Berita Terbaru
Pos Mudik BAZNAS Hadir di Tasikmalaya, Pemudik Bisa Istirahat, Pijat Gratis hingga Dapat Takjil
Tasikmalaya – Arus mudik Lebaran 2026 kian padat. Di tengah perjalanan panjang yang melelahkan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi bagi para pemudik dengan membuka Pos Mudik di Tasikmalaya.
Tak sekadar tempat singgah, Pos Mudik BAZNAS ini menyediakan beragam layanan gratis yang bisa dimanfaatkan pemudik selama periode 16 hingga 27 Maret 2026.
Mulai dari layanan kesehatan, masjid, toilet darurat, ruang laktasi, dapur air, wifi, layanan charger, tempat istirahat, pijat gratis, hingga ruang ramah anak—semuanya tersedia untuk menunjang kenyamanan perjalanan.
Tak hanya itu, program Bank Makanan juga dihadirkan dengan menyediakan takjil hingga makanan berat, khususnya saat sahur dan berbuka puasa.
Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan kehadiran Pos Mudik ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pemudik.
“BAZNAS dari tahun ke tahun selalu menghadirkan Pos Mudik. Ini adalah ikhtiar kami untuk memberikan bantuan terbaik bagi para pemudik yang merupakan ibnu sabil,” ujar Imdadun, Kamis (19/3/2026).
Ia menambahkan, seluruh fasilitas tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang dikelola secara amanah untuk kemaslahatan umat.
“Kami optimalkan pemanfaatannya, termasuk untuk Pos Mudik Gratis ini agar perjalanan masyarakat lebih aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, menjelaskan Pos Mudik BAZNAS tersebar di 21 titik strategis di seluruh Indonesia.
Menurutnya, Pos Mudik di Tasikmalaya termasuk salah satu pos utama dengan fasilitas paling lengkap.
“Di Tasikmalaya ini cukup besar, ada sekitar 10 hingga 12 layanan. Sementara di titik lain minimal lima layanan utama tetap tersedia,” jelasnya.
Ia juga memastikan setiap pos dilengkapi tenaga medis.
“Dokter dan perawat selalu siaga untuk memberikan layanan kesehatan bagi pemudik,” tambah Fikri.
Kehadiran Pos Mudik BAZNAS ini pun dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik.
Rais, pemudik asal Tangerang yang menuju Pangandaran dan Yogyakarta, mengaku fasilitas yang tersedia sangat membantu.
“Fasilitasnya lengkap. Ada kasur darurat, pijat gratis, sampai takjil dan makanan berat. Ini sangat membantu kami di perjalanan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lendra, pemudik asal Sumedang yang mudik bersama keluarga.
“Kami singgah saat sudah lelah. Di sini anak-anak bisa bermain, kami dapat pijat, takjil, dan layanan kesehatan gratis. Lengkap sekali,” katanya.
BAZNAS berharap, kehadiran Pos Mudik di berbagai titik strategis ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga berkontribusi menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan selama perjalanan.
Di tengah padatnya arus mudik, Pos Mudik BAZNAS menjadi oase bagi para pemudik—tempat bernaung sejenak, mengisi energi, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.
Karena mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tapi juga tentang memastikan setiap langkah sampai dengan selamat.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bangun Kelas Darurat di Gaza, Jaga Asa Pendidikan Anak Palestina di Tengah Krisis
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan global. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional membangun tujuh tenda kelas darurat bagi anak-anak di Beit Lahia, Gaza Utara, Palestina.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun berada di tengah situasi krisis kemanusiaan yang belum mereda.
Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai ruang belajar sementara yang dilengkapi meja dan kursi. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak Gaza.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat bencana dan konflik.
“Kami ingin anak-anak di Gaza tetap memiliki ruang belajar yang aman dan layak. Tenda kelas darurat ini diharapkan membantu mereka melanjutkan kegiatan belajar meskipun berada di tengah situasi yang sulit,” ujar Sodik dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, pembangunan kelas darurat ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak yang terdampak konflik.
Tak lupa, BAZNAS juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto serta masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan untuk Palestina.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina terus hidup,” tambahnya.
Tampung 100 Anak, Belajar Bergantian
Fasilitas kelas darurat ini dirancang mampu menampung hingga 100 anak. Sistem belajar dibagi menjadi dua sesi, dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 45 hingga 50 siswa.
Selain tenda yang kokoh, sarana pendukung seperti meja dan kursi juga disediakan untuk menunjang kenyamanan proses belajar.
Kehadiran fasilitas ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak. Salah satunya dirasakan oleh Zeina Al Motawaq (8), siswa sekolah dasar di Gaza.
“Kami dulu sangat kesulitan. Kami duduk di lantai saat menulis sampai punggung kami sakit. Sekarang kami sangat bersyukur sudah ada meja dan kursi. Terima kasih masyarakat Indonesia, terima kasih BAZNAS,” ujarnya.
Bantuan Kemanusiaan Terus Bergulir
Selain pembangunan kelas darurat, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Mulai dari paket pangan, hidangan berbuka puasa, layanan kesehatan, hingga distribusi air bersih, pakaian, dan selimut.
Tak hanya itu, BAZNAS juga membangun berbagai fasilitas darurat lainnya seperti tenda pemukiman, tenda rumah, hingga tenda masjid untuk membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.
Ajak Masyarakat Terus Berkontribusi
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini melalui program Dompet Solidaritas Palestina.
Kontribusi dapat disalurkan melalui: BSI 100.426.6893 a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui laman resmi: baznas.go.id/bantupalestina
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Kisah Rojali Bangkit dari Banjir Aceh Tamiang: Dari Korban Jadi Relawan Dapur Umum BAZNAS
Aceh Tamiang – Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November lalu menyisakan luka mendalam. Rumah hanyut, harta benda lenyap, dan kehidupan berubah seketika.
Namun di balik duka itu, muncul kisah keteguhan dari seorang penyintas bernama Muhammad Rojali (44).
Melalui program Dapur Umum Hidangan Berkah Ramadan yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Rojali tak hanya menjadi penerima bantuan. Ia memilih bangkit—menjadi relawan, memasak untuk sesama korban.
“Awalnya saya hanya menerima bantuan makanan, tapi saya tergerak hati untuk ikut membantu memasak. Saya merasa tidak enak kalau hanya menerima saja,” ujar Rojali saat ditemui di tenda pengungsian Desa Lubuk Sidup.
Rumah Rojali hanyut tanpa sisa. Kini, ia tinggal di tenda darurat bersama istri dan tiga anaknya. Di tengah keterbatasan itu, dapur umum menjadi tumpuan utama kebutuhan pangan warga.
Setiap hari, dapur tersebut mengolah sekitar 50 kilogram beras untuk menyediakan hingga 700 porsi makanan bagi para penyintas.
Menariknya, dapur ini tidak dijalankan oleh pihak luar semata, melainkan oleh warga sendiri secara gotong royong—memasak sayur, ikan, hingga menyiapkan takjil berbuka puasa.
“Kalau tidak ada program ini, kami kesulitan. Untuk masak daging saja kami belum mampu. Tapi melalui bantuan BAZNAS, kami bisa makan dengan layak dan bergizi,” tutur Rojali.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menegaskan bahwa dapur umum ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pemulihan mental masyarakat.
“Filosofi zakat adalah memberdayakan. Lewat dapur umum ini, BAZNAS tidak hanya menyalurkan makanan, tetapi juga menciptakan ekosistem gotong royong,” jelas Subhan.
Menurutnya, pelibatan langsung para penyintas menjadi kunci untuk membangun kembali rasa percaya diri dan kemandirian kolektif di tengah masa sulit.
Bagi Rojali, dapur umum ini bukan sekadar tempat memasak, tetapi ruang untuk bangkit dan menemukan kembali makna kebersamaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Bantuan ini memberi semangat bagi kami untuk terus kuat,” ucapnya.
BAZNAS sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para penyintas hingga tahap rehabilitasi pascabencana.
Kisah Rojali menjadi bukti—bahwa di tengah kehilangan, zakat mampu menggerakkan hati, menumbuhkan solidaritas, dan menghidupkan kembali harapan.
Di antara tenda-tenda pengungsian, api dapur umum itu tak hanya memasak makanan—tetapi juga menyalakan semangat untuk bangkit bersama.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Asisten I Setdakab Minahasa Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Pelayanan Publik
Minahasa – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Riviva Maringka selaku Asisten I Setdakab Minahasa dalam ucapan resminya. Jumat, 20/3/2026
Dalam keterangannya, Riviva mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk mempererat persatuan serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Minahasa.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum suci ini menjadi penguat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sebagai Asisten I yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Riviva menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial, ketertiban umum, serta membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, Idulfitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“Kita ingin masyarakat Minahasa tetap hidup rukun dalam keberagaman. Nilai saling menghormati harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Riviva juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan humanis, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap siaga dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Kehadiran pemerintah harus dirasakan, terutama dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan masyarakat selama Idulfitri,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Riviva juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, semangat berbagi dan solidaritas yang tumbuh di bulan Ramadan harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial. Kepedulian terhadap sesama adalah bagian penting dari pembangunan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Riviva berharap Idulfitri tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Minahasa dan menjadi energi baru untuk membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, serta semangat baru untuk terus berkarya dan mengabdi bagi Minahasa yang lebih baik,” pungkasnya.
Momentum Idulfitri 1447 H pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga penguat nilai persatuan, pelayanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Minahasa Tekankan Nilai Fitrah dan Kerukunan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026
Minahasa – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ruang penguatan nilai spiritual dan sosial di Kabupaten Minahasa. Hal tersebut tercermin dari pernyataan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, saat menghadiri kegiatan silaturahmi usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Kampung Jawa Tondano, Sabtu (21/3/2026).
Kehadiran Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut merupakan bagian dari representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat, khususnya umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, sebelum pelaksanaan Salat Id dimulai.
Dalam keterangannya, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Idul Fitri memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan keagamaan, melainkan sebagai momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.
“Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali kepada fitrah serta mempererat kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Minahasa, seraya mengajak masyarakat untuk menjadikan momen tersebut sebagai sarana memperkuat persaudaraan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi karakteristik masyarakat Minahasa. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan semangat Mapalus harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama.
“Kerukunan umat beragama di Minahasa telah terbangun dengan baik dan perlu terus dipelihara. Momentum Idul Fitri ini menjadi salah satu wujud nyata dari harmonisasi tersebut,” katanya.
Usai pelaksanaan Salat Id yang dimulai pukul 07.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan ramah tamah antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kampung Jawa Tondano.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, M.Si , Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si , serta sejumlah kepala perangkat daerah dan camat Tondano Utara.
Pelaksanaan Salat Id dipimpin oleh Ustad Hardianto Masuara sebagai imam, dengan khutbah yang disampaikan oleh Habib Umar Bin Thoha yang menekankan pentingnya menjaga nilai keimanan dan persaudaraan.
Dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut menjadi refleksi nyata bahwa Idul Fitri tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam mempererat kohesi masyarakat di Kabupaten Minahasa.
BERITA21/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Jelang Lebaran, BAZNAS Gandeng The Park Sawangan Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Depok – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi dengan The Park Sawangan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan Ramadan, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Aksi sosial bertajuk “Meraih Keberkahan di Bulan yang Penuh Berkah Bersama Sahabat Yatim dan Dhuafa” ini digelar di kawasan pusat perbelanjaan The Park Sawangan, Depok, Rabu (18/3/2026).
Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BAZNAS dan pihak pengelola mal dalam menghadirkan program sosial di ruang publik.
“Alhamdulillah di bulan yang baik ini BAZNAS masih terus memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat berbagi bisa tumbuh di mana saja, termasuk di pusat perbelanjaan,” ujar Arifin dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Ia menegaskan, BAZNAS ingin memastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara luas, terutama oleh anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan perhatian lebih menjelang Lebaran.
Sinergi Zakat, Perluas Jangkauan Manfaat
Arifin menilai, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi strategi penting untuk memperluas penghimpunan sekaligus pendistribusian zakat agar semakin tepat sasaran.
Tak hanya penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya berbagi di bulan Ramadan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di momen Ramadan dan Idulfitri,” tambahnya.
Mal Jadi Ruang Berbagi
Pihak manajemen The Park Sawangan menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Sebagai pusat aktivitas publik, mereka merasa memiliki peran untuk menghadirkan manfaat sosial, tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang empati.
“Kolaborasi dengan BAZNAS ini menjadi langkah nyata kami dalam menghadirkan kebermanfaatan di ruang publik. Dengan sinergi ini, bantuan bisa menjangkau lebih luas dan tepat sasaran,” ujar pihak manajemen.
Mereka berharap, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat luas untuk ikut berbagi, terutama di bulan suci Ramadan.
Hadirkan Senyum Jelang Lebaran
Santunan yang diberikan diharapkan mampu menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di tengah persiapan menyambut Idulfitri.
Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial.
Sebab, di balik setiap bantuan yang diberikan, ada harapan yang tumbuh—bahwa kebahagiaan Lebaran adalah milik semua.
BERITA20/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pimpinan Wilayah Pergunu Sulawesi Utara Sampaikan Pesan Idul Fitri 1447 H: Momentum Kembali ke Fitrah dan Menguatkan Perjuangan Pendidikan
Sulawesi Utara — Dalam suasana penuh kemenangan dan kehangatan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Sulawesi Utara menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan reflektif kepada seluruh masyarakat, khususnya para guru dan pejuang pendidikan di Bumi Nyiur Melambai.
Atas nama pribadi, keluarga, serta dalam kapasitas sebagai Ketua PW Pergunu Sulawesi Utara dan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendis), Ahmad Sholeh menyampaikan:
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin.”
Ucapan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ajakan mendalam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik spiritual—kembali kepada kesucian hati (fitrah), mempererat silaturahmi, serta memperkuat komitmen dalam pengabdian.
Dalam perannya juga sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh menegaskan bahwa Idul Fitri adalah momentum strategis untuk membangun harmoni sosial dan spiritual di tengah masyarakat yang majemuk.
“Momentum Idul Fitri ini mari kita jadikan sebagai ruang untuk saling memaafkan, menghapus sekat perbedaan, serta kembali ke fitrah sebagai insan yang bersih dan penuh kasih,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memberikan perhatian khusus kepada para guru dan tenaga pendidik di Sulawesi Utara. Menurutnya, para pendidik bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga penjaga nilai, pembentuk karakter, dan pelita peradaban.
“Kepada seluruh guru dan penjuang pendidikan di Sulawesi Utara, selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta. Semoga kebersamaan ini menjadi sumber energi baru untuk terus mengabdi, mendidik, dan menginspirasi generasi bangsa,” tambahnya.
PW Pergunu Sulawesi Utara berharap, semangat Idul Fitri tahun ini mampu memperkuat solidaritas antarpendidik, meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berdaya saing.
Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, pesan Idul Fitri dari PW Pergunu menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada kualitas manusianya—dan guru adalah garda terdepan dalam membentuknya.
BERITA20/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Kolaborasi dengan UPZ Masjid, Salurkan Beras Zakat di Rinegetan Tondano
Tondano 18/3/2026– Komitmen menghadirkan keberkahan Ramadhan diwujudkan oleh BAZNAS Minahasa melalui kolaborasi bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dalam penyaluran beras zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak.
Kegiatan pendistribusian dilaksanakan di Kelurahan Rinegetan, tepatnya kepada jamaah Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano. Dalam kegiatan ini, Ketua UPZ Minahasa, Samsul Arif, bersama anggota UPZ turut langsung menyalurkan bantuan kepada para penerima manfaat dari delapan golongan (asnaf).
Sebanyak 13 karung beras ukuran 5 kilogram disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bagian dari amanah zakat fitrah yang dipercayakan kepada BAZNAS untuk dikelola dan didistribusikan secara tepat sasaran.
Ketua UPZ Minahasa, Samsul Arif, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh BAZNAS.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dipercayakan oleh BAZNAS untuk bersama-sama menyalurkan zakat fitrah ini. Hari ini kami menerima 13 karung beras untuk dibagikan kepada para mustahik,” ujarnya.
Ia juga mendoakan para muzaki yang telah menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Semoga para muzaki diberikan umur panjang, kesehatan, dan keberkahan. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini BAZNAS Minahasa mendapat amanah untuk menyalurkan sekitar 500 kilogram beras zakat fitrah yang berasal dari BAZNAS Sulawesi Utara.
“Ini adalah bentuk kepercayaan yang harus kami jaga dengan baik. Semoga ke depan BAZNAS Minahasa terus mendapatkan dukungan dari masyarakat, sehingga bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujarnya.
Momentum ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS.
Dengan sistem pengelolaan yang transparan, terstruktur, dan berbasis data, zakat dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran kepada delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam.
Penyaluran melalui lembaga resmi juga memastikan bahwa zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi program pemberdayaan ekonomi umat.
BAZNAS Minahasa mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Dengan dukungan umat, zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, sinergi antara BAZNAS Minahasa dan UPZ masjid diharapkan semakin kuat, sehingga distribusi zakat dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar.
“Zakat adalah amanah. Ketika dikelola bersama, dampaknya akan jauh lebih besar. Inilah saatnya umat bersatu dalam kebaikan,” menjadi pesan penutup yang menguatkan semangat kolaborasi tersebut.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Harmoni Lintas Iman di Tondano: Gereja Advent dan Masjid Al Hijrah Bersatu Tebar Kebaikan di Bulan Suci
Tondano, 18 Maret 2026 – Suasana penuh kehangatan dan persaudaraan lintas iman terasa begitu kuat di Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano, saat berlangsungnya kegiatan silaturahmi, buka puasa bersama, serta penyaluran bantuan sosial kepada kaum dhuafa dan marbot masjid.
Kegiatan yang digelar di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan tokoh-tokoh dari Asosiasi Kependetaan Gereja Masehi Advent Hari Ke-Tujuh Daerah Konferens Minahasa dengan jajaran pengurus masjid, serta dihadiri oleh perwakilan BAZNAS Minahasa.
Sebanyak 30 paket bantuan sembako disalurkan kepada para dhuafa dan marbot masjid sebagai wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Kehadiran tokoh-tokoh lintas iman dalam satu ruang kebersamaan menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan mampu menyatukan perbedaan dalam harmoni yang indah.
Tokoh-Tokoh yang Hadir
Dari Gereja Advent:
Pdt. Meidy Wakulu
Pdt. Nixen Tumarar
Pdt. Samuel Lontaan
Pdt. Gerry Taebenu
Bpk. Yohan Goni
Bpk. Andre Mambu
Bpk. Jimmy Lolowang
Dari Masjid Al Hijrah:
Bpk. Ibrahim Hamid (Ketua BTM)
Bpk. Kiki Palamani (Imam Masjid)
Bpk. Samsul Arif (Ketua UPZ)
Bpk. Mulyadi, SE (Ketua Majelis Taklim
Imam Masjid Al Hijrah, Bpk. Kiki Palamani, menyampaikan rasa syukur dan haru atas kebersamaan tersebut:
“Ini adalah bukti bahwa nilai kasih sayang dan kepedulian tidak dibatasi oleh perbedaan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami merasakan kehadiran saudara-saudara kami sebagai kekuatan yang mempererat persaudaraan kemanusiaan.”
Sementara itu, Pdt. Nixen Tumarar menegaskan pentingnya cinta kasih dalam kehidupan sosial:
“Kami hadir membawa pesan bahwa cinta kasih adalah jembatan yang menyatukan kita semua. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan dan melayani sesama.”
Perwakilan BAZNAS Minahasa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mulia ini.
“Kegiatan ini adalah contoh nyata ukhuwah insaniyah—persaudaraan kemanusiaan—yang sangat relevan di tengah kehidupan masyarakat saat ini. BAZNAS Minahasa melihat bahwa kolaborasi seperti ini bukan hanya memperkuat nilai toleransi, tetapi juga memperluas dampak kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan.”
Lebih lanjut disampaikan:
“Semangat berbagi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini sejalan dengan misi BAZNAS dalam menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap kolaborasi lintas iman seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.”
Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Doa, kebersamaan, dan kepedulian menyatu dalam satu momen yang sarat makna.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Di Balik Layanan Zakat, Ada Kepedulian Sunyi yang Menguatkan BAZNAS Minahasa
Tondano 19/3/2026— Menjelang penghujung Ramadhan 1447 Hijriah, di saat aktivitas pelayanan kepada umat mencapai puncaknya, sebuah kepedulian sederhana hadir tanpa banyak sorotan. Seorang donatur secara tulus membantu menopang kebutuhan operasional BAZNAS Minahasa, memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan komunikasi lembaga—sebuah aspek yang kerap tak terlihat, namun menjadi urat nadi dalam menghubungkan muzaki, mustahik, dan pengelola zakat.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, bantuan itu menjadi lebih dari sekadar dukungan teknis. Ia menjelma menjadi simbol kepercayaan.
“Di balik setiap layanan yang kami berikan, ada proses yang tidak selalu terlihat. Bantuan ini bukan hanya meringankan, tetapi juga menguatkan,” ujar perwakilan BAZNAS Minahasa.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di daerah dengan dinamika sosial yang khas, BAZNAS Minahasa menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pola berzakat masyarakat yang masih bersifat langsung, keterbatasan dukungan, serta rendahnya literasi zakat kelembagaan menjadi bagian dari realitas yang dihadapi.
Namun demikian, pelayanan tidak berhenti.
Di ruang-ruang sederhana, melalui perangkat komunikasi yang terus diupayakan tetap aktif, koordinasi penyaluran zakat, pendataan mustahik, hingga respon kebutuhan darurat masyarakat tetap dijalankan.
Dalam konteks itulah, bantuan kecil menjadi signifikan.
Ia menjaga agar pelayanan tidak terputus.
Wakil Ketua IV BAZNAS Minahasa Sahlan Kokalo menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam pengelolaan zakat.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian ini. Di tengah berbagai keterbatasan, kepercayaan seperti inilah yang menjadi energi bagi kami untuk terus melayani umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap dukungan—sekecil apa pun—memiliki arti strategis dalam menjaga kesinambungan layanan.
“Zakat bukan hanya tentang distribusi bantuan, tetapi tentang menjaga amanah. Dan amanah itu hanya bisa dijalankan jika ada kepercayaan,” katanya.
Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah akan memiliki dampak lebih luas jika dikelola secara terarah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Minahasa.
Dengan sistem yang terus dibenahi menuju transparansi dan akuntabilitas, BAZNAS Minahasa berupaya menjaga kepercayaan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Kami percaya, dengan kebersamaan, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Waka IV.
BERITA19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Beras Zakat di Desa Tikela, Hadirkan Kebahagiaan di Wilayah Perkebunan
Minahasa 17/3/2026— Semangat kepedulian dan amanah zakat kembali diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa melalui penyaluran bantuan beras zakat kepada masyarakat di Desa Tikela, Kecamatan Tombulu.
Wilayah Desa Tikela yang berada di kawasan perkebunan dan pemukiman, serta berjarak cukup jauh dari pusat pemerintahan kecamatan, menjadi salah satu perhatian dalam distribusi zakat. Kondisi geografis tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pendistribusian bantuan ini turut dibantu oleh Imam Masjid Daarus Sa’aada Manado yang berperan aktif dalam memberikan data penerima manfaat. Data tersebut difokuskan kepada warga yang berdomisili dengan KTP asal Kabupaten Minahasa, sehingga penyaluran zakat dapat tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip keadilan dalam Islam.
Sebanyak 10 penerima manfaat menerima bantuan beras zakat dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Mereka mengaku, selama ini baru pertama kali mendapatkan bantuan dari BAZNAS Minahasa.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa senang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkap salah satu penerima dengan penuh haru.
BAZNAS Minahasa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Imam Masjid Daarus Sa’aada Ust. Thomas yang telah membantu dalam proses pendataan sekaligus ikut serta dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Sinergi ini menjadi contoh nyata kolaborasi dalam kebaikan, sebagaimana ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan.
Penyaluran zakat ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan sosial semata, tetapi juga mengandung nilai edukasi tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan umat. Zakat adalah hak bagi mereka yang membutuhkan, dan kewajiban bagi yang mampu, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang pentingnya berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Minahasa berharap kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, serta memperkuat semangat solidaritas dan ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Dari zakat, tumbuh keberkahan. Dari berbagi, lahir kebahagiaan.”
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!
Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, ancaman disinformasi dan misinformasi kini menjelma menjadi tantangan global yang serius. Namun di balik situasi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki arah dan strategi yang jelas untuk menghadapinya.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa BAZNAS tidak berjalan tanpa arah. Justru sebaliknya, lembaga ini dinilai sudah memiliki “peta komunikasi” yang kuat dalam merespons dinamika informasi dunia.
“Sekarang disinformasi dan misinformasi sudah menjadi ancaman utama dunia berdasarkan Laporan Risiko Global 2025. Berita bohong itu berlari cepat, sementara klarifikasinya tertatih. Tapi BAZNAS sudah punya peta yang jelas. Tinggal bagaimana timnya diperkuat,” ujar Hariqo dalam forum Z-Talk di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertema “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur.
Z-Talk sendiri menjadi ruang strategis yang mempertemukan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional dengan para praktisi media. Forum ini tak sekadar ajang diskusi, tapi juga upaya konkret membangun sinergi komunikasi yang lebih transparan, terbuka, dan berdampak luas.
Hariqo menilai, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, hingga menghadirkan langsung kisah para penerima manfaat (mustahik) adalah strategi yang tepat di era krisis kepercayaan.
Menurutnya, publik tidak lagi cukup diyakinkan dengan angka dan laporan. Mereka butuh cerita nyata.
“Cerita dari para penerima manfaat itu sangat kuat. Itu bukan sekadar narasi, tapi bukti bahwa zakat benar-benar mengubah kehidupan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi BAZNAS dalam meningkatkan literasi zakat, termasuk melalui lomba dan kampanye publik yang mendorong partisipasi masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk menangkal informasi keliru yang kerap beredar, terutama soal pengelolaan dana zakat.
Tiga “P” Kunci Komunikasi: Program, Partisipasi, Publikasi
Lebih jauh, Hariqo membeberkan formula penting dalam membangun komunikasi publik yang kuat. Ia menyebut ada tiga indikator utama yang harus dijaga, yakni:
Program yang berjalan dengan baik dan berdampak
Partisipasi masyarakat yang tinggi
Publikasi yang luas dan terdokumentasi dengan baik
“Tiga hal ini harus berjalan beriringan. Kalau program bagus tapi tidak dipublikasikan, dampaknya tidak terasa. Sebaliknya, publikasi tanpa program yang kuat juga tidak akan bertahan,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Sa’adi, serta sejumlah pimpinan lainnya.
Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh penting di bidang komunikasi dan media, seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin, yang turut memperkuat diskursus tentang peran media dalam membangun kepercayaan publik.
Di tengah derasnya gelombang informasi yang kerap tak terkendali, BAZNAS dinilai tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai mengambil posisi strategis sebagai lembaga yang adaptif dan responsif.
Dengan peta komunikasi yang sudah terbentuk, penguatan tim, serta konsistensi dalam transparansi dan publikasi, BAZNAS diyakini mampu menjawab tantangan zaman—sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.
Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi kekuatan. Dan di era disinformasi, kekuatan itu harus disampaikan dengan cara yang benar.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siaga di Jalur Mudik! Pos Kesehatan Gratis di Demak Jadi Oase Para Pemudik
Demak (18/03/2026) — Tradisi mudik selalu identik dengan rindu yang menggebu menuju kampung halaman. Namun di balik perjalanan panjang itu, kelelahan kerap menjadi ancaman nyata bagi para pemudik. Menjawab kebutuhan tersebut, BAZNAS Kabupaten Demak hadir dengan layanan kesehatan gratis di jalur utama mudik, memastikan para “pejuang rindu” tetap prima hingga tujuan.
Berlokasi di pelataran Masjid Ar-Rahman Kaligondang, sebuah tenda putih berdiri mencolok dengan spanduk bertuliskan “Layanan Kesehatan Gratis Pos Mudik 1447 H / 2026 M”. Di titik ini, para tenaga medis dengan sigap dan ramah menyambut pemudik yang singgah—baik untuk beristirahat sejenak maupun memeriksa kondisi kesehatan.
Posko ini bukan hanya tempat berhenti biasa. BAZNAS menghadirkan layanan ini sebagai bagian dari 21 titik pos mudik yang tersebar di jalur utama Pulau Jawa. Fungsinya jelas: menjadi titik aman bagi pemudik yang mulai kelelahan, bahkan berisiko kehilangan fokus saat berkendara.
“Kami ingin memastikan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya lancar, tetapi juga aman secara medis. Kesehatan adalah kunci agar bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia bersama keluarga,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Tak sekadar formalitas, posko ini dilengkapi berbagai layanan yang benar-benar dibutuhkan pemudik:
Pemeriksaan Kesehatan Dasar Mulai dari cek tekanan darah, suhu tubuh, hingga konsultasi medis ringan.
Obat dan Vitamin Gratis Pemudik mendapatkan suplemen dan obat-obatan umum untuk menjaga stamina.
Area Istirahat Nyaman Berlokasi di area masjid, pemudik bisa rehat sekaligus menunaikan ibadah dengan tenang.
Edukasi Anti Microsleep Tips praktis bagi pengemudi agar tetap fokus dan terhindar dari kecelakaan.
Dapur Air Tersedia minuman hangat dan makanan ringan untuk mengembalikan energi selama perjalanan.
Layanan ini menjadi bukti nyata bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah dikelola secara produktif oleh BAZNAS untuk kemaslahatan umat. Para pemudik, yang dalam Islam termasuk kategori musafir, menjadi salah satu kelompok yang berhak merasakan manfaatnya.
Kehadiran posko ini bukan hanya tentang layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan sentuhan kemanusiaan di tengah padatnya arus mudik.
Bagi Anda yang melintasi kawasan Kaligondang, Demak, dan mulai merasa lelah, jangan ragu untuk menepi sejenak. Di sana, BAZNAS telah menyiapkan ruang untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih aman.
Mudik bukan sekadar sampai tujuan, tapi juga tentang selamat di perjalanan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Wabup Bulukumba Bayar Zakat Fitrah di BAZNAS, Ajak Warga: Salurkan Lewat Lembaga Resmi!
Bulukumba (17/03/2026) — Momentum Ramadhan dimanfaatkan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah. Ia langsung datang ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba, Selasa (17/3), sebagai bentuk keteladanan bagi masyarakat.
Kedatangan orang nomor dua di Bulukumba itu disambut hangat oleh jajaran pimpinan BAZNAS setempat. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, Andi Edy Manaf menyerahkan zakat fitrahnya secara langsung.
Aksi ini bukan sekadar menunaikan kewajiban pribadi, tetapi juga menjadi pesan kuat kepada publik tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
“Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga wujud kepedulian sosial. Saya mengajak seluruh masyarakat Bulukumba untuk menunaikan zakat fitrah melalui BAZNAS agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya.
Ia juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran kepada mustahik.
Kenapa Harus Lewat BAZNAS?
Penyaluran zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS memiliki sejumlah keunggulan yang perlu dipahami masyarakat:
Tepat Sasaran — Didistribusikan berdasarkan data mustahik yang terverifikasi
Transparan & Akuntabel — Dikelola dengan sistem pelaporan yang jelas
Dampak Lebih Luas — Tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif
Terorganisir — Menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau individu
Inilah yang menjadi alasan mengapa peran BAZNAS semakin strategis dalam membangun kesejahteraan umat.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba mengapresiasi langkah yang dilakukan Wakil Bupati. Menurutnya, keteladanan pimpinan daerah menjadi energi besar untuk meningkatkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
“Ini contoh nyata yang sangat baik. Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik, baik melalui konter langsung maupun layanan jemput zakat,” ujarnya.
Selama bulan Ramadhan, BAZNAS Bulukumba memang membuka berbagai kanal layanan, mulai dari pembayaran langsung di kantor hingga layanan jemput zakat, guna memudahkan masyarakat menunaikan kewajibannya.
Zakat fitrah bukan sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Melalui pengelolaan yang profesional, zakat mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan pengumpulan zakat fitrah tahun ini meningkat signifikan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat di Bulukumba.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi juga tentang menghadirkan kepedulian. Dan zakat adalah jembatan menuju keberkahan itu.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Riau Santuni 213 Anak Yatim di Pekanbaru, Buka Puasa Penuh Haru Jelang Lebaran
Pekanbaru (17/03/2026) — Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau, Selasa (17/3). Ratusan anak yatim dari berbagai panti asuhan di Kota Pekanbaru berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan penyaluran santunan.
Sebanyak 213 anak yatim menerima santunan masing-masing sebesar Rp300.000, sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan senyum bahagia menjelang Hari Raya Idulfitri.
Acara ini turut dihadiri Ketua BAZNAS Riau Masriadi Hasan, Wakil Ketua II Jamaluddin, para pendamping panti asuhan, serta anak-anak penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Riau, Masriadi Hasan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.
“Kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Semoga santunan ini membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang terus mendukung program-program kemanusiaan BAZNAS.
“Kami ucapkan terima kasih kepada para muzaki. Semoga setiap kebaikan yang ditunaikan menjadi pahala berlipat,” tambahnya.
Kegiatan ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan perhatian bagi anak-anak yatim. Tawa, doa, dan kebersamaan terasa sepanjang acara, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Buka puasa bersama ini menjadi ruang silaturahmi antara BAZNAS, anak-anak yatim, dan para pengelola panti asuhan—memperkuat ikatan sosial di tengah bulan penuh rahmat.
Melalui program ini, BAZNAS Riau kembali menegaskan komitmennya dalam menyalurkan amanah umat secara tepat sasaran dan berdampak luas.
Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menghadirkan harapan, kebahagiaan, dan keberkahan bagi mereka yang membutuhkan.
Di bulan Ramadhan, berbagi bukan sekadar memberi. Tapi tentang menghadirkan senyum di wajah-wajah yang menanti kebahagiaan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siak Salurkan Bantuan Biaya Hidup di Sungai Apit, Ringankan Beban Warga Tanjung Kuras
Sungai Apit — Aksi nyata kepedulian kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak. Kali ini, bantuan biaya hidup disalurkan kepada masyarakat membutuhkan di Desa Tanjung Kuras, sebagai upaya meringankan beban ekonomi warga.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh tim BAZNAS Kabupaten Siak kepada para penerima manfaat. Warga yang menerima bantuan tampak bersyukur, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Program bantuan biaya hidup ini menjadi salah satu bentuk perhatian BAZNAS terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, baik karena faktor ekonomi maupun kondisi tertentu lainnya.
Perwakilan BAZNAS Kabupaten Siak menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat kurang mampu.
“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta memberikan keringanan di tengah kondisi yang dihadapi,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan pangan hingga keperluan mendesak lainnya.
Lebih dari itu, program ini juga menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dengan baik mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial di tengah masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Siak terus berupaya memastikan setiap bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi penerima manfaat.
Dengan berbagai program yang dijalankan, BAZNAS ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penyalur, tetapi juga sebagai penguat harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang.
Diharapkan, bantuan ini tidak hanya meringankan beban sementara, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Di balik setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang dihidupkan dan beban yang diringankan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Bandar Lampung & Wali Kota Salurkan Berkah Ramadhan untuk 800 Petugas Kebersihan
Bandar Lampung (17/03/2026) — Menjelang penghujung Ramadhan 1447 H, aksi kepedulian kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Kota. Sebanyak 800 pejuang kebersihan menerima bantuan berkah Ramadhan dalam kegiatan yang digelar di Gedung Semergou.
Para penerima manfaat merupakan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung—mereka yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, bersama jajaran BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Tak hanya santunan, dalam kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan beras dan paket sembako untuk para petugas kebersihan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan mereka, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada para mustahik di Dinas Lingkungan Hidup. Bersama BAZNAS, kami terus berkolaborasi agar manfaat zakat bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” ujar Bunda Eva.
Ia juga menegaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun, termasuk dari para ASN di lingkungan Pemkot, menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan program-program sosial yang berdampak.
Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ismail Saleh, menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, termasuk ASN Pemerintah Kota Bandar Lampung, serta dukungan luar biasa dari Bunda Eva. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus menebar manfaat,” ungkapnya.
Ribuan Mustahik Rasakan Berkah Ramadhan
Sepanjang Ramadhan tahun ini, BAZNAS Kota Bandar Lampung mencatat capaian besar dalam penyaluran bantuan:
95 ton beras disalurkan kepada 19.000 mustahik
Bantuan uang tunai dan paket sembako untuk sekitar 3.000 mustahik
Total lebih dari 22.000 penerima manfaat merasakan berkah Ramadhan
Angka ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara profesional mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Zakat Menguatkan, Ramadhan Membahagiakan
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan dan Dewan Pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung, serta para kepala dinas dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan BAZNAS dalam membangun kesejahteraan umat.
“Berkah bagi muzaki, kebahagiaan bagi mustahik.” Di bulan suci ini, zakat kembali membuktikan dirinya sebagai jembatan kebaikan yang menghubungkan kepedulian dengan harapan.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Siak Gandeng PTPN IV, 30 Mustahik di Dayun Terima Paket “Ramadhan Bahagia”
Dayun — Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali digaungkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Siak. Berkolaborasi dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional III Sei Buatan, BAZNAS menyalurkan Paket Ramadhan Bahagia kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan berlangsung di Masjid Ubudiyah, kawasan PTPN IV Regional III Sei Buatan, dengan dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Siak Bidang Pengumpulan Syukron Wahib, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Moch Showwam Amin, serta manajemen perusahaan.
Sebanyak 30 mustahik menerima paket kebutuhan pokok Ramadhan yang diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan puasa.
Dalam sambutannya, Syukron Wahib menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga zakat dan dunia usaha dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Dengan dukungan mitra, jangkauan manfaat zakat bisa semakin luas dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam menghadirkan kebahagiaan di bulan penuh berkah.
Pihak manajemen PTPN IV Regional III Sei Buatan juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program sosial dan kemanusiaan bersama BAZNAS.
Sinergi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun solidaritas sosial serta memperkuat semangat gotong royong antara dunia usaha dan masyarakat.
Program “Paket Ramadhan Bahagia” tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya berbagi dan kepedulian.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kehadiran BAZNAS bersama mitra menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tapi juga tentang memperluas kepedulian. Dari kolaborasi, lahir keberkahan untuk semua.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan, Imam Masjid Al Hijrah Tondano Ingatkan: Zakat Fitrah Bukan Tradisi
Tondano – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al Hijrah Rinegetan, Tondano, Rabu (18/3/2026) malam. Rangkaian ibadah di malam ke-29 Ramadhan berlangsung khidmat, dimulai dari salat Isya hingga tarawih yang dipimpin oleh Ketua BTM Masjid Al Hijrah.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan imam tarawih terdengar syahdu, mengalun lembut dan dalam, menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus menggetarkan hati para jamaah. Kekhusyukan begitu terasa, seolah menjadi pengingat bahwa Ramadhan hampir mencapai penghujungnya.
Usai salat, Imam masjid, Kiki Palamani, menyampaikan kultum yang mengajak jamaah untuk menutup Ramadhan dengan amal terbaik.
“Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita. Jangan sampai kita melewatkan penutupnya tanpa amal terbaik,” ujarnya.
Dalam ceramahnya, Kiki menyoroti masih adanya anggapan di masyarakat yang menganggap zakat fitrah hanya sebagai tradisi tahunan. Ia menegaskan, zakat fitrah merupakan kewajiban yang memiliki fungsi penting dalam menyempurnakan ibadah puasa.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebut zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan yang tidak baik.
“Selama sebulan kita berpuasa, pasti ada kekurangan. Zakat fitrah inilah yang membersihkan itu,” katanya.
Kiki menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan oleh seluruh umat Islam tanpa terkecuali, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Ia merujuk pada hadis Nabi yang menyebut zakat fitrah diwajibkan atas setiap muslim, laki-laki dan perempuan, kecil maupun besar.
“Ini kewajiban universal, tidak ada yang dikecualikan,” tegasnya.
Menurutnya, zakat fitrah tidak hanya bermanfaat bagi mustahik (penerima), tetapi juga menjadi sarana penyucian diri bagi muzaki (pemberi).
“Jangan kita pikir zakat hanya untuk mereka. Justru kita yang dibersihkan oleh Allah,” ujarnya.
Ia juga mengutip Surah At-Taubah ayat 103 tentang fungsi zakat sebagai penyuci harta dan jiwa.
Kiki turut mengingatkan jamaah agar tidak menunda pembayaran zakat fitrah hingga melewati waktu yang dianjurkan.
Menurutnya, zakat fitrah harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Jika terlambat, maka nilainya hanya menjadi sedekah biasa.
“Jangan sampai kita terlambat, karena ini ada waktunya,” katanya.
Selain itu, ia juga menyinggung praktik yang keliru di masyarakat, seperti anggapan puasa setengah hari.
Ia menegaskan bahwa puasa wajib harus dilakukan penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sesuai dengan ketentuan dalam Al-Qur’an.
Menutup kultumnya, Kiki Palamani mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri di penghujung Ramadhan.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci di tahun berikutnya.
“Mungkin ini Ramadhan terakhir kita. Maka mari kita tutup dengan kebaikan terbaik,” pungkasnya.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Tsamara Amany Ajak Gen Z Salurkan ZIS Lewat BAZNAS: “Anak Muda Punya Daya Besar untuk Ubah Negeri!”
Jakarta — Semangat filantropi generasi muda kembali disorot. Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Kebijakan Publik dan Komunikasi, Tsamara Amany, mengajak generasi Z (Gen Z) untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Ajakan ini disampaikan dalam forum Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar BAZNAS RI di Jakarta, sebuah ruang dialog strategis antara pimpinan BAZNAS dan insan media massa.
“Anak muda Indonesia itu sangat dermawan dan ingin berkontribusi. Kalau ada ruangnya, mereka pasti bergerak. BAZNAS punya potensi besar jadi saluran utama aksi sosial anak muda,” ujar Tsamara.
Menurut Tsamara, Gen Z bukan sekadar generasi digital, tetapi juga generasi yang memiliki empati tinggi terhadap isu sosial. Namun, ia menilai potensi besar ini belum sepenuhnya terhubung dengan BAZNAS.
Salah satu tantangan utamanya adalah soal komunikasi.
Ia menekankan pentingnya pendekatan impact narrative dan storytelling agar program-program BAZNAS lebih dekat dengan generasi muda, khususnya di media sosial.
“Kalau cerita dampaknya kuat, storytelling-nya menyentuh, insyaallah makin banyak yang tergerak. Anak-anak muda ini sebenarnya hatinya sudah terpanggil,” tegasnya.
Tsamara menilai, kisah sukses mustahik yang berhasil mandiri atau aksi kemanusiaan di wilayah konflik harus lebih sering diangkat ke publik.
Menurutnya, narasi yang kuat bukan hanya membangun kepercayaan, tapi juga mampu menggerakkan gelombang solidaritas baru.
“Orang perlu tahu bahwa ada lembaga yang benar-benar bekerja, yang menghadirkan perubahan nyata. Dari situ, keinginan untuk ikut membantu akan tumbuh,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tsamara juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang dinilai luar biasa. Pada tahun 2023, BAZNAS berhasil membantu sekitar 54.000 orang keluar dari garis kemiskinan.
Tak hanya itu, peran BAZNAS dalam aksi kemanusiaan global, khususnya untuk Palestina, juga mendapat sorotan. Dana solidaritas yang terkumpul bahkan mencapai ratusan miliar rupiah.
“Ini kerja besar yang harus kita apresiasi dan dorong. Karena dari sinilah kepercayaan publik akan terus tumbuh,” ujarnya.
Kegiatan Z-Talk sendiri menjadi salah satu forum strategis untuk memperkuat komunikasi antara BAZNAS dan media massa. Selain Tsamara, acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Sodik Mudjahid (Ketua BAZNAS RI)
Zainut Tauhid Sa'adi (Wakil Ketua BAZNAS RI)
Rizaludin Kurniawan
Idy Muzayyad
Ending Syarifuddin
Neyla Saida Anwar
Adita Irawati
Amir Sodikin
Andi Muhyiddin
Melalui forum ini, BAZNAS berharap sinergi dengan media semakin kuat, sehingga pesan-pesan kebaikan dan dampak zakat dapat menjangkau lebih luas masyarakat.
Ajakan Tsamara menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen perubahan sosial yang besar—terutama jika digerakkan oleh generasi muda.
Kini, di tangan Gen Z, zakat bukan sekadar ibadah. Tapi juga gerakan untuk menguatkan Indonesia.
BERITA17/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →