Hari Santri Nasional 2025: BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo
30/10/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
BAZNAS menggelar Talkshow dan Santripreneur Expo bertema “Santri Berdaya, Ekonomi Berdikari”
Jakarta – Dalam semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo bertema “Santri Berdaya, Ekonomi Berdikari”, Kamis (30/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV ini menjadi ruang refleksi dan apresiasi atas peran santri dalam memperkuat fondasi ekonomi umat.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. M. Imdadun Rahmat, M.S., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi santri bukan hanya soal kemandirian finansial, tetapi juga bagian dari ketahanan dakwah.
“Santri adalah penerus estafet dakwah dan pendidikan Islam. Memberdayakan ekonomi mereka berarti memperkuat kemandirian dakwah. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS merupakan investasi untuk membangun ketahanan ekonomi para pelaku dakwah ini,” ujar Imdadun.
Ia juga menyambut baik pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama, yang dianggap sebagai bentuk pengakuan formal terhadap kontribusi besar pesantren bagi pembangunan bangsa.
“Dengan 1,6 juta santri aktif dan 250 ribu lulusan tiap tahun, pemberdayaan ekonomi pesantren bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan,” tambahnya.
Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Santripreneur yang digagas BAZNAS sejak 2022 telah menumbuhkan gelombang wirausaha muda di lingkungan pesantren.
“Potensi 42.300 pondok pesantren dengan lebih dari 4 juta santri adalah kekuatan ekonomi bangsa yang luar biasa. Melalui Santripreneur, BAZNAS tidak hanya mencetak pelaku usaha, tetapi juga duta zakat yang berintegritas dan berkarakter islami,” tutur Eka.
Hingga kini, program Santripreneur telah melahirkan 1.485 wirausaha santri di 225 kota dengan beragam bidang usaha — mulai dari kuliner, fesyen, industri kreatif, hingga jasa berbasis syariah.
“Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa zakat mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat,” imbuhnya.
Talkshow ini menghadirkan tiga sosok alumni Santripreneur BAZNAS yang kini sukses mengembangkan usaha berbasis pemberdayaan: Tyovan Ari Widagdo, Aisyah Rahman, dan Syarifudin Mustofa.
Tyovan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin, membagikan kisahnya membangun perusahaan teknologi sejak masih duduk di bangku SMA. Ia menekankan pentingnya semangat belajar dan keberanian berinovasi di era digital.
“Santri punya modal besar: akhlak, disiplin, dan daya juang. Jika ditambah literasi digital dan kemampuan bahasa, santri bisa menjadi pelaku ekonomi global. Dunia bisa dijangkau dari pesantren,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya storytelling dalam bisnis. “Produk harus punya cerita. Tas dari pelepah pisang buatan santri itu bukan sekadar tas, tapi simbol perjuangan dan keberdayaan.”
Sementara itu, Aisyah Rahman, pendiri Bon Bon Flora, menuturkan perjalanan usahanya di sektor agribisnis tanaman hias. Dengan pendekatan digital, ia memberdayakan puluhan petani dan ibu rumah tangga di desa.
“Kami mulai dengan membantu petani menjual hasilnya lewat platform digital. Kini, alhamdulillah, kami bisa menembus pasar internasional hingga ke Amerika, Kanada, dan Australia,” ungkapnya.
Berbeda lagi dengan Syarifudin Mustofa, pendiri Mustafa & Co asal Cilacap, yang mengubah limbah pelepah pisang menjadi merchandise ramah lingkungan. Dari keterbatasan, ia kini melibatkan para santri putus sekolah dalam bisnis sosial yang ia dirikan.
“Saya ingin mereka punya keterampilan agar bisa keluar dari kefakiran. Prinsip saya sederhana: bisnis yang gagal hanyalah bisnis yang berhenti. Kalau terus berjuang, insyaallah tidak akan gagal,” katanya.
Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo ini bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi juga ruang dialog tentang masa depan ekonomi pesantren. Melalui kolaborasi strategis antara BAZNAS, pemerintah, pesantren, dan dunia usaha, diharapkan lahir ekosistem ekonomi baru yang berpijak pada spiritualitas, keberlanjutan, dan solidaritas sosial.
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, santri tak lagi sekadar penjaga nilai-nilai, melainkan penggerak inovasi ekonomi berbasis moral dan kebermanfaatan.
“Santri berdaya bukan hanya yang mampu berdiri sendiri, tetapi juga yang mampu menegakkan orang lain,” ujar Imdadun menutup sesi diskusi.
Dengan semangat Hari Santri Nasional 2025, BAZNAS menegaskan komitmennya untuk terus membina, mendampingi, dan menginspirasi santri agar menjadi pelaku perubahan — dari pesantren, untuk bangsa.
Berita Lainnya
Ketua PERGUNU Sulut Sempatkan Kunjungi Mahasiswi Asal Minahasa yang Lolos Magang di Kementerian Pariwisata
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Bersama BAZNAS Minahasa melalui Dukungan 78 Mushaf Al-Quran
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
Pengadilan Agama Tondano Beri Piagam Apresiasi untuk BAZNAS Minahasa, Sinergi Zakat dan Pemberdayaan Umat Makin Diperkuat
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
Minahasa Ukir Sejarah di MTQ XXXI Sulawesi Utara, Raih Empat Medali Emas dan Satu Perak
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional
BAZNAS RI dan PP Persis Perkuat Sinergi, Bangun Kekuatan Zakat untuk Kesejahteraan Umat
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
Panen Jagung I Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano Berbuah Berkah, Mushaf Al-Quran Disalurkan untuk Masjid dan Majelis Taklim
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
BAZNAS Minahasa Salurkan 10 Mushaf Al-Quran ke Rumah Tahfidz Raudhatul Quran, Perkuat Syiar Islam dan Pendidikan Tahfiz
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →