Pagi menjelang siang itu, jajaran pimpinan BAZNAS hadir langsung di lokasi. Ketua BAZNAS Kabupaten Karo Ustadz Amin Gia Bangun, Waka I Ustadz Al Kudri, Waka II Jono Brahmana, jajaran amil pelaksana, Tim BTB BAZNAS Karo, hingga Kepala KUA Kecamatan Kuta Buluh Gugung Bukhori turut menyaksikan momen peletakan batu pertama tersebut.
Kebakaran yang melanda rumah Frenta Tarigan pada 13 Januari 2026 menghanguskan tempat tinggalnya. Sejak saat itu, keluarga harus bertahan dalam keterbatasan.
Kini, melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS, proses pembangunan rumah baru resmi dimulai.
Ketua BAZNAS Kabupaten Karo menegaskan, kehadiran lembaganya bukan hanya untuk menyerahkan bantuan materi.
“Kehadiran BAZNAS bukan sekadar memberi bantuan fisik, tetapi menghadirkan semangat, harapan, dan kepedulian di tengah masyarakat yang sedang tertimpa ujian,” ujarnya dalam sambutan.
Prosesi berlangsung khidmat. Doa bersama dipanjatkan agar pembangunan berjalan lancar dan rumah yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman serta penuh keberkahan bagi keluarga.
Program pembangunan rumah ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Karo dalam menyalurkan amanah umat secara tepat sasaran, khususnya bagi korban musibah.
BAZNAS memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat disalurkan secara transparan dan akuntabel. Respons cepat terhadap korban kebakaran ini juga menjadi bukti bahwa zakat memiliki peran nyata dalam pemulihan sosial.
Dari abu kebakaran, kini fondasi harapan mulai ditegakkan. Peletakan batu pertama bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan rumah, tetapi juga tanda kebangkitan dan semangat baru bagi keluarga yang sempat terpuruk akibat musibah.

