WhatsApp Icon

BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital

02/12/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Siap Gelar ICONZ ke-9, Dorong Inovasi Pengelolaan Zakat di Era Digital

The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) 2025

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan kesiapan penyelenggaraan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) 2025 yang akan digelar pada 9–11 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Agenda tahunan berskala internasional ini kembali menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah baru pengelolaan zakat dan filantropi di tengah perkembangan teknologi digital yang kian pesat.

Dengan mengusung tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity”, ICONZ 2025 akan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai negara, meliputi otoritas zakat, akademisi, peneliti, pemerintah, hingga organisasi filantropi global.

Rangkaian kegiatan meliputi konferensi internasional, presentasi makalah, peluncuran buku, international workshop, serta dialogue sessions bersama para pemimpin zakat dunia. Sejumlah tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir, antara lain Menteri Agama RI, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF).

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa ICONZ bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan zakat global.

“Teknologi memang penting, tapi zakat tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya. Transformasi digital harus tetap berpihak pada pengentasan kemiskinan dan keadilan sosial,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (2/11/2025).

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemanfaatan big data, dan inovasi digital lain memberi peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga zakat. Namun, ia mengingatkan bahwa misi utama zakat—membantu mustahik—harus menjadi fondasi setiap pengembangan teknologi.

Kiai Noor menjelaskan, ICONZ 2025 diharapkan menjadi wadah dialog strategis lintas pemangku kepentingan, termasuk lembaga zakat, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas filantropi internasional. Dialog tersebut dinilai krusial untuk memperkuat kolaborasi global, menyusun kebijakan bersama, serta mengembangkan model tata kelola zakat yang adaptif dan berkelanjutan.

“Zakat dan filantropi bukan hanya instrumen keagamaan, tetapi pilar dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.

Selain isu inovasi digital, konferensi juga akan membahas perkembangan situasi kemanusiaan, termasuk bencana di sejumlah wilayah Indonesia dan kondisi di Palestina. Menurut Kiai Noor, forum internasional seperti ICONZ dapat menjadi jembatan dalam merumuskan solusi bersama atas beragam tantangan global.

Kiai Noor berharap ICONZ 2025 dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang bisa diadopsi lembaga zakat di berbagai negara.

“Dunia membutuhkan model tata kelola zakat yang lebih kuat, inklusif, dan responsif terhadap persoalan multidimensi. ICONZ menjadi ruang konsensus global untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.

BAZNAS RI menekankan bahwa resolusi konferensi nantinya diharapkan menjadi rujukan internasional dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan dunia.

Penyelenggaraan ICONZ ke-9 merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama. Sejumlah lembaga turut memberi dukungan, termasuk INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, serta Indiana University.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat