WhatsApp Icon

Berkah Ramadan Mengalir di Masjid Nurul Huda Kawangkoan, Jamaah dan Musafir Kian Membludak Saat Berbuka

21/02/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Minahasa

Bagikan:URL telah tercopy
Berkah Ramadan Mengalir di Masjid Nurul Huda Kawangkoan, Jamaah dan Musafir Kian Membludak Saat Berbuka

Suasana Buka Puasa di Masjid Nurul Huda Kawangkoaan

Kawangkoan – Ramadan tahun ini menghadirkan pemandangan yang menggetarkan hati di Masjid Nurul Huda, Kawangkoan. Setiap senja menjelang Magrib, saf demi saf jamaah dan musafir terus bertambah. Tak hanya warga sekitar, para pelintas jalan, pekerja, hingga musafir dari luar daerah ikut merapat, menyatu dalam satu hidangan: buka puasa penuh keberkahan.

Suasana haru terasa saat adzan Magrib berkumandang. Ratusan paket takjil dan nasi berbuka tersaji rapi. Senyum para relawan menyambut setiap yang datang, tanpa memandang latar belakang. Ramadan benar-benar menjelma menjadi bulan berbagi, bulan yang mempertemukan hati dalam satu tujuan: mencari ridha Allah.

Semangat memberi makan orang berpuasa bukan sekadar tradisi sosial, tetapi berakar kuat pada tuntunan Rasulullah ?. Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Nabi ? bersabda:

“Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.”
(HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746; dishahihkan Ibnu Hibban dan Al-Albani).

Betapa agung janji ini. Memberi makan orang berpuasa berarti meraih pahala seperti orang yang berpuasa itu sendiri—tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka.

Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa makna “memberi buka” adalah sampai mengenyangkan. Artinya, bukan sekadar simbolis, tetapi benar-benar menghadirkan kecukupan bagi saudara kita yang berpuasa.

Menanggapi meningkatnya jumlah jamaah dan musafir yang berbuka di Masjid Nurul Huda, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Abshori Abdillah Saleh, S.Ag  menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif umat untuk memakmurkan masjid sekaligus menghidupkan sunnah berbagi.

“Ramadan adalah bulan solidaritas. Memberi makan orang berpuasa bukan hanya amal sosial, tetapi ibadah yang memiliki ganjaran luar biasa. Ini momentum membangun kepedulian dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi pusat peradaban umat. Ketika masjid hidup dengan kegiatan berbagi dan ibadah, maka di situlah cahaya keberkahan memancar ke masyarakat sekitar.

Di balik hidangan sederhana itu, ada gotong royong yang luar biasa. Para ibu menyiapkan makanan sejak siang hari. Remaja masjid membagikan takjil dengan penuh semangat. Donatur berdatangan tanpa ingin disebutkan namanya.

Semua menyatu dalam satu keyakinan: setiap suapan yang masuk ke mulut orang berpuasa adalah investasi akhirat.

Masjid Nurul Huda kini bukan hanya tempat berbuka, tetapi menjadi rumah singgah ruhani bagi musafir dan jamaah. Di sana, rasa lapar dipertemukan dengan kasih sayang. Di sana pula, pahala berlipat ganda dijanjikan.

Ramadan masih berjalan. Dan setiap senja, peluang pahala itu kembali terbuka. Siapa pun yang tergerak untuk memberi, sejatinya sedang menanam kebaikan yang buahnya akan dipetik di hari yang tak lagi ada transaksi—kecuali amal saleh.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.

Lihat Daftar Rekening →