“Hasan Rifai: Penjaga Kebun, Penjaga Harapan di Tengah Sunyi”
21/11/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Kisah inspiratif petani Gula Aren Tondano
BAZNAS Minahasa TV – Liputan Khusus
Tim BAZNAS Kabupaten Minahasa kembali melakukan kunjungan lapangan untuk menyalurkan beras amanah para muzaki, munfiq, dan muhsinin. Salah satu penerima manfaat kali ini adalah Hasan Rifai, seorang petani gula aren yang telah puluhan tahun mengabdikan hidupnya di tengah kebun, jauh dari keramaian, namun dekat dengan semangat pantang menyerah.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mendokumentasikan kisah-kisah inspiratif masyarakat, sebagai edukasi dan motivasi bagi publik melalui program Podcast BAZNAS Minahasa.
Di balik hutan aren dan jalan setapak, Hasan Rifai telah 24 tahun tinggal seorang diri. Di rumah sederhana di antara pepohonan tinggi, ia menjalani keseharian yang bagi banyak orang mungkin tampak berat, namun baginya adalah bagian dari perjuangan hidup yang harus dijalani dengan sabar dan ikhlas.
“Biar malam, biar gelap, saya sudah biasa lewat sini,” ucap Hasan saat ditemui tim BAZNAS. “Kalau pulang arisan tengah malam pun, saya tetap jalan saja.” Ketenangan pria ini memberi pelajaran penting: keteguhan sering tumbuh dari kebiasaan bertahan, bukan dari keadaan yang mudah.
Sebagai petani gula aren, Hasan mengandalkan pohon aren yang ia jaga dan panen setiap hari. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi baik, satu pohon bisa menghasilkan lima batu gula dalam sehari.
Selain gula aren, ia juga menanam jagung manis dan rica di lahan yang ia jaga. Ia tidak menerima gaji bulanan, tidak memiliki penghasilan tetap, namun tetap melakoni pekerjaannya dengan penuh amanah.
“Yang penting jaga baik-baik kebun ini,” demikian pesan pemilik lahan kepadanya. Dan amanah itu dijalankan Hasan dengan sepenuh hati.
Dalam podcast bersama tim BAZNAS, Hasan menceritakan pengalaman ketika pernah didatangi tiga orang mabuk yang mengancam membakar rumahnya jika ia tidak memberikan anjing peliharaannya. Alih-alih lari, Hasan menghadapi mereka dengan tenang. “Takut apa? Yang cabut nyawa bukan manusia. Yang di atas yang tentukan.” Pernyataan singkat itu mengajarkan kembali nilai tauhid, keberanian, dan kepercayaan penuh kepada takdir Allah. Menariknya, keesokan harinya para pelaku justru datang meminta maaf.
Meski istrinya sedang berada di Gorontalo selama dua bulan terakhir, Hasan tetap tinggal di kebun tanpa merasa takut atau terasing.
“Selama tinggal di sini, tidak ada gangguan. Hantu? Tidak ada. Yang ada hidup yang harus dikerjakan,” ujarnya dengan senyum tipis.
Ketenangan ini menjadi pesan bagi kita semua bahwa rasa aman sejati berasal dari hati yang berserah, bukan dari ramainya lingkungan.
Pada kunjungan tersebut, BAZNAS Minahasa menyerahkan bantuan beras dan uang seadanya sebagai wujud kepedulian dan amanah dari para donatur. Bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, namun juga penghormatan bagi perjuangan sunyi yang dilakukan para petani seperti Hasan Rifai.
Waka IV BAZNAS Minahasa melalui tim lapangan menyampaikan bahwa setiap zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat akan terus disalurkan kepada mereka yang berhak—termasuk para pekerja sunyi yang menjadi tulang punggung pangan lokal.
Kisah Hasan Rifai bukan sekadar cerita tentang seorang petani. Ini adalah cermin kehidupan:bahwa keteguhan, amanah, dan kerja keras diam-diam telah menjaga banyak hal di sekitar kita.
BAZNAS Minahasa berharap kisah ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat, bahwa penerima manfaat bukan hanya mereka yang berada di kota atau terlihat di permukaan. Ada banyak sosok di balik layar, yang hidup dengan perjuangan yang tidak pernah disiarkan, tetapi patut dihargai.
Karena pada akhirnya, orang hebat tidak selalu berdiri di panggung—kadang mereka sedang menyalakan tungku gula aren di tengah gelap malam.
Berita Lainnya
Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
BAZNAS RI dan PP Persis Perkuat Sinergi, Bangun Kekuatan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Bersama BAZNAS Minahasa melalui Dukungan 78 Mushaf Al-Quran
BAZNAS Minahasa Salurkan 10 Mushaf Al-Quran ke Rumah Tahfidz Raudhatul Quran, Perkuat Syiar Islam dan Pendidikan Tahfiz
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam
Pengadilan Agama Tondano Beri Piagam Apresiasi untuk BAZNAS Minahasa, Sinergi Zakat dan Pemberdayaan Umat Makin Diperkuat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →