WhatsApp Icon

Badan Amil Zakat Nasional Tembus Daerah Terisolasi, Salurkan 1 Ton Beras Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Rob di Bekasi

02/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Badan Amil Zakat Nasional Tembus Daerah Terisolasi, Salurkan 1 Ton Beras Zakat Fitrah untuk Warga Terdampak Rob di Bekasi

Dokumentasi Baznas RI

Kabupaten Bekasi – Air laut tak kunjung surut. Hampir tiga bulan lamanya, banjir rob mengepung permukiman warga di pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Rumah terendam, aktivitas lumpuh, bantuan pun nyaris tak masuk.

Di tengah kondisi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI datang membawa harapan.

Minggu (1/3/2026), BAZNAS menyalurkan 200 paket beras zakat fitrah masing-masing 5 kilogram atau total 1 ton beras kepada warga terdampak. Bantuan difokuskan di dua titik terisolasi: Pondok Dua, Desa Pantai Harapan Jaya dan Muara Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong.

Genangan air pasang yang terus masuk ke permukiman membuat warga kesulitan beraktivitas. Tak sedikit yang mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama terendam air.

“Gara-gara banjir rob hampir tiga bulan sampai kaki bonyok kena kutu air. Selama itu bantuan belum ada yang masuk. Alhamdulillah hari ini dapat bantuan beras zakat fitrah dari BAZNAS,” ujar Watiah, warga Desa Pantai Harapan Jaya, dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, di situasi serba sulit seperti sekarang, bantuan beras menjadi kebutuhan paling mendesak.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan penyaluran ini merupakan komitmen BAZNAS memastikan amanah zakat fitrah dari muzaki sampai kepada mustahik, terutama di wilayah sulit dijangkau.

“BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir rob berkepanjangan, apalagi di bulan Ramadan. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban pangan keluarga sehingga warga dapat beribadah dengan lebih tenang,” kata Saidah dalam keterangannya.

Ia menegaskan, zakat tidak boleh berhenti pada penghimpunan, tetapi harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Dampak rob tak hanya merendam rumah, tetapi juga melumpuhkan penghasilan warga. Tambrun (65), nelayan bidak di Muara Beting, mengaku penghasilannya tak menentu, hanya sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu sekali melaut.

Uang itu biasanya langsung habis untuk membeli beras.

“Biasanya uang segitu buat beli beras. Alhamdulillah dengan bantuan BAZNAS ini, saya sangat terbantu,” ujarnya.

Tambrun tinggal di gubuk kecil bersama istrinya yang tengah sakit tumor otak. Kondisi angin barat yang kerap berbahaya membuat nelayan tak bisa rutin melaut.

Hal senada disampaikan Nursan, pegiat Kelompok Bahagia Berkarya (Kebaya). Ia menyebut banjir rob yang berkepanjangan membuat warga harus fokus memperbaiki rumah, sementara penghasilan terhenti.

“Kalau tidak melaut, artinya tidak punya penghasilan. Bantuan beras ini setidaknya meringankan beban warga,” jelasnya.

Sebanyak 200 paket beras mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang hampir tiga bulan terisolasi dan bertahan di tengah genangan air, bantuan itu menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri.

Di pesisir Muara Gembong, zakat fitrah bukan sekadar beras. Ia menjelma menjadi harapan—bahwa di tengah rob dan keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →