Berita Terkini
Bupati Bulukumba Terima Ambulans BAZNAS, Perkuat Layanan Rumah Sehat untuk Warga
Bulukumba – Dukungan terhadap layanan kesehatan berbasis zakat terus diperkuat. BAZNAS Kabupaten Bulukumba mewakili BAZNAS menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk mendukung operasional Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di Kabupaten Bulukumba.
Penyerahan dilakukan dalam apel pagi, Senin (30/3/2026), dan diterima langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Bantuan ini merupakan hasil sedekah konsumen PT AlfaMart dan AlfaMidi yang disalurkan melalui BAZNAS.
Perwakilan BAZNAS, Kamaruddin, menjelaskan bahwa ambulans tersebut akan menjadi bagian penting dalam operasional Rumah Sehat BAZNAS yang saat ini dalam tahap pembangunan.
“Ambulans ini akan difungsikan secara optimal setelah Rumah Sehat BAZNAS selesai. Nantinya digunakan untuk layanan rujukan pasien, antar-jemput layanan kesehatan, hingga penanganan kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran ambulans bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi bagian dari sistem layanan kesehatan berbasis zakat yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Kehadiran ambulans tentu akan sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap pembangunan Rumah Sehat BAZNAS dapat segera rampung sehingga seluruh fasilitas, termasuk ambulans, bisa segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kolaboratif bersama BAZNAS, terutama di bidang kesehatan dan sosial.
Program Rumah Sehat BAZNAS sendiri merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menghadirkan layanan berkelanjutan bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi bukti bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun melalui BAZNAS dapat dioptimalkan menjadi layanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Dari ambulans hingga fasilitas kesehatan, zakat tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang berkelanjutan.
Zakat hari ini bukan hanya memberi, tetapi menghadirkan solusi— dari kepedulian, menjadi pelayanan untuk kehidupan.
30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik
Jakarta – Di tengah keterbatasan akibat konflik berkepanjangan, BAZNAS kembali menghadirkan harapan bagi warga Palestina. Tiga masjid darurat dibangun di wilayah Gaza sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat ibadah yang layak dan aman.
Pembangunan masjid darurat tersebut tersebar di tiga titik strategis, yakni Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, dan Deir Al-Balah. Ketiganya kini telah rampung dan mulai digunakan oleh masyarakat, termasuk saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan BAZNAS dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Alhamdulillah, tiga masjid darurat telah rampung dan sudah digunakan masyarakat. Masing-masing memiliki luas sekitar 180 meter persegi dan mampu menampung hingga 100 jemaah,” ujar Subhan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Konflik yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan banyak fasilitas umum hancur, termasuk masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan ibadah secara layak.
Melihat situasi tersebut, BAZNAS menghadirkan solusi cepat melalui pembangunan masjid darurat. Tidak hanya sebagai tempat salat, masjid ini juga berfungsi sebagai ruang berkumpul, tempat menguatkan solidaritas, dan sumber ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan.
“Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indonesia untuk Palestina,” tegas Subhan.
Masjid darurat yang dibangun BAZNAS tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas kemanusiaan lintas negara.
Di tengah keterbatasan, kehadiran masjid menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi warga. Tempat di mana mereka bisa beribadah, berkumpul, dan saling menguatkan.
“Kami berharap masjid ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi tempat ibadah yang khusyuk sekaligus mempererat kebersamaan warga,” tambah Subhan.
Pembangunan masjid darurat ini tidak lepas dari peran para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program kemanusiaan di wilayah krisis.
“Ini adalah bukti bahwa zakat yang ditunaikan umat mampu menjangkau saudara-saudara kita hingga ke Gaza,” ungkapnya.
Tak hanya pembangunan masjid, selama Ramadan 1447 H/2026 M, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Bantuan tersebut meliputi:
Paket makanan (food packages)
Makanan siap saji (hot meals)
Layanan kesehatan
Penyediaan air bersih
Pakaian dan selimut
Tenda pemukiman keluarga
Tenda kelas untuk kegiatan belajar
Hingga pembangunan masjid darurat
Langkah BAZNAS ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjangkau krisis kemanusiaan global.
Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, masjid-masjid darurat itu kini berdiri sebagai simbol harapan—bahwa dari kepedulian, lahir kekuatan. Dari zakat, tumbuh keberkahan yang melintasi batas negara.
Dari Indonesia untuk Gaza, zakat bukan sekadar ibadah… tetapi menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.
30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Halalbihalal BAZNAS RI: Sodik Mudjahid Ajak Amil Tingkatkan Profesionalisme, Target Zakat Nasional Rp160 Triliun
JAKARTA — Momentum Halalbihalal dimanfaatkan BAZNAS RI untuk memperkuat komitmen para amil dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja, demi menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Dalam kegiatan yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (30/3/2026), Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga menjadi momentum pembinaan diri yang berdampak langsung pada kualitas kerja sebagai amil zakat.
“Ramadan adalah super training untuk mempercepat peningkatan ketakwaan. Setelah itu, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, tangguh, jujur, disiplin, peduli, dan gemar beristighfar,” ujar Sodik.
Menurutnya, nilai-nilai Ramadan harus tercermin dalam pengelolaan zakat, terutama dalam menjaga amanah dan membangun kepercayaan publik.
Sodik juga menekankan pentingnya memperkuat posisi BAZNAS sebagai lembaga utama yang diingat masyarakat ketika berbicara tentang zakat.
“Kami ingin BAZNAS menjadi top of mind. Ketika orang berpikir tentang zakat, yang diingat adalah BAZNAS sebagai lembaga yang terpercaya (Al-Amin), mudah dijangkau, dan membanggakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses layanan zakat, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Dalam arah kebijakan ke depan, Sodik Mudjahid memaparkan target ambisius pengelolaan zakat nasional.
“Ada dua target pada 2031. Pertama, pengumpulan zakat nasional sebesar Rp160 triliun. Kedua, pendayagunaan yang adil, merata, berdampak, berdaya guna, dan melembaga,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, BAZNAS terus mendorong:
transformasi digital layanan zakat
penguatan kolaborasi lintas sektor
peningkatan kapasitas amil
Sementara itu, Deputi I BAZNAS RI, Arifin Purwakananta, melaporkan capaian pengumpulan zakat selama Ramadan 2026.
“Pengumpulan zakat mencapai Rp480 miliar atau sekitar 94 persen dari target Rp515 miliar,” ungkapnya.
Arifin juga menyinggung adanya isu-isu negatif di publik yang sempat berdampak, namun ia menegaskan komitmen BAZNAS dalam menjaga integritas.
“Kami meyakini bahwa tidak ada korupsi di BAZNAS, dan penyaluran dilakukan sesuai aturan negara dan syariah. Apa yang kami lakukan adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan umat,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta terus mempercayakan zakat melalui BAZNAS.
Acara Halalbihalal ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Zainut Tauhid Sa'adi dan para pimpinan lainnya.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa tugas sebagai amil bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme.
“Mari kita jadikan semangat Ramadan sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih amanah, dan lebih berdampak bagi umat,” tutup Sodik.
30/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Artikel Terbaru
Merawat Amanah, Menumbuhkan Kebaikan: Ikhtiar BAZNAS Minahasa untuk Umat
Di tengah kehidupan yang terus bergerak, satu hal yang tidak boleh hilang adalah semangat kebersamaan. Karena dalam kebersamaan, kebaikan tidak hanya tumbuh—ia mengakar, menguat, dan meluas.
Islam telah mengajarkan sejak awal bahwa kebaikan bukan untuk dikerjakan sendiri. Ia adalah jalan yang ditempuh bersama, dengan hati yang saling terhubung dalam kepedulian.
Allah ? berfirman:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini bukan sekadar ajakan, tetapi arah—bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan yang tulus.
Setiap elemen masyarakat memiliki peran yang berharga. Pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, hingga masyarakat luas—semuanya bergerak dalam garis yang sama, meski dengan langkah yang berbeda.
Tidak perlu saling mendahului. Tidak perlu saling menonjolkan.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang terlihat, tetapi siapa yang memberi manfaat.
Kebersamaan yang dibangun di atas saling menghargai akan melahirkan:
kepercayaan yang tumbuh perlahan
kepedulian yang menguat tanpa dipaksa
dan kebaikan yang terasa nyata di tengah masyarakat
BAZNAS Kabupaten Minahasa: Ikhtiar dalam Senyap, Manfaat yang Diharap
Sebagai bagian dari BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Minahasa menjalankan perannya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai amanah umat.
Ikhtiar ini mungkin tidak selalu terlihat besar, namun terus diupayakan agar:
setiap amanah terjaga dengan baik
setiap penyaluran tepat sasaran
dan setiap langkah membawa nilai kebermanfaatan
Bukan tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi tentang seberapa tulus amanah itu dijaga.
Dalam setiap zakat yang ditunaikan, ada harapan yang disampaikan. Ada beban yang ingin diringankan. Ada kehidupan yang ingin dikuatkan.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan untuk menghadirkan manfaat—bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun.
BAZNAS Kabupaten Minahasa terus berikhtiar membuka ruang kebaikan yang bisa diisi bersama. Tanpa sekat, tanpa batas, tanpa harus mengurangi peran siapa pun.
Karena kebaikan tidak pernah meminta kita menjadi sama, tetapi mengajarkan kita untuk berjalan bersama.
Dengan semangat itu, diharapkan semakin banyak langkah kecil yang bertemu, lalu tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi arti bagi sesama.
Pada akhirnya, kebaikan bukan tentang siapa yang paling banyak berbuat, tetapi siapa yang terus bertahan untuk berbuat.
Melalui peran yang diemban, BAZNAS Kabupaten Minahasa akan terus menjaga amanah ini—dengan sederhana, dengan tulus, dan dengan harapan yang tidak pernah padam.
Karena sejatinya… kebaikan tidak selalu hadir dalam gemuruh, sering kali ia tumbuh dalam diam— namun dampaknya mampu menghidupkan banyak harapan.
22/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
Malam ke-29 Ramadhan: Silaturahmi Penuh Makna di Masjid Al Hijrah Rinegetan, BAZNAS dan BTM Perkuat Gerakan Kebaikan
Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai malam ke-29 Ramadhan di Sekretariat BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, usai pelaksanaan sholat tarawih. Pimpinan BAZNAS Minahasa bersilaturahmi bersama jamaah, Tim UPZ, dan pengurus BTM dalam sebuah pertemuan yang sarat makna, refleksi, dan komitmen untuk terus menguatkan gerakan zakat di tengah masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi pendistribusian zakat fitrah, sekaligus memastikan seluruh mustahik telah terdata dan menerima haknya secara tepat.
Di tengah kesibukan umumnya UPZ yang masih berjibaku dengan proses pengumpulan dan penyaluran zakat hingga mendekati hari raya, Tim UPZ Masjid Al Hijrah Rinegetan justru menunjukkan capaian luar biasa.
Di bawah koordinasi BTM dan keimaman masjid, seluruh proses pengumpulan, pendataan, hingga pendistribusian zakat fitrah telah diselesaikan sejak H-3 sebelum Lebaran, dengan data yang akurat dan tepat sasaran.
Hal ini menjadi cerminan nyata dari semangat amanah sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Dalam suasana santai namun penuh makna, diskusi antara BAZNAS Minahasa dan pengurus BTM berlangsung hangat. Berbagai pengalaman lapangan, tantangan, hingga strategi penguatan UPZ ke depan dibahas secara terbuka.
Ketua BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan, Ibrahim Hamid, menegaskan pentingnya menjaga sinergi dan semangat pelayanan umat.
“Kami bersyukur seluruh proses zakat tahun ini bisa diselesaikan lebih awal dengan baik. Ini bukan hanya soal kerja tim, tetapi tentang amanah kepada umat. Ke depan, kami siap terus bersinergi dengan BAZNAS Minahasa untuk memperkuat gerakan zakat agar semakin luas manfaatnya,” ujar Ibrahim Hamid.
Silaturahmi ini sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat gerakan kebaikan yang berkelanjutan.
Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Malam itu terasa semakin hangat dengan suasana kebersamaan. Diiringi hidangan sederhana, secangkir kopi, dan makan malam bersama, para jamaah saling berbagi cerita—tentang perjuangan, tentang pelayanan umat, dan tentang harapan ke depan.
Tanpa terasa, waktu terus berjalan hingga menunjukkan pukul 00.00 WITA. Namun tak ada rasa lelah—yang ada justru ketenangan dan kebahagiaan.
Karena mereka sedang berada di tempat yang paling dicintai Allah.
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid.” (HR. Muslim)
Malam ke-29 menjadi salah satu momen istimewa dalam 10 hari terakhir Ramadhan—waktu di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.
Kebersamaan di masjid, diskusi kebaikan, serta memastikan hak mustahik tersalurkan dengan baik adalah bagian dari upaya menghidupkan malam-malam mulia tersebut.
Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting: bahwa kolaborasi antara BAZNAS Minahasa dan BTM Masjid Al Hijrah Rinegetan akan terus diperkuat melalui program-program bersama ke depan.
Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan keikhlasan, masjid diharapkan terus menjadi pusat pemberdayaan umat—bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu.
Malam ke-29 itu mungkin akan berlalu, namun semangatnya akan tetap hidup.
Dari Masjid Al Hijrah Rinegetan, lahir sebuah pesan sederhana namun kuat:
bahwa kebaikan yang dikerjakan bersama, dengan ikhlas dan terencana, akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat yang lebih luas.
“Tunjukkanlah kepada kebaikan, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
19/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
“2 Hari Lagi Ramadhan Pergi… Tapi Jempolmu Akan Jadi Saksi: Menuju Surga atau Neraka?”
Dua hari lagi…
Ramadhan akan pergi.
Tanpa pamit. Tanpa notifikasi. Tanpa “last warning”.
Tiba-tiba saja… selesai.
Dan yang tersisa bukan lagi suasana. Bukan lagi takbir. Bukan lagi tarawih.
Yang tersisa hanyalah satu hal:
Amal kita.
Saat Semua Akan Ditanya… Termasuk Jempol Kita
Allah ? berfirman:
“Pada hari itu, Kami tutup mulut mereka, dan tangan mereka berbicara kepada Kami, serta kaki mereka menjadi saksi atas apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)
Hari itu akan datang…
Hari di mana:
Mulut tidak bisa beralasan
Lidah tidak bisa berdalih
Tapi… tangan kita berbicara
Termasuk jempol kita.
Jempol yang setiap hari:
Scroll tanpa arah
Like tanpa pikir
Comment tanpa batas
Share tanpa sadar
Pertanyaannya…
Apa yang akan disampaikan jempol kita di hadapan Allah nanti?
Ramadhan: Bukan Tentang Awal… Tapi Akhir
Rasulullah ? bersabda:
“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari)
Artinya…
Yang menentukan bukan seberapa semangat kita di awal Ramadhan… Tapi bagaimana kita menutupnya.
Hari ini…
Sebagian orang justru sibuk dengan:
Baju lebaran
Kue lebaran
TikTok lebaran
Konten hiburan tanpa batas
Ramadhan belum selesai… Tapi hati kita sudah “keluar” lebih dulu.
Zaman Berubah… Tapi Catatan Amal Tetap Berjalan
Dulu…
Orang berdosa harus pergi ke tempat maksiat.
Sekarang?
Maksiat bisa datang ke genggaman.
Dan lebih dahsyat lagi…
Sekali kita klik “share”… Kita tidak hanya berdosa sendiri.
Kita bisa “menggandakan dosa”.
Rasulullah ? bersabda:
“Barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia mendapat dosa seperti dosa orang yang mengikutinya…” (HR. Muslim)
Bayangkan ini…
Satu video yang tidak pantas… Kita share…
Ditonton 1.000 orang… Dari 1.000 itu, 100 share lagi…
Dan dosa itu terus hidup…
Bahkan… saat kita sudah di dalam kubur.
Tapi Jangan Putus Asa… Karena Kebaikan Juga Bisa Viral
Allah Maha Adil.
Sebagaimana dosa bisa menyebar… pahala juga bisa mengalir tanpa henti.
Rasulullah ? bersabda:
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
Bayangkan sebaliknya…
Kita share satu ayat
Seseorang tersentuh
Ia mulai shalat
Ia ajak keluarganya
Anaknya menjadi shalih
Dan semua itu…
mengalir ke kita… tanpa kita sadari.
Kisah Nyata: Dari Status Biasa, Hidayah Luar Biasa
Ada seseorang… bukan ustadz… bukan tokoh terkenal…
Ia hanya rutin setiap hari posting satu ayat Al-Qur’an.
Tidak banyak like. Tidak viral.
Suatu hari… seseorang menghubunginya:
"Saya berubah karena status Anda… saya kembali shalat setelah lama meninggalkannya."
Allahu Akbar…
Yang kecil di mata kita… Bisa jadi besar di sisi Allah.
Like, Comment, Subscribe: Amal atau Masalah?
Hari ini kita terbiasa mendengar:
???? “Like, comment, dan subscribe…”
Tapi jarang kita sadar…
Setiap klik itu dicatat.
Like → dukungan
Comment → pernyataan
Share → penyebaran
Pertanyaannya sederhana:
Apa yang kita dukung selama ini?
Kebaikan… atau keburukan?
2 Hari Terakhir: Jangan Jadi Orang yang Rugi
Rasulullah ? bersabda:
“Sungguh merugi seseorang yang bertemu Ramadhan, lalu tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi)
Ini bukan ancaman biasa.
Ini peringatan keras.
Karena Ramadhan adalah:
Bulan ampunan
Bulan pahala dilipatgandakan
Bulan pintu surga dibuka
Kalau di bulan ini saja kita tidak berubah…
Lalu kapan lagi?
Coba Jujur… Ini Pertanyaan untuk Kita Semua
Hari ini…
Berapa lama kita pegang HP?
Dan dari waktu itu:
Berapa menit untuk Al-Qur’an?
Berapa menit untuk dzikir?
Berapa menit untuk kebaikan?
Dan…
Berapa jam untuk hal yang tidak bermanfaat?
Gerakan Sederhana Tapi Dahsyat
Tidak perlu jadi ustadz. Tidak perlu jadi orang besar.
Mulai dari sini:
- Share 1 ayat setiap hari- Sebarkan 1 kebaikan- Stop konten negatif- Dukung dakwah dengan jempol
Karena hari ini…
Jempol lebih cepat dari lisan. Dan jangkauannya lebih luas dari langkah kaki.
Bayangan yang Tidak Bisa Kita Hindari
Bayangkan…
Di hari kiamat nanti…
Kita melihat pahala besar…
Kita bertanya:
"Ya Allah… dari mana ini?"
Dan Allah menjawab:
"Dari apa yang kamu sebarkan… yang kamu sudah lupa."
Penutup: Ini Mungkin Ramadhan Terakhir Kita
Dua hari lagi…
Ramadhan pergi.
Dan mungkin…
Ini Ramadhan terakhir kita.
Tidak ada yang tahu.
Maka sebelum ia benar-benar hilang…
Perbaiki:
Shalat kita
Hati kita
Dan… jejak digital kita
Karena jejak itu tidak hilang.
Ia akan menjadi:
- Saksi yang meringankan… atau- Saksi yang memberatkan
Jangan biarkan Ramadhan pergi… tanpa perubahan.
Karena yang kita bawa nanti…
Bukan HP kita… Bukan followers kita…
Tapi:
Apa yang kita lakukan dengan semuanya itu.
Allahu Akbar…
Semoga kita termasuk orang yang:
Diampuni dosanya
Diterima amalnya
Dan menjadi bagian dari penyebar kebaikan… di dunia nyata maupun digital
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
18/03/2026 | Humas BAZNAS Minahasa



