Ramadan Tiba! BAZNAS RI Terjunkan 78 Santri ke 26 Desa, Siap Cetak Santripreneur Tangguh
19/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Peluncuran program dilakukan secara daring pada Kamis (19/2/2026)
Jakarta – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan terobosan. Melalui Direktorat Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Divisi Program Ekonomi Pedesaan, BAZNAS meluncurkan program bertajuk “Santri Memberdayakan Desa”—sebuah gerakan kolaboratif yang mengawinkan penguatan spiritualitas dengan praktik nyata agribisnis di desa.
Program ini bukan sekadar seremoni Ramadan. Sebanyak 78 santri terpilih akan diterjunkan ke 26 desa strategis yang tersebar di delapan provinsi: Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dibagi ke dalam 26 kelompok, masing-masing beranggotakan tiga orang, untuk menjalani misi pemberdayaan selama dua pekan dengan metode live in atau tinggal bersama masyarakat binaan.
Peluncuran program dilakukan secara daring pada Kamis (19/2/2026) oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan.
“Program Santri Memberdayakan Desa ini kami hadirkan untuk meningkatkan sisi spiritualitas binaan di lokus Balai Ternak, ZCD, dan Lumbung Pangan. Kami ingin para petani dan peternak kita tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketangguhan iman yang amanah dan produktif,” ujar Saidah.
BAZNAS menaruh harapan besar pada para santri tingkat akhir maupun alumni pesantren berusia 17–22 tahun ini. Mereka dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki bekal ilmu agama, para santri dinilai memiliki energi dan idealisme sebagai agen perubahan di desa.
Di lapangan, mereka akan berperan ganda. Pertama, sebagai mentor religi yang mengisi pengajian, kultum subuh, hingga literasi keagamaan bagi masyarakat desa. Kedua, sebagai pembelajar aktif yang menyerap ilmu tata kelola agribisnis dan UMKM secara langsung.
“Lokasi program dipilih karena unit usaha pertanian, mikro, dan peternakannya sudah berjalan stabil. Ini akan menjadi pusat studi tiru bagi para santri,” jelas Saidah.
Sebanyak 26 titik tersebut tersebar di 26 desa, 12 kecamatan, dan 25 kabupaten/kota. Di sana, para santri akan mendampingi petani lumbung pangan, pelaku UMKM, hingga peternak di Balai Ternak BAZNAS.
Selama dua pekan Ramadan, para santri tak hanya berdakwah, tetapi juga ikut mengelola usaha: mulai dari manajemen pakan ternak, distribusi hasil panen, pencatatan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran produk desa.
Konsep ini menjadikan desa sebagai laboratorium nyata. Santri belajar langsung tentang manajemen usaha berbasis komunitas, sementara mustahik mendapatkan sentuhan pembinaan spiritual yang lebih intens.
Hasil akhirnya, BAZNAS menargetkan lahirnya generasi baru santripreneur—santri yang tidak hanya piawai membaca kitab, tetapi juga cakap mengelola lumbung pangan dan usaha ternak secara profesional.
Kehadiran santri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih hidup dan bermakna. Ibadah semakin kuat, ekonomi pun semakin berdaya.
Dengan pendekatan humanis dan religius, program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya soal distribusi bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk kemandirian umat.
Ramadan kali ini, desa tak hanya dipenuhi gema tadarus dan takbir. Di baliknya, ada gerak nyata membangun ekonomi—dari sawah, kandang ternak, hingga ruang-ruang pengajian.
Berita Lainnya
BAZNAS Gerak Cepat! 800 Porsi Makanan Disalurkan untuk Penyintas Gempa Flores Timur
Transparan dan Akuntabel, UPZ Masjid Imam Bonjol Lotta Salurkan 528,5 Kg Zakat Fitrah
Alumni 94–95 Jaton Gandeng BAZNAS Minahasa, Salurkan Bantuan ke Warga Muslim Atep Oki
BAZNAS Minahasa Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-42 kepada Rektor IAIN Manado
MPU Aceh Salurkan Infak Rp1 Miliar ke BAZNAS RI untuk Palestina, Bukti Kepedulian Tak Pernah Padam
Kemenhaj Dukung Tata Kelola Dam oleh BAZNAS, Jemaah Haji Bisa Bayar di Tanah Air
BAZNAS Minahasa Ucapkan Selamat, Prof Jamaluddin Jompa Kembali Jadi Rektor Unhas
BAZNAS RI Santuni 15 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Hadir Sejak Evakuasi hingga Pemakaman
Dari Gerobak ke Omzet Rp500 Ribu/Hari, ZChicken BAZNAS Bikin Mustahik Naik Kelas di Jambi
Mahasiswa Ditantang Naik Kelas: Dari Mustahik Jadi Muzaki, Ini Pesan Keras Pimpinan BAZNAS
Kolaborasi dengan YouTubers, Pengadilan Agama Tondano Raih Juara 2 di PTA Cup
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia AIU 2026, Kesempatan Emas Mustahik Kuliah ke Luar Negeri!
BAZNAS RI Dorong Generasi Muda Tembus Masa Depan: Beasiswa Cendekia Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045
Rumah Sehat BAZNAS Bantu Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal
Dibina BAZNAS, Usaha Pastry di Jaktim Melejit! Omzet Tembus Rp16 Juta per Bulan

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →