Sinergi BAZNAS dan Pemda, Kunci Zakat Jadi Instrumen Pembangunan
27/08/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Sinergi BAZNAS dan Pemerintah Daerah Ciptakan Pengelolaan ZIS yang Komprehensif
Wakil Kepala Otorita Pantura menegaskan, tanpa koordinasi, zakat berisiko terjebak dalam tumpang tindih program dan gagal menjawab kebutuhan umat.
Jakarta — Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025, suara lantang Wakil Kepala Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, menggema: zakat hanya akan efektif jika dikelola dengan sinergi kuat antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan pemerintah daerah.
Mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Suhajar menekankan bahwa zakat bukan sekadar dana keagamaan, melainkan alat kebijakan sosial-ekonomi yang membutuhkan manajemen modern dan koordinasi lintas sektor.
“Kalau BAZNAS sudah berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelolaannya akan lebih baik dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8).
Menghindari Tumpang Tindih, Menjamin Keadilan
Selama ini, zakat kerap menghadapi masalah klasik: distribusi yang tidak merata, program yang saling tumpang tindih, hingga data muzaki dan mustahik yang tidak sinkron. Dengan melibatkan pemerintah daerah, kata Suhajar, setiap rupiah zakat dapat diarahkan sesuai kebutuhan lokal.
“Pemerintah daerah punya pemahaman mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan budaya masyarakat setempat. Hal ini memungkinkan pendekatan zakat yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Pendataan muzaki dan mustahik yang akurat, menurut Suhajar, akan menjadi modal penting dalam optimalisasi zakat. Tanpa basis data yang jelas, zakat berisiko jatuh pada pola lama: bantuan seremonial tanpa transformasi nyata.
Legitimasi dan Kepercayaan Publik
Suhajar juga mengingatkan, pemerintah daerah memiliki legitimasi hukum dan politik untuk mengoordinasikan zakat dengan berbagai pihak—mulai dari lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, hingga sektor swasta.
“Keterlibatan pemda akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Kepercayaan itu pada akhirnya mendorong partisipasi muzakki,” ujarnya.
Dalam konteks otonomi daerah, peluang lebih terbuka. Setiap daerah bisa merancang kebijakan zakat sesuai karakteristik wilayahnya: daerah pesisir dengan fokus nelayan, pedalaman dengan petani, atau kawasan industri dengan pekerja migran.
Zakat sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Namun Suhajar mengingatkan, penguatan peran pemerintah daerah dalam zakat harus didukung dengan regulasi yang jelas dan kapasitas kelembagaan yang memadai. Tanpa itu, sinergi hanya akan berhenti pada jargon.
“Jika regulasi kuat dan kelembagaan solid, zakat akan memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah,” katanya.
Rakornas BAZNAS 2025 dengan tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA” seakan menegaskan hal itu: zakat bukan hanya kewajiban syariat, tetapi instrumen keadilan sosial dan pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Berita Lainnya
10 Mahasiswa Pergunu Sulut Melanjutkan Studi ke UAC, Tiba di Surabaya Disambut Ketua FMS Mojokerto
Tiga Putranya Gugur di Gaza, Ulama Palestina Datangi BAZNAS: “Saya Tetap Mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin”
RSB BAZNAS Hadir untuk Mualaf di Batam, Cek Kesehatan Gratis hingga Bantuan Pangan
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
BAZNAS RI Bahas Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan Palestina dengan YPSP
BAZNAS RI dan ICMI Jajaki Kolaborasi Inovasi Lingkungan hingga Riset Zakat
Empat Kali Berturut-turut! BAZNAS RI Kembali Raih IHYA 2026
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
Pimpinan BAZNAS Minahasa Doakan Keberkahan Usia dan Pengabdian Al Gazali Mus
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
ZaWIN 2026 di Bandung: BAZNAS Dorong Kolaborasi agar Zakat Berdampak Lebih Luas
BAZNAS RI dan KemenPANRB Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Nasional

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →