Berita Terbaru
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama
Jakarta – Komitmen memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia terus diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mulai menjajaki kerja sama strategis yang diyakini dapat membuka peluang pendidikan lebih luas, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
Langkah besar tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Sodik Mudjahid, di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat nasional dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui jalur pendidikan tinggi.
Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa peningkatan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK PT) menjadi salah satu agenda penting pemerintah sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, masih banyak lulusan SMA dan sederajat yang memiliki potensi besar, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Kami berharap terdapat kolaborasi yang bisa berjalan sinergis dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan angka partisipasi mahasiswa Indonesia, serta memajukan pendidikan tinggi Indonesia," ujar Brian.
Ia menilai dukungan pembiayaan pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk memastikan tidak ada generasi muda yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya.
Di sisi lain, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pendayagunaan zakat nasional.
Menurutnya, paradigma pengelolaan zakat saat ini terus diarahkan menuju program-program yang bersifat produktif dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul.
"Tahun ini, BAZNAS mengarahkan program pendistribusian zakat tidak hanya bersifat bantuan konsumtif, tetapi juga lebih menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat," jelas Sodik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program beasiswa, penguatan kapasitas masyarakat, hingga dukungan terhadap riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia.
Menariknya, pembahasan kerja sama ini tidak hanya menyasar mahasiswa Indonesia. Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga menjajaki peluang pemberian beasiswa magister bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia.
Program ini dipandang sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Palestina di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program tersebut juga akan memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi Indonesia.
"Kami ingin mendorong mahasiswa luar negeri juga untuk berkuliah di Indonesia. Hal ini juga dapat meningkatkan indeks perguruan tinggi di Indonesia. Dengan fokus ke jenjang magister, SDM Palestina juga akan siap untuk membangun kembali," kata Idy.
Kolaborasi Kemdiktisaintek dan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen sosial keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Jika kerja sama ini terealisasi, ribuan mahasiswa berpotensi memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, sementara perguruan tinggi Indonesia akan semakin terbuka sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa internasional.
Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sinergi antara dunia pendidikan dan pengelolaan zakat nasional diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencetak generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
BERITA18/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional
MINAHASA – Harapan baru bagi kemandirian petani di Kabupaten Minahasa kembali menguat. Rabu (17/6/2026), pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Prof. Dr. Muhammad Azrai, SP., MP, kembali mengunjungi lahan binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano, Al Gazali Mus, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir kepada Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, sebuah kelompok tani yang kini dipersiapkan untuk naik kelas dari petani budidaya jagung konsumsi menjadi penangkar benih jagung sumber (parent seed) grade A.
Dalam arahannya kepada petani, Prof. Azrai menjelaskan bahwa program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari kegiatan Unit Produksi Benih Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang bertujuan menghasilkan benih penjenis atau benih sumber berkualitas tinggi.
"Kita ingin kelompok tani ini naik kelas. Kalau sebelumnya petani hanya menjual tongkol atau jagung konsumsi, sekarang kita melatih mereka menghasilkan benih. Nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Benih yang lolos seleksi dapat memiliki harga hingga empat kali lipat dibanding harga jagung konsumsi," ujar Prof. Azrai.
Menurutnya, Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton dipilih secara khusus untuk mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menghasilkan benih penjenis berkualitas tinggi yang nantinya dapat didistribusikan kepada perusahaan-perusahaan benih mitra Universitas Hasanuddin.
"Kami tidak langsung memperluas ke kelompok lain. Fokus kami saat ini adalah memastikan kelompok ini benar-benar mampu menghasilkan benih penjenis grade A. Jika berhasil, maka ke depan petani dapat berkembang menjadi produsen benih komersial dan memiliki kontrak produksi dengan mitra-mitra kami," jelasnya.
Prof. Azrai juga menegaskan bahwa tim Universitas Hasanuddin akan terus melakukan pendampingan teknis, pengawasan mutu genetik, serta pengujian berbagai varietas unggul baru di lahan tersebut.
Tidak hanya memberikan arahan teknis, pada kesempatan itu Prof. Azrai juga menyerahkan bantuan alat pemipil jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran BAZNAS Minahasa dan para petani binaan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas pascapanen.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azrai memberikan apresiasi terhadap keterlibatan BAZNAS Minahasa yang secara konsisten mendampingi kelompok tani sejak awal program berjalan.
"Kami senang karena ada BAZNAS yang mendampingi kelompok tani. Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan umat agar masyarakat mampu memperoleh keuntungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dari yang kami lihat, pertumbuhan jagung yang didampingi BAZNAS sangat baik dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk produksi benih," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, yang turut mendampingi Prof. Azrai selama kunjungan lapangan, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan perhatian yang terus diberikan oleh Universitas Hasanuddin kepada petani binaan BAZNAS.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta pendampingan berkelanjutan yang diberikan Prof. Azrai dan tim Universitas Hasanuddin. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi investasi ilmu pengetahuan yang luar biasa bagi petani kami. Melalui pendampingan ini, petani tidak lagi hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi dipersiapkan menjadi penangkar benih yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi," ujar Sahlan.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif yang berkelanjutan.
"BAZNAS ingin menghadirkan program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani mampu menghasilkan benih berkualitas dan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi, maka mereka tidak hanya bertahan secara ekonomi, tetapi juga berkembang dan menjadi lebih mandiri. Inilah makna pemberdayaan yang sesungguhnya," tambahnya.
Sahlan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga para petani yang memiliki semangat belajar dan berinovasi.
"Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Apa yang dimulai dari lahan sederhana di Minahasa hari ini berpotensi menjadi model pemberdayaan petani berbasis zakat yang dapat direplikasi di daerah lain. Petani kita harus naik kelas, memiliki daya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional," katanya.
Mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang turut menggagas kolaborasi ini, Al Gazali Mus, mengaku bahagia melihat perkembangan yang dicapai kelompok tani binaan tersebut meskipun kini dirinya telah bertugas di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
"Alhamdulillah, saya merasa sangat senang melihat program ini terus berkembang. Apa yang dulu kita mulai bersama kini menunjukkan hasil yang nyata. Semoga program ini semakin bermanfaat bagi petani dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Ia juga menyampaikan dukungan moril kepada para petani agar terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengembangkan usaha pertanian mereka.
"Semangat terus untuk para petani. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Insyaallah saat panen jagung tetua nanti, saya akan berusaha ikut bergabung kembali untuk melihat hasil perjuangan bersama ini," ungkap Al Gazali.
Kunjungan Prof. Azrai kali ini menjadi penanda penting bahwa Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton sedang memasuki fase baru dalam pengembangan usaha tani berbasis teknologi dan inovasi.
Dengan dukungan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Minahasa, serta para mitra strategis lainnya, kelompok tani tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produsen jagung konsumsi, tetapi berkembang menjadi sentra produksi benih unggul yang mampu memasok kebutuhan perusahaan-perusahaan benih nasional.
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T
Sukabumi – Komitmen memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, BAZNAS RI resmi melepas 18 dai yang akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, melalui Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII.
Para dai tersebut akan menjalankan misi dakwah, pendidikan, dan pendampingan bagi masyarakat mualaf yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus menjadi sahabat dan pembimbing bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan pemahaman keislaman.
Prosesi pelepasan berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas, khususnya bagi kelompok mualaf dan fisabilillah yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujar Zainut.
Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath menjadi contoh sinergi yang produktif dalam memperluas jangkauan dakwah Islam di Indonesia. Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai "gayung bersambut", di mana pesantren menyiapkan sumber daya dai yang kompeten, sementara BAZNAS memberikan dukungan program dan pendanaan agar misi dakwah dapat berjalan optimal.
Lebih lanjut, Zainut mengingatkan para dai yang akan bertugas agar mengedepankan dakwah bil hikmah, yaitu menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan, keteladanan, dan pendekatan yang menyejukkan.
"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya ceramah yang disampaikan, tetapi juga dari kemampuan seorang dai membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, para mualaf dan masyarakat yang masih minim pemahaman keagamaan membutuhkan sentuhan dakwah yang humanis dan penuh empati.
"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.
Program Ustad Garis Depan selama ini menjadi salah satu program unggulan dalam memperkuat dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan intensif. Selain memberikan penguatan akidah, para dai juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, pelatihan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui pengiriman 18 dai ke Pulau Buru, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf dapat semakin meningkat serta melahirkan komunitas muslim yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.
Di tengah tantangan dakwah di daerah terpencil, program ini menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun akidah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan cahaya pendidikan dan pembinaan hingga ke pelosok Nusantara.
BERITA17/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI
JAKARTA – Solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina terus mengalir tanpa henti. Di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan akibat konflik berkepanjangan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat menyalurkan amanah kurban dan sedekah daging bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata masyarakat Jawa Barat terhadap saudara-saudara di Palestina yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat krisis kemanusiaan.
Total bantuan yang disalurkan meliputi Program Kurban Palestina senilai Rp147.500.000, Program Sedekah Daging Palestina sebesar Rp82.600.000, serta Program Sedekah Daging Kemasan senilai Rp21.000.000.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepedulian masyarakat Jawa Barat yang terus menunjukkan empati dan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Menurutnya, bantuan yang dihimpun melalui BAZNAS Jawa Barat menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Jawa Barat yang disalurkan melalui BAZNAS Jabar untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang berjuang di tengah kondisi konflik," ujar Zainut.
Ia menjelaskan, program kurban dan sedekah daging tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi berbagai tantangan kehidupan akibat dampak konflik yang berkepanjangan.
Lebih dari sekadar bantuan makanan, kata Zainut, program ini juga menjadi simbol harapan dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina agar mereka tetap merasakan perhatian dan dukungan dari dunia internasional.
"BAZNAS RI berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh amanah kurban dan sedekah daging ini disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar keberkahan hari raya dapat dirasakan di Palestina," tegasnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS RI dalam menjaga kepercayaan para muzaki sekaligus memastikan setiap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat di wilayah terdampak konflik.
Bagi masyarakat Palestina, bantuan pangan memiliki arti yang sangat penting. Di tengah keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, distribusi daging kurban dan sedekah menjadi sumber nutrisi sekaligus penguat semangat bagi keluarga-keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Momentum Iduladha juga menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan berbagi tidak mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. Semangat tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat Jawa Barat yang mempercayakan amanah kemanusiaannya melalui BAZNAS.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.I.Kom., CWC, CFRM., Direktur Penguatan Pengumpulan Nasional H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana, S.H., S.Hum., serta jajaran BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si.
Melalui kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, BAZNAS berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun kurban sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang daging kurban yang sampai ke tangan penerima manfaat, melainkan juga tentang pesan persaudaraan, harapan, dan kepedulian yang menembus batas negara. Dari Indonesia untuk Palestina, semangat kemanusiaan terus hidup dan menguatkan mereka yang sedang berjuang untuk bertahan.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita
PALEMBANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat gerakan literasi zakat dan ekonomi syariah melalui pendekatan yang semakin relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya dengan menggandeng para kreator konten sebagai agen edukasi digital yang mampu menjangkau jutaan masyarakat, khususnya generasi muda.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Kreator Konten yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatera 2026 di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan.
Kepala Biro Komunikasi Publik dan Publikasi (BKPU) BAZNAS RI, Ndari Rumi Widyawati, menegaskan keterlibatan kreator konten menjadi langkah strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen penting pembangunan ekonomi umat.
"Kami mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang melibatkan para kreator konten dalam penguatan literasi zakat. Di era digital saat ini, konten yang edukatif dan inspiratif memiliki daya jangkau yang sangat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai kekuatan keuangan sosial Islam," ujar Ndari.
FESYar Sumatera 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari ToT Kreator Konten, ToT Dai dan Daiyah, hingga Sertifikasi Nazhir Wakaf yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Dalam sesi ToT Kreator Konten, Kabag Humas sekaligus Pemimpin Redaksi Kantor Digital BAZNAS RI, Yudhiarma MK, bersama Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy) membagikan strategi publikasi digital melalui konsep Zakat News Network (ZNN).
Yudhiarma menjelaskan, BAZNAS RI telah membangun ekosistem media konvergensi yang mengintegrasikan media konvensional dan digital untuk memperluas dakwah zakat secara masif.
Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan BAZNAS dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil signifikan. Saat ini jaringan Kantor Digital BAZNAS telah mengelola sekitar 420 website dengan total pembaca mencapai lebih dari enam juta orang.
Tak hanya itu, jangkauan kanal digital BAZNAS juga mengalami lonjakan drastis. Reach YouTube meningkat dari sekitar 1,1 juta pada 2021 menjadi 24,6 juta pada 2025, sementara platform X (Twitter) tumbuh dari 309 ribu menjadi 1,8 juta jangkauan pada periode yang sama.
"Media digital telah menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Karena itu, para kreator konten memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan zakat dan ekonomi syariah kepada masyarakat secara kreatif, menarik, dan mudah dipahami," kata Yudhiarma.
Menariknya, peserta juga diajak memahami pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT dalam proses produksi konten digital dan karya jurnalistik.
Menurut Yudhiarma, kehadiran AI mampu membantu kreator konten maupun jurnalis bekerja lebih cepat dan efisien dalam menghasilkan berbagai bentuk konten.
"Saat ini AI sangat membantu dalam pembuatan berita, artikel, maupun konten digital lainnya. Namun teknologi ini tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalistik tetap harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan regulasi yang telah ditetapkan Dewan Pers.
"Secanggih apa pun AI, tetap saja ia adalah alat bantu. Akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab jurnalistik tetap berada di tangan manusia," tegasnya.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, Dewan Pers telah menerbitkan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik, yang menjadi rujukan bagi perusahaan media dalam memanfaatkan AI secara profesional dan bertanggung jawab.
Sementara itu, ToT Kreator Konten mengusung tema "From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah". Tema tersebut merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi gerakan edukasi yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai ekonomi syariah, pengelolaan zakat dan wakaf, keuangan komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital yang kreatif dan efektif.
Di waktu yang sama, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah guna memperkuat kapasitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi syariah secara komprehensif kepada masyarakat. Selain itu, Sertifikasi Nazhir Wakaf digelar untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan regulator, akademisi, praktisi, lembaga zakat dan wakaf, serta kreator konten nasional, FESYar Sumatera 2026 diharapkan menjadi katalisator lahirnya generasi penggerak ekonomi syariah yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan umat.
BERITA07/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir
Kairo - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan paket daging kurban kepada sekitar 2.500 pengungsi Palestina yang berada di Kairo, Mesir, sebagai bagian dari program kemanusiaan internasional pada momentum Iduladha 1447 H.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan distribusi daging kurban tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina yang terdampak konflik dan saat ini hidup sebagai pengungsi di Mesir.
"Program distribusi daging kurban ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para pengungsi Palestina di Mesir," ujar Sodik dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Sodik, melalui program kemanusiaan global tersebut, BAZNAS RI terus berupaya memperluas manfaat dana zakat, infak, sedekah, dan kurban agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara.
Ia berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban para pengungsi Palestina sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan umat Islam lintas negara.
"Kami berharap bantuan ini tidak hanya membawa keberkahan bagi para pengungsi Palestina, tetapi juga menjadi amal jariyah bagi para pekurban di Indonesia," katanya.
Penyaluran paket daging kurban dilaksanakan di Aula Ridwan, Masjid As-Salam, Ahmed El-Zomor, Nasr City, Kairo, pada Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso.
Dalam kesempatan itu, Kuncoro mengapresiasi kepedulian masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
"Kami berharap hewan-hewan kurban ini diterima dan memberikan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Apresiasi juga datang dari para penerima manfaat. Salah seorang pengungsi asal Gaza, Asyraf Muhammad, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan BAZNAS RI atas bantuan yang diberikan pada Hari Raya Iduladha.
"Kami berterima kasih kepada BAZNAS atas upaya luar biasa dalam mendukung warga Palestina yang berada di Mesir melalui penyaluran hewan kurban ini," katanya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS RI dalam memperkuat peran zakat dan kurban sebagai instrumen kemanusiaan global. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, bantuan tersebut juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
BERITA06/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan HIPKA Bersinergi, Percepat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lewat Pemberdayaan Mustahik
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui optimalisasi program pemberdayaan ekonomi produktif bagi mustahik.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL), serta pengembangan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penandatanganan dilakukan di Menara KADIN Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
Menurut Sodik, BAZNAS saat ini tengah mengubah pola pendistribusian zakat yang sebelumnya lebih dominan berupa bantuan konsumtif menjadi lebih berimbang dengan program pemberdayaan produktif.
"Zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga harus mampu mengubah mustahik menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya secara ekonomi. Karena itu kami membutuhkan dukungan dunia usaha agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Sodik menjelaskan, BAZNAS telah mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari BAZNAS Microfinance, Zmart, ZChicken, Santripreneur, Kampung Zakat, Beasiswa BAZNAS, Rumah Layak Huni, Rumah Sehat BAZNAS, hingga program khusus Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Pencegahan Stunting.
Menurutnya, kolaborasi dengan HIPKA dan KADIN menjadi peluang besar untuk memperluas dampak program-program tersebut melalui dukungan jejaring dunia usaha yang tersebar di berbagai daerah.
Selain pemberdayaan, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat penghimpunan zakat nasional. Sodik mengungkapkan, potensi zakat Indonesia diperkirakan mencapai Rp327 triliun, namun realisasi penghimpunannya masih perlu terus ditingkatkan, terutama dari sektor badan usaha, perusahaan, dan kalangan profesional.
"Potensi zakat Indonesia sangat besar. Jika dapat dioptimalkan secara bersama-sama, zakat akan menjadi kekuatan ekonomi umat yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih luas," katanya.
Ia berharap kerja sama yang terjalin antara BAZNAS, HIPKA, dan KADIN menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu menciptakan lebih banyak usaha produktif, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat kurang mampu.
"Terima kasih kepada KADIN dan seluruh anggota HIPKA yang telah mendukung pengelolaan zakat di Indonesia. Semoga kerja sama ini semakin memperkuat upaya kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Asosiasi/Himpunan/ALB KADIN Indonesia, Benny Soetrisno, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program BAZNAS yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat dan penguatan ekonomi syariah.
Menurut Benny, semangat yang dibangun BAZNAS sejalan dengan nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi karakter bangsa Indonesia.
"Gerakan BAZNAS merupakan gerakan yang berlandaskan nilai syariah dan semangat kebersamaan. Ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat baik untuk bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia berharap sinergi antara BAZNAS, HIPKA, dan KADIN dapat terus diperkuat sehingga manfaat zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan perubahan ekonomi yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat agar zakat dapat bertransformasi menjadi instrumen pembangunan yang efektif dalam menciptakan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.
BERITA05/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS RI Hadirkan Zmart dan Z-Auto untuk Perkuat Ekonomi Umat di Kota Bogor
BOGOR – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui berbagai program zakat produktif. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik sekaligus mendorong transformasi penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Dalam acara seremonial yang digelar di Balai Kota Bogor, Jumat (5/6/2026), BAZNAS RI menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta kepada 55 mustahik, yang terdiri atas bantuan modal usaha dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro melalui program Zmart serta dukungan pengembangan bengkel motor melalui program Z-Auto.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi zakat produktif yang tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi mustahik.
Menurutnya, Zmart merupakan program penguatan usaha warung kelontong berbasis dana zakat yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat kecil melalui bantuan modal, perbaikan tampilan usaha, serta pendampingan berkelanjutan.
"Zmart adalah salah satu program zakat produktif yang bertujuan membantu para penerima manfaat mengembangkan usaha mereka sehingga diharapkan dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki, atau setidaknya menjadi munfik yang mampu berbagi kepada sesama," ujar Idy.
Sementara itu, program Z-Auto difokuskan pada pemberdayaan pelaku usaha bengkel motor melalui dukungan sarana usaha, peningkatan keterampilan, serta penguatan kapasitas bisnis.
Idy menjelaskan, BAZNAS secara khusus memberikan perhatian kepada perempuan dalam pengelolaan usaha ritel Zmart serta mendukung para montir lokal yang memiliki kompetensi dan komitmen dalam mengembangkan usaha bengkel melalui program Z-Auto.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal, tetapi juga oleh proses pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, BAZNAS melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk pemerintah daerah, perangkat kelurahan, dan perguruan tinggi untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
"Pada dasarnya, program-program BAZNAS adalah program umat. Dana berasal dari umat, dikelola oleh amil yang juga bagian dari umat, dan manfaatnya kembali kepada umat. Karena itu yang menikmati hasilnya adalah masyarakat itu sendiri," katanya.
Ke depan, BAZNAS juga berencana memperluas program pemberdayaan ekonomi di Kota Bogor melalui pengembangan inovasi baru seperti ZCafe, yang akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan dan berbagai mitra strategis lainnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, S.H., menyampaikan apresiasinya atas konsistensi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan zakat produktif yang dilakukan BAZNAS memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Saya mewakili Pemerintah Kota Bogor mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Bogor yang terus mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.
Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Salah satunya adalah Zubaedah, pemilik warung kelontong di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.
Ia mengaku bantuan Zmart yang diterimanya telah membantu meningkatkan kualitas usahanya, baik dari sisi tampilan toko maupun omzet penjualan.
"Alhamdulillah, sejak mendapatkan bantuan Zmart, warung saya menjadi lebih rapi dan menarik. Penjualan juga meningkat sehingga sangat membantu ekonomi keluarga," tuturnya.
Hal serupa dirasakan Andriyansyah, penerima manfaat program Z-Auto di Kelurahan Cimahpar. Ia mengaku program tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan usaha bengkel yang selama ini dijalankan secara sederhana.
"Program ini sangat membantu karena sekarang saya memiliki fasilitas usaha yang lebih baik. Harapannya kemampuan saya sebagai mekanik terus meningkat dan usaha bengkel ini bisa berkembang lebih besar lagi," katanya.
Secara nasional, program Zmart telah menjangkau 5.677 unit usaha di 34 provinsi sejak tahun 2018. Sementara program Z-Auto telah hadir melalui 564 unit bengkel di 27 provinsi sejak tahun 2021 hingga pertengahan 2026.
Khusus di Jawa Barat, program Zmart telah tersebar di 19 kabupaten/kota dengan total 1.167 unit usaha, sedangkan Z-Auto telah hadir di 12 kabupaten/kota dengan 79 unit bengkel.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
BERITA05/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS MINAHASA UCAPKAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN AL GAZALI MUS SEBAGAI WAKIL KETUA PENGADILAN AGAMA SIDENRENG RAPPANG
MINAHASA – Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Al Gazali Mus, S.H.I., M.H. atas pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pelantikan yang berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Sidenreng Rappang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. Momen tersebut menjadi babak baru perjalanan pengabdian Al Gazali Mus setelah kurang lebih tiga tahun memimpin Pengadilan Agama Tondano Kelas II.
Bagi BAZNAS Minahasa, sosok Al Gazali Mus bukanlah figur yang asing. Selama menjalankan tugas sebagai Ketua Pengadilan Agama Tondano, beliau dikenal sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik, penguatan integritas lembaga, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk kemaslahatan masyarakat.
Berbagai program sosial dan kemanusiaan yang melibatkan sinergi antara Pengadilan Agama Tondano dan BAZNAS Minahasa menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hubungan kelembagaan yang harmonis tersebut telah melahirkan berbagai kegiatan sosial, edukasi zakat, serta dukungan terhadap program pemberdayaan umat yang selama ini dijalankan BAZNAS Minahasa.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama seluruh jajaran menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan selama mengabdi di Kabupaten Minahasa.
"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Al Gazali Mus, S.H.I., M.H. atas amanah baru sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam mengemban tugas mulia menegakkan keadilan dan melayani masyarakat," ungkap pimpinan BAZNAS Minahasa.
Kabupaten Sidenreng Rappang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sidrap merupakan salah satu daerah strategis di Provinsi Sulawesi Selatan dengan ibu kota kabupaten berada di Pangkajene. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan peternakan terbesar di Sulawesi Selatan serta memiliki masyarakat yang religius dan dinamis.
Penugasan Al Gazali Mus di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang Kelas IB diyakini akan menjadi amanah baru yang membawa kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pelayanan peradilan agama di wilayah tersebut. Pengalaman kepemimpinan, integritas, serta kemampuan membangun kolaborasi yang telah ditunjukkan selama bertugas di Tondano menjadi modal berharga dalam menjalankan tanggung jawab baru tersebut.
BAZNAS Minahasa juga menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan, dukungan, serta sinergi yang telah terjalin selama masa pengabdian beliau di Tondano. Jejak pengabdian yang ditinggalkan tidak hanya tercatat dalam tugas kedinasan, tetapi juga dalam hubungan kemanusiaan dan semangat melayani masyarakat yang terus menginspirasi banyak pihak.
Seluruh keluarga besar BAZNAS Kabupaten Minahasa mendoakan agar perjalanan pengabdian Al Gazali Mus di tanah Bugis senantiasa diberikan kemudahan, kesuksesan, dan keberkahan.
"Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga amanah yang diemban menjadi ladang pengabdian, menghadirkan keadilan yang menenteramkan, serta membawa manfaat yang semakin luas bagi umat, bangsa, dan negara."
BERITA02/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa Kolaborasi Salurkan 120 Bungkus Daging Kurban
Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano kembali menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada Jumat pagi, 29 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WITA di halaman Kantor Pengadilan Agama Tondano. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Tondano bersama para hakim dan seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tondano.
Tahun ini, Pengadilan Agama Tondano menyembelih dua ekor sapi kurban hasil partisipasi para pegawai dan sahibul kurban di lingkungan Pengadilan Agama Tondano. Dari dua ekor sapi tersebut, berhasil didistribusikan sebanyak 120 bungkus daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Panitia penyembelihan kurban sekaligus Ketua MUI Minahasa, Shaogil Ahmad menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban di Pengadilan Agama Tondano telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2010 dan terus berjalan setiap tahun.
“Alhamdulillah, semangat berkurban teman-teman di Pengadilan Agama Tondano terus terjaga. Jumlah hewan kurban memang fluktuatif, namun setiap tahun kami selalu berupaya melaksanakan kurban sebagai bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pembagian daging kurban dilakukan dengan menyerahkan langsung kepada masing-masing sahibul kurban untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat dan tetangga yang berhak menerima. Menurutnya, cara tersebut menjadi bagian dari edukasi sosial agar nilai silaturahmi dan kepedulian dapat dirasakan secara langsung.
Selain itu, sebagian daging kurban juga disalurkan melalui Baznas Kabupaten Minahasa agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk para mualaf dan kelompok pengajian.
Wakil Ketua IV Baznas Minahasa, Sahlan Kokalo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama Pengadilan Agama Tondano dalam penyaluran hewan kurban tahun ini.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat kembali berkolaborasi bersama Pengadilan Agama Tondano dalam menyalurkan amanah kurban kepada masyarakat. Dari dua ekor sapi kurban yang disembelih, sebanyak 120 bungkus daging telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk kepada para mualaf dan beberapa kelompok pengajian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi. Ketika lembaga dapat berkolaborasi seperti ini, maka manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat. Insyaallah sinergi antara Baznas Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano akan terus berkesinambungan demi menghadirkan manfaat yang lebih besar untuk umat,” tambahnya.
Sementara itu, Bendahara Pengadilan Agama Tondano, Nuraini Thayeb mengatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini berjalan penuh kebersamaan dan gotong royong seluruh pegawai.
“Alhamdulillah, pelaksanaan kurban tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami bersyukur karena daging kurban dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf serta taman pengajian. Semoga kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.
Selain masyarakat umum, sebagian daging kurban juga disalurkan kepada Taman Pengajian Al-Qur’an Raudhatul Jannah yang sebelumnya belum sepenuhnya mendapatkan distribusi daging kurban.
Melalui kegiatan ini, Pengadilan Agama Tondano dan Baznas Minahasa berharap nilai-nilai Idul Adha dapat terus menghadirkan semangat solidaritas, kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama di tengah kehidupan masyarakat.
BERITA29/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wakil Bupati Minahasa Serahkan Hewan Kurban, Baznas Minahasa Hadiri Momentum Penuh Toleransi dan Kepedulian Sosial
Tondano — Semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial kembali terlihat kuat di Kabupaten Minahasa. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan penyerahan hewan kurban kepada umat Muslim yang digelar di Lapangan Belakang Kantor Bupati Minahasa, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Minahasa mewakili Bupati Minahasa, unsur Forkopimda, tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, serta Baznas Minahasa yang diwakili Wakil Ketua I Joko Kurnia dan Wakil Ketua IV Baznas Minahasa Sahlan Kokalo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Kepala Kantor Haji dan Umroh Kabupaten Minahasa, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Minahasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Asisten I Setdakab Minahasa, para camat, imam masjid penerima bantuan hewan kurban, pimpinan FKUB Kabupaten Minahasa, serta perwakilan dari berbagai instansi dan kantor yang menerima bantuan kemasyarakatan sapi kurban.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang menyampaikan salam dari Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MAP, yang pada waktu bersamaan menghadiri kegiatan penyerahan sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia di Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu.
“Perayaan Idul Adha merupakan momentum yang sangat mulia dan penuh makna. Hari raya ini mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Wakil Bupati.
Ia menegaskan bahwa penyerahan hewan kurban bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sekaligus bukti kuatnya toleransi antarumat beragama yang terus terjaga di tanah Minahasa.
“Kabupaten Minahasa dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi. Mari terus menjaga kerukunan dan bergandengan tangan membangun Minahasa yang maju dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Minahasa, Giovani Rorora, ST.h, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia tahun 2026 memiliki bobot hidup mencapai 1.050 kilogram jenis limusin dan diserahkan di Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Kabupaten Minahasa kembali menerima bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
“Pada tahun 2024 bantuan Presiden diserahkan di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, tahun 2025 di Masjid Baitul Ikhlas Waleure Langowan Timur, dan tahun 2026 ini di Masjid Imam Bonjol Pineleng,” jelasnya.
Menariknya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa. Dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, hanya Kabupaten Minahasa yang menganggarkan bantuan sapi kurban pada tahun 2026.
Kehadiran Baznas Minahasa dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat solidaritas sosial, mempererat silaturahmi, serta menjaga nilai-nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Minahasa.
Adapun daftar penerima bantuan kemasyarakatan sapi kurban Tahun 2026 meliputi:
Bantuan Pemerintah Kabupaten Minahasa
Mushola Syabilurrosyad Kejaksaan Negeri Minahasa – Kembuan, Tondano Utara
Mushola Nuur Al-Adli Pengadilan Negeri Tondano – Wewelen, Tondano Barat
Mushola Al-Hidayah Polres Minahasa – Kembuan, Tondano Utara
Mushola Al-Muhajirin Kodim 1302 Minahasa – Sasaran, Tondano Barat
Masjid Al-Ikhlas Atep Oki Lembean Timur – Atep Oki, Lembean Timur
Masjid At’ Taqwa Waleure Langowan Timur – Amongena III, Langowan Timur
Masjid Al-Mukarabim Poopoh Tombariri – Poopoh, Tombariri
Masjid Baitul Makmur Kampung Jawa Tondano Utara – Kampung Jawa, Tondano Utara
Masjid Nurul Huda Sendangan Kawangkoan – Sendangan Tengah, Kawangkoan
Masjid Diponegoro Tonsea Lama – Tonsea Lama, Tondano Utara
Bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara
Masjid Imam Bonjol Lotta – Lotta, Pineleng
Masjid Marhama Kharisma – Koka, Tombulu
Masjid Al Hikmah – Sumalangka, Tondano Utara
Masjid At Taubah (Lapas) – Kendis, Tondano Timur
Masjid Baithurrahman – Amongena III, Langowan Timur
Bantuan Kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia
Masjid Imam Bonjol Pineleng Satu – Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Momentum Idul Adha tahun ini kembali menjadi bukti bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial terus hidup di Kabupaten Minahasa, menghadirkan harapan dan sukacita bagi masyarakat yang menerima manfaat hewan kurban.
BERITA25/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka I dan Waka IV Baznas Minahasa Silaturahmi dengan Ketua PA Tondano, Tinggalkan Jejak Inspirasi untuk Petani Jagung Minahasa
Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kunjungan silaturahmi yang dilakukan Baznas Minahasa melalui Wakil Ketua I dan Wakil Ketua IV kepada Pengadilan Agama Tondano usai mengetahui kabar perpindahan tugas Ketua PA Tondano, Yang Mulia Al Gazali Mus, Jumat (22/5/2026).
Silaturahmi tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi beliau selama membersamai berbagai program sosial kemasyarakatan bersama Baznas Minahasa, khususnya dalam kolaborasi pemberdayaan kelompok tani jagung di Kabupaten Minahasa.
Selama bertugas di Tondano, YM Al Gazali Mus dikenal aktif membangun semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat kecil. Bersama Baznas Minahasa dan para petani, beliau ikut mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif melalui program tanam jagung yang kini terus berkembang dan mendapat perhatian luas.
Menariknya, kolaborasi tersebut tidak hanya berhenti pada proses penanaman biasa. Program ini bahkan berhasil menghadirkan keterlibatan akademisi dan tenaga ahli pertanian, termasuk dukungan dari Universitas Hasanuddin serta profesor pemulia bibit jagung yang turut mendampingi dan membangkitkan semangat para petani lokal.
Dalam perjalanan program tersebut, kelompok tani binaan kini mulai dipercaya untuk menanam bibit tetua jagung, sebuah tahap penting dalam pengembangan benih jagung yang membutuhkan pendampingan dan ketelitian tinggi. Kepercayaan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para petani Minahasa karena menunjukkan peningkatan kualitas dan keseriusan kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Dalam bincang penuh keakraban bersama jajaran Baznas Minahasa, YM Al Gazali Mus menitipkan pesan agar program kolaborasi ini terus dilanjutkan dan dijaga dengan baik.
“Kelompok tani ini harus terus berjalan. Apalagi sekarang sudah didampingi oleh UNHAS dan profesor pemulia jagung. Ini kesempatan besar untuk petani agar terus berkembang dan maju,” ungkap beliau.
Meski akan menjalankan tugas di tempat baru, kepedulian beliau terhadap perkembangan petani jagung di Minahasa tetap besar. Bahkan beliau menegaskan akan terus memantau dan memberikan dukungan bagi keberlanjutan program tersebut.
“Walaupun sudah pindah tugas, saya akan tetap mensupport semua yang bisa saya bantu,” tutur beliau dengan penuh kepedulian.
Pernyataan tersebut sontak menghadirkan suasana haru bagi para petani dan pengurus Baznas Minahasa. Sosok beliau dinilai bukan hanya sebagai pimpinan lembaga peradilan, tetapi juga figur penggerak yang mampu menghadirkan harapan dan semangat baru bagi masyarakat.
Silaturahmi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara lembaga, akademisi, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan pemberdayaan yang nyata. Dari lahan-lahan yang dahulu terbengkalai, kini tumbuh harapan baru bagi petani, bahkan menuju tahap pengembangan bibit unggul jagung yang bernilai strategis.
Di akhir pertemuan, doa dan harapan pun dipanjatkan agar hubungan persaudaraan serta semangat pengabdian yang telah terbangun bersama YM Al Gazali Mus tetap terjaga, meskipun jarak dan tempat tugas telah berbeda.
BERITA22/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rapat Perdana MTQ XXXI Kabupaten Minahasa 2026 Digelar di Masjid Al Hijrah Rinegetan
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an bersama panitia pelaksana mulai mematangkan persiapan pelaksanaan MTQ Ke-XXXI Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Minahasa yang akan digelar pada 5–7 Juni 2026 di Halaman Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano.
Rapat perdana panitia dilaksanakan di serambi Masjid Al Hijrah usai pelaksanaan Sholat Isya dan dipimpin langsung oleh Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua BTM Al Hijrah Tondano 6/5/2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, perwakilan Kementerian Agama, Baznas, para Ketua LPTQ Kecamatan, serta unsur panitia dan tokoh masyarakat.
Dalam rapat tersebut, panitia secara resmi melaporkan kesiapan awal pelaksanaan MTQ kepada Ketua LPTQ Kabupaten Minahasa, mulai dari kesiapan lokasi, teknis perlombaan, penerimaan kafilah, hingga koordinasi antar seksi kepanitiaan.
Ketua Panitia MTQ XXXI Tahun 2026 Ibrahim Hamid menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ bukan hanya agenda perlombaan semata, tetapi menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan membangun semangat generasi Qurani di Kabupaten Minahasa.
“Kami ingin MTQ ini menjadi kegiatan yang membawa semangat persatuan, syiar Islam, dan pembinaan generasi muda Qurani. Panitia terus bergerak mempersiapkan seluruh kebutuhan agar pelaksanaan nanti berjalan baik dan sukses,” ujar Ketua Panitia.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an H. Syafaruddin Mandeafuddin Mandepunggeng, SE mengapresiasi kesiapan awal panitia dan dukungan seluruh elemen yang terlibat dalam persiapan MTQ tingkat kabupaten tersebut.
“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi semangat panitia dan berharap seluruh pihak terus bersinergi demi suksesnya MTQ Ke-XXXI Kabupaten Minahasa Tahun 2026,” ungkap Ketua LPTQ Minahasa.
Rapat berlangsung penuh semangat kebersamaan dan koordinasi lintas lembaga. Kehadiran berbagai unsur, mulai dari LPTQ Kecamatan, Baznas Minahasa hingga Kementerian Agama, menunjukkan dukungan bersama terhadap suksesnya pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Minahasa tahun 2026.
Pelaksanaan MTQ Ke-XXXI Tahun 2026 diharapkan menjadi ajang syiar Islam sekaligus wadah melahirkan qari dan qariah terbaik yang nantinya akan mewakili Kabupaten Minahasa pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Alumni 94–95 Jaton Gandeng BAZNAS Minahasa, Salurkan Bantuan ke Warga Muslim Atep Oki
Minahasa – Aksi kepedulian ditunjukkan Alumni Angkatan 1994–1995 Kampung Jawa Tondano (Jaton) dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Minahasa. Melalui kegiatan silaturahmi ke Jamaah Masjid Al-Ikhlas Atep Oki, Lembean Timur Minahasa Sabtu (2/5/2026), rombongan menyalurkan bantuan berupa pakaian bekas layak pakai dan beras, gula pasir dan Minyak kelapa untuk fakir miskin serta masyarakat muslim setempat.
Rombongan yang terdiri dari Ketua MUI Kabupaten Minahasa, Lurah Kampung Jawa Tondano, serta sebagian anggota Alumni 94–95 itu berangkat menggunakan empat kendaraan. Seluruh bantuan dikumpulkan lebih dulu di Sekretariat Kantor BAZNAS Minahasa sebelum diberangkatkan ke lokasi.
Ketua MUI Kabupaten Minahasa Hi. Sjaogil Ahmad, S.HI, MH dalam sambutannya menegaskan pentingnya bersegera dalam melakukan kebaikan. Ia mengutip pesan Al-Qur’an agar umat tidak menunda untuk meraih ampunan Allah dengan cara berbagi kepada sesama.
“Orang-orang yang bertakwa itu adalah mereka yang gemar bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk nyata dari nilai tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kampung Jawa Tondano Hidayat Nurhamidin yang mewakili alumni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.
“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi dari ketulusan hati dan kebersamaan yang terbangun. Apa yang dibawa hari ini adalah bentuk kasih dan kepedulian kami untuk masyarakat,” katanya.
Ucapan terima kasih juga datang dari Imam Masjid Al-Ikhlas Atep Oki Hamid Husein mengaku terharu atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh para alumni.
“Kehadiran ini bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga kebahagiaan bagi masyarakat. Silaturahmi seperti ini sangat berarti dan semoga terus terjaga,” ungkapnya.
Pimpinan BAZNAS Minahasa melalui Waka IV Baznas Minahasa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan Alumni 94–95 Jaton. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi dalam kebaikan yang patut diteladani.
“Kami sangat mengapresiasi langkah para alumni yang tidak hanya berkumpul, tetapi juga tergerak untuk melakukan aksi nyata. Ini adalah bentuk kolaborasi kebaikan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan seperti ini memiliki nilai edukasi dan inspirasi yang kuat bagi masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga pesan moral bahwa setiap komunitas memiliki peran dalam membangun kepedulian. Semangat berbagi ini diharapkan bisa menginspirasi banyak pihak untuk ikut bergerak bersama dalam kebaikan,” tambahnya.
BERITA03/05/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Ucapkan Selamat, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Jadi Rektor Unhas
Minahasa – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan kembali Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030.
Prof Jamaluddin Jompa resmi dilantik pada 27 April 2026 oleh Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas. Pelantikan ini menandai masa jabatan keduanya dalam memimpin salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
BAZNAS Minahasa mengapresiasi peran aktif Universitas Hasanuddin yang selama ini telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui bantuan bibit jagung kepada petani binaan.
“Selamat dan sukses atas amanah yang kembali dipercayakan. Semoga membawa kemajuan bagi dunia pendidikan serta kebermanfaatan luas bagi masyarakat,” ujar Pimpinan BAZNAS Minahasa dalam keterangannya.
Menurut BAZNAS Minahasa, kolaborasi yang telah terjalin diharapkan dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui pendampingan, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas petani ke depan.
Pada periode keduanya, Prof Jamaluddin Jompa akan berfokus pada penguatan rencana strategis universitas, adaptasi terhadap perkembangan zaman, serta pengembangan teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI) dan robotika.
BAZNAS Minahasa berharap kepemimpinan berkelanjutan ini mampu membawa Universitas Hasanuddin semakin maju dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal
Minahasa – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim Rumah Sehat BAZNAS bergerak cepat merespons kecelakaan tabrakan kereta api antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026).
Tim diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban sekaligus memberikan layanan kesehatan darurat di lokasi kejadian. Pada tahap awal, BAZNAS mengirimkan tim medis yang terdiri dari satu dokter serta didukung dua unit ambulans.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam situasi darurat.
“Kami menurunkan tim Rumah Sehat BAZNAS lengkap dengan ambulans untuk membantu evakuasi korban dan memastikan mereka segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Menurut Sodik, tim BAZNAS bersama petugas gabungan turut mengevakuasi korban dari rangkaian kereta, sekaligus memberikan pertolongan pertama sebelum korban dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tambahnya.
BAZNAS, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.
Berdasarkan data terbaru per Selasa (28/4/2026) pagi, tercatat sebanyak 7 orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Selain itu, 81 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Data korban sebelumnya sempat berubah, dari tiga orang, kemudian meningkat menjadi empat, lima, hingga akhirnya dikonfirmasi menjadi tujuh korban meninggal dunia.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Santuni 15 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Hadir Sejak Evakuasi hingga Pemakaman
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Tak hanya menerjunkan tim sejak awal kejadian, BAZNAS juga memberikan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian nyata bagi mereka yang ditinggalkan.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS merupakan bagian dari mandat untuk selalu berada di garis depan dalam setiap kondisi darurat.
“Untuk para korban yang wafat berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan masing-masing sebesar Rp3 juta kepada keluarga,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak, Selasa (28/4/2026).
Sejak kabar kecelakaan mencuat, tim BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka terlibat dalam proses evakuasi korban, memberikan pertolongan medis awal, hingga memastikan korban mendapatkan rujukan ke rumah sakit terdekat.
Tak hanya itu, layanan ambulans, dukungan tenaga medis, hingga distribusi logistik seperti makanan ringan dan air minum turut diberikan kepada para korban terdampak.
Langkah cepat ini menjadi gambaran kesiapsiagaan BAZNAS dalam merespons situasi darurat. Bahkan, menurut Sodik, saat ini BAZNAS telah memperkuat struktur tanggap daruratnya dengan menghadirkan unit baru.
“Selain tim tanggap bencana, kini kami juga memiliki tim tanggap duafa. Begitu peristiwa terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan,” jelasnya.
BAZNAS menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada tahap awal. Pendampingan akan terus dilakukan, terutama bagi keluarga korban yang masuk kategori rentan.
Salah satu fokus utama adalah anak-anak yatim yang ditinggalkan korban. BAZNAS membuka peluang bantuan lanjutan, mulai dari pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
“Jika terdapat korban yang meninggalkan anak yatim atau kondisi rumah tidak layak, maka kami akan berikan bantuan secara menyeluruh,” kata Sodik.
Program-program yang disiapkan meliputi bantuan kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dalam penanganan dampak kecelakaan ini, berbagai pihak turut terlibat. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi dilakukan secara cepat sejak malam kejadian.
“Langsung malam itu saya perintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Termasuk BAZNAS, Damkar, BNPB, hingga PMI. Bantuan yang diberikan juga mencakup hingga proses pemakaman,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana membutuhkan sinergi berbagai elemen untuk memastikan korban dan keluarga mendapatkan penanganan terbaik.
Di balik angka korban, tersimpan kisah pilu yang menyentuh hati. Salah satu korban, Nuryati (65), diketahui meninggalkan delapan anak dan enam cucu.
Perwakilan keluarga korban, Halimah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan BAZNAS.
“Kami sangat berterima kasih, mulai dari bantuan ambulans, santunan, hingga kunjungan dan perhatian kepada keluarga kami,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama bangsa. Kehadiran BAZNAS di tengah duka menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya berdampak dalam kondisi normal, tetapi juga menjadi harapan di saat krisis.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
MPU Aceh Salurkan Infak Rp1 Miliar ke BAZNAS RI untuk Palestina, Bukti Kepedulian Tak Pernah Padam
Jakarta – Kepedulian terhadap rakyat Palestina kembali ditunjukkan masyarakat Aceh. Melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, infak kemanusiaan sebesar Rp1 miliar disalurkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk membantu warga Palestina yang masih dilanda krisis kemanusiaan.
Penyerahan bantuan tahap kedua ini dilakukan langsung oleh Ketua MPU Aceh, Faisal M. Ali, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi masyarakat Aceh dalam membantu sesama, khususnya rakyat Palestina.
“Dimotivasi oleh semangat agama, kita meyakini bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, Allah akan memberikan pertolongan-Nya ketika kita juga peduli kepada saudara-saudara kita,” ujar Sodik.
Ia menegaskan, dana infak kemanusiaan ini akan disalurkan secara aman dan tepat sasaran dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BAZNAS memastikan bantuan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi akan diwujudkan dalam bentuk nyata sesuai kebutuhan di lapangan. Penyaluran tahap awal direncanakan dalam bentuk makanan, peralatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Menariknya, BAZNAS juga telah merancang pengiriman bantuan lanjutan yang dijadwalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, tahap berikutnya akan difokuskan pada pembangunan fasilitas umum dengan menggandeng pasukan perdamaian internasional.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Palestina,” tegas Sodik.
Aceh: Pernah Terluka, Kini Menguatkan Dunia
Sementara itu, Ketua MPU Aceh, Faisal M. Ali, menegaskan bahwa bantuan ini berasal dari masyarakat Aceh yang terus menunjukkan solidaritas global, meski daerah mereka sendiri pernah dilanda berbagai bencana.
“Kami di Aceh pernah mengalami ujian besar, mulai dari tsunami hingga banjir. Namun itu tidak menghalangi kami untuk tetap peduli terhadap saudara-saudara di Palestina,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian ini justru menjadi cerminan kekuatan spiritual dan sosial masyarakat Aceh yang tidak pernah surut.
Dalam kesempatan tersebut, MPU Aceh juga mendorong adanya penguatan kerja sama dengan BAZNAS dalam berbagai program kemanusiaan ke depan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah kolaborasi simbolis melalui pencantuman identitas MPU Aceh dalam program-program BAZNAS, sebagai bentuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan umat.
“Kami berharap sinergi ini terus terjalin demi menjaga semangat kepedulian masyarakat Aceh dan umat Islam secara luas,” kata Faisal.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Dorong Generasi Muda Tembus Masa Depan: Beasiswa Cendekia Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Yogyakarta — Semangat membangun generasi unggul kembali digaungkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dalam momentum Halal Bihalal IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta, ajakan kuat disampaikan kepada kaum muda untuk tidak menyia-nyiakan peluang besar melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar kebutuhan, tetapi kunci strategis dalam membentuk masa depan bangsa.
“Beasiswa Cendekia BAZNAS adalah investasi besar untuk melahirkan sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia menuju puncak kejayaan di tahun 2045,” tegasnya dalam pemaparan bertajuk Peran BAZNAS dalam Penguatan Pendidikan untuk Menciptakan Generasi Unggul Masa Depan, Sabtu (18/4/2026).
Program BCB hadir bukan hanya sebagai bantuan pendidikan, melainkan sebagai gerakan transformasi sosial berbasis zakat. Fokus utamanya adalah membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera agar mampu menembus batas dan meraih pendidikan tinggi berkualitas.
Hingga saat ini, jangkauan program ini telah berkembang pesat. BAZNAS mencatat kerja sama dengan 223 institusi pendidikan, terdiri dari 171 perguruan tinggi dan 52 Ma’had Aly di seluruh Indonesia. Dampaknya nyata—pada tahun 2025 saja, sebanyak 2.904 mahasiswa telah merasakan manfaat program ini.
Dukungan kuat juga datang dari dunia akademik. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi BAZNAS dalam memperkuat sektor pendidikan nasional.
“Ini bukan sekadar beasiswa. Ini adalah pintu menuju masa depan global. Para kader muda harus berani mengambil peluang—bahkan hingga ke luar negeri,” ujarnya penuh optimisme.
Langkah BAZNAS ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN dan visi besar Asta Cita, yang menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pesan ini menjadi jelas: kesempatan sudah dibuka, jalan sudah disiapkan—tinggal keberanian generasi muda untuk melangkah dan menaklukkan masa depan.
BERITA19/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Siapkan Kurban Hingga Palestina dan Wilayah Bencana, 10 Persen Dialokasikan Khusus Sumatra
Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan terobosan dalam program kurban tahun 2026. Melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa, BAZNAS memastikan distribusi hewan kurban tak hanya menjangkau pelosok negeri, tetapi juga wilayah bencana hingga Palestina.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan strategi distribusi tahun ini dirancang lebih merata dan berdampak luas, tidak sekadar memenuhi ibadah spiritual, tetapi juga sebagai instrumen keadilan sosial.
“Kami sudah menetapkan persentase pendistribusian, terutama untuk daerah miskin, terpinggirkan, dan wilayah bencana,” ujar Sodik dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
BAZNAS mengalokasikan 10 persen khusus untuk wilayah bencana, dengan rincian:
3 persen untuk Aceh
5 persen untuk Sumatra Utara
2 persen untuk Sumatra Barat
Selain itu, BAZNAS juga membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurban ke Palestina, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi wilayah terdampak konflik dan rawan pangan.
“Untuk Palestina, kami bekerja sama dengan mitra luar negeri. Distribusi dilakukan dalam bentuk daging segar maupun olahan, menyesuaikan kondisi wilayah,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, memastikan skema kurban tahun ini juga dirancang untuk memberdayakan ekonomi peternak lokal.
Menurutnya, hewan kurban yang disalurkan diprioritaskan berasal dari peternak binaan BAZNAS dan mitra di berbagai daerah.
“Kita ingin kurban ini tidak hanya sampai ke penerima manfaat, tapi juga menggerakkan ekonomi peternak kecil,” ujarnya.
Saat ini, BAZNAS memiliki 42 Balai Ternak yang tersebar di seluruh Indonesia, lengkap dengan jaringan peternak rumahan yang menjadi mitra pemberdayaan.
Dengan skema ini, program kurban BAZNAS tidak hanya menjangkau masyarakat di daerah terpencil, wilayah minoritas muslim, dan keluarga prasejahtera, tetapi juga menciptakan efek berganda—ibadah tersalurkan, ekonomi rakyat pun ikut tumbuh.
Langkah ini mempertegas peran BAZNAS dalam menjadikan kurban sebagai gerakan sosial yang berdampak luas—dari desa terpencil di Indonesia hingga wilayah konflik di dunia.
BERITA17/04/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →