke-35 merupakan salah satu bentuk kontribusi lembaga dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat. “Dalam berbagai kegiatan ada kesehatan, ada bantuan ZChicken. Ada 10 titik penyaluran dan totalnya 15 ribu selama lima hari. Ini bagian dari beberapa kontribusi dan dukungan BAZNAS untuk Muktamar, karena ini merupakan amanah syariah, antara lain pos fi sabilillah,” ujar Sodik. Selain bantuan pangan, BAZNAS juga memperkuat pelayanan kesehatan selama Muktamar berlangsung. Melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB), disiapkan enam titik layanan kesehatan yang didukung tenaga medis, empat ambulans, serta satu mobil klinik. Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas dan jumlah peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan maupun pertolongan kesehatan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat di sekitar arena Muktamar. Dukungan BAZNAS terhadap layanan kesehatan juga mendapat apresiasi dari unsur kesehatan NU. Perwakilan Himpunan Perawat NU Pusat, Rasjisman Ahmad, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS ikut memperkuat pelayanan kesehatan di arena Muktamar, termasuk dari sisi sarana dan prasarana. “Kita tahu bahwa BAZNAS juga sudah ikut dalam pelayanan kesehatan tim kesehatan di arena Muktamar. Alhamdulillah BAZNAS sudah ikut bersama-sama, bahkan dari sisi sarana dan prasarananya BAZNAS cukup besar,” katanya. Tak berhenti pada pangan dan kesehatan, BAZNAS juga memberikan perhatian terhadap kebersihan lingkungan selama Muktamar. Sebanyak 200 relawan dari unsur masyarakat dan mustahik dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah di area Muktamar. Para relawan bertugas memberikan edukasi, memilah, hingga mengumpulkan sampah yang dihasilkan selama kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum tetap bersih, sehat, dan nyaman di tengah aktivitas Muktamar yang berlangsung padat. Kehadiran BAZNAS di Muktamar NU ke-35 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan langsung. Zakat dapat dikembangkan menjadi program yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pangan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Melalui dukungan tersebut, BAZNAS berupaya memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat yang semakin luas. Zakat bukan sekadar kewajiban yang ditunaikan, tetapi amanah yang ketika dikelola secara tepat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat. BAZNAS hadir, bergerak bersama umat, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.
BERITA03/09/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
MANGGARAI — Gempa memang meruntuhkan rumah Mashita. Namun, bencana itu tak mampu meruntuhkan semangatnya untuk membantu sesama. Di tengah duka karena rumah keluarganya terdampak dan sebagian runtuh akibat gempa, Mashita justru memilih berdiri di antara para relawan Dapur Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Setiap pagi, selepas menunaikan salat Subuh, guru di Pondok Pesantren Pancasila Reok itu ikut menyiapkan makanan bagi warga yang terdampak gempa. Bagi Mashita, membantu sesama menjadi cara untuk tetap kuat. Mashita merupakan warga Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa yang mengguncang wilayah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Rumah tempat tinggalnya bersama keluarga mengalami kerusakan parah. Kedua orang tuanya hingga kini masih bertahan di posko pengungsian karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati kembali. Saat gempa terjadi, Mashita sedang berada di Pondok Pesantren Pancasila Reok, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru. Ketika tanah berguncang hebat, suasana panik pun terjadi. Bersama para santri, Mashita segera berhamburan menuju tempat yang lebih aman. Namun, di tengah kepanikan itu, ia memilih memastikan para santri terlebih dahulu berada dalam kondisi selamat. Setelah seluruh santri berkumpul di tempat terbuka, barulah pikirannya tertuju kepada kedua orang tuanya di rumah. Ia segera menghubungi mereka. Syukur, kedua orang tuanya selamat. Bagi Mashita, rumah yang rusak mungkin masih bisa dibangun kembali. Namun keselamatan orang-orang tercinta adalah hal yang jauh lebih berharga. Ketika BAZNAS membuka dapur umum di Pondok Pesantren Pancasila Reok, ia justru ikut bergabung menjadi relawan. Bersama relawan lainnya, Mashita membantu menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap hari. Makanan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah kampung dan posko mandiri, khususnya bagi warga yang belum mendapatkan bantuan atau wilayah yang logistiknya belum sepenuhnya masuk. Bagi Mashita, seporsi makanan yang disiapkan dari dapur umum bukan sekadar bantuan pangan. Lebih dari itu, makanan tersebut menjadi simbol bahwa para penyintas tidak sedang menghadapi bencana sendirian. "Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada BAZNAS yang sudah menyediakan dapur umum. Ini sangat membantu, baik bagi warga sekitar maupun bagi saya pribadi," ujar Mashita. Sebagai seseorang yang turut merasakan dampak gempa, Mashita memahami betul bagaimana rasanya kehilangan rasa aman. Namun pengalaman tersebut justru menguatkan keinginannya untuk membantu warga lain yang mengalami nasib serupa. "Walaupun rumah saya terdampak dan sebagian runtuh, semangat saya tidak akan pernah runtuh untuk membantu teman-teman yang juga terdampak. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," katanya. Dapur Umum BAZNAS kini bukan hanya menjadi tempat memasak dan menyalurkan makanan. Di tempat itu, tumbuh semangat saling menguatkan. Mashita yang datang sebagai penyintas, kini ikut mengambil peran membantu penyintas lainnya. Ia tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut menyiapkan dan menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Rumahnya mungkin belum kembali seperti semula. Kedua orang tuanya pun masih bertahan di posko pengungsian. Namun, di tengah keterbatasan, Mashita memilih untuk tetap bergerak. Dari dapur umum BAZNAS, ia belajar bahwa bangkit tidak selalu berarti telah kembali memiliki rumah yang utuh. Terkadang, bangkit berarti tetap mampu mengulurkan tangan kepada orang lain, meski diri sendiri sedang berada dalam keterbatasan. Mashita pun berharap kepedulian para dermawan terus mengalir untuk membantu para penyintas gempa di NTT. "Harapan saya ke depan ada uluran tangan dari para dermawan yang ikhlas membantu para penyintas gempa. Bantuan tersebut tidak harus sekaligus, tetapi bisa diberikan secara perlahan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman lain yang rumah dan kehidupannya terdampak gempa," ucapnya. Kisah Mashita menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, harapan dapat lahir dari mana saja. Bahkan dari mereka yang sedang kehilangan. Dari sebuah dapur umum, Mashita membuktikan satu hal: gempa boleh meruntuhkan bangunan, tetapi kepedulian dan semangat kemanusiaan tidak boleh ikut runtuh. BAZNAS melalui berbagai program tanggap bencana terus berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga pendampingan bagi para penyintas. Sebab, zakat bukan sekadar tentang memberi bantuan, tetapi juga tentang menguatkan harapan dan membangkitkan sesama.
BERITA27/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
MANGGARAI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) disalurkan kepada para penyintas di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, biskuit, dan mi instan. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih bertahan di pengungsian selama masa tanggap darurat. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang serta Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. yang meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa. Idy mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy. BAZNAS RI menargetkan penyaluran bantuan logistik hingga 1.000 paket bagi para penyintas gempa di NTT. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi masyarakat di lapangan. Menurut Idy, bantuan BAZNAS tidak hanya berupa paket pangan. Sejumlah layanan kemanusiaan juga terus dikerahkan untuk membantu masyarakat melewati masa darurat. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelasnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memastikan penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, layanan kesehatan hingga dukungan fasilitas ibadah bagi masyarakat terdampak. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memantau perkembangan kondisi para penyintas di sejumlah wilayah NTT. Hal itu dilakukan agar bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam penanganan bencana, zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS menjadi salah satu sumber kekuatan untuk menghadirkan bantuan bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Idy menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. "BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ujarnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memiliki kekuatan sosial yang nyata. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat, dana ZIS dapat hadir menjadi bantuan darurat bagi masyarakat yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar akibat bencana. Salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa, Kamaruddin Abdullah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Kamaruddin yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok mengatakan bantuan tersebut sangat membantu keluarganya dan masyarakat yang berada di pengungsian. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," kata Kamaruddin. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terdampak. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya. BAZNAS RI memastikan bantuan kemanusiaan bagi penyintas gempa NTT akan terus dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kepedulian masyarakat dapat menjelma menjadi kekuatan nyata untuk membantu sesama. Di tengah bencana, solidaritas bukan sekadar kata, melainkan hadir dalam bentuk makanan, air, layanan kesehatan, dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
MANGGARAI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB), tim medis menyisir sejumlah posko pengungsian hingga wilayah pelosok di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Layanan kesehatan bergerak tersebut dilakukan untuk memastikan para penyintas, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, tetap memperoleh pemeriksaan kesehatan dan pengobatan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan layanan kesehatan mobile menjadi salah satu bentuk respons cepat BAZNAS dalam menghadapi kondisi darurat pascabencana. Tim medis RSB tidak hanya memberikan pelayanan di posko utama, tetapi juga mendatangi posko-posko pengungsian mandiri dan permukiman warga yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, termasuk wilayah Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. “Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” ujar Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026). Menurut Idy, kondisi bencana sering kali menimbulkan persoalan kesehatan baru bagi masyarakat terdampak. Keterbatasan fasilitas kesehatan, kondisi pengungsian, perubahan lingkungan, serta sulitnya akses transportasi dapat menjadi hambatan bagi penyintas untuk memperoleh pelayanan medis. Karena itu, BAZNAS menerapkan pendekatan layanan kesehatan dengan sistem jemput bola, yakni tenaga medis secara aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan. Langkah tersebut sekaligus memastikan penyintas yang tinggal di wilayah terpencil tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” kata Idy. Kehadiran layanan mobile juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama berada dalam situasi darurat. Tim medis Rumah Sehat BAZNAS terus melakukan pelayanan secara bergilir di sejumlah titik terdampak gempa. Dokter tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan sejak tiba di lokasi bencana, tim langsung bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Reok. Pelayanan difokuskan pada posko-posko pengungsian, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses kendaraan. “Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya. Melalui pelayanan tersebut, tim kesehatan RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan setiap harinya. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, konsultasi medis, pemberian resep, hingga penyediaan obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan pasien. Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo yang juga menjadi fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan kehadiran tim medis BAZNAS memberikan manfaat besar bagi masyarakat terdampak. Menurut dia, setelah memberikan pelayanan di posko utama, tim kesehatan secara rutin melanjutkan pelayanan dengan mendatangi sejumlah posko pengungsian mandiri. Jangkauan pelayanan bahkan mencapai wilayah terluar di Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat. “Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat,” tuturnya. Ia menambahkan, masyarakat menyambut baik kehadiran layanan kesehatan tersebut karena pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. “Masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” katanya. Selain layanan kesehatan, BAZNAS RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga terus mendistribusikan bantuan kebutuhan pangan dan logistik bagi masyarakat terdampak. Sejumlah layanan kemanusiaan turut dihadirkan, antara lain bantuan sembako, dukungan dapur umum, penyediaan masjid darurat, serta sarana sanitasi untuk membantu memenuhi kebutuhan kebersihan dan ibadah para pengungsi. Respons terpadu tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada bantuan makanan dan logistik, tetapi juga mencakup kebutuhan kesehatan, sanitasi, dan dukungan spiritual masyarakat. Dalam situasi bencana, akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar yang tidak boleh terputus. Karena itu, layanan kesehatan mobile menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang berada jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat, BAZNAS terus menghadirkan berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menghadirkan harapan. Ketika dikelola secara amanah dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi kekuatan nyata untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana.
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Zakat Community Development (ZCD). Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan dalam agenda peresmian Program ZCD yang digelar di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan (Waka IV) Muhammad Sahlan Kokalo, melalui Zoom Meeting. Program ZCD merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Program ini mengintegrasikan aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan, dan penguatan ketahanan keluarga berbasis komunitas. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas keluarga, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kami memperkuat kerja sama yang sudah terjalin selama ini dengan program-program unggulan kami yang semuanya intinya adalah untuk peningkatan kualitas keluarga, untuk mengentaskan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Sodik Mudjahid. Sodik menjelaskan, pelaksanaan pilot project ZCD di lima provinsi selama periode 2024–2026 menunjukkan bahwa pendampingan usaha mikro berbasis kelompok mampu menggerakkan potensi ekonomi keluarga penerima manfaat. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa Program ZCD merupakan pengembangan komunitas yang mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Program tersebut telah menyalurkan bantuan sekitar Rp1,391 miliar kepada 23 kelompok di berbagai wilayah dan ditargetkan berkembang hingga 11 kabupaten/kota di 8 provinsi. Mengikuti agenda tersebut secara daring, Waka IV BAZNAS Kabupaten Minahasa Muhammad Sahlan Kokalo menilai penguatan Program ZCD menjadi momentum penting untuk terus mengedukasi masyarakat bahwa zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan. Menurutnya, zakat memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, tepat sasaran, dan disertai pendampingan yang berkelanjutan. “Zakat bukan sekadar membantu mustahik melewati kesulitan hari ini, tetapi bagaimana zakat dapat menjadi jalan bagi mereka untuk bangkit, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pendayagunaan zakat harus diarahkan dari sekadar memberi menjadi memberdayakan,” ujar Muhammad Sahlan Kokalo. Ia menambahkan, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa menunaikan zakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. “Ketika seorang muzaki menunaikan zakatnya melalui lembaga yang amanah, sesungguhnya ia sedang mengambil bagian dalam menguatkan kehidupan saudara-saudaranya yang membutuhkan. Di situlah zakat menghadirkan keberkahan, bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya. Muhammad Sahlan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun program pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan hanya dengan bantuan konsumtif. Mustahik perlu diberikan akses terhadap modal usaha, keterampilan, pendampingan, pendidikan, kesehatan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga. “Kita ingin zakat menjadi energi perubahan. Mustahik hari ini kita bantu agar mampu berdiri, kemudian berkembang menjadi mandiri, dan pada waktunya diharapkan dapat menjadi muzaki. Inilah salah satu makna besar dari zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat,” ungkapnya. Sinergi BAZNAS dan BKKBN Perkuat Ekonomi Keluarga Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengatakan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui optimalisasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Saat ini, UPPKA telah menjangkau sekitar 37.000 kelompok peserta KB di seluruh Indonesia. Dukungan permodalan dan pendampingan melalui Program ZCD BAZNAS telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah kelompok penerima manfaat. Kelompok UPPKA di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, misalnya, mampu mengembangkan usaha dengan omzet lebih dari Rp100 juta. Ketua UPPKA Jaya Bersama Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Mislaini, menyampaikan bantuan permodalan sebesar Rp87 juta dan pendampingan ZCD BAZNAS telah membantu kelompoknya mengembangkan usaha budi daya lele dan produk olahannya. Sementara itu, Ketua UPPKA Bina Warga Semarang, Jawa Tengah, Utami, mengatakan bantuan peralatan dan rumah produksi dari BAZNAS membantu kelompoknya meningkatkan kapasitas usaha hingga mencapai omzet sekitar Rp150 juta dengan keuntungan sekitar Rp8 juta. Bagi BAZNAS Minahasa, penguatan Program ZCD menjadi pembelajaran penting bahwa pengelolaan zakat harus terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Muhammad Sahlan Kokalo berharap semangat pemberdayaan tersebut dapat terus diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Minahasa, sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat. “Zakat adalah amanah umat. Karena itu, setiap rupiah yang ditunaikan harus diupayakan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya. Mari kita bangun kesadaran bahwa zakat bukan hanya kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga kekuatan untuk mengangkat martabat, mengurangi kemiskinan, dan membangun kemandirian umat,” pungkasnya. Agenda tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN. Sejumlah Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting. BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi, penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sehingga semakin banyak mustahik yang mendapatkan manfaat dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
BERITA20/08/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →