WhatsApp Icon

Menembus Batas Dunia: Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Rekor MURI di Antarktika

31/10/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Menembus Batas Dunia: Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Rekor MURI di Antarktika

“Insan Termuda yang Menjelajahi Benua Antarktika.”

Jakarta – Di ujung selatan bumi, di antara hamparan salju abadi dan suhu minus puluhan derajat, langkah seorang anak muda Indonesia menorehkan sejarah baru. Namanya Gerry Utama — penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Luar Negeri asal Rusia — yang kini tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Insan Termuda yang Menjelajahi Benua Antarktika.”

Capaian itu bukan sekadar soal rekor, tetapi simbol keberanian dan bukti bahwa dana zakat yang dikelola dengan amanah mampu melahirkan generasi berprestasi yang menembus batas dunia.

Gerry menjadi bagian dari Ekspedisi Antarktika ke-69 yang diselenggarakan oleh Arctic Antarctic Research Institute (AARI) Rusia. Ia juga tercatat sebagai orang Indonesia dan ASEAN pertama yang terlibat dalam penelitian geomorfologi Pulau King George, untuk penyusunan Atlas Geomorfologi Antarktika milik Pemerintah Rusia.

“Prestasi Gerry menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk kemajuan peradaban,” ujar Deputi II BAZNAS RI, KH. Imdadun Rahmat, di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Menurut Imdadun, keberhasilan Gerry adalah bukti konkret bahwa pengelolaan zakat yang profesional dan berorientasi pada pemberdayaan bisa menghasilkan sumber daya manusia unggul yang diakui dunia.

“Zakat yang disalurkan masyarakat, ketika dikelola secara tepat, bisa melahirkan ilmuwan, peneliti, dan pemimpin masa depan bangsa. Inilah wujud nyata bagaimana zakat berperan dalam pembangunan manusia Indonesia,” lanjutnya.

Gerry, mahasiswa doktoral di Saint Petersburg State University, tumbuh dengan semangat belajar tinggi dan cita-cita besar untuk mengharumkan nama Indonesia. Perjalanannya menuju Antarktika bukan hal yang mudah — butuh waktu berbulan-bulan persiapan, penelitian, dan adaptasi ekstrem di kapal riset Icebreaker Akademik Tyroshnikov milik Rusia.

Dalam ekspedisi itu, ia turut berkontribusi dalam pengumpulan data geomorfologi dan pemetaan wilayah Antarktika sebagai bahan revisi peta ilmiah global.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak muda Indonesia juga bisa berdiri sejajar dengan ilmuwan dunia. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi bukti bahwa dukungan zakat BAZNAS mampu mengantarkan anak bangsa menembus batas-batas sains,” kata Gerry melalui sambungan daring dari Rusia.

BAZNAS menilai pencapaian Gerry sejalan dengan Asta Cita nomor 4, yakni pengembangan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, kesehatan, dan penguasaan teknologi. Melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB), lembaga ini berupaya memastikan dana zakat memberi manfaat strategis jangka panjang — dari ruang kelas pesantren hingga laboratorium riset internasional.

“Kita ingin memperluas jangkauan beasiswa agar semakin banyak generasi muda yang bisa menempuh pendidikan tinggi di bidang strategis seperti sains, teknologi, dan riset. Dari zakat, lahirlah pengetahuan; dari pengetahuan, tumbuhlah peradaban,” tutur Imdadun.

Di tengah lanskap es yang membeku ribuan tahun, nama Indonesia kini terukir lewat kiprah seorang santri ilmuwan penerima zakat. Gerry Utama bukan hanya membawa bendera merah putih di Antarktika, tetapi juga semangat zakat yang menyalakan cahaya pengetahuan di belahan bumi yang paling sunyi.

Langkahnya di atas salju abadi menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya menolong yang lemah, tapi juga menguatkan yang berilmu — melahirkan generasi yang menebar manfaat hingga ke ujung dunia.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat