Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Tembus Fakultas Kedokteran, Bukti Zakat Mampu Lahirkan Generasi Unggul
30/10/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Qian dan Dzikri
Jakarta – Dua santri alumni Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Internasional Batam (UIB) dengan beasiswa penuh 100 persen. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa zakat bisa mengubah masa depan dan mencetak generasi unggul dari kalangan mustahik.
Dua nama yang mengharumkan SCB tersebut adalah Qian Santang dan Muhammad Dzikri. Dari 150 pendaftar, hanya 18 yang diterima, dan tiga di antaranya memperoleh beasiswa penuh — termasuk dua alumni SCB itu.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Imdadun Rahmat, mengaku bersyukur dan bangga atas prestasi tersebut.
“Kami sangat bersyukur karena dua santri SCB kembali menunjukkan kualitas luar biasa. Mereka bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, semangat juang, dan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujar Imdadun di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan Qian dan Dzikri menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis zakat mampu melahirkan generasi berdaya saing tinggi.
“Zakat bukan hanya soal bantuan jangka pendek, tapi investasi jangka panjang bagi kemajuan umat. Melalui pendidikan seperti di SCB, kita sedang membangun peradaban dan menyiapkan kader bangsa yang cerdas dan berakhlak,” imbuhnya.
Imdadun juga berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi ribuan santri lainnya di lingkungan BAZNAS. Ia menegaskan, pendidikan akan terus menjadi pilar utama program pemberdayaan mustahik.
“Menjadi dokter adalah amanah besar untuk memberi manfaat bagi sesama. Kami yakin Qian dan Dzikri akan menjadi teladan dan motivasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Qian Santang dikenal sebagai hafidz 30 juz Al-Qur’an dan aktif di berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Sebelumnya, ia diterima di Politeknik Negeri Bandung dan UIN Banten, namun memilih melanjutkan pendidikan kedokteran di UIB karena keinginannya untuk mengabdi di bidang kesehatan.
Begitu juga dengan Muhammad Dzikri, yang sebelumnya diterima di UIN Cirebon. Ia mengaku ingin menjadi dokter yang bisa berkontribusi langsung bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan sekolah berasrama dengan sistem beasiswa penuh untuk siswa berprestasi dari keluarga mustahik. Didirikan untuk mewujudkan visi “Membangun Generasi Unggul, Berakhlak, dan Berdaya Saing Global,” SCB menjadi salah satu simbol keberhasilan BAZNAS dalam menyalurkan zakat secara produktif dan berdampak nyata.
Melalui SCB, BAZNAS membuktikan bahwa dana zakat bukan sekadar santunan, tetapi investasi sosial yang mampu memutus rantai kemiskinan dan melahirkan pemimpin masa depan bangsa.
Prestasi Qian dan Dzikri kini menjadi bukti hidup bahwa dari tangan-tangan para muzaki, lahirlah generasi penerus bangsa yang siap mengabdi untuk Indonesia.
Berita Lainnya
BAZNAS Sukses Berdayakan Pedagang Kantin di Bukittinggi, Omzet Tembus Rp40 Juta per Bulan
BAZNAS Terjunkan Tim Evakuasi Banjir di Jakarta-Bekasi, Warga Dievakuasi Pakai Perahu Karet
BAZNAS Salurkan 13.000 Paket Logistik untuk Penyintas Bencana di Sumatra
Silaturahmi BPJS Ketenagakerjaan Minahasa ke BAZNAS Minahasa, Dorong Perlindungan Pekerja Mustahik
BAZNAS RI Gerak Cepat, 116 Ribu Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan
BAZNAS Terima Dana CSR Mitsui Leasing untuk Perkuat Respons Bencana di Sumatra

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
