Pungguan Jawa Tondano (Zikir Gholibah), Warisan 1830 yang Terus Menggema
17/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Pungguan dan Dzikir Gholibah Jadi Simbol Persatuan Umat Jaton
Ketua KKJI H. Umar Masloman: Ibadah, Identitas, dan Doa Keselamatan Umat
Minahasa – Menjelang bulan suci Ramadan, suasana religius terasa kental di Kampung Jawa Tondano (Jaton), Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tradisi Pungguan—ziarah makam leluhur—yang dirangkaikan dengan Dzikir Gholibah, kembali digelar khidmat, Selasa (17/2/2026).
Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Muslim Jaton di Jalan Wulauan, Kembua, serta Kompleks Makam Kyai Modjo. Doa-doa dipanjatkan, lantunan kalimat thayyibah menggema, menyatu dengan harap akan keselamatan dan keberkahan menjelang Ramadan.
Ketua Kerukunan Keluarga Jaton Indonesia (KKJI) H. Umar Masloman menegaskan, Pungguan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan iman yang telah hidup sejak 1830.
“Pungguan yang dirangkaikan dengan Dzikir Gholibah ini adalah amalan leluhur kami sejak 1830. Ini bukan hanya budaya, tapi ibadah yang diwariskan para alim ulama untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya umat Islam di Kampung Jawa dan Minahasa pada umumnya,” ujar Umar Masloman.
Eksistensi Kampung Jawa Tondano tak bisa dilepaskan dari sosok Kyai Modjo. Lahir di Surakarta pada 1792 dengan nama Kyai Muslim Muhammad Khalifah, ia dikenal sebagai ulama besar sekaligus panglima perang kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825–1830).
Pada 1829, pemerintah kolonial Belanda mengasingkan Kyai Modjo ke Tondano bersama 62 pengikutnya. Tujuannya jelas: memutus pengaruh spiritualnya di tanah Jawa. Namun di tanah pengasingan itulah sejarah baru lahir. Mereka menetap, menikah dengan perempuan setempat, dan membangun komunitas Muslim yang kini dikenal sebagai masyarakat Jawa Tondano—tetap menjaga tradisi Islam warisan leluhur.
Sejak saat itu, dzikir, kebersamaan, dan ziarah menjelang Ramadan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Jaton.
Usai ziarah, masyarakat berkumpul melaksanakan Dzikir Gholibah secara berjamaah. Suasana hening dan sakral menyelimuti lokasi. Bagi warga, dzikir ini bukan sekadar ritual, melainkan ikhtiar spiritual memohon perlindungan Allah SWT.
“Dzikir ini adalah doa bersama. Kami memohon agar masyarakat Jaton dan umat Islam secara umum diberi keselamatan, dijauhkan dari musibah, serta diberikan kekuatan dalam menjalani ibadah puasa,” tegas Umar.
Ia menambahkan, Pungguan juga menjadi momentum silaturahmi warga Jaton yang kini tersebar di berbagai daerah Sulawesi Utara bahkan Indonesia. Banyak perantau sengaja pulang kampung demi mengikuti tradisi ini.
“Selama hampir dua abad, amalan ini menjadi simbol persatuan kami. Di tengah perkembangan zaman, kami tetap menjaga warisan ini sebagai identitas umat Islam Jaton,” tambahnya.
Pungguan dan Dzikir Gholibah menjadi penanda bahwa Ramadan di Kampung Jawa Tondano tidak hanya disambut dengan persiapan fisik, tetapi juga penyucian hati dan penguatan ukhuwah.
Berita Lainnya
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
Dari Dapur Umum BAZNAS, Penyintas Gempa NTT Bangkit dan Menguatkan Sesama
BAZNAS Berangkatkan Tim Tanggap Bencana Tangani Gempa di NTT
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
BAZNAS RI Bersama Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Cendekia 2026 di 246 Perguruan Tinggi
BAZNAS RI Salurkan 500 Paket Logistik untuk Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Hadir di Muktamar NU ke-35, Salurkan 15 Ribu ZChicken hingga Siagakan Layanan Kesehatan
Hadiri Pra-Rakornas 2026, BAZNAS Kabupaten Minahasa Siap Perkuat Pengelolaan Muzaki secara Profesional
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →