Serambi yang Menyala: Ramadan, Kopi, dan Ajakan Lurah Menghidupkan Masjid
24/02/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Minahasa
Serambi Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo
Malam itu, usai tarawih dan tadarus, serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo tidak langsung lengang. Mushaf-mushaf perlahan ditutup, doa-doa dipanjatkan, lalu jamaah tetap tinggal. Bukan untuk urusan dunia yang riuh, tetapi untuk merawat suasana hati yang baru saja disentuh ayat-ayat Al-Qur’an.
Di sudut serambi, kopi hangat mengepul. Kue-kue takjil tersaji sederhana. Anak-anak duduk berdekatan dengan orang tua. Remaja masjid bercengkerama dengan pengurus. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada jarak usia. Yang ada hanyalah kebersamaan—sebuah nikmat yang sering terlupakan di tengah kesibukan kerja, tanggung jawab keluarga, dan tekanan hidup sehari-hari.
Ramadan di Kampung Jawa bukan hanya soal menahan lapar. Ia menjadi ruang pertemuan jiwa-jiwa yang ingin kembali dekat—dengan Allah dan dengan sesama.
Selesai sholat tarawih dan tadarus, duduk di serambi masjid terasa seperti jeda yang menenangkan. Dari obrolan ringan, lahir nasihat tanpa menggurui. Dari secangkir kopi, tumbuh kehangatan ukhuwah. Dari kue sederhana, muncul rasa syukur yang mendalam.
Di sana, para orang tua berbagi pengalaman hidup. Remaja belajar tentang adab sebelum ilmu. Anak-anak menyaksikan langsung bagaimana orang dewasa menjaga silaturahmi di rumah Allah. Masjid tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga sekolah akhlak dan pusat peradaban kecil yang hidup.
Bukankah Rasulullah ? menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat? Tempat ibadah, tempat belajar, tempat musyawarah, dan tempat menguatkan persaudaraan. Apa yang terjadi setiap malam di serambi masjid itu seakan menghidupkan kembali fungsi agung tersebut.
Lurah Kampung Jawa Tondano Hidayat Nurhamidin menyampaikan ajakan yang sederhana namun menyentuh. Bukan dalam nada perintah, melainkan sebagai undangan penuh harap.
“Ramadan ini mari kita makmurkan masjid bersama. Tidak hanya datang untuk sholat, tetapi juga tinggal sejenak. Duduk bersama, berbincang yang baik, menguatkan satu sama lain. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab kita, momen seperti ini adalah anugerah yang tidak ternilai.”
Ia menambahkan bahwa kebiasaan berkumpul di masjid setelah tarawih dan tadarus adalah cara lembut membangun ketahanan moral masyarakat. Anak-anak melihat teladan. Remaja merasa memiliki ruang yang positif. Orang tua menemukan ketenangan.
“Masjid yang hidup akan melahirkan masyarakat yang kuat,” tuturnya.
Ajakan itu bukan sekadar slogan Ramadan. Ia adalah visi membangun kampung dari dalam—dari hati yang bersih, dari ukhuwah yang terjaga.
Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat, duduk di serambi masjid sambil menikmati kopi dan takjil terasa seperti kemewahan spiritual. Menyenangkan, menenangkan, sekaligus menguatkan.
Tidak ada yang mewah dalam hidangan itu. Namun keberkahan terasa nyata. Waktu yang biasanya habis untuk gawai atau kesibukan dunia, kini diisi dengan tadarus, doa, dan kebersamaan.
Ramadan seakan berkata: inilah prioritas yang sesungguhnya.
Malam-malam seperti ini mungkin hanya datang sebulan dalam setahun. Tetapi nilai yang ditanamkan—cinta kepada masjid, cinta kepada Al-Qur’an, dan cinta kepada sesama—dapat bertahan sepanjang hayat.
Dan dari serambi Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, cahaya itu terus menyala. Bukan hanya menerangi malam Ramadan, tetapi juga menuntun langkah masyarakat menuju kehidupan yang lebih beriman, lebih rukun, dan lebih bermakna.
Berita Lainnya
BAZNAS Minahasa Salurkan Mushaf Al-Qur'an ke TPQ Miftahul Jannah, Perkuat Semangat Belajar Al-Quran Anak-anak
Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara Internasional Lewat Inovasi Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Ketapang
BAZNAS Minahasa Gandeng Sahabat Mualaf Inspiratif, Perkuat Syiar Al-Quran hingga Wilayah Pembinaan Mualaf
Waka IV BAZNAS Minahasa Ikuti Pra Rakornas BAZNAS 2026, Perkuat Sinergi dan Arah Pengelolaan Dana Umat
BAZNAS dan DSN-MUI Anugerahi 56 Perusahaan Syariah Taat Zakat, Dorong Kepatuhan yang Berdampak bagi Umat
BAZNAS Gandeng Indra Sjafri, Ajak Generasi Muda Jadikan Zakat Gaya Hidup
BAZNAS Kabupaten Minahasa Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Rachmat Gobel
BAZNAS RI Perkuat Ekonomi Mustahik Lewat Kampung Zakat, Model Pemberdayaan yang Layak Direplikasi Daerah
BAZNAS Minahasa Tuntaskan Penyaluran 100 Mushaf Al-Quran, Sentuh Santri TPQ hingga Majelis Taklim Mualaf
Panen Jagung I Kolaborasi BAZNAS Minahasa dan Pengadilan Agama Tondano Berbuah Berkah, Mushaf Al-Quran Disalurkan untuk Masjid dan Majelis Taklim
BAZNAS: Zakat Perusahaan Jadi Investasi Spiritual dan Sosial yang Berdampak
BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara Perkuat Sinergi Bersama BAZNAS Minahasa melalui Dukungan 78 Mushaf Al-Quran
BAZNAS Minahasa Salurkan 10 Mushaf Al-Quran ke Rumah Tahfidz Raudhatul Quran, Perkuat Syiar Islam dan Pendidikan Tahfiz
BAZNAS Minahasa Perkuat Syiar Al-Quran, Salurkan Mushaf ke Pondok Pesantren Al-Khairaat Tahfizul Quran Kampung Jawa Tondano
BAZNAS Minahasa Apresiasi Amanah Baru Dr. Feiby Ismail, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Filantropi Islam

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Minahasa.
Lihat Daftar Rekening →