WhatsApp Icon

BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Buka Dapur Umum untuk Penyintas Longsor Banjarnegara

20/11/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Buka Dapur Umum untuk Penyintas Longsor Banjarnegara

(BTB), 750 porsi makanan disiapkan setiap hari di dapur umum Desa Beji, Kecamatan Pandanarum.

Banjarnegara – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus melanjutkan operasi evakuasi serta layanan dapur umum untuk penanganan darurat bencana tanah longsor yang terjadi di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), sebanyak 750 porsi makanan disiapkan setiap hari di dapur umum Desa Beji, Kecamatan Pandanarum. Layanan ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas dan relawan di lapangan tetap terpenuhi.

Selain itu, dapur air juga disiagakan di Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba, dengan penyediaan 150 paket air bersih per hari. Sementara titik layanan lainnya berada di Pos Dusun Temon.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan duka mendalam atas bencana longsor yang kembali menimpa sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus berada di garis depan membantu warga terdampak.

“Longsor yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Karena itu, BAZNAS bergerak cepat mendukung pencarian korban dan memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

Saidah menjelaskan, longsor di Pandanarum dipicu hujan lebat beberapa hari terakhir yang menyebabkan tebing runtuh dan menimpa area perkebunan, persawahan, hingga permukiman warga.

“Tim BTB sudah berada di lokasi sejak laporan diterima. Operasi SAR dimulai dari Posko Induk Pandanarum dengan fokus pencarian pada sektor paling terdampak. BAZNAS bekerja bersama BNPB, relawan, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Dalam situasi darurat seperti ini, akses pangan dan air bersih menjadi tantangan terbesar warga. Saidah mengatakan dapur umum BAZNAS dapat menyiapkan sekitar 750 porsi makanan setiap hari, sementara dua titik dapur air menyediakan 150 paket air bersih untuk konsumsi para penyintas.

“Banyak warga kehilangan akses pangan setelah permukiman mereka tertimbun material longsor. Karena itu, layanan dapur umum dan dapur air menjadi bagian penting dari penanganan darurat,” ujarnya.

Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Setelah proses evakuasi dan pencarian selesai, BAZNAS akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung proses pemulihan warga terdampak.

“BAZNAS akan tetap bersama masyarakat. Amanah zakat harus benar-benar menjadi penolong dalam situasi apa pun. Kami akan tetap berada di lapangan selama diperlukan,” tegasnya.

Saat ini, tim BTB masih melakukan asesmen, pendistribusian bantuan, serta pemantauan potensi longsor susulan demi keamanan petugas dan penyintas.

Di akhir pernyataannya, Saidah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil. Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan bagi penyintas longsor Banjarnegara melalui kanal donasi resmi BAZNAS.

“Gotong royong masyarakat Indonesia menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian ini,” ujarnya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat