WhatsApp Icon

Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional

22/06/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Di Tengah Kesibukan sebagai Pimpinan Pengadilan, Al Gazali Mus Tetap Dampingi Petani Binaan BAZNAS Minahasa Produksi Benih Jagung Unggul Nasional

Benih Tetua (parent seed) yang nantinya untuk menghasilkan benih jagung hibrida unggul

Minahasa – Komitmen untuk membangun kemandirian petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui pendampingan yang berkelanjutan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh mantan Ketua Pengadilan Agama Tondano yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Sidrap, Al Gazali Mus, yang tetap memberikan perhatian penuh terhadap petani binaan kolaborasi BAZNAS Kabupaten Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano.

Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan, Al Gazali Mus menyempatkan diri turun langsung ke lahan pertanaman jagung yang berada di Kabupaten Minahasa untuk mengikuti kegiatan roging, sebuah tahapan penting dalam proses produksi benih jagung unggul.

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Benhard, petugas lapangan yang ditugaskan secara khusus oleh pakar pemulia jagung nasional dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Muhammad Azrai, untuk memastikan seluruh proses budidaya berjalan sesuai standar produksi benih.

Menurut Benhard, roging merupakan proses seleksi tanaman dengan cara mencabut tanaman yang menunjukkan karakter berbeda atau menyimpang dari varietas yang sedang diperbanyak.

"Roging dilakukan untuk memaksimalkan keseragaman tanaman. Walaupun tanaman terlihat tinggi dan subur, jika tidak sesuai dengan karakter varietas maka harus dicabut. Tujuannya agar seluruh tanaman yang tersisa benar-benar homogen dan menghasilkan benih yang berkualitas," jelasnya saat mendampingi petani di lapangan.

Ia menambahkan bahwa tanaman yang sedang dibudidayakan bukanlah jagung konsumsi biasa, melainkan benih tetua (parent seed) yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan benih jagung hibrida unggul.

"Penanganannya berbeda dengan budidaya jagung pada umumnya. Karena ini merupakan perbanyakan benih tetua yang berasal dari Universitas Hasanuddin Makassar, maka seluruh tahapan harus dilakukan secara ketat. Pendampingan akan terus dilakukan mulai dari penanaman, roging, pemeliharaan, panen hingga prosesing benih," ungkap Benhard.

Dalam kegiatan tersebut, Benhard menjelaskan bahwa roging yang dilakukan merupakan roging kedua. Masih akan ada beberapa tahapan roging berikutnya hingga menjelang pembentukan generasi benih.

Menurutnya, kemurnian genetik merupakan faktor utama dalam produksi benih. Oleh karena itu setiap tanaman yang memiliki perbedaan karakter, baik tinggi tanaman, bentuk daun, umur berbunga maupun sifat lainnya harus segera dieliminasi.

"Ini sudah roging kedua kalinya dan masih ada beberapa kali lagi sampai menjelang generasi berikutnya. Semua dilakukan agar pertanaman benar-benar seragam dan sesuai standar perbenihan," katanya.

Dari hasil pengamatan sementara, kondisi pertanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

"Secara umum lahannya sudah cukup bagus. Yang perlu lebih ditingkatkan adalah kebersihan lahan terutama pengendalian gulma. Untuk penanganan ulat grayak sudah cukup baik. Tinggal meningkatkan lagi teknik budidaya jagung hibrida karena ini memang untuk produksi benih, bukan jagung biasa," tambahnya.

Kehadiran Al Gazali Mus di tengah para petani menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat tidak berhenti meski dirinya telah berpindah tugas ke Sulawesi Selatan.

Sejak awal program "Marijo Ba Kobong" yang digagas bersama BAZNAS Minahasa, Al Gazali Mus dikenal aktif mendampingi petani mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga masa pemeliharaan tanaman.

Bahkan ketika proyek kolaborasi ini dipercaya oleh Prof. Muhammad Azrai untuk melakukan perbanyakan benih tetua jagung unggul, dirinya tetap turun langsung memberikan motivasi dan semangat kepada para petani.

Program ini menjadi salah satu model kolaborasi yang mempertemukan lembaga zakat, akademisi, aparat peradilan, dan kelompok tani dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Minahasa, Sahlan Kokalo, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar menanam jagung untuk dipanen, melainkan membangun kapasitas petani agar mampu naik kelas menjadi produsen benih.

"Ini adalah sebuah kepercayaan besar yang diberikan Prof. Muhammad Azrai kepada petani binaan BAZNAS Minahasa. Kami tidak hanya menanam jagung, tetapi sedang belajar dan mempersiapkan petani agar mampu menjadi penangkar benih yang memenuhi standar nasional. Karena itu setiap tahapan, termasuk roging, harus dilakukan dengan disiplin dan pendampingan yang ketat," ujar Sahlan.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani Minahasa sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

"Pendampingan dari tim Universitas Hasanuddin merupakan transfer ilmu yang sangat berharga. Harapan kami, petani binaan BAZNAS tidak hanya menjadi petani produksi, tetapi mampu menghasilkan benih unggul yang berkualitas sehingga memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi kesejahteraan petani," tambahnya.

Program perbanyakan benih tetua jagung yang saat ini berlangsung di Minahasa menjadi langkah strategis dalam mendukung ketersediaan benih unggul nasional.

Dengan dukungan Prof. Muhammad Azrai, pendamping lapangan Universitas Hasanuddin, BAZNAS Kabupaten Minahasa, serta dedikasi Al Gazali Mus yang terus membersamai petani, optimisme untuk melahirkan petani penangkar benih profesional semakin terbuka lebar.

Dari hamparan lahan jagung di Minahasa, harapan besar sedang ditanam. Bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi melahirkan benih-benih unggul yang akan menjadi fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia di masa depan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →