WhatsApp Icon

Bangkit dari Minus, Petani Perantau di Minahasa Ini Dapat Bantuan dari BAZNAS

21/11/2025  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Bangkit dari Minus, Petani Perantau di Minahasa Ini Dapat Bantuan dari BAZNAS

Terima kasih Muzaki, Munfiq, Musaddiq Baznas Minahasa

Minahasa — Kisah perjuangan seorang perantau asal Jember, Jawa Timur bernama Mulyadi, menarik perhatian publik. Setelah mengalami kegagalan usaha pertanian cabai di Bogor dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 200 juta, ia memilih memulai hidup baru di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

“Waktu itu usaha cabai gagal total. Habis-habisan. Jadi kami memutuskan pindah. Tapi kami datang ke sini bukan dari nol, tapi dari minus,” kata Mulyadi saat ditemui di Kantor BAZNAS Kabupaten Minahasa, Selasa (21/11/2025).

Mulyadi bersama istrinya tiba di Desa Kembuan beberapa bulan setelah Lebaran tahun lalu. Ia mengaku mendapat dukungan dari pemerintah desa, mulai dari fasilitas tempat tinggal hingga akses bekerja sebagai pengelola lahan pertanian.

Selama belum punya penghasilan, ia menerima uang makan Rp 1,5 juta per bulan melalui sistem kasbon.

“Bukan gaji. Hanya untuk makan selama belum panen,” jelasnya.

Kini, Mulyadi mulai menangani lahan seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung dan berbagai sayuran. Hasil panen dikelola dengan sistem setoran dan pembagian bersama pemerintah desa.

Hal yang paling menonjol dari Mulyadi adalah sifatnya yang sangat menjaga amanah. Istrinya ikut menambahkan bahwa bahkan selisih uang kecil tetap dikembalikan ke pihak pengelola.

“Seribu rupiah saja kalau bukan hak kami, tetap dikembalikan,” katanya.

Kejujuran ini membuat pemerintah desa maupun pihak lain mulai mempercayainya untuk mengelola program pertanian yang lebih besar.

Kunjungan Mulyadi ke Kantor BAZNAS Minahasa merupakan bagian dari pendataan calon penerima program pemberdayaan ekonomi umat. Setelah diverifikasi, ia menerima bantuan beras 5 kilogram sebagai bentuk dukungan sementara.

Pihak BAZNAS menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan pendampingan ekonomi berbasis data dan kejujuran mustahik.

“Kami ingin memastikan bantuan zakat sampai kepada orang yang tepat, yang mau berubah dan bertanggung jawab,” ujar salah satu perwakilan BAZNAS Minahasa.

Saat ditanya bagaimana ia memandang hidup di Minahasa dibanding daerah sebelumnya, Mulyadi menjawab singkat:

“Di sini lebih tenang, lebih tentram. Dan kami bisa mulai lagi.”

Meski belum seluruhnya pulih, ia mengaku bersyukur karena sedikit demi sedikit kehidupannya mulai membaik.

“Cukup atau tidak cukup, yang penting usaha dan amanah. Alhamdulillah,” tutupnya.

BAZNAS Minahasa terus memperkuat validasi data mustahik dan transparansi penyaluran zakat, dengan fokus pada:

- - Bantuan dasar bagi warga rentan

- - Pendampingan ekonomi produktif

- - Pendidikan karakter: amanah, kerja keras, dan kemandirian

Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat