WhatsApp Icon

Khotbah Jumat di Masjid Nurul Yakin: Ust. Rio Agalui Tekankan Keikhlasan, Doa, dan Spirit Ramadhan

27/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Khotbah Jumat di Masjid Nurul Yakin: Ust. Rio Agalui Tekankan Keikhlasan, Doa, dan Spirit Ramadhan

khutbahnya, Khatib Jumat, Ust. Rio Agalui

Minahasa — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nurul Yakin pada pelaksanaan Shalat Jumat, 27 Februari 2026. Dalam khutbahnya, Khatib Jumat, Ust. Rio Agalui, mengangkat tema tentang keutamaan puasa Ramadhan, pentingnya keikhlasan, serta kekuatan doa sebagai senjata orang beriman.

Di hadapan jamaah, Ust. Rio mengajak umat Islam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan memaksimalkan sisa usia yang Allah berikan.

“Kita berharap ini bukan Ramadhan yang biasa. Bisa jadi ini adalah kesempatan terakhir dalam hidup kita. Maka mohonlah kepada Allah agar diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan yang tersisa dengan amal terbaik,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, Ust. Rio menegaskan bahwa salah satu hikmah terbesar puasa adalah melatih keikhlasan. Puasa merupakan ibadah yang tersembunyi dan hanya Allah yang mengetahui kualitasnya.

Ia mengutip hadits qudsi bahwa setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa, karena puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya.

“Puasa mendidik kita untuk beramal tanpa pamrih. Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah, tanpa mencari pujian atau pengakuan manusia,” katanya.

Ust. Rio juga mengingatkan fenomena riya di era media sosial. Menurutnya, memamerkan ibadah, sedekah, atau aktivitas keagamaan demi mendapatkan pujian, tanda suka, dan komentar dapat mengurangi nilai keikhlasan.

“Riya hari ini bisa hadir dalam bentuk yang halus. Ibadah yang seharusnya mendekatkan diri kepada Allah justru berubah menjadi ajang pencitraan,” tegasnya.

Selain keikhlasan, khutbah tersebut juga menyoroti pentingnya doa. Ust. Rio menyampaikan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Mengutip pandangan para ulama, ia menjelaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk penghambaan dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah SWT.

“Doa mampu mengubah takdir dalam arti takdir yang masih berada dalam ketentuan Allah. Karena itu, jangan pernah lelah berdoa, terlebih di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ramadhan adalah bulan di mana pintu-pintu langit dibuka, sehingga doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Ust. Rio juga mengajak jamaah menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat iman dan membentuk akhlak mulia. Puasa, kata dia, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan hati dari perbuatan dosa.

Menurutnya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari lamanya menahan haus, tetapi sejauh mana puasa mampu melahirkan pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Di akhir khutbah, Ust. Rio mengajak jamaah memperbanyak doa agar Allah menerima seluruh amal ibadah dan memberikan ampunan serta rahmat-Nya.

“Kita tidak hanya meminta ampunan, tetapi juga memohon agar Allah mendekatkan kita kepada-Nya, melindungi kita, dan menutup hidup kita dalam keadaan husnul khatimah,” tutupnya. 

Khutbah Jumat tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa Ramadhan adalah momentum pembinaan iman, penyucian niat, dan penguatan hubungan dengan Allah SWT di tengah dinamika kehidupan modern.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →