BAZNAS RI Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari
19/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS RI Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin, Omzet Tembus Rp1 Juta per Hari
Jakarta – Ikhtiar pemberdayaan ekonomi berbasis zakat kembali menunjukkan hasil nyata. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin berhasil mengangkat usaha Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong di Banjarmasin, hingga mampu meraup omzet Rp1 juta per hari.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat secara produktif tidak sekadar bersifat karitatif, melainkan mampu mendorong transformasi ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya atas perkembangan usaha binaan tersebut.
“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. BAZNAS ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Program BAZNAS Microfinance Desa dirancang tidak hanya memberikan tambahan modal usaha, tetapi juga menghadirkan pendampingan intensif agar pelaku usaha kecil mampu mengelola dan mengembangkan bisnisnya secara profesional.
Salah satu keunggulan program ini adalah skema pembiayaan tanpa bunga. Pendekatan tersebut dinilai memberi ruang gerak lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang tanpa beban cicilan berbunga.
“Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar modal. Ini adalah upaya menguatkan ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal,” tegas Saidah.
Menurutnya, BAZNAS akan terus memperluas jangkauan program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan skala usaha dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki.
“Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, kontribusi terhadap pengentasan kemiskinan akan semakin besar,” tambahnya.
Rabiyatul Adawiyah mengaku merasakan langsung dampak program tersebut. Sebelum mendapatkan pembiayaan dari BAZNAS, omzet hariannya berkisar Rp800 ribu. Kini, setelah mendapatkan tambahan modal dan perbaikan fasilitas usaha, pendapatannya meningkat menjadi Rp1 juta per hari.
“Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuma Rp800 ribu, kini alhamdulillah meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tahap awal digunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, sementara sisanya dimanfaatkan untuk menambah stok bahan baku agar produksi lebih maksimal.
Rabiyatul menilai skema pembiayaan tanpa bunga sangat membantu pedagang kecil seperti dirinya. “Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya.
Keberhasilan Rabiyatul menjadi gambaran bagaimana zakat, jika dikelola secara terstruktur dan produktif, mampu mendorong peningkatan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Model pemberdayaan seperti BMD dinilai relevan dalam menjawab tantangan kemiskinan struktural, terutama bagi pelaku usaha mikro yang kerap terhambat akses permodalan formal.
Di tengah dinamika ekonomi, kisah Rabiyatul menjadi representasi bahwa intervensi yang tepat—modal tanpa bunga, pendampingan usaha, serta penguatan nilai spiritual—dapat mengubah usaha kecil menjadi sumber penghidupan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Berita Lainnya
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa di NTT
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
BAZNAS RI dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Program ZCD, BAZNAS Minahasa Ikuti Agenda Secara Daring
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat Sama Sekali Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →