WhatsApp Icon

Dari Layar Media Sosial ke Panggung Dunia: Semangat Belajar yang Tak Pernah Sia-sia

04/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Dari Layar Media Sosial ke Panggung Dunia: Semangat Belajar yang Tak Pernah Sia-sia

predikat Top 1 English Speaker dengan penilaian extremely fluent

Di tengah derasnya arus digital, media sosial kini tak lagi sekadar ruang hiburan. Ia berubah menjadi panggung belajar global, tempat ide, kreativitas, dan semangat tumbuh tanpa batas. Semangat inilah yang tercermin dalam gerakan edukatif yang digagas platform pembelajaran bahasa Inggris, Episoden.

Platform berbasis percakapan video singkat ini membuka kesempatan bagi kreator dan pelajar dari berbagai negara untuk menjadi Duta Episoden. Misinya jelas: mendorong lebih banyak orang berani berbicara bahasa Inggris melalui latihan langsung dengan mitra dari seluruh dunia. Program tersebut menghadirkan tantangan membuat video edukatif tentang Episoden, yang diunggah ke media sosial dalam periode 1 Oktober hingga 31 Januari, dengan penilaian pada aspek isi, konteks, kualitas video, serta jangkauan pemirsa. Hadiah utamanya bukan hanya prestise, tetapi juga perjalanan ke Korea Selatan sebagai bentuk apresiasi global.

Di antara ratusan peserta, nama Ahmad Syaid Kokalo, S.Sos, mahasiswa pascasarjana Universitas Abdul Chalim Mojokerto, tampil mencuri perhatian. Ia meraih predikat Top 1 English Speaker dengan penilaian extremely fluent dan masuk jajaran 32 finalis kompetisi tersebut.

Meski pengumuman resmi Top 10 Ambassador telah dirilis melalui Instagram Episoden dan namanya belum termasuk di daftar penerima perjalanan ke Korea, Ahmad justru memandang pencapaiannya dari sudut yang lebih luas: proses belajar.

“Kompetisi ini mengajarkan saya bahwa keberanian mencoba jauh lebih penting daripada hasil akhir. Ketika kita berani berbicara, berani tampil, di situlah kita bertumbuh. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam hidup saya,” ujar Ahmad.

Ia mengaku bangga karena salah satu Design yang dibuatnya sempat diunggah langsung oleh Founder Episoden, Grit (Csight_yang), di Instagram. Bagi Ahmad, momen itu menjadi pengakuan atas usaha dan dedikasi yang ia bangun selama proses belajar.

Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada sepuluh duta terpilih.
“Saya mengucapkan selamat kepada 10 Ambassador yang terpilih ke Korea Selatan. Semoga mereka membawa semangat belajar ini lebih luas lagi,” katanya.

Kisah Ahmad menunjukkan bahwa kompetisi pendidikan bukan semata soal podium. Di balik setiap proses, ada peningkatan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan jejaring global yang terbentuk. Di era digital, satu unggahan bisa menjadi pintu kesempatan, satu video bisa menginspirasi ribuan orang, dan satu keberanian berbicara dapat mengubah masa depan.

Inisiatif seperti yang diusung Episoden menjadi bukti bahwa pembelajaran kini bergerak dinamis—melampaui ruang kelas, menembus batas negara, dan bertumbuh lewat kreativitas anak muda.

Karena pada akhirnya, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang menang, tetapi tentang pengalaman, pelajaran, dan keberanian untuk terus berkembang. Dan di dunia yang terus berubah, semangat belajar itulah yang menjadi kemenangan sesungguhnya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →