WhatsApp Icon

BAZNAS Gulirkan 29 Program Ramadan 1447 H, Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!

05/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Gulirkan 29 Program Ramadan 1447 H, Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!

Saidah Sakwan: Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Energi Kebangkitan!

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali tancap gas di Ramadan 1447 H. Lewat 29 Program Unggulan bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”, BAZNAS menegaskan peran zakat bukan hanya sebagai bantuan sosial, melainkan motor penggerak kebangkitan bangsa dari mudik hingga recovery pascabencana.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan komitmen itu dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Rabu (4/3/2026).

“Tahun ini kami dedikasikan secara khusus untuk recovery pascabencana di Sumatera. Zakat harus menjadi energi kebangkitan, bukan hanya bantuan sesaat,” tegas Saidah.

Ramadan tahun ini dibuka dengan langkah besar: pemulihan wilayah terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, hingga Agam. BAZNAS membangun hunian tetap, memperbaiki masjid dan musala, sekaligus menggerakkan kembali roda ekonomi warga.

Sebanyak 500 masjid dan musala direcovery agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman, termasuk pelaksanaan salat tarawih.

Tak berhenti di infrastruktur, BAZNAS juga menggulirkan program Kitajaga Usaha (KJU) untuk pelaku UMKM yang kehilangan modal akibat bencana. Bukan sekadar suntikan dana, tapi juga pendampingan intensif agar usaha benar-benar bangkit dan berkelanjutan.

“Dampak bencana itu panjang. Kita tidak bisa hadir sekali lalu selesai. Harus dipastikan mereka benar-benar bangkit,” ujar Saidah.

Di luar program recovery, hampir 140 ribu Paket Ramadan Bahagia telah didistribusikan ke kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga prasejahtera.

Paket sembako tersebut menjadi penopang kebutuhan sahur dan berbuka, disalurkan secara masif di 34 provinsi. Ramadan bukan lagi tentang bertahan hidup, tapi tentang menghadirkan rasa aman dan tenang bagi mustahik.

Salah satu program yang paling menyedot perhatian publik adalah Mudik Bahagia. BAZNAS menyiapkan:

  • 5.000 servis motor dan ganti oli gratis

  • 48 titik bengkel binaan Z-Auto di 43 kabupaten

  • Posko mudik di jalur Pantura dan lintas utama

  • Layanan kesehatan dari Rumah Sehat BAZNAS

  • Takjil, minuman hangat, charger station, hingga layanan pijat

Program ini menyasar mustahik dan pengemudi ojek online yang hendak mudik. Dengan servis gratis, mereka bisa menghemat hingga Rp200 ribu.

“Pemudik dalam perspektif syariat termasuk ibnu sabil, golongan yang berhak menerima zakat. Kita ingin memastikan perjalanan mereka aman dan selamat,” jelas Saidah.

Menurutnya, menjaga keselamatan jiwa adalah bagian dari maqashid syariah—tujuan utama syariat Islam.

Di sektor ekonomi, BAZNAS menghadirkan Z-IFTOR dan Z-Corner sebagai ruang pemasaran gratis bagi UMKM binaan.

Terdapat 33 titik Z-IFTOR dan 20 titik Z-Corner—total hampir 52 lokasi di berbagai daerah. Pelaku usaha kecil mendapat akses pasar tanpa sewa, tanpa pungutan, lengkap dengan dukungan promosi.

“Kontainer kami sediakan, promosi kami bantu, mereka tidak membayar apa pun. Ini zakat yang menggerakkan ekonomi,” kata Saidah.

Komitmen inklusivitas juga diperkuat lewat program Zakat Inklusif. BAZNAS bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan 1.000 penyandang disabilitas mengikuti pelatihan dan sertifikasi kerja.

Mereka diarahkan masuk ke perusahaan yang memiliki kewajiban mempekerjakan minimal 2 persen tenaga kerja disabilitas.

“Bukan hanya diberi bantuan. Mereka dilatih, disertifikasi, dan dipastikan ada offtaker. Itu prinsip pendayagunaan zakat,” tegas Saidah.

Kelompok disabilitas juga bisa mengajukan pelatihan usaha secara kolektif melalui BAZNAS pusat maupun daerah.

Saidah menegaskan, zakat bukan sekadar bantuan tunai, tetapi sistem gotong royong nasional yang terstruktur dan sesuai syariat. Jika penerima non-Muslim membutuhkan bantuan, BAZNAS dapat mengalokasikan melalui dana infak atau CSR.

“Zakat menguatkan Indonesia bukan slogan. Ini kerja nyata—kolaborasi dari muzakki untuk mustahik, dari mustahik untuk mustahik lainnya,” pungkasnya.

Melalui 29 Program Unggulan Ramadan 1447 H, BAZNAS membuktikan zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun. Dari recovery pascabencana, penguatan UMKM, hingga menjaga keselamatan pemudik—zakat hadir sebagai energi kebangkitan Indonesia.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →