Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Maret 2026, ini digelar di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Bulukumba. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama BAZNAS RI dan sepenuhnya didukung melalui anggaran program pusat.
Bukan sekadar kegiatan teknis, program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan harian dari kendaraan roda dua.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Muh Yusuf Shandy, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud pendayagunaan zakat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat produktif.
“Program ini bukan hanya tentang mengganti oli atau melakukan service kendaraan, tetapi tentang menjaga keberlangsungan penghasilan saudara-saudara kita para ojol dan kurir. Motor adalah alat kerja mereka. Jika kendaraannya prima, maka insyaAllah rezekinya juga lancar,” ujarnya.
Menurutnya, zakat tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif semata. Ia harus hadir sebagai solusi yang menjaga roda ekonomi tetap berputar, khususnya bagi masyarakat kecil.
Menariknya, proses service juga melibatkan mustahik binaan program Z Auto BAZNAS Bulukumba. Salah satunya adalah Efin yang mengaku bangga bisa ikut ambil bagian.
“Alhamdulillah, kami sebagai mustahik binaan diberi kepercayaan untuk terlibat. Ini bukan hanya membantu peserta, tapi juga menjadi ruang bagi kami untuk terus berkembang dan meningkatkan keterampilan,” ungkapnya.
Skema ini memperlihatkan model pemberdayaan berkelanjutan. Mustahik tak hanya menerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai pelaku layanan—sebuah transformasi dari penerima menjadi pemberi manfaat.
Salah seorang kurir penerima manfaat mengaku sangat terbantu, terutama menjelang meningkatnya aktivitas pengantaran dan mobilitas masyarakat.
“Biasanya biaya service dan ganti oli cukup terasa bagi kami. Dengan adanya program gratis ini, kami sangat bersyukur. Motor jadi lebih enak dipakai, dan kami bisa bekerja dengan lebih tenang,” tuturnya.
Selama dua hari pelaksanaan, antusiasme peserta terlihat tinggi. Sejak pagi, deretan motor sudah mengantre rapi menunggu giliran. Senyum lega tampak dari para pengemudi yang kembali mengaspal dengan kendaraan lebih prima.
Program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan sekadar angka di laporan keuangan. Di Bulukumba, zakat hadir dalam bentuk oli baru, mesin yang kembali halus, dan harapan yang kembali menyala.
Lewat langkah konkret seperti ini, BAZNAS Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya: menjadikan zakat sebagai instrumen produktif yang menjaga denyut ekonomi masyarakat kecil tetap hidup dan bergerak.

