BAZNAS RI Terapkan Sertifikasi Online, Pemerataan Kualitas Amil Kini Semakin Nyata
04/11/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Optimalisasi Perjuangan Amil Dengan Sertifikasi Online
Jakarta — Di era digital, profesionalisme amil zakat kini memasuki babak baru. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS RI resmi menghadirkan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) bagi para amil zakat di seluruh Indonesia. Kebijakan ini membuka jalan bagi pemerataan kualitas dan kompetensi amil, bahkan hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Langkah progresif ini disampaikan dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Optimalisasi Perjuangan Amil Dengan Sertifikasi Online”, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (4/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, serta Dr. Muhammad Choirin, Lc, M.A., Kepala LSP BAZNAS RI.
Menurut Prof. Nadratuzzaman, kebijakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memberi izin penyelenggaraan sertifikasi daring menjadi solusi efisien bagi para amil di daerah.
“Ini kabar baik bagi para amil di daerah, karena sertifikasi online memungkinkan mereka ikut uji kompetensi tanpa harus hadir fisik. Standar pengawasannya tetap sesuai BNSP, sehingga kualitasnya tidak berkurang,” ujar Nadratuzzaman.
Ia menilai, penerapan sertifikasi online akan menjadi lompatan strategis menuju profesionalisme amil zakat.
“Profesi amil adalah profesi yang disebut langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Jangan sampai Allah sudah mengakuinya, tapi manusia belum. Dengan sertifikasi, kita menggabungkan dua pengakuan — ilahiyah dan duniawi,” katanya.
Lebih jauh, Nadratuzzaman menekankan pentingnya integrasi antara LSP BAZNAS RI dan Pusdiklat BAZNAS untuk mengembangkan video pembelajaran dan modul daring pendukung sertifikasi. “Dengan begitu, peserta sudah memahami materi sejak awal, dan saat diskusi bisa lebih fokus serta mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Choirin, Kepala LSP BAZNAS RI, menjelaskan bahwa izin pelaksanaan sertifikasi online diperoleh berdasarkan SK Ketua BNSP No. KEP.2251/BNSP/IX/2025. Meski dilakukan secara daring, seluruh proses tetap mengikuti standar mutu ketat, termasuk penggunaan kamera pengawas selama ujian berlangsung.
“Model sertifikasi ini sempat muncul saat pandemi COVID-19. Setelah sempat dihentikan, kini dibuka kembali untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap efisiensi dan pemerataan,” kata Choirin.
Ia menambahkan, biaya transportasi dan akomodasi selama ini menjadi hambatan utama bagi peserta dari daerah. Hingga 2025, pelaksanaan sertifikasi baru menjangkau beberapa kota besar seperti Semarang, Makassar, dan Pekanbaru.
“Dengan sistem daring, amil dari wilayah terpencil pun bisa ikut uji kompetensi tanpa harus ke kota besar. Ini membuka peluang pemerataan kualitas di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Dalam kurun lima tahun terakhir, LSP BAZNAS telah menerbitkan 3.295 sertifikat profesi amil. Namun, mayoritas penerima masih terpusat di Pulau Jawa. Melalui program Sertifikasi Jarak Jauh, Choirin menargetkan peningkatan signifikan di luar Jawa dengan membuka klaster sertifikasi baru di berbagai provinsi.
Sekitar 15 persen asesor LSP BAZNAS berasal dari kalangan ahli — mulai dari komisioner zakat dan wakaf, profesor ekonomi syariah, hingga praktisi zakat nasional.
“Dengan kredibilitas asesor yang tinggi, kami optimistis SJJ akan tetap menjaga kualitas asesmen,” pungkas Choirin.
Langkah ini menandai transformasi besar dalam dunia perzakatan nasional. Sertifikasi amil bukan lagi sekadar formalitas, melainkan simbol profesionalisme dan pengakuan atas dedikasi mereka sebagai penggerak zakat nasional.
BAZNAS melalui LSP-nya membuktikan, bahwa kemajuan teknologi bukan penghalang bagi amanah — justru menjadi jembatan menuju pemerataan kualitas amil di seluruh nusantara.
Berita Lainnya
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Regulasi BAZNAS Diperkuat, Zakat Diusulkan Jadi Pengurang Pajak
Kemensetneg Salurkan Rp227 Juta via BAZNAS, Bantu Penyintas Banjir Sumatera Bangun Huntap hingga Pulihkan Ekonomi
BAZNAS RI Terima Rp80 Juta Bantuan Kemanusiaan dari UPZ KPK untuk Penyintas Banjir Sumatra
Maybank Indonesia Finance Gandeng BAZNAS Salurkan Rp340 Juta untuk Penyediaan Air Bersih
BAZNAS Tutup Bootcamp Santripreneur Kuliner 2025, Siapkan Santri Jadi Motor Ekonomi Nasional
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
