WhatsApp Icon

Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97

25/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Jihan Nabillah Kokalo, Putri Minahasa yang Tembus Kementerian Pariwisata dengan Nilai Evaluasi 97

Mahasiswa Magang di Kementeriaan Pariwisata

MINAHASA, — Bukan mahasiswa pariwisata, tetapi mampu menorehkan nilai evaluasi hingga 97 di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kisah ini datang dari Jihan Nabillah Kokalo, mahasiswi asal Kabupaten Minahasa yang membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukan batas untuk berkompetisi di lingkungan kerja profesional tingkat nasional.

Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas KH. Abdul Chalim tersebut baru saja menuntaskan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga bulan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Jihan. Di tengah lingkungan magang yang banyak diisi mahasiswa dari perguruan tinggi dengan latar belakang pariwisata, Jihan datang dengan bekal ilmu komunikasi dan pendidikan keagamaan.

Namun, perbedaan latar belakang akademik tidak menjadi penghalang.

Berdasarkan lembar evaluasi resmi dari instansi penempatan, Jihan memperoleh nilai Kompetensi Profesional 97, Kompetensi Personal 95, dan Kompetensi Sosial 93.

Penilaian tersebut disahkan oleh Pendamping/Instruktur Kementerian Pariwisata RI, Asep Saepullah, S.AB., M.Si.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan Jihan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja, menjalankan tugas profesional, membangun komunikasi, serta bekerja sama dalam lingkungan institusi pemerintahan pusat.

Perjalanan Jihan menarik perhatian karena bidang pendidikan yang ditempuhnya tidak secara langsung berada di sektor pariwisata.

Sebagai mahasiswa KPI, Jihan selama ini lebih banyak mengembangkan kompetensi pada bidang komunikasi, penyiaran, media, dan dakwah. Namun, kemampuan tersebut justru menjadi modal ketika ia memasuki dunia kerja yang membutuhkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi lintas bidang.

Pengalaman tiga bulan di Kementerian Pariwisata menjadi ruang pembelajaran bagi Jihan untuk menguji kemampuan akademiknya dalam situasi kerja nyata.

Dari ruang kelas ke lingkungan kementerian, dari teori komunikasi ke praktik profesional.

Di sinilah pengalaman magang tersebut menjadi lebih dari sekadar kewajiban akademik. PPL menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah dengan latar belakang pendidikan keagamaan juga dapat mengambil bagian dalam ruang profesional tingkat nasional.

Jihan juga tercatat sebagai penerima beasiswa dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU).

Bagi Jihan, kesempatan mendapatkan pendidikan dan pengalaman profesional merupakan amanah yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Prestasi akademik dan pengalaman di dunia kerja menjadi bagian dari proses panjang untuk mengembangkan kapasitas diri.

Selain menjalani pendidikan formal, Jihan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan kemampuan digital. Ia juga dikenal sebagai Google Student Ambassador dan aktif sebagai kreator konten.

Kombinasi pendidikan, pengalaman organisasi, komunikasi, serta kemampuan digital tersebut menjadi bekal ketika dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan profesional yang memiliki tuntutan dan karakter berbeda dari dunia kampus.

Kisah Jihan memberikan satu pesan penting: kesempatan tidak selalu datang kepada mereka yang memiliki latar belakang pendidikan yang paling dekat dengan sebuah bidang, tetapi kepada mereka yang siap belajar, beradaptasi, dan menunjukkan kemampuan.

Bagi generasi muda Minahasa, pengalaman Jihan dapat menjadi gambaran bahwa mahasiswa dari daerah pun memiliki peluang untuk memperoleh pengalaman di tingkat nasional.

Terlebih, perkembangan dunia kerja saat ini semakin membutuhkan kemampuan lintas disiplin. Kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar menjadi modal yang tidak kalah penting dari latar belakang program studi.

Melalui pengalaman tersebut, Jihan tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa pesan bahwa anak muda daerah memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkompetisi di tingkat nasional.

Perjalanan Jihan juga memperlihatkan bagaimana pendidikan, dukungan beasiswa, dan kesempatan memperoleh pengalaman profesional dapat saling melengkapi.

Beasiswa membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan. Kampus memberikan fondasi keilmuan. Sementara pengalaman magang membuka ruang untuk menguji ilmu tersebut dalam dunia kerja nyata.

Bagi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, kisah seperti ini juga memperlihatkan bahwa investasi pada pendidikan generasi muda memiliki dampak yang jauh lebih panjang daripada sekadar bantuan pendidikan.

Satu kesempatan pendidikan dapat melahirkan pengalaman. Satu pengalaman dapat membuka pintu berikutnya. Dan dari sana, lahir generasi muda daerah yang berani membawa kemampuan mereka ke tingkat nasional.

Jihan Nabillah Kokalo adalah salah satu contoh bahwa perjalanan tersebut dapat dimulai dari Minahasa.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →