WhatsApp Icon

BAZNAS Luncurkan SIMBA Versi Terbaru, Dorong Lompatan Besar Digitalisasi Zakat Nasional

26/11/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Luncurkan SIMBA Versi Terbaru, Dorong Lompatan Besar Digitalisasi Zakat Nasional

Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dalam gelaran Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Pembaruan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat tata kelola zakat berbasis teknologi di Indonesia sekaligus memperkuat fondasi digitalisasi nasional.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh proses pelaporan BAZNAS kini diwajibkan menggunakan SIMBA sebagai standar nasional. Menurutnya, modernisasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

“Dulu banyak daerah masih menggunakan HP dengan sinyal terbatas, tapi alhamdulillah kita terus melangkah. SIMBA ini akan membuat semua daerah bisa tembus dan tersambung ke pusat,” ujarnya.

Noor juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam penggunaan AI. Ia menilai teknologi dapat menjadi peluang, namun juga membawa risiko manipulasi bila tidak dikendalikan.

“AI ini luar biasa. Tapi jangan sampai manusia kalah atau tertipu. Bisa saja ada suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” tegasnya.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, menjelaskan bahwa SIMBA kini hadir lebih kuat, lebih cepat, dan lebih aman. Sistem tersebut dibangun ulang dengan standar keamanan sekelas industri perbankan.

“Data mustahik sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu, SIMBA kita rombak total agar lebih aman dan lincah,” katanya.

Prof. Nadra menegaskan bahwa SIMBA bukan sekadar platform pelaporan, melainkan instrumen pengawasan lengkap yang membantu memantau perjalanan mustahik dari fase menerima bantuan hingga menuju kemandirian.

Namun, ia mengakui tantangan terbesar ada pada kemampuan SDM di daerah. Banyak lembaga zakat daerah belum memiliki staf IT yang memadai.

“Transformasi digital tidak bisa instan. Kita latih pelan-pelan, bertahap. Yang penting siap berubah,” tuturnya.

Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 menjadi ruang bagi BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global untuk memamerkan inovasi digital. Pengunjung disuguhi demo aplikasi zakat berbasis AI, layanan cloud, hingga sistem monitoring mustahik yang terintegrasi.

Pameran ini menunjukkan bagaimana kolaborasi teknologi dapat memperkuat ekosistem zakat digital nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan pengelolaan zakat modern dunia.

Dengan peluncuran modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terhubung dari pusat hingga pelosok daerah.

Modernisasi ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi:

  • percepatan digitalisasi pengelolaan zakat,

  • penguatan integritas data nasional,

  • mendorong efektivitas program pemberdayaan mustahik,

  • serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai pelopor zakat berbasis teknologi.

Langkah ini tidak hanya mencerminkan pembaruan sistem, tetapi juga transformasi paradigma: dari birokrasi manual menuju ekosistem digital yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan—sebuah lompatan yang menandai era baru zakat nasional.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat