Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
07/07/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Dokumentasi Baznas RI
Jakarta – Program Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melahirkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Ulinnuha Aqwa, berhasil meraih Juara II dalam ajang The 15th International Invention, Innovation & Design Competition (INDES) 2026 di Malaysia melalui inovasi briket ramah lingkungan berbahan limbah buah ketapang.
Prestasi tersebut diraih pada kategori Business Plan berkat inovasi Keta-Briq, yaitu briket biochar yang memanfaatkan limbah buah ketapang sebagai bahan baku utama dan dipadukan dengan aroma daun kemangi yang berfungsi sebagai pengusir serangga alami.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ulinnuha menunjukkan bahwa generasi muda binaan BAZNAS memiliki daya saing di tingkat global.
"Kami sangat bangga atas pencapaian internasional yang diraih Ulinnuha sebagai bukti nyata bahwa para penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di level dunia," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Idy menilai inovasi yang dikembangkan Ulinnuha selaras dengan visi BAZNAS dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu lingkungan dan energi berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Malaysia, menjadi ajang pembuktian bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif dengan nilai ekonomi dan manfaat yang tinggi.
"Keberhasilan ini membuktikan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS mampu melahirkan inovator muda yang mandiri, solutif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di masa depan," katanya.
Limbah Menjadi Energi Alternatif
Inovasi Keta-Briq lahir dari pemanfaatan limbah buah ketapang yang diolah menjadi biochar atau arang hayati sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Produk ini juga diperkaya dengan aroma daun kemangi sehingga memiliki fungsi tambahan sebagai pengusir serangga alami.
Konsep tersebut tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga mendukung pengurangan limbah organik sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Inovasi seperti ini dinilai sejalan dengan upaya mendorong ekonomi hijau (green economy) dan pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi perhatian dunia.
Perjalanan yang Tidak Mudah
Di balik keberhasilan tersebut, Ulinnuha mengaku sempat mengalami masa-masa sulit selama mengikuti kompetisi. Rasa lelah dan kehilangan semangat sempat muncul di tengah proses penyusunan inovasi dan persiapan presentasi.
Namun, dukungan keluarga serta tekad untuk terus belajar menjadi sumber motivasi yang membuatnya mampu bangkit hingga akhirnya meraih prestasi di tingkat internasional.
"Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak takut mencoba langkah pertama. Saya berharap ke depan bisa terus belajar dan menginspirasi lebih banyak anak muda agar berani mewujudkan ide-ide mereka," tutur Ulinnuha.
Prestasi yang diraih Ulinnuha menjadi gambaran nyata bahwa zakat tidak hanya berperan sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi juga menjadi investasi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Melalui Program Beasiswa Cendekia, BAZNAS berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi para penerima manfaat beasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama Indonesia ke tingkat internasional, sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu melahirkan generasi unggul yang menjadi solusi bagi masa depan bangsa.
Berita Lainnya
Bantu Palestina, BAZNAS Jabar Salurkan Kurban dan Sedekah Daging Melalui BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
BAZNAS Gandeng Indra Sjafri, Ajak Generasi Muda Jadikan Zakat Gaya Hidup
Prof. Azrai Dorong Petani Binaan BAZNAS Minahasa Naik Kelas Jadi Penangkar Benih Nasional
BAZNAS RI dan BI Libatkan Kreator Konten, Zakat Siap Menembus Jutaan Layar Digita
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
Bantu Mustahik Mandiri, BAZNAS RI Hadirkan Zmart dan Z-Auto untuk Perkuat Ekonomi Umat di Kota Bogor
Panen Jagung I Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano Berbuah Berkah, Mushaf Al-Quran Disalurkan untuk Masjid dan Majelis Taklim
Kemdiktisaintek dan BAZNAS Siapkan Kolaborasi Besar! Beasiswa Mahasiswa Indonesia hingga Palestina Jadi Fokus Utama
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Bersama BAZNAS Minahasa melalui Dukungan 78 Mushaf Al-Quran
BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Lepas 18 Dai ke Pulau Buru, Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah 3T
Pengadilan Agama Tondano Beri Piagam Apresiasi untuk BAZNAS Minahasa, Sinergi Zakat dan Pemberdayaan Umat Makin Diperkuat
BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Mesir
BAZNAS Minahasa Salurkan 10 Mushaf Al-Quran ke Rumah Tahfidz Raudhatul Quran, Perkuat Syiar Islam dan Pendidikan Tahfiz

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →