WhatsApp Icon

Semarak Ramadan di Tanah Rencong, BAZNAS RI Hadirkan Hangat Kebersamaan di Meunasah Darurat Pidie Jaya

20/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Semarak Ramadan di Tanah Rencong, BAZNAS RI Hadirkan Hangat Kebersamaan di Meunasah Darurat Pidie Jaya

BAZNAS RI Hadirkan Hangat Kebersamaan di Meunasah Darurat Pidie Jaya

Pidie Jaya – Ramadan tahun ini datang dengan suasana berbeda bagi warga Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Di tengah proses pemulihan pascabanjir dan longsor, cahaya kebersamaan justru menyala terang dari sebuah meunasah darurat yang dibangun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.

Di bangunan sederhana itu, ratusan penyintas berkumpul untuk berbuka puasa bersama pada hari pertama Ramadan. Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti kegiatan yang menjadi penanda bangkitnya harapan di tengah keterbatasan.

Meski sebagian warga masih bertahan di pengungsian dan rumah-rumah terdampak, antusiasme terpancar jelas. Anak-anak berlarian kecil menjelang azan magrib, para orang tua saling menyapa, dan senyum yang sempat redup perlahan kembali merekah.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, pada hari pertama Ramadan ini warga sudah dapat melaksanakan salat dengan aman dan nyaman di meunasah darurat. Selain itu, kegiatan berbuka puasa bersama juga dapat terlaksana dengan lancar dan baik,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, melainkan ruang pemulihan batin bagi masyarakat yang tengah bangkit dari musibah. Di tengah duka dan kehilangan, kebersamaan menjadi energi kolektif untuk saling menguatkan.

“Buka puasa bersama ini menjadi ruang temu bagi warga yang selama ini terpencar di sejumlah titik pengungsian dan rumah terdampak. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat saling menguatkan dan berbagi cerita tentang kondisi yang mereka alami,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyediakan berbagai menu berbuka, termasuk ayam goreng khas lokal Aceh yang disambut antusias warga. Hidangan sederhana itu terasa istimewa, bukan semata karena rasanya, melainkan karena ia hadir sebagai simbol perhatian dan kepedulian.

Saidah menegaskan, terselenggaranya kegiatan ini merupakan wujud nyata amanah para muzaki dari seluruh Indonesia. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS disalurkan langsung untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana.

“Tanpa dukungan para muzaki dari seluruh Indonesia, kegiatan berbuka puasa bersama ini mungkin belum bisa terlaksana dengan baik. Amanah yang dititipkan kepada BAZNAS, kami wujudkan dalam bentuk berbagai layanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, BAZNAS juga telah menggelar salat tarawih berjemaah di Meunasah Darurat BAZNAS yang mampu menampung lebih dari 200 orang. Fasilitas tersebut akan terus difungsikan hingga Idulfitri sebagai pusat kegiatan ibadah, distribusi bantuan, serta ruang kebersamaan warga selama masa pemulihan.

Di Tanah Rencong yang pernah berkali-kali diuji bencana, Ramadan kali ini menjadi saksi bahwa solidaritas tak pernah surut. Dari zakat yang ditunaikan, dari doa yang dipanjatkan, hingga dari sepiring hidangan berbuka—semuanya menjelma menjadi pesan sederhana: mereka tidak sendiri.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →