WhatsApp Icon

BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg

15/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Salurkan Zakat Fitrah untuk Difabel dan Dhuafa di Rawa Buaya, 80 Warga Terima Beras 5 Kg

DOKUMENTASI BAZNAS RI

Jakarta — Semangat kepedulian di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Badan Amil Zakat Nasional menyalurkan bantuan zakat fitrah berupa paket beras 5 kilogram kepada 80 penerima manfaat yang terdiri dari kelompok difabel dan dhuafa di kawasan Rawa Buaya, Sabtu (14/3/2026).

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Rumah Belajar Winsar, sebuah pusat kegiatan bagi komunitas disabilitas prasejahtera di wilayah itu, yang diselenggarakan bekerja sama dengan MI Daarusshofa.

Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional, Subhan Cholid, mengatakan penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan amanah para muzaki benar-benar sampai kepada para mustahik, terutama kelompok rentan.

“Penyaluran zakat fitrah ini adalah amanah dari para muzaki yang kami prioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa pada hari yang fitri nanti, tidak ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar Subhan.

Kegiatan ini menjadi sangat berarti bagi warga komunitas disabilitas di wilayah tersebut. Banyak dari mereka hidup dalam kondisi ekonomi terbatas, bahkan harus menghadapi dampak banjir yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua Yayasan Bina Insani Winsar, Dwi Handayatun, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat membantu komunitas difabel yang selama ini berjuang dalam keterbatasan.

“Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS. Jujur, selama bertahun-tahun saya merasa berjuang sendiri mencari bantuan untuk anak-anak disabilitas di sini. Sejak mengenal BAZNAS, saya merasa dirangkul. BAZNAS benar-benar hadir di tengah komunitas prasejahtera seperti kami,” ujarnya dengan haru.

Menurut Dwi, kondisi ekonomi warga di wilayah tersebut masih cukup berat. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai pemulung dan buruh harian, sehingga kebutuhan dasar seperti beras sering kali menjadi beban tersendiri, terlebih setelah wilayah itu terdampak banjir dua kali dalam satu bulan terakhir.

“Untuk makan sehari-hari saja kadang sulit, apalagi setelah banjir. Bantuan 80 paket beras ini sangat berarti, dan saya pastikan diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Winarni, yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual, mengaku sangat terbantu dengan bantuan zakat fitrah tersebut.

Menurutnya, bagi keluarga prasejahtera seperti dirinya, beras adalah kebutuhan paling utama untuk bertahan hidup sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur mendapat bantuan ini. Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Semoga program seperti ini terus berjalan setiap tahun, karena sangat membantu kehidupan kami,” ujarnya.

Penyaluran zakat fitrah ini tidak hanya sekadar bantuan pangan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional ingin memastikan bahwa keberkahan Ramadhan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sering kali berada di pinggiran perhatian.

Di tengah keterbatasan, bantuan sederhana berupa beras 5 kilogram menjadi harapan besar bagi keluarga difabel dan dhuafa—bahwa mereka tidak sendirian.

Karena pada hakikatnya, zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga jembatan kemanusiaan yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →