Tarawih 1 Juz per Malam di Tondano, Tiga Malam Ramadan Tuntas 3 Juz
TONDANO, 20/2/2026 — Semangat Ramadan di Rumah Tahfidz Raudhatul Qur’an Tondano kian membara. Tidak hanya menggelar Sholat Tasbih berjamaah yang disiarkan langsung melalui akun Facebook Rumah Tahfidz Tondano, kini kegiatan Sholat Tarawih pun menjadi magnet spiritual yang menyedot perhatian jamaah.
Yang membuatnya istimewa, Tarawih dilaksanakan dengan target 1 juz setiap malam. Memasuki malam ke-3 bulan suci Ramadan, tercatat sudah 3 juz Al-Qur’an yang berhasil diselesaikan secara berjamaah.
Program ini dipimpin langsung oleh Imam sekaligus Pengasuh Rumah Tahfidz, Ust. Nawir S. Iki Al Hafidz. Dengan bacaan yang tartil dan hafalan yang kuat, suasana Tarawih terasa khusyuk sekaligus penuh semangat tilawah.
Program 1 juz per malam bukan sekadar target kuantitas, tetapi bagian dari pendidikan ruhani yang terstruktur. Jamaah diajak untuk tidak hanya mendengar bacaan Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya melalui tausiyah singkat yang disampaikan usai sholat.
Memasuki malam ke-3 Ramadan dan telah menyelesaikan 3 juz, jamaah merasakan capaian spiritual yang progresif. Tradisi ini diharapkan berlanjut hingga khatam 30 juz di penghujung Ramadan.
Pimpinan Rumah Tahfidz Raudhatul Qur’an Tondano, Hj. Jabbar Tipu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar membangun masyarakat Qur’ani.
“Kami ingin Ramadan ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan ruhani. Dengan 1 juz setiap malam, jamaah bukan hanya melaksanakan Tarawih, tetapi juga hidup bersama Al-Qur’an selama sebulan penuh,” ujarnya.
Selain Tarawih, kegiatan Sholat Tasbih yang juga disiarkan secara langsung terus mendapat respons positif dari masyarakat. Ibadah sunnah yang sarat dzikir ini menjadi pelengkap penguatan spiritual di bulan penuh ampunan.
Keutamaan Sholat Tasbih terletak pada 300 bacaan tasbih dalam empat rakaat, yang menjadi sarana pembersihan diri dan penguatan koneksi spiritual dengan Allah. Sementara Tarawih dengan bacaan 1 juz per malam melatih ketahanan fisik, konsentrasi, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kombinasi keduanya menjadikan Ramadan di Rumah Tahfidz Raudhatul Qur’an Tondano bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan gerakan pembinaan iman yang sistematis dan berkelanjutan.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Minahasa turut memberikan apresiasi atas konsistensi program tersebut. Menurutnya, penguatan spiritual melalui tilawah Al-Qur’an dan ibadah sunnah memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter umat.
“Ketika masyarakat terbiasa dengan Al-Qur’an setiap malam, maka nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial akan tumbuh. Ramadan adalah sekolah karakter terbaik bagi umat Islam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antara ibadah dan kepedulian sosial—seperti zakat, infak, dan sedekah—akan melahirkan masyarakat yang kuat secara spiritual dan mandiri secara sosial.
Dengan capaian 3 juz di tiga malam pertama, semangat jamaah semakin terpacu untuk menuntaskan 30 juz hingga akhir Ramadan. Siaran langsung di media sosial pun memperluas jangkauan dakwah, memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah ikut merasakan suasana ibadah.
Dari Tondano, gema ayat-ayat suci Al-Qur’an terus mengalun. Ramadan bukan hanya dijalani, tetapi dihidupkan—ayat demi ayat, juz demi juz—menuju hati yang lebih bersih dan iman yang semakin kokoh.

