WhatsApp Icon

BAZNAS RI Gandeng LAZISNU PBNU, Dorong 200 UMKM Bangkit di Empat Provinsi

07/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Gandeng LAZISNU PBNU, Dorong 200 UMKM Bangkit di Empat Provinsi

BAZNAS RI Gandeng LAZISNU PBNU

Jakarta — Upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi umat terus diperkuat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi menggandeng Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU dalam program kolaborasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di empat provinsi.

Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa, S.Fil., beserta jajaran.

Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan akses permodalan, pengadaan sarana usaha, serta pelatihan dan pendampingan UMKM, khususnya di wilayah kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, serta daerah yang dinilai rentan terhadap penyebaran paham radikalisme.

Empat daerah yang menjadi lokasi program meliputi Serang (Banten), Indramayu (Jawa Barat), Jember (Jawa Timur), dan Pringsewu (Lampung), dengan total 200 penerima manfaat.

Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini dirancang secara matang dan tepat sasaran.

“Terima kasih kepada LAZISNU PBNU yang telah menjadi mitra BAZNAS RI. Program ini cukup unik karena pembahasannya sangat mendalam dan difokuskan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat miskin di sekitar pesantren,” ujar Kiai Noor.

Kiai Noor menjelaskan, program pemberdayaan UMKM ini menggunakan skema pembiayaan bersama (sharing cost), dengan total anggaran sebesar Rp2,6 miliar. Dari jumlah tersebut, BAZNAS RI mengalokasikan Rp2 miliar, sementara LAZISNU PBNU berkontribusi Rp600 juta.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung modal usaha, pengadaan alat produksi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM.

“Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi model kolaborasi antara BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya dalam upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” kata Kiai Noor.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting bagi LAZISNU PBNU dalam memperluas dampak program pemberdayaan ekonomi umat.

“Program ini mencakup bantuan modal usaha, pengadaan alat usaha, pelatihan, serta pendampingan. Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun dan menjangkau 200 penerima manfaat,” ujar Habib Ali.

Ia menambahkan, kolaborasi program UMKM bersama BAZNAS RI merupakan yang pertama bagi LAZISNU PBNU. Menurutnya, momentum ini semakin relevan menjelang bulan Ramadan, yang identik dengan penguatan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Ke depan, kami berharap sinergi antara LAZISNU PBNU dan BAZNAS RI terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →