WhatsApp Icon

Ramadhan 1447 H: BTM dan Keimaman Masjid Baitul Ikhlas Langowan Gaungkan Spirit Kebangkitan Umat

21/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Ramadhan 1447 H: BTM dan Keimaman Masjid Baitul Ikhlas Langowan Gaungkan Spirit Kebangkitan Umat

BTM dan Keimaman Masjid Baitul Ikhlas Langowan Gaungkan Spirit Kebangkitan Umat

Langowan, Minahasa — Ramadhan 1447 Hijriah, ruang digital Masjid Baitul Ikhlas Langowan tak sekadar dipenuhi ucapan seremonial. Yang hadir adalah pesan kebangkitan. Sebuah seruan reflektif tentang peran masjid sebagai pusat peradaban, bukan hanya tempat ritual.

Pengurus Badan Tamir Masjid (BTM) dan Keimaman Masjid Baitul Ikhlas Langowan secara resmi menyampaikan ucapan Ramadhan melalui media sosial resmi masjid. Dalam hitungan jam, pesan itu menyebar dan menuai respons dari jamaah hingga masyarakat Minahasa.

Ketua BTM Masjid Baitul Ikhlas, Syafaruddin Maddepungeng, yang juga menjabat sebagai Ketua NU Minahasa, menegaskan bahwa Ramadhan tahun ini harus menjadi momentum konsolidasi moral dan sosial umat.

“Ramadhan bukan hanya agenda spiritual tahunan. Ia adalah ruang pendidikan karakter, ruang penguatan solidaritas, dan ruang pembentukan peradaban,” kata Syafaruddin dalam pernyataan tertulisnya.

Menurut dia, tantangan umat hari ini bukan semata pada aspek ibadah individual, melainkan pada kemampuan kolektif membangun kepedulian sosial dan ketahanan moral di tengah arus globalisasi.

“Masjid harus menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan. Dari masjid lahir gerakan sosial, lahir literasi keagamaan yang mencerahkan, dan lahir kepemimpinan yang berintegritas,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai titik balik—dari rutinitas menuju kesadaran, dari simbol menuju substansi.

Momentum Ramadhan juga direspons oleh pimpinan BAZNAS Minahasa dengan pesan yang bersifat edukatif dan strategis. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ritual, melainkan instrumen ekonomi yang memiliki daya ubah nyata.

“Zakat adalah mekanisme distribusi kesejahteraan dalam Islam. Jika dikelola secara profesional dan transparan, zakat dapat menjadi solusi konkret bagi pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kesadaran zakat perlu dibangun dengan literasi yang kuat, agar masyarakat memahami bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan bukan sekadar amal personal, tetapi bagian dari sistem keadilan sosial.

BAZNAS, menurutnya, terus berkomitmen menghadirkan pengelolaan zakat yang akuntabel dan tepat sasaran, terutama selama Ramadhan yang identik dengan peningkatan kepedulian sosial.

Menariknya, ucapan Ramadhan yang disampaikan melalui media sosial menunjukkan transformasi dakwah yang adaptif. Masjid Baitul Ikhlas Langowan tidak lagi hanya mengandalkan mimbar fisik, tetapi juga memanfaatkan ruang digital sebagai medium edukasi dan syiar.

Pengurus BTM dan keimaman masjid menyiapkan rangkaian program Ramadhan: kajian ilmiah, pembinaan generasi muda, hingga gerakan sosial untuk dhuafa. Semuanya dirancang untuk memperkuat posisi masjid sebagai simpul peradaban.

Di tengah lanskap media sosial yang sering dipenuhi konten serba cepat dan dangkal, pesan yang disampaikan Masjid Baitul Ikhlas justru hadir dengan kedalaman reflektif. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi peluang membangun ulang fondasi spiritual dan sosial.

Ramadhan 1447 H di Langowan, dengan demikian, bukan hanya peristiwa kalender. Ia adalah panggilan untuk bangkit—secara personal, komunal, dan struktural.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →