WhatsApp Icon

Ramadhan untuk Semua: Kakanwil Kemenag Sulut Gaungkan Syiar Digital dan Kepedulian Sosial

20/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Ramadhan untuk Semua: Kakanwil Kemenag Sulut Gaungkan Syiar Digital dan Kepedulian Sosial

Kakanwil Kemenag Sulut Gaungkan Syiar Digital dan Kepedulian Sosial

Manado — Ramadan 1447 Hijriah tak lagi sekadar ruang ritual, tetapi juga panggung transformasi sosial. Di tengah geliat kota Manado, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menggaungkan pentingnya syiar digital dan kepedulian sosial dalam Podcast Ramadhan bertema “Ramadhan untuk Semua – Spirit Ibadah dan Kepedulian Sosial.”

Kegiatan yang berlangsung di Cinnamon Lounge, Aston Manado Hotel, Jumat (20/2/2026), menjadi edisi perdana Podcast Ramadhan hasil kolaborasi hotel tersebut dengan Yayasan Suara Madani Indonesia dan Syiar Muslimah Indonesia Sulawesi Utara. Formatnya dialogis, inklusif, dan menyasar publik digital—sebuah pendekatan yang menandai perubahan lanskap dakwah di era media sosial.

Dalam forum itu, Ulyas Taha menekankan bahwa Ramadan harus dipahami sebagai momentum penguatan dua dimensi sekaligus: spiritualitas personal dan solidaritas sosial. Ibadah, menurutnya, tak berhenti pada relasi vertikal dengan Tuhan, tetapi juga teruji dalam relasi horizontal dengan sesama.

“Kami mendorong para penyuluh agama untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat spiritualitas sekaligus kepedulian sosial. Dengan dukungan media digital, pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat secara inklusif,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan sekadar imbauan normatif. Ia menegaskan strategi konkret: optimalisasi peran penyuluh agama melalui siaran radio, livestreaming, podcast, serta pemanfaatan media sosial. Di tengah penetrasi digital yang kian dalam, dakwah konvensional dinilai perlu bertransformasi agar tetap relevan dan menjangkau generasi muda.

Podcast Ramadhan tersebut menghadirkan ruang dialog lintas elemen. Hadir Rektor IAIN Manado, Kapolresta Manado, Habib Umar bin Toha Alhabsy, H. Ayub Ali Al Bugis, Ketua Dewan Masjid Indonesia Manado, Ketua Syiar Muslimah Sulawesi Utara, serta General Manager Aston Manado Hotel. Kehadiran mereka menegaskan bahwa Ramadan adalah milik bersama—ruang kolaborasi antara pemerintah, ulama, akademisi, aparat keamanan, hingga sektor swasta.

Diskursus yang mengemuka tak hanya soal teknis ibadah, tetapi juga tentang toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk Sulawesi Utara. Ramadan, dalam perspektif yang dibangun, menjadi jembatan penguat kohesi sosial—bukan sekat pemisah identitas.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama. Bukan sekadar seremoni, tetapi simbol perjumpaan: antara gagasan dan tindakan, antara wacana dan komitmen. Di meja yang sama, para pemangku kepentingan menyatukan niat bahwa syiar Ramadan harus adaptif, edukatif, dan menyentuh kebutuhan zaman.

Di tengah arus digital yang kerap riuh dan terfragmentasi, pesan yang dibawa dari Cinnamon Lounge sore itu jelas: Ramadan adalah untuk semua. Ia harus hadir di ruang ibadah, di ruang sosial, dan kini—di ruang digital.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →