WhatsApp Icon

Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim: Guru NU Harus Jadi Pejuang yang Melahirkan Generasi Emas Indonesia

08/11/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim: Guru NU Harus Jadi Pejuang yang Melahirkan Generasi Emas Indonesia

Kiai Asep: Guru Harus Mengajar Sepenuh Hati

Ketua Umum PP Pergunu Lantik Pengurus Sulut: “Guru NU Harus di Garda Depan Majukan SDM Bangsa”

Manado — Dalam suasana penuh haru dan semangat pengabdian, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu), Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA, melantik pengurus wilayah, cabang, dan anak cabang Pergunu Sulawesi Utara masa khidmat 2025–2030, di The Sentra Hotel, Minahasa Utara, Sabtu (8/11/2025).

Dalam sambutannya, tokoh pendidikan nasional yang akrab disapa Abah Yai itu menegaskan pentingnya peran guru-guru Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa.

“Guru-guru NU harus tampil di garda depan peningkatan SDM. Karena dari tangan para guru yang baik akan lahir generasi muda yang handal — generasi yang dapat mewujudkan Indonesia maju, adil, dan makmur,” tegas Abah Yai.

Menurutnya, tugas utama Pergunu di seluruh daerah adalah memotivasi para guru untuk menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar pengajar. Ia menyebut perjuangan guru tidak hanya berdampak di dunia, tapi juga menjadi jalan menuju kemuliaan di akhirat.

“Bapak-Ibu sekalian akan mendapatkan dua hal — derajat yang tinggi di sisi Allah dan pahala berlipat di dunia dan akhirat. Allah tidak akan mendiamkan perjuangan orang-orang yang bergerak di jalan ilmu,” ujarnya.

Dalam pidatonya, pendiri Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto itu juga memaparkan lima karakter utama guru sejati versi Pergunu:

  1. Menguasai kompetensi dan terus meningkatkan profesionalisme.

  2. Bertanggung jawab menyalurkan ilmu tanpa diskriminasi.

  3. Menjadi teladan moral di sekolah dan kehidupan sehari-hari.

  4. Memandang murid sebagai anak sendiri dengan kasih sayang.

  5. Mendoakan murid agar menjadi pribadi saleh, cerdas, dan berbakti.

“Guru yang baik bukan hanya yang cerdas mengajar, tapi juga sabar membimbing dan tulus mendoakan muridnya. Inilah guru yang berjuang di jalan Allah,” tutur Abah Yai dengan nada lembut namun penuh penekanan.

Abah Yai juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah poros utama kemajuan bangsa, dan guru-guru NU harus menanamkan semangat perjuangan dalam dunia pendidikan — bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian bernilai ibadah.

“Dari ruang kelas yang kecil, lahirlah masa depan bangsa yang besar,” katanya menutup sambutan.

Pelantikan Pergunu Sulut turut dihadiri Kakanwil Kemenag Sulut H. Ulyas Taha, Rektor IAIN Manado, Kepala Kantor kemenag se-propinsi Sulut, para pimpinan badan otonom NU, serta perwakilan pengurus dari seluruh kabupaten/kota.
Acara ini menjadi momentum konsolidasi besar keluarga besar NU di bidang pendidikan, memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi profesi guru.

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut Reza Dotulung menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Pergunu.

“Peran Pergunu sangat penting, terutama di Sulawesi Utara, untuk mendukung misi pembangunan manusia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat