IAIN Manado Selangkah Lagi Jadi UIN, Rektor: Ini Milik Sulawesi Utara, Bukan Hanya Umat Islam!
08/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Pengukuhan Guru Besar
Manado - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado kini berada di titik krusial dalam sejarah perjalanannya. Transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Manado tinggal menunggu pengesahan resmi. Seluruh berkas administrasi telah rampung, dan optimisme pun menguat.
“Harapan saya cuma satu, di tahun 2026 ini mudah-mudahan UIN Manado sah,” ujar Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, dalam Podcast Tribun Manado di Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Mapanget, Sabtu (7/2/2026).
Namun bagi Prof Rajafi, perubahan status dari IAIN menjadi UIN bukan sekadar soal nomenklatur. Lebih dari itu, ini adalah penguatan visi besar kampus dalam membangun moderasi beragama dan kebersamaan lintas iman di Sulawesi Utara.
IAIN Manado selama ini dikenal sebagai kampus Islam yang terbuka. Prof Rajafi menegaskan, mahasiswa non-Muslim telah lama menjadi bagian dari dinamika akademik kampus tersebut.
“Alumni Kristen kita ada, Katolik ada. Mereka tidak dipaksa memahami keislaman secara teologis, tapi memahami model pendidikan Islam,” jelasnya.
Tak sedikit di antara mereka yang melanjutkan studi hingga jenjang magister di Fakultas Syariah. Menurut Rajafi, itu terjadi karena mereka merasakan kualitas pembelajaran yang berbeda.
“Karena merasa mendapatkan nikmat pembelajaran yang tidak didapat di tempat lain,” tambahnya.
Pesan yang ingin ditegaskan jelas: UIN Manado kelak bukan milik satu kelompok, melainkan ruang belajar bersama bagi semua.
Menyambut perubahan status menjadi UIN, pembangunan fisik juga terus digenjot di tiga lokasi strategis.
-
Kampus 1 (Ring Road Manado): Difokuskan untuk program S1 Keagamaan seperti Syariah, Tarbiyah, Ushuluddin, serta Ekonomi dan Bisnis Islam.
-
Kampus 2 (Wori, Minahasa Utara): Disiapkan sebagai pusat Pascasarjana (S2 dan S3) lengkap dengan ballroom besar untuk kegiatan akademik dan nasional.
-
Kampus 3 (Tapaaok, Bolaang Mongondow): Akan menjadi pusat Fakultas Kesehatan dan Kedokteran.
“Sesuai arahan Pak Menteri Agama, kita sedang siapkan Fakultas Kesehatan. InsyaAllah tahun 2027 sudah ada, dan mudah-mudahan Fakultas Kedokterannya juga mulai berjalan,” ungkap Rajafi.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa UIN Manado tak hanya akan memperkuat studi keislaman, tetapi juga merambah bidang sains dan kesehatan demi menjawab kebutuhan daerah.
Perubahan besar juga terjadi pada kualitas sumber daya manusia. Saat Prof Rajafi pertama kali menjabat, IAIN Manado hanya memiliki satu Guru Besar, yakni Prof Dr Hj Rukmina Gonibala.
Kini, jumlahnya melonjak menjadi 14 Guru Besar.
“Di Agustus dan September ketambahan dua. Sampai Desember jadi lima orang. Kemudian setiap tahun ada, dan Alhamdulillah sekarang sudah 14. Dan mudah-mudahan ini mau nambah lagi tiga orang,” paparnya.
Tak hanya itu, IAIN Manado juga mencatat sejarah sebagai IAIN pertama di Indonesia yang meraih Akreditasi Unggul.
“Pertama kali IAIN yang terakreditasi unggul di Indonesia itu IAIN Manado,” tegasnya.
Capaian ini menjadi fondasi kuat menuju status UIN yang lebih komprehensif dan kompetitif di tingkat nasional.
Saat ditanya tentang warisan yang ingin ditinggalkan, Prof Rajafi menolak menjadikan transformasi ini sebagai pencapaian pribadi.
“Ahmad Rajafi itu akan mati atau pindah, tapi kebersamaan tidak boleh hilang. Saya mengharamkan kata ‘karena saya’. Kita hebat karena tim yang hebat. Tagline kami jelas: Maju Bersama,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Sulawesi Utara memandang UIN Manado sebagai aset daerah, bukan sekadar institusi keagamaan.
“Saya ingin sekali UIN Manado menjadi jalan kebersamaan yang bukan saja punya orang Islam. Jangan. Ini punya Sulawesi Utara. Dan kalau orang belajar dengan baik, SDM kita baik, yang merasakan nikmatnya nanti Sulawesi Utara,” pungkasnya.
Jika resmi menjadi UIN pada 2026, maka kampus ini bukan hanya naik kelas secara status. Ia sedang menegaskan diri sebagai simbol inklusivitas, penguatan SDM, dan masa depan pendidikan tinggi yang menyatukan, bukan memisahkan.
Berita Lainnya
MPU Aceh Salurkan Infak Rp1 Miliar ke BAZNAS RI untuk Palestina, Bukti Kepedulian Tak Pernah Padam
BAZNAS RI Santuni 15 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Hadir Sejak Evakuasi hingga Pemakaman
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
Keren! 9 Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Lolos PTN Lewat SNBP 2026, Tembus UI hingga IPB
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
BAZNAS RI Dorong Generasi Muda Tembus Masa Depan: Beasiswa Cendekia Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal
BAZNAS Minahasa Ucapkan Selamat, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Jadi Rektor Unhas
Alumni 94–95 Jaton Gandeng BAZNAS Minahasa, Salurkan Bantuan ke Warga Muslim Atep Oki
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Dari Mustahik ke CEO: Alumni Beasiswa BAZNAS Ini Sukses Bangun Bisnis Interior

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →