WhatsApp Icon

BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik

30/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Bangun 3 Masjid Darurat di Gaza, Jadi Harapan Ibadah di Tengah Konflik

Dokumentasi Baznas RI

Jakarta – Di tengah keterbatasan akibat konflik berkepanjangan, BAZNAS kembali menghadirkan harapan bagi warga Palestina. Tiga masjid darurat dibangun di wilayah Gaza sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak masyarakat akan tempat ibadah yang layak dan aman.

Pembangunan masjid darurat tersebut tersebar di tiga titik strategis, yakni Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, dan Deir Al-Balah. Ketiganya kini telah rampung dan mulai digunakan oleh masyarakat, termasuk saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan BAZNAS dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Alhamdulillah, tiga masjid darurat telah rampung dan sudah digunakan masyarakat. Masing-masing memiliki luas sekitar 180 meter persegi dan mampu menampung hingga 100 jemaah,” ujar Subhan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Konflik yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan banyak fasilitas umum hancur, termasuk masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Kondisi ini membuat warga kesulitan menjalankan ibadah secara layak.

Melihat situasi tersebut, BAZNAS menghadirkan solusi cepat melalui pembangunan masjid darurat. Tidak hanya sebagai tempat salat, masjid ini juga berfungsi sebagai ruang berkumpul, tempat menguatkan solidaritas, dan sumber ketenangan di tengah situasi yang penuh tekanan.

“Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indonesia untuk Palestina,” tegas Subhan.

Masjid darurat yang dibangun BAZNAS tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang solidaritas kemanusiaan lintas negara.

Di tengah keterbatasan, kehadiran masjid menjadi ruang spiritual sekaligus sosial bagi warga. Tempat di mana mereka bisa beribadah, berkumpul, dan saling menguatkan.

“Kami berharap masjid ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi tempat ibadah yang khusyuk sekaligus mempererat kebersamaan warga,” tambah Subhan.

Pembangunan masjid darurat ini tidak lepas dari peran para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan program kemanusiaan di wilayah krisis.

“Ini adalah bukti bahwa zakat yang ditunaikan umat mampu menjangkau saudara-saudara kita hingga ke Gaza,” ungkapnya.

Tak hanya pembangunan masjid, selama Ramadan 1447 H/2026 M, BAZNAS juga terus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Bantuan tersebut meliputi:

  • Paket makanan (food packages)
  • Makanan siap saji (hot meals)
  • Layanan kesehatan
  • Penyediaan air bersih
  • Pakaian dan selimut
  • Tenda pemukiman keluarga
  • Tenda kelas untuk kegiatan belajar
  • Hingga pembangunan masjid darurat

Langkah BAZNAS ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjangkau krisis kemanusiaan global.

Di tengah reruntuhan dan keterbatasan, masjid-masjid darurat itu kini berdiri sebagai simbol harapan—bahwa dari kepedulian, lahir kekuatan. Dari zakat, tumbuh keberkahan yang melintasi batas negara.

Dari Indonesia untuk Gaza,
zakat bukan sekadar ibadah…
tetapi menjadi cahaya bagi mereka yang membutuhkan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →