Rindu Ikan Bakar di Tanah Studi
08/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Ketua Pengadilan Agama Tondano
Riyadh, Arab Saudi — Jarak ribuan kilometer dari tanah air tak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga perasaan. Di tengah padatnya aktivitas studi di Riyadh, Arab Saudi, Ketua Pengadilan Agama Tondano mengungkapkan kerinduan yang sederhana namun sarat makna: ikan bakar khas Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan secara ringan melalui pesan WhatsApp kepada rekannya di tanah air. “Lama study di Riyadh, jadi kangen ikan bakar,” tulisnya singkat. Kalimat sederhana itu justru memantulkan sisi manusiawi seorang pemimpin lembaga peradilan—bahwa di balik jabatan dan tanggung jawab besar, ada rasa rindu pada cita rasa kampung halaman.
Kerinduan tersebut bukan semata soal makanan. Ikan bakar, bagi banyak orang Indonesia, adalah simbol kebersamaan: duduk melingkar, asap arang yang mengepul, sambal yang diracik seadanya, dan percakapan hangat tanpa sekat. Sesuatu yang tak mudah tergantikan, bahkan oleh hidangan internasional di negeri yang serba modern seperti Arab Saudi.
Di Riyadh, Ketua Pengadilan Agama Tondano tengah menjalani masa studi untuk memperdalam keilmuan hukum dan peradilan. Studi ini menjadi bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya manusia peradilan agama Indonesia agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam konteks hukum keluarga dan ekonomi syariah yang terus berkembang.
Kerinduan akan ikan bakar justru mencerminkan keseimbangan yang penting: antara mengejar ilmu setinggi-tingginya dan tetap membumi pada akar budaya sendiri. Pendidikan global tidak lantas menghapus identitas lokal. Sebaliknya, pengalaman lintas negara justru sering menegaskan kembali nilai-nilai sederhana yang membentuk jati diri.
Bagi masyarakat Minahasa dan Tondano, pesan singkat itu menjadi pengingat bahwa pemimpin bukanlah sosok yang berjarak. Ia merasakan hal yang sama dengan rakyatnya: rindu rumah, rindu rasa, rindu kebersamaan. Dan dari kerinduan itulah lahir energi untuk kembali mengabdi dengan perspektif yang lebih luas dan hati yang lebih matang.
Di tengah arus globalisasi, cerita kecil tentang ikan bakar ini memberi pelajaran besar: ilmu boleh dicari sampai ke luar negeri, tetapi rasa dan identitas tetap berpulang ke tanah sendiri.
Berita Lainnya
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
Panen Jagung I Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano Berbuah Berkah, Mushaf Al-Quran Disalurkan untuk Masjid dan Majelis Taklim
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam
Ketua PERGUNU Sulut Sempatkan Kunjungi Mahasiswi Asal Minahasa yang Lolos Magang di Kementerian Pariwisata
Minahasa Ukir Sejarah di MTQ XXXI Sulawesi Utara, Raih Empat Medali Emas dan Satu Perak
BAZNAS Gandeng Indra Sjafri, Ajak Generasi Muda Jadikan Zakat Gaya Hidup
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
BAZNAS RI dan PP Persis Perkuat Sinergi, Bangun Kekuatan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →