Berita Terbaru
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
MINAHASA – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam memperluas syiar Al-Quran terus diwujudkan melalui penyaluran 100 mushaf Al-Quran kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ/TPA, masjid, hingga majelis taklim mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Minahasa, Jumat 17/7/2026.
Program tersebut merupakan amanah dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara yang mempercayakan BAZNAS Kabupaten Minahasa sebagai mitra pendistribusian mushaf kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an dan masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran mushaf ini juga menjadi bagian dari manfaat zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS RI, termasuk dukungan dari para donatur melalui Kitabisa.com dan Gramedia, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok daerah.
Titik terakhir penyaluran dilakukan di TPA Al Muhajirin, Desa Kamenti, yang berada di bawah pembinaan Masjid Al Muhajirin.
Sebanyak 10 mushaf Al-Qur'an diserahkan secara langsung kepada Imam Masjid Al Muhajirin, Edy Purwanto, didampingi Wakil Imam Hendy Yusuf.
TPA tersebut saat ini dibimbing oleh satu orang ustaz dengan jumlah 10 santri yang rutin belajar membaca dan memahami Al-Qur'an. yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di serambi masjid.
Edy Purwanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian BAZNAS kepada anak-anak penghafal dan pembelajar Al-Qur'an.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa, BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga kami menerima bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah mushaf-mushaf ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak TPA dalam belajar Al-Qur'an."
Ia juga turut mendoakan seluruh pihak yang telah berkontribusi.
"Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan rezeki yang halal dan berkah, memudahkan segala urusan, serta menjadikan setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca oleh para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir kepada para donatur dan semua pihak yang terlibat. Aamiin."
Usai dari Desa Kamenti, tim BAZNAS Minahasa melanjutkan penyaluran ke Masjid Al Ikhlash, Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur.
Di lokasi tersebut, sebanyak 5 mushaf Al-Qur'an diserahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Ikhlash untuk mendukung kegiatan pengajian masyarakat .
Diharapkan bantuan mushaf tersebut semakin meningkatkan semangat jamaah dalam mempelajari, membaca, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhammad Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Minahasa dalam mendistribusikan 100 mushaf Al-Qur'an di wilayah Kabupaten Minahasa.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan 100 mushaf Al-Qur'an kepada pondok pesantren, rumah tahfiz, TPQ, TPA, masjid, dan majelis taklim mualaf. Amanah ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi umat."
Menurutnya, penyaluran mushaf bukan sekadar menyerahkan kitab suci, tetapi menjadi investasi peradaban yang akan melahirkan generasi Qurani.
"Setiap mushaf yang dibaca, dipelajari, dan diamalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat. Karena itu, kami berharap ke depan BAZNAS Minahasa dapat menyalurkan lebih banyak lagi mushaf Al-Qur'an serta memperluas program-program kemaslahatan lainnya."
Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi.
"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami terus berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang diamanahkan negara, sehingga semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat dibantu melalui program pendidikan, dakwah, kesehatan, kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi."
Program distribusi mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya BAZNAS dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat.
Dengan dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, setiap bantuan yang disalurkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Minahasa.
Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Minahasa. Bersama, kita hadirkan lebih banyak manfaat, memperluas keberkahan, dan menebarkan cahaya Al-Qur'an hingga ke pelosok daerah.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
Tondano – Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengikuti Pra Rapat Koordinasi Nasional (Pra Rakornas) BAZNAS RI Tahun 2026 yang diselenggarakan secara hybrid pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan visi serta memperkuat kelembagaan BAZNAS di seluruh Indonesia.
Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 diikuti oleh jajaran Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, hingga BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia, baik secara luring di Jakarta maupun melalui platform daring.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., dalam arahannya menegaskan pentingnya kesamaan visi sebagai fondasi membangun lembaga yang solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan dana umat di masa depan.
Menurutnya, BAZNAS harus memiliki arah yang jelas agar setiap program dapat berjalan secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
"Kalau kita bekerja tanpa kompas, tentu kerja kita tidak ada arahnya. Kalau kita bekerja tidak dalam lembaga, maka kita tidak solid," tegas Sodik Mudjahid.
Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI kembali menegaskan visi besar BAZNAS, yaitu "Menjadi Model Pengelola Dana Umat untuk Kemajuan dan Kesejahteraan." Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, untuk menjadi teladan (uswatun hasanah) dalam tata kelola dana umat yang profesional, amanah, transparan, dan akuntabel.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan keikutsertaan BAZNAS Minahasa dalam Pra Rakornas merupakan bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI sekaligus menyelaraskan arah kebijakan kelembagaan.
"Pra Rakornas ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS Minahasa untuk menyamakan visi dengan BAZNAS RI, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Minahasa," ujar Sahlan.
Ia menambahkan, berbagai arahan yang disampaikan dalam Pra Rakornas akan menjadi acuan dalam memperkuat program-program BAZNAS Minahasa, baik pada aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, transformasi digital, maupun penguatan kelembagaan.
Dengan semangat "Zakat Menguatkan Indonesia", BAZNAS Minahasa berkomitmen terus mendukung transformasi pengelolaan zakat yang modern, adaptif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa.
Pra Rakornas BAZNAS RI 2026 turut dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., beserta seluruh Pimpinan BAZNAS RI dan ratusan peserta dari BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
BERITA17/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
MINAHASA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani terus diwujudkan melalui aksi nyata. Kali ini, BAZNAS Kabupaten Minahasa melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan 10 mushaf Al-Quran kepada Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran yang berlokasi di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu 15/07/2026.
Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Winjaya, dan diterima oleh pengasuh pondok pesantren bersama para santri yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur'an.
Suasana penuh kehangatan menyelimuti kegiatan tersebut. Bagi para santri, mushaf yang diterima bukan sekadar buku untuk dibaca, melainkan teman setia dalam perjalanan menghafal firman Allah SWT hingga tuntas 30 juz.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa Joko Winjaya menegaskan bahwa perhatian terhadap pesantren merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
"BAZNAS hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat dari aspek ekonomi, tetapi juga mendukung penguatan pendidikan dan dakwah. Pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan mencintai Al-Qur'an. Karena itu, penyaluran mushaf Al-Qur'an menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami dalam memperkuat syiar Islam di Kabupaten Minahasa."
Menurutnya, setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dihafalkan, dan setiap ilmu yang diamalkan oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.
"Kami berharap bantuan ini mampu menambah semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. Semoga dari pesantren ini lahir para hafiz dan hafizah yang kelak menjadi pemimpin umat, pendidik, dai, serta teladan di tengah masyarakat. Inilah investasi terbaik yang manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi bekal bagi masa depan umat."
Joko Winjaya juga mengajak masyarakat untuk semakin mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS karena dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pendidikan Islam, dakwah, serta pembinaan generasi penerus bangsa.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Qur'an menyampaikan apresiasi atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Minahasa terhadap lembaga pendidikan Al-Qur'an.
"Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa sekaligus menerima bantuan 10 mushaf Al-Qur'an. Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami yang setiap hari belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga dengan mushaf yang diberikan ini mereka semakin mudah dalam menghafal hingga menyelesaikan hafalan 30 juz."
Ia juga mendoakan seluruh pihak yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa beserta seluruh muzaki. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, serta menjadikan bantuan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir hingga akhirat nanti. Insya Allah."
Kebahagiaan juga terpancar dari wajah para santri. Salah seorang santri mengaku semakin termotivasi untuk memperbanyak hafalan Al-Qur'an setelah menerima mushaf baru.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Insya Allah kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Semoga Allah membalas semua kebaikan para donatur dan keluarga besar BAZNAS."
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Di balik setiap mushaf yang disalurkan, tersimpan harapan lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas manfaat dana zakat, infak, dan sedekah agar dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan zakat yang produktif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan misi BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
Sebab, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca akan melahirkan ilmu. Setiap ilmu yang diamalkan akan melahirkan keberkahan. Dan setiap keberkahan yang tumbuh dari zakat akan menjadi jejak kebaikan yang terus mengalir dari para muzaki kepada generasi penerus bangsa.
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus menguatkan syiar Islam melalui program pendistribusian mushaf Al-Quran. Kali ini, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, melaksanakan silaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan mushaf Al-Quran kepada Taman Pengajian Al-Quran (TPQ) Miftahul Jannah pada Kamis (16/7/2026).
Penyerahan mushaf Al-Qur'an disambut hangat oleh pengurus TPQ dan para santri yang mengikuti kegiatan belajar mengaji. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Minahasa, Astuti Suratinoyo, mengatakan bahwa pendidikan Al-Qur'an merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
"BAZNAS Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan keagamaan melalui pendistribusian mushaf Al-Qur'an. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk semakin rajin membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur'an. Semoga dari TPQ Miftahul Jannah lahir generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."
Ia menambahkan bahwa setiap mushaf yang dibaca oleh para santri akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.
Sementara itu, pimpinan TPQ Miftahul Jannah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas bantuan mushaf Al-Qur'an ini. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dalam belajar mengaji setiap hari. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para muzaki dan keluarga besar BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya."
Melalui program pendistribusian mushaf Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qur'ani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan syiar Islam melalui pendistribusian mushaf Al-Quran dan penguatan jejaring dakwah. Langkah itu diwujudkan melalui silaturahmi ke Sahabat Mualaf Inspiratif, komunitas binaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang berkolaborasi dengan MCN Kawanua, Kamis (16/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, didampingi Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyerahkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora.
Penyerahan mushaf bukan sekadar simbol bantuan, melainkan langkah awal membangun sinergi dalam menghadirkan manfaat zakat bagi para mualaf dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan keislaman di berbagai wilayah di Minahasa.
Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan Sahabat Mualaf Inspiratif.
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
"Kami bersyukur dapat bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif. Semoga penyaluran mushaf Al-Qur'an ini menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita yang sedang memperdalam ajaran Islam. BAZNAS ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendistribusian mushaf, tetapi juga pada berbagai kegiatan sosial, pembinaan keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat demi kemaslahatan umat."
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk memperluas manfaat zakat sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif.
"Kami berharap ke depan akan lahir lebih banyak program bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pembinaan mualaf, pendidikan Al-Qur'an, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Ketika lembaga-lembaga Islam saling menguatkan, manfaatnya akan semakin luas dirasakan masyarakat."
Ketua Sahabat Mualaf Inspiratif, Hairunisa Nova Rorora, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Minahasa.
Ia mengatakan, mushaf Al-Qur'an yang diterima akan segera disalurkan kepada para mualaf serta masyarakat di wilayah pembinaan yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Sahabat Mualaf Inspiratif. Mushaf Al-Qur'an ini akan kami salurkan kepada para mualaf dan titik-titik pembinaan yang selama ini kami dampingi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an."
Hairunisa berharap sinergi tersebut terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam memperkuat pembinaan umat.
"Insya Allah kami siap berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Minahasa dalam berbagai kegiatan sosial, dakwah, dan pembinaan masyarakat. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak manfaat bagi umat, khususnya bagi para mualaf yang sedang menguatkan keislamannya."
Usai bersilaturahmi dengan Sahabat Mualaf Inspiratif, rombongan pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa melanjutkan kegiatan ke Masjid Al-Hijrah Rinegetan, Tondano.
Di masjid tersebut, BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali menyalurkan lima mushaf Al-Qur'an yang diterima langsung oleh jamaah masjid untuk mendukung kegiatan ibadah, tadarus, dan pembelajaran Al-Qur'an.
Penyaluran mushaf ini diharapkan dapat menambah ketersediaan Al-Qur'an di lingkungan masjid sehingga semakin banyak jamaah, terutama anak-anak dan remaja, yang terdorong untuk membaca dan mempelajari kitab suci.
Program pendistribusian mushaf Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Sulawesi Utara dalam mendukung bidang dakwah dan pendidikan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.
Setiap mushaf yang disalurkan diyakini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi investasi peradaban. Dari lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca akan lahir ilmu, dari ilmu akan tumbuh akhlak, dan dari akhlak akan lahir masyarakat yang lebih kuat, berdaya, dan penuh kepedulian.
Melalui sinergi bersama komunitas dakwah, lembaga pembinaan mualaf, dan pengurus masjid, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai keislaman dan membangun generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa.
"Zakat yang ditunaikan hari ini bukan hanya menguatkan kehidupan, tetapi juga menghidupkan cahaya Al-Qur'an di tengah masyarakat. Ketika mushaf sampai ke tangan para pembelajar Al-Qur'an, sesungguhnya zakat sedang menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus."
BERITA16/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan ucapan selamat kepada Dr. Feiby Ismail, M.Pd. yang dipercaya mengemban amanah sebagai Rektor Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu Periode 2026–2030.
Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat pengabdian, dan jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan umat di masa depan.
Dr. Feiby Ismail dikenal sebagai akademisi yang memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan tinggi Islam. Sebelum menerima amanah sebagai Rektor IAIM Kotamobagu, beliau pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, di antaranya Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, hingga Pelaksana Tugas Wakil Rektor III. Kiprahnya dalam pengembangan manajemen pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian dari dedikasinya dalam memajukan pendidikan Islam.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Muhamad Sahlan Kokalo, mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat. Karena itu, BAZNAS memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Atas nama Pimpinan dan seluruh Amil BAZNAS Kabupaten Minahasa, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Dr. Feiby Ismail, M.Pd. atas amanah sebagai Rektor IAIM Kotamobagu Periode 2026–2030. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah ini. Kami berharap kepemimpinan beliau membawa IAIM Kotamobagu semakin maju, unggul, inovatif, dan mampu melahirkan generasi intelektual muslim yang berakhlakul karimah serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat," ujar Sahlan.
Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS dan perguruan tinggi memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. Tidak hanya dalam penguatan literasi zakat, tetapi juga melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan ekonomi umat, pengembangan kewirausahaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami meyakini bahwa pengelolaan zakat yang profesional memerlukan dukungan dunia akademik melalui riset, inovasi, dan edukasi kepada masyarakat. Sebaliknya, perguruan tinggi juga dapat memanfaatkan program-program pemberdayaan BAZNAS sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi inilah yang akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas mengelola zakat secara nasional, BAZNAS terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, dalam rangka memperkuat ekosistem filantropi Islam dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Minahasa meyakini bahwa pendidikan berkualitas dan pengelolaan zakat yang profesional merupakan dua pilar penting dalam membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga filantropi Islam perlu terus diperkuat melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi umat.
Di akhir penyampaiannya, Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa turut memanjatkan doa bagi kepemimpinan Dr. Feiby Ismail.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik, hidayah, kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta keberkahan kepada Dr. Feiby Ismail, M.Pd. dalam mengemban amanah sebagai Rektor IAIM Kotamobagu. Semoga kepemimpinan beliau membawa kemajuan bagi institusi, melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan berakhlak mulia, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."
BERITA12/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Minahasa Ukir Sejarah di MTQ XXXI Sulawesi Utara, Raih Empat Medali Emas dan Satu Perak
MINAHASA – Kafilah Kabupaten Minahasa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaannya, Kabupaten Minahasa berhasil meraih empat gelar Juara I (medali emas) dan satu gelar Juara II (medali perak), menjadikan capaian ini sebagai salah satu prestasi terbaik yang pernah diraih di tingkat provinsi.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembinaan Al-Qur'an di Kabupaten Minahasa terus menunjukkan perkembangan yang positif. Di balik keberhasilan itu terdapat proses panjang berupa pembinaan yang berkesinambungan, dedikasi para pelatih, dukungan orang tua, serta semangat para peserta dalam menghafal, membaca, dan memahami Al-Qur'an.
Empat medali emas berhasil dipersembahkan oleh:
Ghadiza Khumaira Abu Bakar, Juara I Cabang Tilawah Anak Putri Juz 1;
Abid Fadhil Mudzakirillah, Juara I Cabang Tartil Qur'an Golongan Anak Putra;
Indah Lifana Masloman, Juara I Cabang Tartil Qur'an Golongan Anak Putri;
Muhammad Hilmanu Yasir, Juara I Cabang Hifzhil Qur'an 30 Juz.
Sementara itu, Cabang Syarhil Qur'an Putri berhasil meraih Juara II, yang dipersembahkan oleh Adelia Shafira Putri, Putri Lestari, dan Farzah Kamilah Tekol.
Keberhasilan tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan pembinaan generasi Qur'ani di Kabupaten Minahasa. Prestasi besar ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga lahir dari pembinaan yang konsisten, kerja keras, kedisiplinan, serta kolaborasi berbagai pihak yang dilandasi keikhlasan.
Lebih dari sekadar meraih medali, capaian ini mencerminkan lahirnya generasi muda yang mencintai Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta siap menjadi teladan di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya berkompetisi di atas panggung MTQ, tetapi juga membawa nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, S.Th., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official, dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Minahasa.
"Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, doa, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur'an dan terus mempersiapkan diri menghadapi ajang yang lebih tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Abshori Abdillah Saleh, melalui media sosialnya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Kafilah Minahasa selama mengikuti MTQ XXXI.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara, LPTQ, panitia penyelenggara, para peserta, pelatih, official, guru, orang tua, imam, Badan Takmir Masjid (BTM), serta jamaah Masjid Besar Istiqlal Airmadidi yang telah menerima dan mendampingi kafilah selama pelaksanaan MTQ.
Prestasi bersejarah ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur'an melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ, lembaga pendidikan, pengurus masjid, para pelatih, tokoh agama, dan masyarakat. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, Kabupaten Minahasa diyakini memiliki potensi untuk melahirkan lebih banyak qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi BAZNAS Kabupaten Minahasa, keberhasilan ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan umat tidak hanya diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi dan layanan sosial, tetapi juga melalui penguatan pendidikan dan pembinaan keagamaan. Lahirnya generasi Qur'ani yang berprestasi merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Empat medali emas dan satu medali perak bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar. Dari Minahasa, semangat mencintai Al-Qur'an terus tumbuh, menginspirasi, dan membawa harapan lahirnya generasi penerus yang siap mengharumkan nama daerah, bangsa, dan agama di masa depan.
BERITA11/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
Tondano, 10 Juli 2026 – Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya H. Rachmat Gobel, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, pengusaha nasional, sekaligus tokoh pembangunan yang telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dan negara.
Berdasarkan informasi yang telah dikonfirmasi melalui keluarga dan sejumlah media nasional, H. Rachmat Gobel wafat pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta, dalam usia 63 tahun. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Prof. Dr. Soepomo No. 55A, Jakarta Selatan. Keluarga almarhum rachmat Gobel memutuskan prosesi pemakaman anggota DPR RI Asal Gorontali tersebut akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, setelah pelaksanaan Sholat Jumat.
Atas nama Pimpinan, Pelaksana, dan seluruh Amil BAZNAS Kabupaten Minahasa, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum.
"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiiun. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan iman, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini."
Profil Singkat H. Rachmat Gobel
H. Rachmat Gobel lahir pada 3 September 1962. Beliau merupakan putra dari H. Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group, perusahaan nasional yang menjadi pelopor industri elektronik Indonesia melalui kemitraan strategis dengan Panasonic Corporation Jepang.
Beliau menempuh pendidikan tinggi di Chuo University, Tokyo, Jepang, dan kemudian melanjutkan estafet kepemimpinan Gobel Group. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berkembang menjadi salah satu kelompok usaha nasional yang bergerak di berbagai sektor strategis, khususnya manufaktur elektronik, perdagangan, energi, pertanian, properti, dan pengembangan industri nasional.
Pengabdian H. Rachmat Gobel tidak hanya di dunia usaha. Pada tahun 2014, beliau dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk mengemban amanah sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Setelah itu, beliau kembali memperoleh kepercayaan sebagai Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Jepang, dengan tugas memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, serta kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang.
Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, beliau terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Gorontalo. Atas dedikasi dan kapasitas kepemimpinannya, beliau dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI Periode 2019–2024, sebelum kembali melanjutkan pengabdiannya sebagai Anggota DPR RI pada periode berikutnya dari Fraksi Partai NasDem.
Selain aktif di dunia usaha dan pemerintahan, H. Rachmat Gobel juga dikenal sebagai tokoh organisasi yang memiliki perhatian besar terhadap penguatan hubungan bilateral Indonesia–Jepang. Beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ) serta aktif di berbagai organisasi dunia usaha nasional, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.
Sepanjang perjalanan hidupnya, H. Rachmat Gobel dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi dalam memperjuangkan pembangunan nasional, khususnya kawasan timur Indonesia. Sebagai putra daerah Gorontalo, beliau banyak mendorong peningkatan investasi, pengembangan industri berbasis sumber daya lokal, hilirisasi hasil pertanian dan perikanan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Dedikasi dan kepemimpinan beliau telah memberikan inspirasi bagi banyak kalangan, baik di dunia usaha, pemerintahan, legislatif, maupun masyarakat luas. Atas pengabdiannya, H. Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu tokoh nasional yang konsisten memperjuangkan kemajuan industri Indonesia serta pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
Kepergian H. Rachmat Gobel merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Warisan pemikiran, kepemimpinan, dan pengabdian beliau akan senantiasa dikenang sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Minahasa mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
BERITA10/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
SUMBAR – Pengelolaan zakat tidak lagi hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi terus berkembang menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Hal itu kembali ditegaskan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui peluncuran Program Kampung Zakat berbasis Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Program yang diresmikan pada Kamis (9/7/2026) tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dana zakat dikelola secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal, yakni industri tenun masyarakat.
Peresmian dilakukan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., bersama Gubernur Sumatera Barat Dr. H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M., serta dihadiri unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, dan kelompok penerima manfaat binaan BAZNAS.
Menurut Dr. Mokhamad Mahdum, Program Kampung Zakat merupakan bentuk sinergi antara BAZNAS RI, Kementerian Agama RI, pemerintah daerah, serta BAZNAS Kabupaten/Kota dalam mengoptimalkan dana zakat sebagai motor penggerak ekonomi umat.
"Zakat tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan usaha produktif, meningkatkan pendapatan, hingga mendorong mustahik menjadi pribadi yang mandiri," ujarnya.
Di Nagari Ampalu, program ZCD difokuskan pada penguatan kelompok usaha tenun yang telah lama menjadi mata pencaharian masyarakat setempat. Sebanyak 45 penerima manfaat memperoleh pendampingan usaha dengan total anggaran mencapai Rp638,27 juta, hasil kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga mencakup penyediaan alat tenun bukan mesin (ATBM), alat produksi, bahan baku, pembangunan rumah produksi, hingga pelatihan manajemen usaha dan pendampingan selama tiga tahun.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing produk tenun lokal.
Melalui program tersebut, pendapatan tambahan mustahik diproyeksikan meningkat secara signifikan.
Pada tahun pertama, tambahan pendapatan diperkirakan mencapai sekitar Rp576 ribu per bulan, kemudian meningkat menjadi lebih dari Rp1,2 juta per bulan pada tahun kedua.
Dengan demikian, rata-rata pendapatan mustahik yang sebelumnya berkisar Rp1,5 juta per bulan diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,1 juta pada tahun pertama dan mencapai sekitar Rp2,7 juta per bulan pada tahun kedua.
Selain peningkatan pendapatan, kapasitas produksi kelompok tenun juga ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat, baik untuk produksi kain songket maupun kain tenun pakaian.
Berdasarkan hasil kajian kelayakan usaha, program tersebut memiliki Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 2,25 dengan tingkat Return on Investment (ROI) mencapai 322 persen per tahun, menunjukkan bahwa program pemberdayaan tersebut layak secara ekonomi dan memiliki prospek keberlanjutan yang baik.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi langkah BAZNAS RI dalam menghadirkan Program Kampung Zakat yang dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS menjadi kunci agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mustahik.
Program Kampung Zakat berbasis ZCD menjadi salah satu contoh praktik baik (best practice) pengelolaan zakat produktif yang dapat menjadi referensi bagi BAZNAS di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Minahasa.
Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, dana zakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Model seperti ini sejalan dengan semangat transformasi zakat dari bantuan konsumtif menuju pemberdayaan produktif, sehingga mustahik memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup, mengembangkan usaha, bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa mendatang.
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
Jakarta – Program Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melahirkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Ulinnuha Aqwa, berhasil meraih Juara II dalam ajang The 15th International Invention, Innovation & Design Competition (INDES) 2026 di Malaysia melalui inovasi briket ramah lingkungan berbahan limbah buah ketapang.
Prestasi tersebut diraih pada kategori Business Plan berkat inovasi Keta-Briq, yaitu briket biochar yang memanfaatkan limbah buah ketapang sebagai bahan baku utama dan dipadukan dengan aroma daun kemangi yang berfungsi sebagai pengusir serangga alami.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ulinnuha menunjukkan bahwa generasi muda binaan BAZNAS memiliki daya saing di tingkat global.
"Kami sangat bangga atas pencapaian internasional yang diraih Ulinnuha sebagai bukti nyata bahwa para penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di level dunia," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Idy menilai inovasi yang dikembangkan Ulinnuha selaras dengan visi BAZNAS dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan dan energi berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia, menjadi ajang pembuktian bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif dengan nilai ekonomi dan manfaat yang tinggi.
"Keberhasilan ini membuktikan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu melahirkan inovator muda yang mandiri, solutif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di masa depan," katanya.
Limbah Menjadi Energi Alternatif
Inovasi Keta-Briq lahir dari pemanfaatan limbah buah ketapang yang diolah menjadi biochar atau arang hayati sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Produk ini juga diperkaya dengan aroma daun kemangi sehingga memiliki fungsi tambahan sebagai pengusir serangga alami.
Konsep tersebut tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Inovasi seperti ini dinilai sejalan dengan upaya mendorong ekonomi hijau (green economy) dan pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi perhatian dunia.
Perjalanan yang Tidak Mudah
Di balik keberhasilan tersebut, Ulinnuha mengaku sempat mengalami masa-masa sulit selama mengikuti kompetisi. Rasa lelah dan kehilangan semangat sempat muncul di tengah proses penyusunan inovasi dan persiapan presentasi.
Namun, dukungan keluarga serta tekad untuk terus belajar menjadi sumber motivasi yang membuatnya mampu bangkit hingga akhirnya meraih prestasi di tingkat internasional.
"Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak takut mencoba langkah pertama. Saya berharap ke depan bisa terus belajar dan menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani mewujudkan ide-ide mereka," tutur Ulinnuha.
Prestasi yang diraih Ulinnuha menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi investasi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Program Beasiswa Cendekia, BAZNAS berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi para penerima manfaat beasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama Indonesia ke tingkat internasional, sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu melahirkan generasi unggul yang menjadi solusi bagi masa depan bangsa.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memberikan Anugerah Kepatuhan Zakat 2026 kepada 56 perusahaan syariah serta 9 Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, DSN-MUI, dan pelaku industri keuangan syariah dalam mengoptimalkan potensi zakat perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan, kepatuhan syariah tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi umat melalui pengelolaan zakat yang produktif.
"Kepatuhan syariah yang sejati harus berdampak. Berdampak pada turunnya angka kemiskinan, terbukanya lapangan pekerjaan, pemberdayaan mustahik menjadi muzaki, hingga terwujudnya keadilan sosial ekonomi sebagaimana tujuan maqashid syariah," ujar Sodik.
Menurutnya, BAZNAS dan industri keuangan syariah merupakan dua pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah nasional. Zakat perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikonversi menjadi berbagai program pemberdayaan yang langsung dirasakan masyarakat.
"Ketika sebuah perusahaan maupun bank syariah membayarkan zakat perusahaannya melalui BAZNAS, dana tersebut langsung dikonversi menjadi ribuan beasiswa pendidikan, modal usaha UMKM, pembangunan klinik sehat, hingga program penuntasan stunting. Inilah yang kami sebut sebagai kepatuhan syariah yang berdampak," katanya.
Sodik berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi semakin banyak perusahaan untuk menunaikan zakat melalui amil resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua DSN-MUI, K.H. M. Cholil Nafis, Lc., Ph.D., menegaskan bahwa zakat memiliki kedudukan berbeda dengan program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Zakat itu berbeda dengan CSR. Kalau CSR merupakan tanggung jawab korporasi, sedangkan zakat adalah kewajiban kita semua kepada Allah SWT. Karena itu, saya berharap Dewan Pengawas Syariah tidak hanya memastikan kesesuaian akad, tetapi juga memastikan kepatuhan zakat sebagai bagian dari syariah compliance," ujar Cholil.
Ia menambahkan, zakat harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki, sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Ke depan, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu memberdayakan mustahik hingga kelak menjadi muzaki," katanya.
Cholil juga mengajak seluruh perusahaan maupun individu yang telah memenuhi nisab untuk tidak menunda kewajiban berzakat dan tidak hanya menunggu datangnya bulan Ramadan.
"Semoga ekonomi syariah terus tumbuh dan maju bersama zakat yang kita tunaikan," tuturnya.
Selain penyerahan penghargaan, Silaturahmi Nasional BAZNAS RI dan DSN-MUI juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan kepatuhan zakat perusahaan, sosialisasi fatwa terbaru DSN-MUI, serta pembahasan strategi optimalisasi pengelolaan zakat nasional.
Melalui forum tersebut, BAZNAS berharap kolaborasi yang semakin erat dengan DSN-MUI, industri keuangan syariah, serta para muzaki badan dapat memperkuat tata kelola zakat nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi umat.
56 Perusahaan dan 9 Dewan Pengawas Syariah Raih Penghargaan
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI dan DSN-MUI memberikan penghargaan kepada 56 perusahaan syariah dari berbagai sektor, mulai dari perbankan syariah, asuransi, pembiayaan, manajer investasi, fintech, dana pensiun, hingga lembaga penjaminan.
Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan kepada perusahaan dengan kontribusi terbaik dalam berbagai bidang, di antaranya:
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk sebagai Anugerah Komitmen Unggul.
PT Bank BCA Syariah sebagai Anugerah Penggerak Literasi Terbaik.
PT Asuransi Jiwa Syariah Al Amin sebagai Anugerah Mitra Berkelanjutan Terbaik.
PT Capital Life Syariah sebagai Anugerah Pelopor Label Taat Zakat Terbaik.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk sebagai Anugerah Program Vokasi Terbaik.
PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura sebagai Anugerah Program Pemberdayaan UMKM Terbaik.
PT Fintek Karya Nusantara sebagai Anugerah Kolaborasi Digital Terbaik.
Selain perusahaan, penghargaan juga diberikan kepada 9 Dewan Pengawas Syariah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam memperkuat pengawasan kepatuhan penyaluran dana dan implementasi prinsip syariah di sektor keuangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Wakil Ketua DSN-MUI Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, pimpinan industri keuangan syariah, kementerian/lembaga, mitra strategis, serta para muzaki badan.
Dengan pemberian Anugerah Kepatuhan Zakat 2026, BAZNAS berharap semakin banyak perusahaan menjadikan zakat sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang berlandaskan nilai-nilai syariah, sehingga manfaatnya semakin luas dalam mengurangi kemiskinan, memberdayakan masyarakat, dan mewujudkan kesejahteraan umat.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa zakat perusahaan bukan sekadar kewajiban syariat, tetapi juga merupakan investasi spiritual dan sosial yang mampu menciptakan dampak nyata bagi pemberdayaan umat sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Talkshow Silaturahmi Nasional BAZNAS dan DSN-MUI bertajuk "Anugerah Kepatuhan Zakat yang Berdampak" yang digelar di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, mengatakan, perusahaan yang menunaikan zakat melalui BAZNAS akan memperoleh berbagai manfaat, baik dari sisi spiritual maupun tata kelola perusahaan.
Menurutnya, perusahaan akan mendapatkan dukungan jaringan BAZNAS yang tersebar luas di Indonesia, keberkahan dalam menjalankan usaha, pengurangan penghasilan kena pajak sesuai ketentuan yang berlaku, peningkatan reputasi perusahaan melalui kepatuhan zakat, hingga dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
"Menunaikan zakat melalui BAZNAS bukan hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi bagian dari investasi sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi perusahaan maupun masyarakat," ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, saat ini jaringan BAZNAS bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah hadir di hampir 700 kabupaten dan kota di Indonesia. Secara kelembagaan, BAZNAS telah terbentuk di 540 kabupaten/kota dan 30 provinsi, sehingga memiliki kapasitas besar dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara profesional.
Rizaludin menambahkan, seluruh tata kelola BAZNAS dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sekaligus mendukung program prioritas nasional atau Asta Cita Presiden.
Untuk menjaga kepercayaan publik, pengelolaan dana zakat di BAZNAS mengedepankan prinsip "3 Aman", yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Selain diawasi oleh Kementerian Agama dan aparat penegak hukum, pengelolaan dana juga diaudit secara berkala oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen.
"Berbagai penghargaan yang diterima BAZNAS menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara amanah, transparan, dan profesional," katanya.
Selama lima tahun berturut-turut, lanjut Rizaludin, BAZNAS berhasil meraih predikat Top Brand nomor satu. Selain itu, BAZNAS juga memperoleh predikat Star 5 (Bintang 5) sebagai lembaga mitra Corporate Social Responsibility (CSR) terbaik serta konsisten masuk dalam kategori Customer Service Excellent selama lima tahun terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Rizaludin juga memperkenalkan skema penghimpunan zakat perusahaan yang fleksibel. Salah satunya melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi di lingkungan perusahaan.
Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat mengelola kembali hingga 70 persen dana zakat yang berhasil dihimpun untuk disalurkan kepada para mustahik di lingkungan internal maupun wilayah operasional perusahaan sesuai ketentuan BAZNAS.
Sementara bagi perusahaan yang belum memiliki sumber daya manusia untuk membentuk UPZ, BAZNAS menyediakan skema Zakat Muqayyad (zakat terikat). Lewat skema tersebut, perusahaan tetap dapat menentukan program atau sektor yang ingin didukung melalui penyaluran zakat.
"Perusahaan tetap memiliki keleluasaan menentukan sasaran program sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih optimal," jelas Rizaludin.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ir. H. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., mengajak perusahaan, khususnya lembaga keuangan dan pelaku usaha syariah, untuk menyalurkan zakat perusahaan melalui BAZNAS.
Menurutnya, penghimpunan zakat secara kolektif akan menghasilkan efek pengganda (leveraging by pooling of charity funds) sehingga mampu memperbesar manfaat bagi pemberdayaan ekonomi umat.
"Bagi setiap individu yang berinfak, nilainya mungkin terasa kecil. Namun ketika dihimpun bersama, nilainya menjadi sangat besar dan manfaatnya jauh lebih luas," ujar Adiwarman.
Apresiasi terhadap kinerja BAZNAS juga disampaikan Direktur/Kepala UPIS Maybank Asset Management, Anita. Ia menyebut BAZNAS sebagai mitra strategis yang memiliki sistem pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel.
Menurut Anita, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan program, monitoring hingga pelaporan dilakukan secara sistematis sehingga perusahaan dapat memantau perkembangan serta dampak nyata dari setiap program yang dijalankan.
"BAZNAS mampu merancang program yang selaras dengan tujuan sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Karena itu, kolaborasi yang terbangun tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi benar-benar menciptakan dampak sosial yang nyata. Kami merasakan manfaat positif dari kolaborasi tersebut," tuturnya.
Melalui forum ini, BAZNAS berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia menjadikan zakat sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak mustahik sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi umat secara berkelanjutan.
BERITA07/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Panen Jagung I Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano Berbuah Berkah, Mushaf Al-Quran Disalurkan untuk Masjid dan Majelis Taklim
MINAHASA – Sinergi antara lembaga peradilan, BAZNAS, pemerintah kelurahan, tokoh agama, dan kelompok tani kembali membuktikan bahwa kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Panen Jagung Lahan I hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa bersama Pengadilan Agama Tondano yang dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) di lahan pertanian kawasan Tonsea Lama berlangsung penuh semangat dan sarat nilai sosial-keagamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Tondano, Umi Kalsum Abd. Kadir, S.H.I., M.H., didampingi Sekretaris Pengadilan Agama Tondano, Ramlia Hamzah, S.Ag., Hakim Pengadilan Agama Tondano, Dian Febry Handayani, S.H. serta Kasubag Umum dan Kepegawaian Pengadilan Agama Tondano Noerhayati Agune, SH. Kehadiran jajaran Pengadilan Agama menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat berbasis pertanian.
Turut hadir pula Lurah Kampung Jawa Tondano, Ketua BTM dan Imam Masjid Al-Hikmah Sumalangka, Sekretaris BTM Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo Jawa Tondano, Sekretasi Masjid Nurul Yakin Wawalintoan, Ketua Kelompok Tani Paguyuban Matuari Jaton, serta perwakilan pendamping dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang selama ini memberikan pendampingan teknis kepada petani.
Panen jagung tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang dibangun antara BAZNAS Minahasa dengan Pengadilan Agama Tondano Dan UNHAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan lahan produktif. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai ekonomi, sosial, dan spiritual.
Momentum panen Jagung Lahan Pertama dari 3 Lahan Yang ditanam bibit tetua Milik UNHAS, semakin bermakna dengan dirangkaikannya kegiatan pendistribusian Mushaf Al-Qur'an kepada Lurah Kampung Jawa Tondano, pengurus masjid-masjid, serta majelis taklim. Penyaluran mushaf ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Minahasa dalam memperkuat syiar Islam sekaligus mendukung masyarakat agar semakin dekat dengan Al-Qur'an.
Ketua Pengadilan Agama Tondano, Umi Kalsum Abd. Kadir, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi melalui sektor pertanian yang disandingkan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan merupakan langkah strategis dalam membangun kesejahteraan umat secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak BAZNAS Minahasa menegaskan bahwa program ini menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Hasil panen yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjadi motivasi bagi kelompok tani lain untuk mengembangkan lahan produktif.
Kehadiran pemerintah kelurahan, pengurus masjid, tokoh agama, akademisi, dan kelompok tani dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat akan semakin kuat apabila dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Dari hamparan ladang jagung di Tonsea Lama, tumbuh sebuah pesan bahwa kebersamaan mampu melahirkan keberkahan, memperkuat ketahanan pangan, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Panen Jagung Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kemandirian ekonomi umat, sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan.
BERITA06/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Minahasa Salurkan 10 Mushaf Al-Quran ke Rumah Tahfidz Raudhatul Quran, Perkuat Syiar Islam dan Pendidikan Tahfiz
MINAHASA 3/7/2026– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung syiar Islam melalui penguatan pendidikan Al-Qur'an. Kali ini, BAZNAS Minahasa menyalurkan 10 mushaf Al-Qur'an kepada Rumah Tahfidz Raudhatul Quran di Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, sebagai bagian dari Program Minahasa Taqwa.
Penyerahan mushaf dilakukan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, dan diterima oleh Ust. Nawir S. Iki bersama Ust. Idam Mobilongo, mewakili Pimpinan Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an, Ust. Jabbar Tipu.
Sahlan Kokalo mengatakan, penyaluran mushaf Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah dalam mendukung pendidikan Islam serta memperkuat pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Minahasa.
"BAZNAS tidak hanya hadir melalui program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga berkomitmen mendukung pendidikan Al-Qur'an. Kami berharap mushaf yang disalurkan hari ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para santri untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an. Semoga setiap ayat yang dibaca menjadi amal jariyah bagi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS," ujar Sahlan.
Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an saat ini membina sekitar 20 santri yang mengikuti program tahfiz secara rutin. Berkat pembinaan yang berkesinambungan, beberapa santri telah mencapai hafalan hingga 12 juz dan berhasil mengukir berbagai prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
Pada MTQ tingkat Kabupaten Minahasa, para santri Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an berhasil meraih Juara I pada cabang Tahfiz 1 Juz, 5 Juz, dan 10 Juz, serta membawa pulang Piala Umum dan Piala Bergilir. Sejumlah santri terbaik juga dipercaya mewakili Kabupaten Minahasa pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Mewakili pimpinan rumah tahfidz, Ust. Nawir S. Iki menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Minahasa terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur'an.
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas kunjungan dan perhatian BAZNAS Minahasa kepada Rumah Tahfidz Raudhatul Qur'an. Mushaf Al-Qur'an ini akan sangat membantu proses pembelajaran para santri. Insyaallah menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini," tuturnya.
Menurutnya, dukungan terhadap rumah tahfidz menjadi motivasi bagi para pembina dan santri untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, serta melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur'an dan mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Program Minahasa Taqwa, BAZNAS Kabupaten Minahasa terus memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya pada bidang sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pada sektor pendidikan dan dakwah. Sinergi bersama rumah tahfidz, TPQ, pondok pesantren, masjid, dan lembaga pendidikan Islam diharapkan mampu memperkuat pembinaan umat sekaligus mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
BAZNAS Kabupaten Minahasa mengajak seluruh masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap amanah yang dititipkan akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur'an di Kabupaten Minahasa.
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Ketua PERGUNU Sulut Sempatkan Kunjungi Mahasiswi Asal Minahasa yang Lolos Magang di Kementerian Pariwisata
JAKARTA – Di tengah padatnya agenda sebagai Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ketua PW PERGUNU Sulawesi Utara, Ahmad Sholeh, M.Pd. tetap menyempatkan waktu menemui salah satu mahasiswa penerima Beasiswa PERGUNU asal Sulawesi Utara yang tengah berada di Jakarta, Jumat 3/7/2026.
Mahasiswi tersebut adalah Jihan Nabillah Kokalo, mahasiswa Universitas KH. Abdul Chalim Pacet, Mojokerto, yang berhasil lolos Program Magang Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Tahun 2026. Jihan ditempatkan pada Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II di bawah Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Di sela-sela kesibukannya menjalankan tugas kedinasan, Ketua PERGUNU Sulut memberikan motivasi agar Jihan memanfaatkan kesempatan magang sebagai ruang belajar, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional di lingkungan pemerintahan.
"Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik kampus, keluarga, dan Sulawesi Utara. Jadikan masa magang sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat ketika kembali ke daerah," pesannya.
Menurutnya, pengalaman belajar di kementerian merupakan nilai tambah yang tidak hanya memperkaya kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, serta pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan.
Sebagai penerima Beasiswa PERGUNU, Jihan dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kapasitas diri sehingga kelak mampu menjadi generasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Selain aktif menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, Jihan juga dikenal sebagai Google Student Ambassador 2026 dan aktif sebagai content creator. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan inovasi di bidang promosi pariwisata, komunikasi digital, serta pengembangan destinasi berbasis teknologi.
Ketua PW PERGUNU Sulawesi Utara berharap semakin banyak mahasiswa asal Sulawesi Utara yang berani mengambil peluang magang di kementerian, lembaga negara, maupun institusi nasional lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
"Kami ingin anak-anak Sulawesi Utara tidak hanya berprestasi di bangku kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di tingkat nasional. Pengalaman itu akan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali membangun daerah," ujarnya.
Bagi Jihan, perhatian yang diberikan Ketua PERGUNU Sulawesi Utara menjadi penyemangat tersendiri menjelang dimulainya masa magang. Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Kementerian Pariwisata dan berkomitmen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin.
Keberhasilan Jihan lolos dalam Program Magang Kementerian Pariwisata diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya penerima Beasiswa PERGUNU, untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui bidang yang mereka tekuni.
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Bersama BAZNAS Minahasa melalui Dukungan 78 Mushaf Al-Quran
MINAHASA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa menerima dukungan program berupa 78 mushaf Al-Qur'an Hafalan (Tahfiz) dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara sebagai wujud sinergi antarlembaga dalam memperkuat syiar Islam, meningkatkan literasi Al-Qur'an, serta mendukung pembinaan keagamaan di Kabupaten Minahasa, Kamis (2/7/2026).
Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat peran BAZNAS kabupaten/kota melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkokoh pelayanan keagamaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap mushaf Al-Qur'an yang berkualitas.
Mushaf yang disalurkan merupakan Al-Qur'an Tahfiz yang dirancang khusus untuk membantu proses belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an. Selain menggunakan Rasm Utsmani sesuai standar mushaf Indonesia, Al-Qur'an ini juga dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia, transliterasi Latin, kode warna tajwid, pembagian hafalan dalam delapan blok, serta panduan jeda bacaan (tanafus) yang memudahkan pembaca mempelajari bacaan Al-Qur'an secara bertahap dan benar.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi motivasi bagi BAZNAS Minahasa untuk terus memperluas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang dakwah dan pendidikan Al-Qur'an.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan berupa 78 mushaf Al-Qur'an Tahfiz kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa. Dukungan ini merupakan amanah yang sangat berarti dalam memperkuat pembinaan umat melalui pendidikan Al-Qur'an. Insyaallah mushaf ini akan kami salurkan kepada masjid, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), majelis taklim, para mualaf, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan Islam yang membutuhkan. Semoga setiap ayat yang dibaca, dipahami, dan dihafalkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi," ujar Sahlan.
Ia menambahkan, keberadaan mushaf dengan berbagai fitur pembelajaran tersebut akan sangat membantu masyarakat, khususnya para santri, guru mengaji, mualaf, dan generasi muda dalam memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid serta mempermudah proses menghafal Al-Qur'an.
Sebagai tindak lanjut, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan segera mendistribusikan 78 mushaf Al-Qur'an Tahfiz tersebut kepada berbagai lembaga dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya melalui program sosial, ekonomi, kesehatan, dan kemanusiaan, tetapi juga melalui penguatan pendidikan serta dakwah Islam.
Melalui kolaborasi yang terus terjalin antara BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dan BAZNAS Kabupaten Minahasa, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki akses terhadap Al-Qur'an berkualitas sehingga semangat membaca, memahami, mengamalkan, dan menghafal Al-Qur'an terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan penuh keberkahan.
BERITA03/07/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Pengadilan Agama Tondano Beri Piagam Apresiasi untuk BAZNAS Minahasa, Sinergi Zakat dan Pemberdayaan Umat Makin Diperkuat
MINAHASA – Kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano kembali mendapat penguatan. Senin (29/6/2026), kedua lembaga tersebut saling memberikan penghargaan sebagai simbol komitmen untuk terus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah melalui program-program sosial serta pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Minahasa.
Bertempat di Ruang Kerja Ketua Pengadilan Agama Tondano, Ketua Pengadilan Agama Tondano YM Umi Kalsum Abd. Kadir, S.H.I., M.H., menyerahkan Piagam Apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Minahasa atas kerja sama dalam penyaluran hewan kurban dan pemberdayaan ekonomi umat selama Tahun 1447 Hijriah.
Piagam tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pengadilan Agama Tondano Ramliah Hamzah, S.Ag., serta Nihlawati Ningsih, S.H.I.
Menurut Ketua Pengadilan Agama Tondano, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus harapan agar sinergi yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini.
"Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut. Selama ini BAZNAS Kabupaten Minahasa telah menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dan semakin banyak memberikan manfaat bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Minahasa," ujar Umi Kalsum.
Ia menegaskan, Pengadilan Agama Tondano akan terus mendukung penguatan pengelolaan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah dibentuk dan memperoleh Surat Keputusan dari BAZNAS Kabupaten Minahasa.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan membentuk tim internal untuk menyusun langkah strategis dalam mengoptimalkan fungsi UPZ sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Pengadilan Agama.
"Kami akan menindaklanjuti keberadaan UPZ dengan membentuk tim dan melakukan pembahasan lanjutan. Harapan kami, UPZ dapat berjalan optimal dan menjadi bagian dari upaya bersama membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Minahasa juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Pengadilan Agama Tondano sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan komitmen lembaga tersebut dalam memperkuat gerakan zakat melalui pembentukan serta pengembangan UPZ.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, kepada Ketua Pengadilan Agama Tondano.
Sahlan mengatakan, saling memberikan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kuat bahwa keberhasilan membangun kesejahteraan umat membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.
"Penghargaan ini kami persembahkan sebagai bentuk rasa hormat kepada Pengadilan Agama Tondano yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap berbagai program BAZNAS. Kehadiran UPZ menjadi bukti nyata bahwa semangat berzakat dapat dibangun melalui sinergi kelembagaan yang kuat," ujarnya.
Menurut Sahlan, BAZNAS memiliki amanah untuk mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dana yang dihimpun melalui BAZNAS tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik.
"Program pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, hingga penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mengubah mustahik menjadi masyarakat yang mandiri. Karena itu, dukungan dari berbagai institusi, termasuk Pengadilan Agama Tondano, menjadi energi penting untuk memperluas manfaat zakat bagi masyarakat," jelasnya.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang melalui penguatan UPZ dan berbagai program kolaboratif lainnya.
"Kami optimistis, ketika lembaga pemerintah, lembaga vertikal, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, potensi zakat dapat dioptimalkan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Semoga kerja sama ini terus berlanjut, semakin erat, dan menjadi contoh bagi instansi lain di Kabupaten Minahasa."
Momentum saling memberikan penghargaan antara Pengadilan Agama Tondano dan BAZNAS Kabupaten Minahasa menjadi pesan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berbicara tentang penghimpunan dana, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, kedua lembaga optimistis gerakan zakat di Kabupaten Minahasa akan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
BERITA29/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional
Minahasa – Komitmen untuk membangun kemandirian petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap, Al Gazali Mus, yang tetap memberikan perhatian penuh terhadap petani binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano.
Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan, Al Gazali Mus menyempatkan diri turun langsung ke lahan pertanaman jagung yang berada di Kabupaten Minahasa untuk mengikuti kegiatan roging, sebuah tahapan penting dalam proses produksi benih jagung unggul.
Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Benhard, petugas lapangan yang ditugaskan secara khusus oleh pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Muhammad Azrai, untuk memastikan seluruh proses budidaya berjalan sesuai standar produksi benih.
Menurut Benhard, roging merupakan proses seleksi tanaman dengan cara mencabut tanaman yang menunjukkan karakter berbeda atau menyimpang dari varietas yang sedang diperbanyak.
"Roging dilakukan untuk memaksimalkan keseragaman tanaman. Walaupun tanaman terlihat tinggi dan subur, jika tidak sesuai dengan karakter varietas maka harus dicabut. Tujuannya agar seluruh tanaman yang tersisa benar-benar homogen dan menghasilkan benih yang berkualitas," jelasnya saat mendampingi petani di lapangan.
Ia menambahkan bahwa tanaman yang sedang dibudidayakan bukanlah jagung konsumsi biasa, melainkan benih tetua (parent seed) yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan benih jagung hibrida unggul.
"Penanganannya berbeda dengan budidaya jagung pada umumnya. Karena ini merupakan perbanyakan benih tetua yang berasal dari Universitas Hasanuddin Makassar, maka seluruh tahapan harus dilakukan secara ketat. Pendampingan akan terus dilakukan mulai dari penanaman, roging, pemeliharaan, panen hingga prosesing benih," ungkap Benhard.
Dalam kegiatan tersebut, Benhard menjelaskan bahwa roging yang dilakukan merupakan roging kedua. Masih akan ada beberapa tahapan roging berikutnya hingga menjelang pembentukan generasi benih.
Menurutnya, kemurnian genetik merupakan faktor utama dalam produksi benih. Oleh karena itu setiap tanaman yang memiliki perbedaan karakter, baik tinggi tanaman, bentuk daun, umur berbunga maupun sifat lainnya harus segera dieliminasi.
"Ini sudah roging kedua kalinya dan masih ada beberapa kali lagi sampai menjelang generasi berikutnya. Semua dilakukan agar pertanaman benar-benar seragam dan sesuai standar perbenihan," katanya.
Dari hasil pengamatan sementara, kondisi pertanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
"Secara umum lahannya sudah cukup bagus. Yang perlu lebih ditingkatkan adalah kebersihan lahan terutama pengendalian gulma. Untuk penanganan ulat grayak sudah cukup baik. Tinggal meningkatkan lagi teknik budidaya jagung hibrida karena ini memang untuk produksi benih, bukan jagung biasa," tambahnya.
Kehadiran Al Gazali Mus di tengah para petani menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat tidak berhenti meski dirinya telah berpindah tugas ke Sulawesi Selatan.
Sejak awal program "Marijo Ba Kobong" yang digagas bersama BAZNAS Minahasa, Al Gazali Mus dikenal aktif mendampingi petani mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga masa pemeliharaan tanaman.
Bahkan ketika proyek kolaborasi ini dipercaya oleh Prof. Muhammad Azrai untuk melakukan perbanyakan benih tetua jagung unggul, dirinya tetap turun langsung memberikan motivasi dan semangat kepada para petani.
Program ini menjadi salah satu model kolaborasi yang mempertemukan lembaga zakat, akademisi, aparat peradilan, dan kelompok tani dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar menanam jagung untuk dipanen, melainkan membangun kapasitas petani agar mampu naik kelas menjadi produsen benih.
"Ini adalah sebuah kepercayaan besar yang diberikan Prof. Muhammad Azrai kepada petani binaan BAZNAS Minahasa. Kami tidak hanya menanam jagung, tetapi sedang belajar dan mempersiapkan petani agar mampu menjadi penangkar benih yang memenuhi standar nasional. Karena itu setiap tahapan, termasuk roging, harus dilakukan dengan disiplin dan pendampingan yang ketat," ujar Sahlan.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani Minahasa sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
"Pendampingan dari tim Universitas Hasanuddin merupakan transfer ilmu yang sangat berharga. Harapan kami, petani binaan BAZNAS tidak hanya menjadi petani produksi, tetapi mampu menghasilkan benih unggul yang berkualitas sehingga memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi kesejahteraan petani," tambahnya.
Program perbanyakan benih tetua jagung yang saat ini berlangsung di Minahasa menjadi langkah strategis dalam mendukung ketersediaan benih unggul nasional.
Dengan dukungan Prof. Muhammad Azrai, pendamping lapangan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Kabupaten Minahasa, serta dedikasi Al Gazali Mus yang terus membersamai petani, optimisme untuk melahirkan petani penangkar benih profesional semakin terbuka lebar.
Dari hamparan lahan jagung di Minahasa, harapan besar sedang ditanam. Bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi melahirkan benih-benih unggul yang akan menjadi fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia di masa depan.
BERITA22/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI dan PP Persis Perkuat Sinergi, Bangun Kekuatan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Jakarta – Komitmen memperkuat kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional, modern, dan berdampak kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Pengurus Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis). Pertemuan yang berlangsung hangat di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026), menjadi momentum penting untuk memperluas kolaborasi strategis dalam membangun kemandirian umat dan memperkuat ekosistem zakat nasional.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, sinergi antara lembaga pengelola zakat dan organisasi kemasyarakatan Islam dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan umat.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut positif kunjungan PP Persis dan LAZ Persis sebagai wujud semangat bersama dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sodik memaparkan arah besar pembangunan zakat nasional melalui delapan strategi prioritas BAZNAS periode 2026–2031. Strategi tersebut meliputi penguatan tata kelola dan ekosistem zakat, percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas sumber daya amil, perluasan jejaring kemitraan, serta penguatan pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurutnya, zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen bantuan sosial semata, melainkan sebagai kekuatan ekonomi umat yang mampu menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Ke depan, pengelolaan zakat harus mampu menghadirkan dampak yang lebih luas. Bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sodik juga memperkenalkan berbagai program unggulan BAZNAS yang akan menjadi fokus penguatan pada lima tahun mendatang. Program-program tersebut mencakup BAZNAS Siaga Kemiskinan, Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), Rumah Sehat BAZNAS, Rumah Layak Huni BAZNAS, BAZNAS Permodalan Ekonomi, Rumah Terang BAZNAS, Balai Ternak, Lumbung Pangan BAZNAS, Mualaf Center BAZNAS, Sekolah dan Pesantren Layak Belajar BAZNAS, hingga Program Air Bersih BAZNAS.
Rangkaian program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, ketahanan pangan, hingga penguatan dakwah dan pemberdayaan kelompok rentan.
“Kolaborasi dengan LAZ Persis memiliki potensi besar untuk memperluas manfaat program-program tersebut. Kami menyambut baik upaya pengembangan kerja sama yang lebih kuat dan lebih luas demi menghadirkan manfaat yang semakin besar bagi umat,” kata Sodik.
Sementara itu, Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin antara BAZNAS RI dan LAZ Persis selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Jeje, sinergi yang dibangun sejak tahun 2020 telah memberikan dampak nyata, khususnya melalui Program Umat Pintar yang fokus pada pemberian beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa dari berbagai jenjang pendidikan.
Program tersebut tidak hanya membantu membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu, tetapi juga melahirkan berbagai prestasi akademik dan karya intelektual yang membanggakan.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan BAZNAS selama ini. Program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa sarjana maupun pascasarjana telah menghasilkan banyak prestasi dan karya yang bermanfaat. Bahkan sebagian hasil pemikiran para penerima manfaat telah diterbitkan dalam bentuk buku,” ungkap Jeje.
Ia menilai keberhasilan program pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa zakat mampu menjadi instrumen transformasi sosial yang tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga melahirkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa.
Lebih lanjut, Jeje berharap kerja sama yang telah terjalin dapat diperluas ke berbagai sektor pemberdayaan lainnya, termasuk penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kebutuhan masyarakat terhadap pemberdayaan ekonomi dan rumah layak huni masih sangat besar. Karena itu kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, Ketua Bidang Maliyah PP Persis Aay M. Furkan, Ketua Bidang Perzakatan PP Persis Latief Awaludin, Direktur LAZ Persis Heri Sholehudin, beserta jajaran kedua lembaga.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat. Ketika lembaga zakat dan organisasi masyarakat Islam berjalan beriringan, maka potensi zakat yang besar dapat dioptimalkan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang lebih kuat, kesehatan yang lebih terjangkau, serta kehidupan yang lebih sejahtera bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, BAZNAS RI dan PP Persis optimistis dapat memperluas jangkauan manfaat zakat, memperkuat pemberdayaan mustahik, dan menghadirkan perubahan yang lebih besar bagi umat serta bangsa Indonesia di masa depan.
BERITA19/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS Gandeng Indra Sjafri, Ajak Generasi Muda Jadikan Zakat Gaya Hidup
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat literasi zakat di berbagai kalangan masyarakat. Kali ini, BAZNAS menggandeng pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri, untuk mengajak generasi muda menjadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.
Ajakan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, dan Indra Sjafri di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026). Pertemuan itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari masa depan generasi muda, pembangunan karakter bangsa, hingga penguatan kesadaran berzakat melalui dunia olahraga.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan BAZNAS memiliki komitmen untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang membutuhkan dari berbagai latar belakang, termasuk insan olahraga dan atlet.
“BAZNAS memiliki program menghimpun dana zakat kemudian mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Penggalangan dana maupun penerima manfaatnya mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk atlet dan tokoh olahraga,” ujar Sodik.
Menurutnya, kehadiran tokoh nasional seperti Indra Sjafri menjadi energi positif dalam memperluas edukasi zakat kepada masyarakat, terutama kalangan muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Alhamdulillah hari ini kami menerima kunjungan Coach Indra Sjafri. Kami berdiskusi tentang masa depan bangsa, masa depan generasi muda, masa depan sepak bola Indonesia, pembangunan karakter, serta pentingnya budaya berbagi kepada sesama melalui zakat,” katanya.
Sodik menilai olahraga memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kolaborasi antara BAZNAS dan tokoh olahraga diharapkan mampu menghadirkan inspirasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat.
Sementara itu, Indra Sjafri mengingatkan bahwa zakat merupakan kewajiban yang telah diatur dalam syariat Islam bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Ia mengaku telah merasakan sendiri manfaat dari menunaikan zakat secara konsisten.
“Zakat adalah kewajiban agama yang sudah diatur dengan jelas. Saya juga merupakan bagian dari orang yang menunaikan kewajiban tersebut,” ujar Indra.
Ia menegaskan, banyak orang masih memiliki kekhawatiran bahwa mengeluarkan zakat akan mengurangi harta yang dimiliki. Padahal, menurut pengalamannya, zakat justru menjadi jalan datangnya keberkahan dan tambahan rezeki.
“Jangan berpikir bahwa dengan mengeluarkan zakat harta kita akan berkurang. Dengan izin Allah, apa yang saya rasakan justru zakat menjadi sebab bertambahnya keberkahan rezeki. Karena itu saya mengajak teman-teman, khususnya insan olahraga dan generasi muda, yang mungkin masih lupa atau belum menunaikan kewajiban tersebut, untuk mulai membiasakan diri berzakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Indra menilai dunia olahraga tidak hanya berfungsi mencetak prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter dan nilai-nilai sosial. Melalui pembinaan yang tepat, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, peduli, dan memiliki semangat berbagi kepada sesama.
Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Indra Sjafri ini diharapkan mampu memperkuat kampanye zakat di kalangan generasi muda. Dengan meningkatnya kesadaran berzakat, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi kebaikan untuk masa depan umat dan bangsa." demikian pesan yang ingin terus digaungkan BAZNAS melalui berbagai kolaborasi dengan tokoh publik dan inspiratif di Indonesia.
BERITA19/06/2026 | Humas BAZNAS Minahasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →