WhatsApp Icon

Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid

15/03/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Santri MTs PKP Manado Aktif Dakwah Ramadhan, Sampaikan Kultum Zakat hingga Nuzulul Quran di Sejumlah Masjid

Ali Ahmadi Maronrong, siswa kelas 7A dari Pesantren PKP Manado

Tomohon – Semangat dakwah Ramadhan terlihat dari langkah seorang santri muda yang terus menebar pesan kebaikan di berbagai masjid. Ali Ahmadi Maronrong, siswa kelas 7A dari Pesantren PKP Manado, tercatat telah menjalankan beberapa tugas ceramah kultum di sejumlah masjid selama bulan suci Ramadhan 2026.

Terbaru, Ali menyampaikan kultum bertema “Keutamaan Zakat dan Sedekah” di Masjid Al Mujahidin Tomohon pada Sabtu malam (14/3/2026). Dalam ceramah singkatnya, ia mengingatkan jamaah bahwa zakat dan sedekah bukan hanya ibadah yang bersifat ritual, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial kepada sesama.

“Zakat membersihkan harta dan jiwa kita, sedangkan sedekah membuka pintu rezeki dan keberkahan. Allah tidak akan mengurangi harta orang yang bersedekah, justru akan melipatgandakannya,” ujar Ali di hadapan jamaah.

Kultum tersebut merupakan tugas ceramah ketiga yang dijalankan Ali selama Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, ia telah lebih dulu menyampaikan kultum bertema keutamaan Nuzulul Quran dan malam Lailatul Qadar di Masjid At-Taqwa Kinilow yang berada di lingkungan Pesantren Hidayatullah Tomohon pada Minggu (8/3/2026).

Sementara itu, tugas ceramah pertamanya disampaikan di Masjid Al Inayah Tumumpa II pada Jumat (6/3/2026). Dalam kultum tersebut, Ali juga mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Meski masih duduk di bangku kelas VII, Ali tampil percaya diri di hadapan jamaah. Keberaniannya menyampaikan ceramah di mimbar masjid menjadi bagian dari pembinaan dakwah yang diberikan oleh pihak pesantren kepada para santri.

Orang tua Ali, Fardhu Maronrong, mengaku bersyukur dan bangga melihat putranya mendapat kepercayaan dari pesantren untuk menyampaikan kultum Ramadhan di berbagai masjid.

“Alhamdulillah kami sebagai orang tua sangat bersyukur. Anak kami ditugaskan oleh pihak pondok untuk belajar berdakwah melalui kultum. Kami selalu mendampingi dan membantu beliau belajar menyiapkan materi ceramah,” ujar Fardhu.

Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak hanya membekali anak dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk keberanian, karakter, serta kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Kami merasa berbahagia bisa menyekolahkan anak di pondok pesantren. Di sana anak-anak bukan hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang berani menyampaikan kebaikan kepada orang lain,” tambahnya.

Kehadiran santri muda di mimbar masjid selama Ramadhan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi dakwah sejak dini. Dari mimbar-mimbar sederhana di masjid kampung, lahir harapan bahwa generasi muda Islam mampu membawa pesan kebaikan, menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat dan sedekah, serta menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →