WhatsApp Icon

Pengungsi Tanah Merah Hutanabolon Sambut Masjid Bantuan BAZNAS Jelang Ramadan, Harapan Kembali Menggema

15/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Pengungsi Tanah Merah Hutanabolon Sambut Masjid Bantuan BAZNAS Jelang Ramadan, Harapan Kembali Menggema

Pengungsi Tanah Merah Hutanabolon Sambut Masjid Bantuan BAZNAS Jelang Ramadan

Tapanuli Tengah – Suara syukur pecah di antara deretan hunian sementara di Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Sebuah masjid darurat semipermanen bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kini berdiri kokoh, menjadi oase spiritual bagi para pengungsi Tanah Merah yang berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan.

Bagi Melur Tambunan (38), bangunan sederhana itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah simbol harapan yang kembali tumbuh jelang Ramadan.

“Terima kasih banyak kepada tim BAZNAS karena sudah mendirikan masjid darurat untuk kami. Semoga rezeki Bapak/Ibu dilancarkan dan diberikan kesehatan oleh Allah,” ucap Melur lirih, Minggu (15/2/2026), dengan mata berkaca-kaca.

Sejak banjir bandang menerjang permukiman di Lorong 3 pada November lalu, Melur dan puluhan warga lainnya terpaksa tinggal di tenda darurat. Dalam satu tenda kecil, delapan Kepala Keluarga (30 jiwa) hidup berdesakan.

Kondisi itu tak hanya menyulitkan aktivitas harian, tetapi juga ibadah. Sajadah kerap tak punya ruang untuk dibentangkan. Wudu yang sudah dilakukan pun sering berakhir tanpa salat.

“Kadang sudah wudu, tapi teman lagi tiduran. Tidak enak mengusir. Akhirnya salatnya lewat waktu,” tuturnya.

Realitas tersebut menjadi cerminan pentingnya fasilitas ibadah dalam situasi bencana. Selain kebutuhan pangan dan sandang, ruang spiritual juga menjadi kebutuhan mendasar untuk menjaga ketahanan mental para penyintas.

Melihat Ramadan semakin dekat, warga berkoordinasi dengan BAZNAS agar tersedia tempat ibadah yang layak. Respons datang cepat. Tim BAZNAS membangun masjid darurat berkonsep semipermanen—kokoh, fungsional, dan dapat dibongkar pasang sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah, sekarang langsung jadi. Semua orang di sini mengucap syukur,” kata Melur.

Kehadiran masjid darurat ini tidak hanya memfasilitasi salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat aktivitas keagamaan selama Ramadan, seperti tarawih, tadarus, dan kajian keislaman.

Pembangunan masjid darurat di kawasan huntara menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga pemulihan spiritual dan psikososial masyarakat terdampak bencana.

Dalam konteks kebencanaan, rumah ibadah kerap menjadi titik penguat solidaritas dan kebersamaan. Di tengah kehilangan harta dan tempat tinggal, masjid menjadi ruang menenangkan hati, menguatkan doa, serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Langkah cepat BAZNAS ini menjadi contoh bagaimana dana zakat dikelola secara responsif dan tepat sasaran—menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Kini, di Hutanabolon, suara azan kembali menggema tanpa harus bersaing dengan hiruk-pikuk tenda pengungsian. Anak-anak, ibu-ibu, hingga para lansia memiliki ruang yang lebih layak untuk bersujud.

Jelang Ramadan, masjid darurat itu bukan sekadar bangunan semipermanen. Ia adalah tanda bahwa di tengah ujian, selalu ada tangan-tangan kebaikan yang menguatkan.

Dan bagi Melur serta para pengungsi lainnya, Ramadan tahun ini akan terasa berbeda—lebih khusyuk, lebih hangat, dan penuh harapan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →