WhatsApp Icon

Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS RI Hadirkan Zmart dan Z-Auto untuk Perkuat Ekonomi Umat di Kota Bogor

05/06/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS RI Hadirkan Zmart dan Z-Auto untuk Perkuat Ekonomi Umat di Kota Bogor

Dokumentasi Baznas RI

BOGOR – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui berbagai program zakat produktif. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran program Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas usaha mustahik sekaligus mendorong transformasi penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Dalam acara seremonial yang digelar di Balai Kota Bogor, Jumat (5/6/2026), BAZNAS RI menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta kepada 55 mustahik, yang terdiri atas bantuan modal usaha dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro melalui program Zmart serta dukungan pengembangan bengkel motor melalui program Z-Auto.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi zakat produktif yang tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi mustahik.

Menurutnya, Zmart merupakan program penguatan usaha warung kelontong berbasis dana zakat yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat kecil melalui bantuan modal, perbaikan tampilan usaha, serta pendampingan berkelanjutan.

"Zmart adalah salah satu program zakat produktif yang bertujuan membantu para penerima manfaat mengembangkan usaha mereka sehingga diharapkan dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki, atau setidaknya menjadi munfik yang mampu berbagi kepada sesama," ujar Idy.

Sementara itu, program Z-Auto difokuskan pada pemberdayaan pelaku usaha bengkel motor melalui dukungan sarana usaha, peningkatan keterampilan, serta penguatan kapasitas bisnis.

Idy menjelaskan, BAZNAS secara khusus memberikan perhatian kepada perempuan dalam pengelolaan usaha ritel Zmart serta mendukung para montir lokal yang memiliki kompetensi dan komitmen dalam mengembangkan usaha bengkel melalui program Z-Auto.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal, tetapi juga oleh proses pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, BAZNAS melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk pemerintah daerah, perangkat kelurahan, dan perguruan tinggi untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.

"Pada dasarnya, program-program BAZNAS adalah program umat. Dana berasal dari umat, dikelola oleh amil yang juga bagian dari umat, dan manfaatnya kembali kepada umat. Karena itu yang menikmati hasilnya adalah masyarakat itu sendiri," katanya.

Ke depan, BAZNAS juga berencana memperluas program pemberdayaan ekonomi di Kota Bogor melalui pengembangan inovasi baru seperti ZCafe, yang akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan dan berbagai mitra strategis lainnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, S.H., menyampaikan apresiasinya atas konsistensi BAZNAS dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pendekatan zakat produktif yang dilakukan BAZNAS memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga menciptakan peluang usaha yang berpotensi menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Saya mewakili Pemerintah Kota Bogor mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Bogor yang terus mendukung program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.

Manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh para penerima bantuan. Salah satunya adalah Zubaedah, pemilik warung kelontong di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.

Ia mengaku bantuan Zmart yang diterimanya telah membantu meningkatkan kualitas usahanya, baik dari sisi tampilan toko maupun omzet penjualan.

"Alhamdulillah, sejak mendapatkan bantuan Zmart, warung saya menjadi lebih rapi dan menarik. Penjualan juga meningkat sehingga sangat membantu ekonomi keluarga," tuturnya.

Hal serupa dirasakan Andriyansyah, penerima manfaat program Z-Auto di Kelurahan Cimahpar. Ia mengaku program tersebut memberinya kesempatan untuk mengembangkan usaha bengkel yang selama ini dijalankan secara sederhana.

"Program ini sangat membantu karena sekarang saya memiliki fasilitas usaha yang lebih baik. Harapannya kemampuan saya sebagai mekanik terus meningkat dan usaha bengkel ini bisa berkembang lebih besar lagi," katanya.

Secara nasional, program Zmart telah menjangkau 5.677 unit usaha di 34 provinsi sejak tahun 2018. Sementara program Z-Auto telah hadir melalui 564 unit bengkel di 27 provinsi sejak tahun 2021 hingga pertengahan 2026.

Khusus di Jawa Barat, program Zmart telah tersebar di 19 kabupaten/kota dengan total 1.167 unit usaha, sedangkan Z-Auto telah hadir di 12 kabupaten/kota dengan 79 unit bengkel.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →