WhatsApp Icon

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Rusia 2025

22/09/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BAZNAS Luncurkan Beasiswa Cendekia Rusia 2025

Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Rusia Tahun 2025.

Dari Mustahik Menjadi Muzaki, dari Nusantara Menembus Dunia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuat gebrakan. Senin, 22 September 2025, melalui sebuah acara daring yang menghubungkan Jakarta–Moskow, BAZNAS meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Rusia Tahun 2025. Program ini bukan sekadar distribusi dana pendidikan, melainkan strategi besar: mempersiapkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing global, selaras dengan Asta Cita Presiden dan visi Indonesia Emas 2045.

Acara yang dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Prof. Dr. Khoirul Rosyadi, Ph.D., Deputi II BAZNAS, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov ini sekaligus menjadi panggung inspirasi: zakat kini tidak lagi dipandang semata-mata ritual ibadah, tetapi motor penggerak peradaban.

Apa yang kita lakukan adalah meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia yang bertujuan memajukan umat ke depan.
Pernyataan Ketua BAZNAS RI, Kiai Noor, menohok kesadaran publik. Bahwa dana zakat, infak, dan sedekah tak hanya mampu menyelamatkan masyarakat miskin hari ini, tetapi juga bisa mencetak doktor, insinyur, ilmuwan, dan pemimpin dunia esok hari.

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS tak ingin program ini sekadar seremonial. “Artinya ada keberlanjutan. Anak-anak kita di Rusia ini hebat-hebat semua. Program ini tidak boleh berhenti,” tegasnya. Bahkan, ia mendorong terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Rusia, agar mahasiswa dan alumninya kelak tidak hanya menerima, tetapi juga memberi.

Data Atase Pendidikan KBRI Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, mengungkap fakta yang sering terabaikan. Saat ini ada 500–700 mahasiswa Indonesia di Rusia, dengan 299 mahasiswa baru yang berangkat tahun ini. Sebagian besar memang ditopang beasiswa dari Pusat Kebudayaan Rusia, namun tunjangan itu tak cukup untuk menutup kebutuhan harian di negeri beriklim ekstrem itu.

Di titik inilah, Beasiswa BAZNAS tampil sebagai napas segar. “Beasiswa ini betul-betul memberi optimisme. Membantu mahasiswa kita untuk fokus pada studi, bukan hanya bertahan hidup,” ujar Khoirul.

Deputi II BAZNAS, Dr. Imdadun Rahmat, menambahkan dimensi strategis yang lebih dalam. Program ini dirancang bukan sekadar memberi, tetapi mengubah status sosial. “Beasiswa ini bertujuan mengeluarkan mustahik dari kemiskinan dan menjadikannya muzaki. Para penerima kami yakini adalah orang istimewa yang akan memiliki high social impact. Setelah lulus, mereka akan membawa kemanfaatan bagi publik,” jelasnya.

Dengan kata lain, beasiswa ini adalah investasi sosial jangka panjang. Dari zakat lahir ilmuwan. Dari zakat lahir pemimpin. Dari zakat lahir peradaban.

Peluncuran BCB Rusia 2025 membuktikan satu hal penting: zakat adalah energi peradaban. Ia tidak berhenti pada amplop santunan, melainkan bertransformasi menjadi tiket pendidikan, peluang global, dan jembatan menuju kemajuan umat.

Jika mahasiswa Indonesia di Rusia saja bisa merasakan manfaat zakat, maka publik di tanah air seharusnya tersadar: setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS bukan hanya meringankan beban, tapi juga mengguncang batas mimpi generasi bangsa.

BAZNAS menunjukkan, mustahik bisa berubah menjadi muzaki. Dan bangsa Indonesia bisa melangkah tegap menuju 2045—bukan sekadar berharap, tapi berprestasi di panggung dunia.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat