WhatsApp Icon

BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!

18/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Punya “Peta Besar” Hadapi Disinformasi Global, Pakar: Tinggal Perkuat Tim!

Dokumentasi Baznas RI

Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, ancaman disinformasi dan misinformasi kini menjelma menjadi tantangan global yang serius. Namun di balik situasi itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dinilai telah memiliki arah dan strategi yang jelas untuk menghadapinya.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, menegaskan bahwa BAZNAS tidak berjalan tanpa arah. Justru sebaliknya, lembaga ini dinilai sudah memiliki “peta komunikasi” yang kuat dalam merespons dinamika informasi dunia.

“Sekarang disinformasi dan misinformasi sudah menjadi ancaman utama dunia berdasarkan Laporan Risiko Global 2025. Berita bohong itu berlari cepat, sementara klarifikasinya tertatih. Tapi BAZNAS sudah punya peta yang jelas. Tinggal bagaimana timnya diperkuat,” ujar Hariqo dalam forum Z-Talk di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Z-Talk bertema “Zakat Menguatkan Indonesia Melalui Media Massa & Silaturahmi Forum Matraman” yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta Timur.

Z-Talk sendiri menjadi ruang strategis yang mempertemukan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional dengan para praktisi media. Forum ini tak sekadar ajang diskusi, tapi juga upaya konkret membangun sinergi komunikasi yang lebih transparan, terbuka, dan berdampak luas.

Hariqo menilai, langkah BAZNAS yang aktif membangun komunikasi dengan media, membuka ruang kritik, hingga menghadirkan langsung kisah para penerima manfaat (mustahik) adalah strategi yang tepat di era krisis kepercayaan.

Menurutnya, publik tidak lagi cukup diyakinkan dengan angka dan laporan. Mereka butuh cerita nyata.

“Cerita dari para penerima manfaat itu sangat kuat. Itu bukan sekadar narasi, tapi bukti bahwa zakat benar-benar mengubah kehidupan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai inovasi BAZNAS dalam meningkatkan literasi zakat, termasuk melalui lomba dan kampanye publik yang mendorong partisipasi masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk menangkal informasi keliru yang kerap beredar, terutama soal pengelolaan dana zakat.

Tiga “P” Kunci Komunikasi: Program, Partisipasi, Publikasi

Lebih jauh, Hariqo membeberkan formula penting dalam membangun komunikasi publik yang kuat. Ia menyebut ada tiga indikator utama yang harus dijaga, yakni:

  • Program yang berjalan dengan baik dan berdampak

  • Partisipasi masyarakat yang tinggi

  • Publikasi yang luas dan terdokumentasi dengan baik

“Tiga hal ini harus berjalan beriringan. Kalau program bagus tapi tidak dipublikasikan, dampaknya tidak terasa. Sebaliknya, publikasi tanpa program yang kuat juga tidak akan bertahan,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Sodik Mudjahid, Zainut Tauhid Sa’adi, serta sejumlah pimpinan lainnya.

Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh penting di bidang komunikasi dan media, seperti Amir Sodikin dan Andi Muhyiddin, yang turut memperkuat diskursus tentang peran media dalam membangun kepercayaan publik.

Di tengah derasnya gelombang informasi yang kerap tak terkendali, BAZNAS dinilai tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai mengambil posisi strategis sebagai lembaga yang adaptif dan responsif.

Dengan peta komunikasi yang sudah terbentuk, penguatan tim, serta konsistensi dalam transparansi dan publikasi, BAZNAS diyakini mampu menjawab tantangan zaman—sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.

Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi kekuatan. Dan di era disinformasi, kekuatan itu harus disampaikan dengan cara yang benar.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →