Jakarta – Gebrakan nyata dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam menggerakkan ekonomi umat. Memasuki Ramadan 1447 H, BAZNAS resmi meluncurkan program ZIfthar, gerai kuliner Ramadan yang menjadi panggung bagi UMKM binaan agar naik kelas dan memperluas pasar.
Peresmian program ini dipusatkan di Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). ZIfthar serentak digelar di 30 titik pada 27 kabupaten/kota di 11 provinsi di seluruh Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan ZIfthar bukan sekadar bazar Ramadan, melainkan bagian dari strategi besar konsolidasi ekonomi mustahik.
“Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin menciptakan sirkulasi ekonomi nyata selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik,” ujar Saidah di lokasi acara.
Tak main-main, seluruh stand di ZIfthar diberikan gratis tanpa biaya sewa. BAZNAS juga memberikan pendampingan sertifikasi halal dan peningkatan kualitas kemasan (packaging) agar produk UMKM mampu bersaing dan berpeluang mendapat repeat order pasca-Ramadan.
Langkah ini dinilai strategis karena Ramadan merupakan momentum peningkatan konsumsi masyarakat, terutama sektor kuliner berbuka puasa.
“BAZNAS ingin UMKM binaan tak hanya ramai saat Ramadan, tapi juga berkelanjutan setelahnya,” tambah Saidah.
Dampak program ini langsung dirasakan pelaku usaha. Sinta, pemilik “Dapur Bunda Sinta”, mengaku penjualannya melonjak signifikan sejak bergabung di ZIfthar.
“Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Tapai ketan dan es kopyor jadi makin dikenal. Sekarang banyak yang pesan lewat WhatsApp,” ujar Sinta sumringah.
Harapannya sederhana namun penuh makna: program ini bisa terus digelar setiap tahun.
Senada, Rosdiana, UMKM binaan lainnya, menyebut omzetnya mencetak rekor tertinggi selama berjualan.
“Dari awal sampai sekarang, omzet saya paling tinggi di sini. Hari ini saya bawa 100 porsi dan hampir habis semua. Selain stand gratis, kami juga dibantu dana operasional,” ungkapnya.
Peresmian ZIfthar turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Wakil Ketua IV BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Prof. Dr. H. Bunyamin M.Pd.I., Direktur Pendayagunaan dan Penyaluran UPZ dan CSR Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Noor Aziz, Sekretaris Kecamatan Matraman Ibnu Fajar, S.T., M.T., serta Sekretaris Kelurahan Kebon Manggis Sigit Priyono, S.Sos.
Kehadiran para pejabat ini menjadi sinyal kuat bahwa penguatan ekonomi umat kini bergerak kolaboratif—menghubungkan zakat, UMKM, dan momentum Ramadan dalam satu ekosistem produktif.
Dengan konsep gerai terpusat, pendampingan usaha, serta dukungan modal dan promosi, ZIfthar menjadi bukti bahwa zakat tak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menjadi instrumen transformasi ekonomi.
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi umat. Dan melalui ZIfthar, BAZNAS menegaskan komitmennya: mustahik hari ini, muzakki di masa depan.

