WhatsApp Icon

Ramadan di Balik Jeruji: Cahaya Taubat dari Masjid At-Taubah Lapas Tondano

25/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Ramadan di Balik Jeruji: Cahaya Taubat dari Masjid At-Taubah Lapas Tondano

Suasana Malam ke 6 Sholat Tarawih Masjid At-taubah LAPAS kelas II Tdo

Ramadan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Keberkahannya tidak mengenal batas ruang dan waktu. Bahkan di balik tembok pembinaan, di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, cahaya itu tetap menyala.

Di dalam area lapas berdiri sebuah masjid yang sarat makna: Masjid At-Taubah. Nama “At-Taubah” bukan sekadar identitas, melainkan doa dan harapan—bahwa setiap insan memiliki peluang untuk kembali kepada Allah ? dengan hati yang bersih.

Hari ke 6 Ramadhan 24/2/2026, suasana Masjid At-Taubah terasa khusyuk. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) muslim berbaris rapi dalam shaf. Turut hadir Kepala Lapas beserta jajaran pegawai yang menunaikan ibadah puasa.

Yasin Zakaria mendapatkan amanah menjadi imam Shalat Isya, dilanjutkan Tarawih dan Witir. Usai shalat, ia menyampaikan ceramah Ramadan yang mengingatkan tentang luasnya rahmat Allah dan pintu taubat yang tidak pernah tertutup.

Rasulullah ? bersabda:

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini terasa begitu relevan di tempat tersebut. Bahwa kesalahan bukanlah akhir segalanya. Justru taubat yang tulus adalah awal perubahan.

Konsep pemasyarakatan dalam Islam tidak bertumpu pada penghukuman semata, tetapi pada perbaikan (ishlah). Ibadah berjamaah, tilawah Al-Qur’an, serta kajian keislaman selama Ramadan menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan spiritual para warga binaan.

Ramadan menghadirkan suasana yang berbeda. Lantunan ayat-ayat suci menggema, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Di hadapan Allah ?, tidak ada sekat status. Semua berdiri sejajar sebagai hamba yang membutuhkan ampunan-Nya.

Allah ? berfirman dalam Al-Qur'an:

“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini menjadi penguat bahwa harapan selalu ada, selama nafas masih berhembus.

Ceramah yang disampaikan Yasin Zakaria menekankan bahwa Ramadan adalah momentum muhasabah dan titik balik kehidupan. Taubat bukan sekadar ucapan, melainkan tekad untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan.

Warga binaan mendengarkan dengan khusyuk. Sebagian menunduk, sebagian mengangguk pelan. Bagi mereka, ibadah malam itu bukan rutinitas. Ia menjadi ruang muhasabah—menghitung ulang langkah hidup, memohon ampun, dan memupuk tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pembinaan spiritual seperti ini menjadi bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern. Bahwa perbaikan perilaku tak hanya dibentuk oleh aturan, tetapi juga oleh sentuhan nilai agama.Di Masjid At-Taubah, Ramadan bukan hanya rutinitas ibadah. Ia menjadi madrasah jiwa—tempat hati ditempa, air mata penyesalan jatuh, dan doa-doa dipanjatkan agar masa depan lebih baik daripada masa lalu.

Semoga Allah menerima amal ibadah seluruh kaum muslimin, termasuk para warga binaan dan petugas yang berkhidmat. Semoga Ramadan ini menjadi saksi perubahan menuju pribadi yang lebih taat dan lebih dekat kepada-Nya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →