Keteladanan Nabi Muhammad SAW Jadi Kunci Persaudaraan dan Kepemimpinan, Pesan Ir. Djafar Alkatiri dalam Maulid Nabi di Minahasa
09/09/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M., M.PdI. (Komisaris Bank SulutGo)
MINAHASA, Tondano 8/9/2025 – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah/2025 Masehi di Kabupaten Minahasa berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Bertempat di halaman Masjid Al-Hijrah Rinegetan, ratusan jamaah hadir dengan semangat kebersamaan. Tema yang diusung, “Maulid Nabi sebagai Momentum Mempererat Silaturahmi dan Menebar Kedamaian”, menjadi pengikat acara yang sarat nilai edukasi, persaudaraan, dan spiritualitas.
Hikmah Maulid disampaikan oleh Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M., M.Pd.I, yang menegaskan pentingnya umat Islam menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam seluruh aspek kehidupan, terutama dalam kepemimpinan.
“Maulid ini adalah peringatan kelahiran Baginda Rasulullah SAW, sekaligus momen untuk meneladani akhlak beliau. Rasulullah SAW membangun persaudaraan sejati antara kaum Muhajirin dan Ansar, yang mampu melahirkan masyarakat damai, penuh rahmah, bahkan membangun peradaban. Karena itu, kita butuh pemimpin yang berketeladanan kuat, yang mampu mempersatukan umat, bukan memecah belah. Pertikaian dan perdebatan hanya berakhir pada kebencian, sementara ukhuwah melahirkan kekuatan dan kemajuan,” ujar Djafar.
Ia menambahkan, persaudaraan sejati bukan hanya slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, program kebersamaan, dan ruang-ruang silaturahmi yang inklusif.
“Mari kita tumbuhkan rasa persamaan. Mari kita isi dengan kegiatan positif yang bisa mempersatukan dan menutup prasangka. Dengan begitu, ikatan persaudaraan akan semakin kokoh,” imbuhnya.
Dalam sambutan mewakili Bupati Minahasa, Ir. Janni Moniung (Kepala Badan Kesbangpol Minahasa) menekankan bahwa Maulid Nabi adalah kesempatan menggali nilai luhur yang diwariskan Rasulullah.
“Kasih sayang, keadilan, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial adalah pilar penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan damai. Masyarakat Minahasa dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Inilah kekayaan sosial yang harus kita jaga bersama. Tanpa kerukunan, pembangunan tidak akan berjalan. Semangat Maulid Nabi ini sangat relevan dengan kebangsaan dan kebersamaan kita,” ujarnya.
Ketua MUI Minahasa, H. Sjaogil Ahmad, S.Hi, M.H, menggarisbawahi bahwa Maulid adalah momentum spiritual yang diperintahkan Al-Qur’an untuk dirayakan dengan penuh kegembiraan.
“Dalam QS Yunus ayat 58 Allah memerintahkan kita bergembira dengan rahmat-Nya. Dan Rasulullah adalah rahmat terbesar bagi seluruh alam. Karena itu, Maulid ini penuh hikmah, mengajarkan kita untuk bersyukur dan meneladani beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menambahkan semangat kebersamaan, Wakil Ketua I BAZNAS Minahasa, Joko Kurnia Winjaya, menyampaikan bahwa Maulid Nabi adalah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperkuat solidaritas dan aksi nyata membantu sesama.
“BAZNAS Minahasa memandang Maulid Nabi sebagai momentum tidak hanya untuk memperkuat ukhuwah, tetapi juga menebar kepedulian. Zakat, infak, dan sedekah adalah instrumen syariat yang sangat relevan dengan nilai keteladanan Rasulullah. Rasul mengajarkan kita kepedulian, berbagi kepada yang membutuhkan, dan membangun masyarakat yang adil. Inilah yang menjadi ruh kerja-kerja BAZNAS. Kami ingin masyarakat Minahasa merasakan kehadiran BAZNAS sebagai mitra kebaikan,” tegas Joko.
Ia menambahkan, BAZNAS Minahasa siap berkolaborasi dengan pemerintah, ormas Islam, dan masyarakat luas untuk mendorong tumbuhnya gerakan zakat yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Ketua Badan Takmir Masjid Al-Hijrah Rinegetan Ibrahim Hamid bersama Imam masjid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya acara ini.
“Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Minahasa, Bank SulutGo, mahasiswa KKN IAIN Manado, dan seluruh jamaah. Tanpa dukungan tenaga, pikiran, serta pengorbanan, acara ini tidak mungkin terselenggara. Semoga Allah membalas dengan pahala berlipat ganda,” ucapnya.
Acara turut dihadiri Ketua NU Minahasa, Baznas Minahasa, Camat Tondano Barat, Lurah Rinegetan, perwakilan Dandim Minahasa, Wakil Kepala Cabang Bank SulutGo, perwakilan Kementerian Agama, Ketua MUI Minahasa, serta para imam masjid se-Kabupaten Minahasa. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya Maulid Nabi sebagai ruang silaturahmi lintas tokoh, lembaga, dan masyarakat.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Minahasa tahun ini bukan hanya acara seremonial, melainkan momentum edukatif untuk meneguhkan nilai keteladanan Rasulullah. Pesan tentang kepemimpinan, persaudaraan, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadi garis merah yang diharapkan bisa dihidupi seluruh umat.
Dengan semangat Maulid, Minahasa diharapkan terus menjadi daerah yang damai, rukun, dan berkemajuan, serta menjadikan BAZNAS sebagai garda terdepan dalam menguatkan kepedulian sosial umat.
Berita Lainnya
TPQ Raudhatul Jannah Tondano Ukir Prestasi Tingkat Sulut, Sabet Pengelola Media Sosial Terbaik 1 di Pendis Award
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
Sambut Ramadan, BAZNAS Salurkan Peralatan Ibadah untuk Masjid Terdampak Banjir di Sumatra Barat
Terjebak Banjir, BAZNAS Evakuasi Ibu Hamil yang Akan Melahirkan di Karawang
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
